Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Bupati Madina Desak Pemerintah Pusat Bantu Desa Terisolir

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 18 Okt 2015
  • print Cetak

 

BATANG NATAL (Mandailing Online/Antara) – Bupati Madina mengharapkan pemerintah pusat dan Pemprovsu turut menanggulangi anggaran pembukaan akses jalan ke desa-desa terisolir.

Itu dikatakanya menjawab wartawan kala meninjau sejumlah desa terisolir di Kecamatan Batang Natal, Jum’at (16/10).

Dalam kunjungan kerja itu turut serta beberapa anggota DPRD dan SKPD meninjau infrastruktur jalan di Desa Banjar Melayu dan beberapa perkampungan yang ada di sekitarnya seperti Torubar, Kopong Lombang, Banjar Dapdap, Pining Sudari, Aek Sisoma dan Kampung Baru.

Bupati Madina mengatakan peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana nasib kehidupan masyarakat yang berada di beberapa daerah terpencil khususnya disekitar Desa Banjar Melayu terutama untuk infrastruktur jalan yang memiliki ratusan kepala keluarga.

“Selaku kepala Daerah saya sengaja melakukan peninjauan ini secara langsung yang selama ini sama sekali tidak tersentuh bangunan infrastruktur sehingga masih banyak masyarakat yang menelan kepahitan bila dibanding dengan daerah lain yang ada di Mandailing Natal,” katanya.

Dimana masyarakat harus menempuh perjalanan yang sangat memprihatinkan. Begitu juga dengan anak-anak untuk menimba ilmu terpaksa berjalan kaki sekitar lebih kurang 5 kilometer dengan melintasi hutan, bahkan beberapa perkampungan belum mendapat penerangan lampu.

Hal ini tidak dapat dibiarkan begitu lama lagi, beberapa perkampungan yang ada di Desa Banjar Melayu seperti Torubar, Kopong Lombang, Banjar Dapdap, Pining Sudari, Aek Sisoma dan Kampung Baru harus segera diperhatikan baik infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan katanya.

Wartawan Antara yang mengukuti rombongan peninjauan itu melaporkan, rombongan harus memakai mobil off road sangat kesulitan menempuh jalur perjalanan unutuk dapat ke desa tujuan, meski diguyur hujan hingga malam hari dengan keadaan jalan tanah yang penuh lumpur.

“Terkait infrastruktur jalan pada PAPBD Madina tahun ini, sekitar 300 juta rupiah sudah saya upayakan untuk wilayah Desa Banjar Melayu dan tahun 2016 semuanya harus dapat dituntaskan agar rakyat ini mendapat keadilan jauh dari terisolir,” katanya.

“Meskipun begitu, bupati saya sangat mengharapkan perhatian bantuan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi khususnya untuk pembangunan infrastruktur jalan, khususnya di daerah terisolir yang ada di seluruh wilayah Mandailing Natal,” kata Dahlan.

Sumber: kantor berita Antara

Editor  : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Kopi Beras Masih Tinggi

    Harga Kopi Beras Masih Tinggi

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tidak semua jenis biji kopi yang harganya anjlok. Biji kopi beras justru masih bertahan dengan harga di kisaran 50.000 rupiah per kilo gram. Kasi Perkebunan Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Yasir Nasution SP, Senin (16/9/2013) mengatakan memang terjadi penurunan harga biji kopi dari Rp.18.000 menjadi Rp.8.000/ Kg. Hal ini juga terjadi pada […]

  • Pusat Pasar Panyabungan Disesaki Pembeli

    Pusat Pasar Panyabungan Disesaki Pembeli

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Dua hari jelang bulan puasa Ramadhan, pasar-pasar makin ramai dikunjungi warga yang ingin berbelanja berbagai kebutuhan untuk menyambut bulan puasa. Pusat Pasar Panyabungan misalnya, dari pantauan MedanBisnis, Jumat (29/7) kemarin, terlihat begitu sesak oleh para pembeli. “Besok kan sudah meugang puasa, jadi hari ini kita berbelanja berbagai kebutuhan mulai dari beras, gula, tepung, minyak […]

  • Kisah Nyai Jepang dan Praktek Prostistusi di Aceh

    Kisah Nyai Jepang dan Praktek Prostistusi di Aceh

    • calendar_month Jumat, 5 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ketika Jepang masuk ke Aceh, mereka juga membawa ratusan perempuan dukungan, pemuas birahi para tentara dalam perang dunia kedua. Orang Aceh menyebut para perempuan itu sebagai Nyai Jepang, sementara orang Jepang sendiri menamainya Jugun Ianfu . Kisahnya hampir sama dengan tempat prostistusi masa kolonial Belanda berkuasa di Aceh yang dibangun pensiunan tentara berkebangsaan Yahudi bernama […]

  • Raja Pidoli Lombang Himbau Masyarakatnya Pilih Paslon 1 Harun- Ichwan pada Pilkada Madina

    Raja Pidoli Lombang Himbau Masyarakatnya Pilih Paslon 1 Harun- Ichwan pada Pilkada Madina

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ) : Dianggap bisa menyelesaikan persoalan masyarakat ke depan, Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina) nonor urut 1 Harun Mustafa Nasution sengaja diundang untuk hadiri pengajian mingguan emak emak desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan. Harun didampingi abangnya Mudir Pondok Pesantren Mustafawiyah Purba Baru H. Mustafa Bakti dan sejumlah ustdz. Acara pertemuan […]

  • Perusahaan Norwegia Siap Eksplorasi Halmahera II

    Perusahaan Norwegia Siap Eksplorasi Halmahera II

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – Statoil Indonesia, perusahaan Migas asal Norwegia memenuhi janjinya untuk melakukan survei seismik di lahan seluas 6.000 hektar di blok Halmahera II. Pernyataan itu disampaikan Agus Budiyanto, Humas Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) di Jakarta (22/7). Menurutnya, perusahaan tersebut siap melakukan eksplorasi yang akan memakan waktu lebih kurang 3 bulan. […]

  • HUT RI di Kecamatan Natal

    HUT RI di Kecamatan Natal

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peringatan HUT RI ke-70 di Kecamatan Natal, Mandailing Natal dipusatkan di lapangan Merdeka, Natal, Senin (17/8). Pasukan pengibar bendera dari berbagai sekolah di Kecamatan Matal sedang khusuk menaikkan bendera merah putih.   Foto : Ali Hanafiah

expand_less