Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Cerpen HUJAN DAN WANITA TUA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 22 Sep 2017
  • print Cetak

Hujan dan Wanita Tua

Karya : WAHYUNI LUBIS

 

Hujan dan kenangan kembali menemui ia yang sedang duduk bersandar di atas kursi roda. Wanita lansia yang tak bisa berbuat apa-apa bahkan untuk meracik segelas kopi pun ia hampir  tak kuasa. Ia adalah seorang wanita yang ditinggal mati oleh kekasihnya dan kini ia hidup sendiri di bawah naungan rumah kecil yang dibangun oleh kekasihnya dahulu. Katanya, rumah ini nanti akan menjadi tempat mereka menghabiskan hari tua.

Bila akhir pekan tiba, anak beserta menantunya akan datang untuk menjenguk dia. Tapi, seringkali kegiatan tersebut hanya terjadi dua kali dalam satu bulan dengan alasan sibuk akan pekerjaan yang tak bisa di tinggal. Sebagai anak tunggal, Rangga selalu menawarkan kepada ibunya untuk tinggal bersama dia agar dia bisa merawat dan menjaganya. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh wanita tua itu. Ia beralasan tak mau merepotkan sang anak dan tak mau jika rumah peninggalan suaminya harus ditempati oleh orang lain.

Setiap pagi wanita tua itu menghabiskan waktu dengan duduk di teras halaman belakang rumah dan ditemani dengan secangkir kopi yang ia buat dengan susah payah, sebab tenaga yang ia miliki sekarang tak lagi sekuat waktu ia masih berusia tiga puluh dua. Bersendagurau bersama kucing peliharaannya merupakan salah satu rutinitas yang ia lakukan setiap pagi. Bahkan sering kali ia berdialog dengan hewan peliharaannya tersebut, seakan kucing itu mengerti akan keadaan hati yang ia rasakan selama ini.

Rindu ingin bertemu, misalnya.

Hari-hari yang ia lewati dengan beberapa ingatan tentang kekasih membuat ia sulit untuk menerima kenyataan. Ia selalu terbayang akan kejadian lima tahun silam. Peristiwa tragis yang terjadi pada tahun 2012 lalu, mengakibatkan nyawa suaminya melayang karena kecelakaan hebat yang mereka alami dan  membuat kaki kanannya pun harus diamputasi. Sungguh ini di luar kuasa, sebab pada saat kejadian itu mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah yang baru dibangun suaminya, dan rumah itu adalah rumah yang ia huni saat ini.

Kala September tiba, hati pun mulai resah, sebab hujan akan melanda untuk beberapa bulan ke depan. Tak begitu sulit bagi wanita tua itu untuk menyembunyikan luka dari orang sekelilingnya, namun perihal hujan ia selalu kalah. Hujan selalu membawanya pada kenangan yang mustahil akan terulang. Hujan selalu mengingatkan ia akan kopi yang pernah ia teguk bersama sang kekasih kala itu. Hujan datang dan meninggalkan bekas, layaknya kopi yang tinggal ampas.

Perlahan-lahan ia menepis memori akan hujan yang membawa rindu, namun tetap saja ia kalah. Ia tak mampu menebas rindu yang berdiri kokoh didalam nalurinya.

Wanita tua itu selalu berdoa supaya tuhan lekas mengirim malaikat maut untuknya, agar ia bisa menyusul sang suami. Ia selalu penasaran kira-kira jawaban apa yang diberi suaminya saat malaikat Munkar dan Nakir mulai bertanya akan tugasnya sebagai pemimpin. Hhmmm….semoga saja tuhan mengabulkan permintaan wanita tua itu.

 

Selain kopi, tembang lawas juga kerap menemani hari-hari wanita tua itu. ”Aku Cinta Padamu” adalah judul  lagu yang dinyanyikan oleh Desi Ratnasari merupakan salah satu tembang lawas yang sangat ia senangi. Kira-kira lirik pertamanya begini :

“Di dalam hatiku, di dalam hatimu / kusimpan cintamu / kau simpan cintaku
untuk selamanya / kupegang tanganmu / kau pegang tanganku / kita satu langkah / kita satu tujuan / menuju bahagia…………..,”

Beberapa memori ia simpan dalam berkas tersembunyi yang ia kunci dalam ingatan abadi. Sungguh sangat menyayat hati bahkan sering kali ia harus menahan gigil untuk memeluk kenangan yang memilukan bathin.

***

Sore itu hujan datang lagi. Ia kembali duduk di teras halaman belakang rumahnya, namun kali ini ia duduk tidak ditemani dengan kapi. Sengaja, sebab ia ingin menikmati percikan air hujan yang mengingatkan ia akan cerita kekasih.

”Jika kau rindu, coba kau nikmati percikan hujan itu. Kau tahu, rasanya seperti sedang menggenggam jemari orang yang kita cinta. Bulu romamu pun seakan terbangun dari tidurnya, bahkan detakan jantung pun seolah-olah ikut merayakan rasa rindu  yang hadir,”  kata bualan yang seringkali dilontarkan oleh kekasih wanita tua itu kala rindu dan hujan datang bertamu.

Wanita tua itu pun menutup matanya, menarik nafas dan membuangnya kembali. Beberapa kali terapi itu ia lakukan. Sungguh ini membuat ia terjatuh jauh dalam ingatan terhadap cinta yang ia sebut sebagai cinta yang abadi. Sebab, hingga detik ini, setiap kali hujan bertamu seringkali ia merasa jika ia sedang menghabiskan waktu dengan sang pujaan hati, tersenyum, bercanda, saling menggenggam hingga akhirnya menangis.

Berjanji untuk menua bersama dalam rumah dan suasana alam yang menggoda. Namun hakikatnya manusia hanya bisa berencana, toh tuhan juga yang menentukan. Mungkin inilah yang disebut dengan takdir. Tak ada satu pun yang tahu, bahkan mereka yang punya mantra pun tak bisa menerka, ketentuan seperti apa nanti yang akan dijalani.

Tak ada yang bisa dilakukan wanita tua itu untuk bisa bercengkrama dengan kekasihnya selain dengan lantunan doa kepada Sang Kuasa, semoga nanti bila saatnya telah tiba mereka bisa bertemu dalam ruangan yang disebut dengan surga.***

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Hasilkan 72 Ton Sampah, Bupati: Harus Dikelola Secara Profesional

    Madina Hasilkan 72 Ton Sampah, Bupati: Harus Dikelola Secara Profesional

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setidaknya 72 ton sampah dihasilkan tiap hari di berbagai kawasan di Mandailing Natal (Madina), Sumut. Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengatakan, jumlah tersebut cukup banyak, dan tidak sebanding dengan armada yang dimiliki Pemkab Madina untuk mengangkut sampah. “Pemkab Madina hanya memiliki 13 truk pengangkut sampah, dikalikan dua kali angkut dalan sehari […]

  • Polisi Tepis Isu Ibu yang Kubur Bayinya Lari Dari Madina

    Polisi Tepis Isu Ibu yang Kubur Bayinya Lari Dari Madina

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Kaurbin Ops Reskrim Polres Mandailing Natal Ipda Bagus Seto menepis isu dan tudingan yang beredar jika ibu dari bayi yang ditemukan dikubur dipekarangan rumah di Lorong Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kabupaten Mandailing Natal tersebut sudah kabur dan berada di luar daerah. “Itu tidak benar, ibunya masih disini, masih terus kita pantau […]

  • SKPD Pemkab Madina Dirampingkan Jadi 12

    SKPD Pemkab Madina Dirampingkan Jadi 12

    • calendar_month Sabtu, 13 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Reformasi birokrasi terus digulirkan Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara. Rancangan peraturan daerah (Rapnerda) tentang penciutan jumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersama rancangan peraturan tentang retribusi daerah diajukan pada rapat paripurna DPRD Madina, Kamis (11/11/2010). Jumlah dinas daerah yang selama ini 18 unit akan dikurangi menjadi 12 unit saja dengan cara […]

  • Gempa guncang Aceh, enam orang meninggal

    Gempa guncang Aceh, enam orang meninggal

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gempa kuat yang mengguncang Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, menyebabkan paling tidak enam orang meninggal dan sekitar dua ratus orang lainnya luka-luka. Sutopo Purwo Nugroho, humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan laporan sementara menyebutkan korban meninggal di Bener Meriah lima orang, dua hilang dan 70 lainnya luka-luka. Sedangkan di Aceh Tengah, satu orang meninggal […]

  • Anggota DPRD Sumut, H Fahrizal Efendi Nasution Minta Poldasu Tidak Petieskan Pidana SMGP

    Anggota DPRD Sumut, H Fahrizal Efendi Nasution Minta Poldasu Tidak Petieskan Pidana SMGP

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) –  Anggota DPRD Sumut berharap Kapolda yang baru, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak tidak mempetieskan kasus tragedi Sibanggor di wilayah kerja PT SMGP, Mandailing Natal. “Hal ini kita maksudkan agar penegakan hukum di Sumut lebih memberi kepastian hukum di tengah masyarakat,” kata Anggota DPRD Sumut, H Fahrizal Efendi Nasution gelar Sutan Kumala […]

  • Dinas PUPR Madina Kembali Teken MoU Pengawasan Dengan Kejaksaan

    Dinas PUPR Madina Kembali Teken MoU Pengawasan Dengan Kejaksaan

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) hari ini Selasa 26/3/2024 kembali lakukan penandatanganan MoU Program kerjasama Perdata dan TUN berupa pengawasan dan supervisi oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terhadap implementasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan yang didanai APBD Tahun 2024. Pendatanganan MoU dilaksanakan antara Kadis PUPR […]

expand_less