Minggu, 9 Agu 2026
light_mode

Cerpen HUJAN DAN WANITA TUA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 22 Sep 2017
  • print Cetak

Hujan dan Wanita Tua

Karya : WAHYUNI LUBIS

 

Hujan dan kenangan kembali menemui ia yang sedang duduk bersandar di atas kursi roda. Wanita lansia yang tak bisa berbuat apa-apa bahkan untuk meracik segelas kopi pun ia hampir  tak kuasa. Ia adalah seorang wanita yang ditinggal mati oleh kekasihnya dan kini ia hidup sendiri di bawah naungan rumah kecil yang dibangun oleh kekasihnya dahulu. Katanya, rumah ini nanti akan menjadi tempat mereka menghabiskan hari tua.

Bila akhir pekan tiba, anak beserta menantunya akan datang untuk menjenguk dia. Tapi, seringkali kegiatan tersebut hanya terjadi dua kali dalam satu bulan dengan alasan sibuk akan pekerjaan yang tak bisa di tinggal. Sebagai anak tunggal, Rangga selalu menawarkan kepada ibunya untuk tinggal bersama dia agar dia bisa merawat dan menjaganya. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh wanita tua itu. Ia beralasan tak mau merepotkan sang anak dan tak mau jika rumah peninggalan suaminya harus ditempati oleh orang lain.

Setiap pagi wanita tua itu menghabiskan waktu dengan duduk di teras halaman belakang rumah dan ditemani dengan secangkir kopi yang ia buat dengan susah payah, sebab tenaga yang ia miliki sekarang tak lagi sekuat waktu ia masih berusia tiga puluh dua. Bersendagurau bersama kucing peliharaannya merupakan salah satu rutinitas yang ia lakukan setiap pagi. Bahkan sering kali ia berdialog dengan hewan peliharaannya tersebut, seakan kucing itu mengerti akan keadaan hati yang ia rasakan selama ini.

Rindu ingin bertemu, misalnya.

Hari-hari yang ia lewati dengan beberapa ingatan tentang kekasih membuat ia sulit untuk menerima kenyataan. Ia selalu terbayang akan kejadian lima tahun silam. Peristiwa tragis yang terjadi pada tahun 2012 lalu, mengakibatkan nyawa suaminya melayang karena kecelakaan hebat yang mereka alami dan  membuat kaki kanannya pun harus diamputasi. Sungguh ini di luar kuasa, sebab pada saat kejadian itu mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah yang baru dibangun suaminya, dan rumah itu adalah rumah yang ia huni saat ini.

Kala September tiba, hati pun mulai resah, sebab hujan akan melanda untuk beberapa bulan ke depan. Tak begitu sulit bagi wanita tua itu untuk menyembunyikan luka dari orang sekelilingnya, namun perihal hujan ia selalu kalah. Hujan selalu membawanya pada kenangan yang mustahil akan terulang. Hujan selalu mengingatkan ia akan kopi yang pernah ia teguk bersama sang kekasih kala itu. Hujan datang dan meninggalkan bekas, layaknya kopi yang tinggal ampas.

Perlahan-lahan ia menepis memori akan hujan yang membawa rindu, namun tetap saja ia kalah. Ia tak mampu menebas rindu yang berdiri kokoh didalam nalurinya.

Wanita tua itu selalu berdoa supaya tuhan lekas mengirim malaikat maut untuknya, agar ia bisa menyusul sang suami. Ia selalu penasaran kira-kira jawaban apa yang diberi suaminya saat malaikat Munkar dan Nakir mulai bertanya akan tugasnya sebagai pemimpin. Hhmmm….semoga saja tuhan mengabulkan permintaan wanita tua itu.

 

Selain kopi, tembang lawas juga kerap menemani hari-hari wanita tua itu. ”Aku Cinta Padamu” adalah judul  lagu yang dinyanyikan oleh Desi Ratnasari merupakan salah satu tembang lawas yang sangat ia senangi. Kira-kira lirik pertamanya begini :

“Di dalam hatiku, di dalam hatimu / kusimpan cintamu / kau simpan cintaku
untuk selamanya / kupegang tanganmu / kau pegang tanganku / kita satu langkah / kita satu tujuan / menuju bahagia…………..,”

Beberapa memori ia simpan dalam berkas tersembunyi yang ia kunci dalam ingatan abadi. Sungguh sangat menyayat hati bahkan sering kali ia harus menahan gigil untuk memeluk kenangan yang memilukan bathin.

***

Sore itu hujan datang lagi. Ia kembali duduk di teras halaman belakang rumahnya, namun kali ini ia duduk tidak ditemani dengan kapi. Sengaja, sebab ia ingin menikmati percikan air hujan yang mengingatkan ia akan cerita kekasih.

”Jika kau rindu, coba kau nikmati percikan hujan itu. Kau tahu, rasanya seperti sedang menggenggam jemari orang yang kita cinta. Bulu romamu pun seakan terbangun dari tidurnya, bahkan detakan jantung pun seolah-olah ikut merayakan rasa rindu  yang hadir,”  kata bualan yang seringkali dilontarkan oleh kekasih wanita tua itu kala rindu dan hujan datang bertamu.

Wanita tua itu pun menutup matanya, menarik nafas dan membuangnya kembali. Beberapa kali terapi itu ia lakukan. Sungguh ini membuat ia terjatuh jauh dalam ingatan terhadap cinta yang ia sebut sebagai cinta yang abadi. Sebab, hingga detik ini, setiap kali hujan bertamu seringkali ia merasa jika ia sedang menghabiskan waktu dengan sang pujaan hati, tersenyum, bercanda, saling menggenggam hingga akhirnya menangis.

Berjanji untuk menua bersama dalam rumah dan suasana alam yang menggoda. Namun hakikatnya manusia hanya bisa berencana, toh tuhan juga yang menentukan. Mungkin inilah yang disebut dengan takdir. Tak ada satu pun yang tahu, bahkan mereka yang punya mantra pun tak bisa menerka, ketentuan seperti apa nanti yang akan dijalani.

Tak ada yang bisa dilakukan wanita tua itu untuk bisa bercengkrama dengan kekasihnya selain dengan lantunan doa kepada Sang Kuasa, semoga nanti bila saatnya telah tiba mereka bisa bertemu dalam ruangan yang disebut dengan surga.***

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilih Siluman Diduga Bermain di TPS 002 Simangambat Untuk Salah Satu Paslon

    Pemilih Siluman Diduga Bermain di TPS 002 Simangambat Untuk Salah Satu Paslon

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – 5 orang warga Kota Medan diduga menjadi pemilih siluman di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 002 di Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Ke 5 orang tersebut diketahui ikut mencoblos dan sengaja datang untuk memilih salah satu pasangan Calon Bupati Madina. Padahal kelima orang itu tidak tercatat dalam […]

  • Satpol PP Razia IMB

    Satpol PP Razia IMB

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Petugas gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal merazia sejumlah bangunan yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Panyabungan, Rabu (11/9). Dalam razia ini ditemukan 14 bangunan rumah dan kios yang tidak memiliki IMB. (metr)

  • Zakat Pemkab Madina Terkumpul 222 Juta

    Zakat Pemkab Madina Terkumpul 222 Juta

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah zakat, infak dan sadaqah (ZIS) yang terkumpul dari birokrasi Mandailing Natal (Madina) tahun ini sebanyak 222.000.000 rupiah. Jumlah itu terdiri dari lingkungan Depag Madina sebesar 210.000.000 rupiah dan dari Pemkab Madina sebesar 99.000.000 rupiah. Itu diungkapkan Kakandepag Madina, Muksin Batubara pada acara peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus penyerahan ZIS di mesjid […]

  • Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia Terbentuk

    Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia Terbentuk

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR (Mandailing Online) – Satu organisasi baru yang menyatukan etnis Mandailing lintas dua negara telah terbentuk. Namanya Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI). Organisasi ini dibentuk di Malaysia oleh para tokoh Mandailing yang ada di Malaysia dan tokoh Mandailing dari Tanah Leluhur, Sumatera, Indonesia. Organisasi ini resmi didaftarkan di Malaysia dalam dokumen Pendaftar Pertubuhan Malaysia/The […]

  • Gubsu Dihimbau Tinjau Izin Perkebunan Sawit di Sikara-Kara

    Gubsu Dihimbau Tinjau Izin Perkebunan Sawit di Sikara-Kara

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Provinsi Sumut, Syahrul Efendi Siregar meminta Gubernur Sumatera Utara meninjau izin perkebunan sawit di Desa Sikara-kara, Natal, Madina. Itu dikatakan Syahrul kepada wartawan disela-sela acara Bimtek PDIP di Hotel Grand Mercure, Medan, Selasa (26/11/2019) Diungkapkannya, dari 500 hektare lahan mangrove yang telah berubah fungsi, hanya […]

  • 3 Pejabat Madina Kembali Diperiksa KPK

    3 Pejabat Madina Kembali Diperiksa KPK

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandaling Online) – KPK dikabarkan kembali memeriksa tiga pejabat pemkab Mandailing Natal. Pemeriksaan dilakukan di gedung Kejati Sumut, Kamis (13/6). ”Saat ini memang sejumlah pejabat sedang diperiksai oleh KPK di gedung Kejatisu,” ujar sumber terpercaya Mandailing Online via telefon seluler. Dikatakannya, ia melihat pejabat Madina saat memasuki Kejatisu, yakni Kepala BKD Madina, Syahdan Lubis […]

expand_less