Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Cuaca Panas di Indonesia dan Asia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca panas yang akhir-akhir ini terjadi disebabkan posisi matahari yang berada tidak jauh dari ekuator yang sekarang sedang berada di belahan bumi utara (BBU).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, hal tersebut menyebabkan wilayah yang berada di ekuator mendapatkan penyinaran matahari yang maksimum dan menyebabkan suhu udara yang terdapat di wilayah Indonesia terasa lebih panas daripada biasanya.

“Fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan, jika ditinjau secara karakteristik fenomena maupun secara indikator statistik pengamatan suhu, tidak termasuk ke dalam kategori gelombang panas [heat wave], karena tidak memenuhi kriteria untuk disebut gelombang panas,” kata Guswanto ketika dihubungi Senin (29/4/2024), dikutip Binsis Com.

Secara karakteristik fenomena, Guswanto menjelaskan bahwa suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa.

Hal ini terjadi setiap tahun sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Guswanto juga menyampaikan bahwa BMKG mengidentifikasi masih adanya potensi peningkatan curah hujan secara signifikan hingga seminggu ke depan. Peningkatan terjadi di sebagian besar Sumatra, Jawa bagian barat dan tengah, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku dan sebagian besar Papua.

“Potensi hujan signifikan terjadi karena kontribusi dari aktivitas Madden Julian Oscillation [MJO], Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial, serta kondisi suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Indonesia. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, laporan BMKG per 24 April 2024 merilis suhu di Indonesia dengan sampel 10 kawasan (Sumatera hingga Papua) terdapat suhu antara 34,4 hingga 6,1 derajat celsius.

Di lain negara, sejumlah negara di Asia justru mengalami suhu lebih tinggi.

CNN Indonesia mengutip New York Times, Senin (22/4/2024) menyebut gelombang panas yang melanda Bangladesh membuat sejumlah sekolah hingga universitas tutup sementara. Sebab, suhu di beberapa daerah kerap melonjak hingga melebihi 42 derajat celsius.

Di India, suhu ekstrem yang mencapai 42 derajat celsius turut mengancam produktivitas pertanian gandum hingga mengakibatkan sejumlah kabel jaringan listrik rusak terpapar panas.

Myanmar menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang turut dilanda gelombang panas ekstrem.

Pemerintah junta Myanmar menyebut bahwa suhu di ibu kota baru-baru ini dapat mencapai 46 derajat celsius.

Media lokal Kamboja Khmer Times, menyebut bahwa Negeri Angkor Wat tersebut mengalami panas paling ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.

Juru bicara Badan Meteorologi dan Sumber Air Kamboja Chan Yuta, menyatakan bahwa suhu diperkirakan dapat mencapai 42 derajat celsius dalam beberapa pekan ke depan.

Yuta juga mengungkap bahwa suhu ekstrem akan terjadi selama beberapa minggu dan diprediksi akan turun pada Mei mendatang.

Negara tetangga Kamboja, Thailand juga mengalami kejadian serupa.

Pihak berwenang mengeluarkan peringatan panas ekstrem diperkirakan mencapai lebih dari 52 derajat celsius di sejumlah wilayah. Sedangkan di ibu kota Bangkok mencapai 40,1 derajat celsius per Rabu (24/4).

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Filipina seperti dilansir dari CNA, menyatakan suhu di Manila dapat mencapai 38,8 derajat celsius.

Sedangkan kota lainnya dapat mencapai indeks panas hingga 45 derajat celcius. Indeks panas itu juga mengukur seperti apa suatu suhu dengan pertimbangan tingkat kelembapan.

Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik Andri Ramdhani menerangkan bahwa pada bulan April merupakan periode peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau di sebagian besar wilayah di Indonesia.

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, dan fenomena hujan es.

Salah satu ciri masa peralihan musim adalah pola hujan yang biasa terjadi pada sore hingga menjelang malam hari dengan didahului oleh adanya udara hangat dan terik pada pagi hingga siang hari.

“Hal ini terjadi karena radiasi matahari yang diterima pada pagi hingga siang hari cukup besar dan memicu proses konveksi [pengangkatan massa udara] dari permukaan bumi ke atmosfer sehingga memicu terbentuknya awan,” ucap Andi melalui keterangan resmi.

Sumber: Bisnis Com / CNN Indonesia

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 340 CPNS USU lulus tahap I

    340 CPNS USU lulus tahap I

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Dari 1.295 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mengikuti tes di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU), hanya 340 peserta yang dinyatakan lulus tes tahap pertama. Untuk tahun 2010 ini, USU akan menerima 91 orang CPNS, 38 orang untuk formasi tenaga pengajar, dan 53 orang untuk tenaga fungsional umum, hal ini dikatakan Humas USU, […]

  • Penambang Emas di Sungai Batang Natal Resahkan Warga

    Penambang Emas di Sungai Batang Natal Resahkan Warga

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Aktivitas tambang biji emas di Sungai Batang Natal titik Desa Lancat, Dusun Batu Gajah, Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina) sangat meresahkan bagi masyarakat. Sebab air sungai menjadi keruh. “Air sangat keruh, padahal sungai tersebut masih dibutuhkan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari, untuk mandi, mencuci dan lainnya. Sementara pembuangan dari mesin […]

  • Polres Madina Janji Bongkar Kasus Dugaan Money Politic Pilkada Sampai Tuntas

    Polres Madina Janji Bongkar Kasus Dugaan Money Politic Pilkada Sampai Tuntas

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal berjanji membongkar kasus ada atau tidaknya kasus dugaan money politic pada Pilkada Madina 2015. Demikian dikatakan Kasat Reskrim Kapolres Mandailing Natal AKBP Andry Setiawan Sik melalui Kasat Reskrim Polres Madina AKP Hendro S,SH ketika menerima unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Madina Peduli Pilkada Bersih (AMMPPB) di halaman […]

  • Bupati Madina Akhirnya Umumkan Hasil CPNS 2013

    Bupati Madina Akhirnya Umumkan Hasil CPNS 2013

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution akhirnya mengumumkan penetapan nama-nama yang lolos seleksi CPNS formasi umum tahun 2013. Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor : 800/460/K/2014 tanggal 02 Juli 2014. Lembar pengumumnan dipampangkan di teras Badan Kepegawaian Dareah Madina, Senin (7/7/2014). Kepala BKD Madina, Syahdan […]

  • Bupati Madina : Mandailing Memiliki Kultur Saling Menghormati

    Bupati Madina : Mandailing Memiliki Kultur Saling Menghormati

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menyatakan Mandailing memiliki kultur yang mengedepankan budaya saling menghargai dan menghormati antar sesama. Potesi itu dapat dilihat sebagai kekuatan sosial dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi saat ini. Itu dikatakan Dahlan Hasan dalam pidato sambutan di seminar sehari dan talk show peningkatan wawasan kebangsaan yang […]

  • Tiga Investor Lirik Potensi Pabrik Tapioka di Madina

    Tiga Investor Lirik Potensi Pabrik Tapioka di Madina

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga investor Sumatera Utara tertarik berinvestasi di sektor perkebunan ubi kayu dan pendirian pabrik tepung tapioka di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keinginan para investor tersebut berinvestasi di Madina tercuat dalam sebuah pertemuan di rumah dinas bupati Madina, Jumat (1/11). Ketiga investor Sumut itu yakni, Surianto, Hengky Suwongso dan Wenan. Ketiganya […]

expand_less