Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode

Cuaca Panas di Indonesia dan Asia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca panas yang akhir-akhir ini terjadi disebabkan posisi matahari yang berada tidak jauh dari ekuator yang sekarang sedang berada di belahan bumi utara (BBU).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, hal tersebut menyebabkan wilayah yang berada di ekuator mendapatkan penyinaran matahari yang maksimum dan menyebabkan suhu udara yang terdapat di wilayah Indonesia terasa lebih panas daripada biasanya.

“Fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan, jika ditinjau secara karakteristik fenomena maupun secara indikator statistik pengamatan suhu, tidak termasuk ke dalam kategori gelombang panas [heat wave], karena tidak memenuhi kriteria untuk disebut gelombang panas,” kata Guswanto ketika dihubungi Senin (29/4/2024), dikutip Binsis Com.

Secara karakteristik fenomena, Guswanto menjelaskan bahwa suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa.

Hal ini terjadi setiap tahun sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Guswanto juga menyampaikan bahwa BMKG mengidentifikasi masih adanya potensi peningkatan curah hujan secara signifikan hingga seminggu ke depan. Peningkatan terjadi di sebagian besar Sumatra, Jawa bagian barat dan tengah, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku dan sebagian besar Papua.

“Potensi hujan signifikan terjadi karena kontribusi dari aktivitas Madden Julian Oscillation [MJO], Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial, serta kondisi suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Indonesia. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, laporan BMKG per 24 April 2024 merilis suhu di Indonesia dengan sampel 10 kawasan (Sumatera hingga Papua) terdapat suhu antara 34,4 hingga 6,1 derajat celsius.

Di lain negara, sejumlah negara di Asia justru mengalami suhu lebih tinggi.

CNN Indonesia mengutip New York Times, Senin (22/4/2024) menyebut gelombang panas yang melanda Bangladesh membuat sejumlah sekolah hingga universitas tutup sementara. Sebab, suhu di beberapa daerah kerap melonjak hingga melebihi 42 derajat celsius.

Di India, suhu ekstrem yang mencapai 42 derajat celsius turut mengancam produktivitas pertanian gandum hingga mengakibatkan sejumlah kabel jaringan listrik rusak terpapar panas.

Myanmar menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang turut dilanda gelombang panas ekstrem.

Pemerintah junta Myanmar menyebut bahwa suhu di ibu kota baru-baru ini dapat mencapai 46 derajat celsius.

Media lokal Kamboja Khmer Times, menyebut bahwa Negeri Angkor Wat tersebut mengalami panas paling ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.

Juru bicara Badan Meteorologi dan Sumber Air Kamboja Chan Yuta, menyatakan bahwa suhu diperkirakan dapat mencapai 42 derajat celsius dalam beberapa pekan ke depan.

Yuta juga mengungkap bahwa suhu ekstrem akan terjadi selama beberapa minggu dan diprediksi akan turun pada Mei mendatang.

Negara tetangga Kamboja, Thailand juga mengalami kejadian serupa.

Pihak berwenang mengeluarkan peringatan panas ekstrem diperkirakan mencapai lebih dari 52 derajat celsius di sejumlah wilayah. Sedangkan di ibu kota Bangkok mencapai 40,1 derajat celsius per Rabu (24/4).

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Filipina seperti dilansir dari CNA, menyatakan suhu di Manila dapat mencapai 38,8 derajat celsius.

Sedangkan kota lainnya dapat mencapai indeks panas hingga 45 derajat celcius. Indeks panas itu juga mengukur seperti apa suatu suhu dengan pertimbangan tingkat kelembapan.

Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik Andri Ramdhani menerangkan bahwa pada bulan April merupakan periode peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau di sebagian besar wilayah di Indonesia.

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, dan fenomena hujan es.

Salah satu ciri masa peralihan musim adalah pola hujan yang biasa terjadi pada sore hingga menjelang malam hari dengan didahului oleh adanya udara hangat dan terik pada pagi hingga siang hari.

“Hal ini terjadi karena radiasi matahari yang diterima pada pagi hingga siang hari cukup besar dan memicu proses konveksi [pengangkatan massa udara] dari permukaan bumi ke atmosfer sehingga memicu terbentuknya awan,” ucap Andi melalui keterangan resmi.

Sumber: Bisnis Com / CNN Indonesia

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua AMPG Sumut Apresiasi Kinerja Ketua AMPG Madina

    Ketua AMPG Sumut Apresiasi Kinerja Ketua AMPG Madina

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sumatera Utara (Sumut) Dedi Dermawan Milaya menyampaikan apresiasi atas kinerja Ketua AMPG Madina Sobir Lubis yang bekerja maksimal dengan melakukan konsolidasi sampai pada tingkat bawah. “Saya sangat mengapreasiasi langkah Bung Sobir Lubis melaksanakan konsolidasi sampai tiingkat bawah,” katanya via WhatsApp, Selasa (8/2). Dedi berharap AMPG […]

  • Menakar Urgensi Sekolah Rakyat di Madina

    Menakar Urgensi Sekolah Rakyat di Madina

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Subuh Iskandar Batubara Pegiat di GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Mandailing Natal)   Frasa itu kembali mengapung di tahun-tahun belakangan ini. Yang sempat tenggelam dari memori kita, namun tetap tersimpan di lembar sejarah. Frasa itu adalah Sekolah rakyat. Sekolah yang pada masanya diperuntukkan bagi kaum bumiputra, sebagai konsekwensi logis dari Politik Etis pemerintah Kolonial […]

  • Guru SD Dibantai 11 Liang

    Guru SD Dibantai 11 Liang

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Seorang Guru Sekolah Dasar ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, Desa Bandar Panjang, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (13/12/2010) pagi. Korban yang bernama Eliza (49) diduga merupakan korban korban perampokan disertai pembunuhan karena di sekujur tubuh korban ditemukan 11 luka tusukan dan kepala pecah. Mayat korban ditemukan masyarakat diduga setelah dua hari dibunuh […]

  • Warga Bandar Panjang Adukan Kepdes

    Warga Bandar Panjang Adukan Kepdes

    • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Bandar Panjang, Muarasipogi, Mandailing Natal, Sumut, meminta camat memproses pengaduan mereka. Pengaduan itu tertanggal 20 Juni 2022 ditujukan kepada camat. Surat pengaduan yang diteken sebanyak 157 warga itu berisi 9 poin tentang kinerja kepala desa yang dinilai tidak transparan dalam menjalankan program-program yang bersumber dana dari Dana Desa. Dari […]

  • Dukung Vaksinasi Anak, Warga Sihepeng: Saatnya Pemerintah Sahuti Permintaan Kami

    Dukung Vaksinasi Anak, Warga Sihepeng: Saatnya Pemerintah Sahuti Permintaan Kami

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIHEPENG (Mandailing Online) – Warga Sihepeng yang menyekolahkan anaknya di SDN 001 Sihepeng, Kecamatan Siabu, mendukung program vaksinasi anak yang digalakkan pemerintah. Dukungan itu terlihat ketika vaksinasi diselenggarakan di sekolah tersebut pada Senin (17/1) banyak orang tua yang hadir menemani anaknya vaksin. Bahkan capaian vaksin pada hari pertama ini telah menyentuh angka 55 persen dari […]

  • Penyebab Tewasnya Ferdiansyah Masih Simpang Siur. Polisi Belum Memberi Keterangan Resmi

    Penyebab Tewasnya Ferdiansyah Masih Simpang Siur. Polisi Belum Memberi Keterangan Resmi

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Penyebab tewasnya Ferdiasyah (36th) warga Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal masih simpang siur. Mulai dari dugaan di culik sampai pada dugaan korban tertangkap basah saat maling dilokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal di desa Runding tempat dimana ia ditemukan sekarat sebelum menghembuskan nafas terakhir di RSUD Panyabungan. informasi terbaru yang […]

expand_less