Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Disambar Petir Saat Ngaji, Pengantin Baru Tewas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
  • print Cetak


LUBUK PAKAM-
Baru empat bulan menikah, Zulham Efendi (23) dan Rusti Sinuhaji (23) meninggal tragis. Keduanya menghembuskan nafas terakhir di kubangan Lumpur di dekat rumahnya di Dusun V Desa Talapeta, Ke camatan STM Hilir, Deli Serdang, sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (2/3) lalu. Setelah gelaran acara adat Karo, jenazah keduanya disalatkan di rumah duka. Setelah itu, jenazah pasutri itu diboyong ke TPU Cinta Kasih di desa itu. Keduanya dikubur di liang lahat yang berdampingan.

Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan, sekitar pukul 19.30 WIB, Zulham sedang mengajari istrinya yang mualaf untuk mengaji di ruang tamu. Malam itu, hujan deras turun disertai petir. Keduanya tidak terganggu, tetap mengaji di rumah semi permanen tanpa plafond berukuran 5X6 meter dengan satu kamar yang baru selesai dibangun.

“Zulham saat itu sedang mengajari ngaji kepada istrinya,” bilang Anto, paman Zulham.
Tiba-tiba, petir menyambar pohon pisang di depan rumah dan tumbang. Daunnya menyentuh atap seng dan entah bagaimana, keduanya ikut tersambar petir.

Zulham dan Rusti seketika pingsan, sementara dinding yag terbuat dari triplek terlepas dan plaster dinding batu terkelupas.

Di saat yang bersamaan, Paimin (24) tetangga mereka yang sedang memperbaiki talang seng rumahnya ikut tersambar. Paimin mengalami luka bakar mulai dari tangan hingga dada dan perut. Pria itu kemudian dipangku ibunya Ponijem (67), sebelum warga datang menolong.

“Suarnya keras, seperti suara bom. Aku terlempar 1 meter. Untung istri melihat dan menjerit minta tolong,” bilang Paimin saat ditemui di ruang melati Puskesmas Talun Kenas, kemarin.

Dia pun mengetahui hal itu setelah diceritakan kembali oleh ibunya.
Mendengar jeritan istri Paimin dan mengetahui ketiganya tersambar petir, warga langsung memberi pertolongan. Zulham, Rusti dan Paimin dikubur separuh badan di sebuah liang yang rencananya dijadikan septikteng samping rumah.

“Untuk memberikan pertolongan pertama ketiga korban langsung dikubur di lubang yang direncanakan dijadikan septikteng,” kata kata Zamiat Subari SPdI, tetangga korban.

Tak juga sadar, warga membawa keduanya ke persawahan milik warga yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah. Meski telah dikubur hampir tiga jam lamannya, Zulham dan Rusti malah mengehmbuskan nafas terakhirnya dalam kondisi terkubur di lumpur. Keduanya kemudian dikebumikan di pemakaman di kampung tersebut.

Sedangkan Paimin memperlihatkan perkembangan yang baik dan sudah sadarkan. Ia kemudian dirujuk ke Puskemas Talun Kenas dan hingg atadi malam masih menjalani perawatan intensif.

Menurut, Kepala Puskemas Talun Kenas, drg Susan br Hutapea, tindakan warga menolong dengan cara mengubur korban ke lumpur sudah tepat. “Pertama, suhu tubuh korban diturunkan. Pasalnya akibat sambaran petir suhu tubuh korban tinggi. Lumpur cepat meresap panas. Cara itu efektif untuk menghilangkan aliran listrik didalam tubuhnya,” ujar Susan.(btr)
sumber ; sumutpos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skema Penghitungan Jam Mengajar Diubah

    Skema Penghitungan Jam Mengajar Diubah

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ringankan Beban Tatap Muka di dalam Kelas JAKARTA – Perhitungan jam mengajar saat ini memicu polemik. Banyak guru bersertifikat gagal mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP). Pemicunya mereka gagal mengejar beban mengajar 24 jam tatap muka per pekan. Sistem perhitungan beban mengajar itu segera diubah. Rencana pengubahan sistem penghitungan beban jam mengajar ini tertuang dalam revisi […]

  • AKIBAT KEKUASAAN TERPISAH DARI AL-QURAN

    AKIBAT KEKUASAAN TERPISAH DARI AL-QURAN

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Islam adalah agama paripurna. Tak ada satu pun bidang kehidupan umat manusia yang tidak diatur oleh syariah Islam. Syariah Islam mengatur tatacara ibadah, akhlak, makanan dan minuman, berpakaian, muamalah hingga politik dan bernegara. Demikianlah kesempurnaan Islam. Ini sesuai dengan firman Allah SWT: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا Pada hari […]

  • Plasma PT DIS dipertanyakan

    Plasma PT DIS dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sebagaimana ketentuan dan peraturan yang ada dimana lokasi suatu perkebunan yang berhak menerima plasma seharusnya masyarakat setempat. akan tetapi berbeda dengan PT Dinamika Inti Sentosa (DIS) bergerak bidang perkebunan sawit malah masyarakat lain yang memperoleh plasma. Hal ini disampaikan Direktur Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Edi Syahputra, siang ini. PT.DIS sendiri berdiri atas […]

  • DPC Ima Madina Unimed Galang Dana Untuk Palestina

    DPC Ima Madina Unimed Galang Dana Untuk Palestina

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para kader DPC Ima Madina Unimed berhasil mengumpul dana sebanyak Rp.4.411.000 dalam kegiatan penggalangan dana untuk Palestina di pasar Panyabungan, Mandailing Natal, Minggu (13/07/2014) lalu. Koordinator Kegiatan, Maradil Hasbuan menyatakan penggalangan dana itu dilakukan dengan menampung partisipasi masyarakat, pedagang pasar dan pengendara yang melintas di kawasan pasar baru dan pasar lama […]

  • Bupati Kunjungan Mendadak ke PLN

    Bupati Kunjungan Mendadak ke PLN

    • calendar_month Jumat, 20 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Minta Listrik Tak Padam Selama Ramadan Panyabungan (MO) – Bupati Mandailing Natal, Hidayat Batubara, Jum’at (20/7) melakukan kunjungan mendadak ke kantor PLN Ranting Panyabungan. Para pejabat PLN pun gelagapan menerima kedatangan bupati yang tiba-tiba ini. Kedatangan bupati ini untuk memastikan langsung kesiapan pihak PLN dalam memenuhi pasokan listrik di Mandailing Natal selama bulan suci Ramadan, […]

  • Barisan Raja Menguat Wujudkan Konsep Patujoloon Mandailing

    Barisan Raja Menguat Wujudkan Konsep Patujoloon Mandailing

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Raja-raja di Mandailing semakin menguatkan barisan dalam mewujudkan gagasan Patujoloon Mandailing, suatu konsep “standar baru kemajuan daerah”. Patujoloon Mandailing ini dipandang sebagai kerangka universal untuk menjawab kondisi Mandailing Natal (Madina) yang saat ini sedang juga-jage, jumarampar, jumarorap, suatu keadaan yang terus-terusan menghadapi permasalahan besar dan sangat kompleks. Hal itu terungkap pada […]

expand_less