Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Disdik Tunggu Juknis & Juklak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
  • print Cetak

Soal UN Bukan Penentu Kelulusan
MADINA; Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih menunggu petunjuk dari Disdik Provinsi Sumatera Utara atas rencana Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang menyatakan bahwa nilai Ujian Nasional (UN) bukan satu-satunnya penentu kelulusan siswa peserta UN.

“Kalau terkait rencana BSNP itu, kami belum tahu secara akurat dan masih sebatas mendengar. Namun, hari ini (kemarin,red) kami memeroleh undangan whorkshop dari Disdik Sumut untuk menyelesaikan petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksana (Juklak). Kami hanya sebagai penyelenggara yang akan melaksanakan sesuai dengan juklak dan juknis. Lagi pula masih terlalu dini kita membahas itu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Madina, Drs H Musaddad Daulay MM, saat ditemui METRO, melalui Kabid Pendidikan Menengah, Umum dan Kejuruan (Dikmenumjur) Mustamin SPd, Senin (18/10).

Sementara itu, seorang guru di salah satu madrasah tsanawiyah di Madina, Sarifah SPd, mengaku setuju bila standar kelulusan bukan saja dari hasil nilai UN. Karena, siswa yang lulus hanya dari hasil UN maka nilai-nilai psikomotorik yang diajarkan tak lagi berfungsi.

“alam ilmu pendidikan ada beberapa hal yang disampaikan kepada anak didik, yakni kognitif, afektif dan psikomotorik. Dan kalau standar kelulusan itu hanya dilihat dari hasil UN maka atau bisa disebut dari segi kognitif atau pengetahuan siswa, padahal segi psikomotorik dan afektif juga perlu dipertimbangkan karena pengetahuan tanpa ada nilai-nilai moral, serta penerapan atas pemngetahuan yang dimiliki siswa itu sama saja guru tak berhasil mendidik siswanya. Di samping pengetahuan guru juga berkeweajiban untuk membangun nilai moral atau akhlak bagi siswanya,” jelas Sarifah.

Hal itu juga dikatakan oleh sejumlah guru yang menyebutkan bahwa kalau kelulusan itu dilihat dari hasil nilai UN, maka siswa hanya cenderung kepada pendalaman materi saja sedangkan nilai afektif dan psikomotorik akan ditinggalkan.

Sedangkan, Ali Amru seorang orangtua siswa warga Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu menyebutkan bahwa standar kelulusan harus sesuai dengan kemampuan siswa atas menjawab soal pada saat melakukan UN mengingat setiap siswa pasti ingin lulus dalam setiap ujian dan akan memiliki beban mental apabila gagal saat mengikuti UN.

“Sebenarnya pembinaan pengetahuan bagi siswa tak terlepas dari pembinaan moralitas namun kalau akibat ada hal lain yang menyebabkan siswa gagal dalam ujian. Padahal hasil nilai UN-nya bagus saya fikir siswa itu suatu penghalang bagi siswa untuk melanjutkan cita-citanya karena akan mengalami beban mental,” ungkapnya.

Ortu dan Siswa Sambut Baik

Sementara itu, sejumlah siswa dan para orang tua di wilayah Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, juga menyambut baik dan mendukung dengan adanya wacana dan rencana Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tentang standar kelulusan siswa.

Salah seorang siswa, Ahmad (17), kepada METRO, Senin (18/10), mengaku sangat senang mendengar kabar tersebut. “Kalau memang ada seperti itu bang, saya pribadi sangat senang dan bahagia mendengar. Sebab, saya tidak lagi takut menghadapi UN mendatang,” sebutnya. Hal senada juga diungkapkan, Putri (18). Menurutnya, wacana dari BSNP tentang nilai UN bukan satu-satunya penentu kelulusan dapat disetujui pihak terkait. Salah seorang orang tua siswa, Amril Hasibuan (49), menambahkan, pihaknya mendukung BSNP yang merencanakan nilai UN bukan satu-satunya penentu kelulusan.

Di tempat terpisah, salah seorang guru, Lintang Kholidi, mengaku baru mengetahui adanya wacana tersebut dan ia berharap rencana tersebut berhasil dan segera disosialisasikan ke daerah-daerah terpencil. (thg)
Sumber:METROTABAGSEL

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Terpendam, Mahasiswa Protes Kinerja Polri

    Kasus Terpendam, Mahasiswa Protes Kinerja Polri

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    T Tinggi. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) melakukan aksi protes di halaman Mapolresta, Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Kamis (2/2). Aksi tersebut terkait kinerja jajaran kepolisian setempat yang terkesan lambat dalam menyelesaikan kasus yang menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Sofi dalam kasus pencurian di dalam rumah miliknya pada tahun […]

  • Orangburo

    Orangburo

    • calendar_month Sabtu, 28 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tiga Orangburo muncul di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu siang (28/7), dilakukan oleh kelompok anak-anak usia 13 – 15 tahun. Orangburo atau Urangburo adalah sejenis hiburan rakyat. Biasa tampil di desa-desa wilayah Mandailing pada bulan Ramadan atau hari hari lebaran yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar hingga usia remaja. […]

  • Roving Seminar KI, Atika Bawa Kopi Takar

    Roving Seminar KI, Atika Bawa Kopi Takar

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangka kegiatan roving seminar Kekayaan Intelektual di Medan yang dilaksanakan di Medan (13-14 Maret), Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution membawa paket Kopi Takar untuk diserahkan kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Plt. Dirjen Kekayaan Intelektual, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno […]

  • Pemkab Madina Harus Pikirkan Nasib Ribuan Honorer

    Pemkab Madina Harus Pikirkan Nasib Ribuan Honorer

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Panyabungan, DPRD  Mandailing Natal menyambut positif langkah yang dilakukan Pemkab Madina yang akan memanggil dan memperkerjakan kembali tenaga honorer yang beberapa waktu lalu sudah dirumahkan. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Madina Dodi Martua di Panyabungan, Ahad (15/01/2012) setelah melakukan konsultasi ke Pemerintah Pusat yaitu Kementerian Dalam Negeri terkait pemberhentian tenaga honorer. […]

  • Tak Ada Traffic Light, Jalan Alternatif Lingkar Timur Rawan Laka Lantas

    Tak Ada Traffic Light, Jalan Alternatif Lingkar Timur Rawan Laka Lantas

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA; Jalan alternatif lingkar timur di Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal rawan laka lantas. Soalnya, sepanjang jalan itu tidak satupun kelihatan traffic light, sebagai pengatur lalu lintas. Pantauan METRO, di sepanjang jalan sekitar 15 kilometer tersebut terlihat ada beberapa simpang empat. Di simpang tersebut juga termasuk lokasi ramai pengendara dan terletak di pemukiman masyarakat. Di […]

  • Keselamatan Warga Prioritas Pemkab Madina

    Keselamatan Warga Prioritas Pemkab Madina

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ​PANTAI BARAT (Mandailing Online) – Keselamatan warga menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) saat bencana banjir dan longsor di tengah intensitas hujan yang tinggi sekitar dua pekan terakhir. ​Hal itu disampaikan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi di hadapan para kepala desa di Kecamatan Batahan dan masyarakat Desa Banjar Aur, Kamis (11/12/ 2025). ​”Karena […]

expand_less