Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Disdik Tunggu Juknis & Juklak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
  • print Cetak

Soal UN Bukan Penentu Kelulusan
MADINA; Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih menunggu petunjuk dari Disdik Provinsi Sumatera Utara atas rencana Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang menyatakan bahwa nilai Ujian Nasional (UN) bukan satu-satunnya penentu kelulusan siswa peserta UN.

“Kalau terkait rencana BSNP itu, kami belum tahu secara akurat dan masih sebatas mendengar. Namun, hari ini (kemarin,red) kami memeroleh undangan whorkshop dari Disdik Sumut untuk menyelesaikan petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksana (Juklak). Kami hanya sebagai penyelenggara yang akan melaksanakan sesuai dengan juklak dan juknis. Lagi pula masih terlalu dini kita membahas itu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Madina, Drs H Musaddad Daulay MM, saat ditemui METRO, melalui Kabid Pendidikan Menengah, Umum dan Kejuruan (Dikmenumjur) Mustamin SPd, Senin (18/10).

Sementara itu, seorang guru di salah satu madrasah tsanawiyah di Madina, Sarifah SPd, mengaku setuju bila standar kelulusan bukan saja dari hasil nilai UN. Karena, siswa yang lulus hanya dari hasil UN maka nilai-nilai psikomotorik yang diajarkan tak lagi berfungsi.

“alam ilmu pendidikan ada beberapa hal yang disampaikan kepada anak didik, yakni kognitif, afektif dan psikomotorik. Dan kalau standar kelulusan itu hanya dilihat dari hasil UN maka atau bisa disebut dari segi kognitif atau pengetahuan siswa, padahal segi psikomotorik dan afektif juga perlu dipertimbangkan karena pengetahuan tanpa ada nilai-nilai moral, serta penerapan atas pemngetahuan yang dimiliki siswa itu sama saja guru tak berhasil mendidik siswanya. Di samping pengetahuan guru juga berkeweajiban untuk membangun nilai moral atau akhlak bagi siswanya,” jelas Sarifah.

Hal itu juga dikatakan oleh sejumlah guru yang menyebutkan bahwa kalau kelulusan itu dilihat dari hasil nilai UN, maka siswa hanya cenderung kepada pendalaman materi saja sedangkan nilai afektif dan psikomotorik akan ditinggalkan.

Sedangkan, Ali Amru seorang orangtua siswa warga Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu menyebutkan bahwa standar kelulusan harus sesuai dengan kemampuan siswa atas menjawab soal pada saat melakukan UN mengingat setiap siswa pasti ingin lulus dalam setiap ujian dan akan memiliki beban mental apabila gagal saat mengikuti UN.

“Sebenarnya pembinaan pengetahuan bagi siswa tak terlepas dari pembinaan moralitas namun kalau akibat ada hal lain yang menyebabkan siswa gagal dalam ujian. Padahal hasil nilai UN-nya bagus saya fikir siswa itu suatu penghalang bagi siswa untuk melanjutkan cita-citanya karena akan mengalami beban mental,” ungkapnya.

Ortu dan Siswa Sambut Baik

Sementara itu, sejumlah siswa dan para orang tua di wilayah Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, juga menyambut baik dan mendukung dengan adanya wacana dan rencana Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tentang standar kelulusan siswa.

Salah seorang siswa, Ahmad (17), kepada METRO, Senin (18/10), mengaku sangat senang mendengar kabar tersebut. “Kalau memang ada seperti itu bang, saya pribadi sangat senang dan bahagia mendengar. Sebab, saya tidak lagi takut menghadapi UN mendatang,” sebutnya. Hal senada juga diungkapkan, Putri (18). Menurutnya, wacana dari BSNP tentang nilai UN bukan satu-satunya penentu kelulusan dapat disetujui pihak terkait. Salah seorang orang tua siswa, Amril Hasibuan (49), menambahkan, pihaknya mendukung BSNP yang merencanakan nilai UN bukan satu-satunya penentu kelulusan.

Di tempat terpisah, salah seorang guru, Lintang Kholidi, mengaku baru mengetahui adanya wacana tersebut dan ia berharap rencana tersebut berhasil dan segera disosialisasikan ke daerah-daerah terpencil. (thg)
Sumber:METROTABAGSEL

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Bupati: Kebijakan di Madina Perlu Kaji Ulang

    Wakil Bupati: Kebijakan di Madina Perlu Kaji Ulang

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onine) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs. Dahlan Hasan Nasution menyatakan perlu dilakukan pengkajian kembali komposisi pejabat di jajaran Pemkab Madina. Sebab, menurutnya hampir 60 persen putra asli Madina sudah non job, dan diisi oleh pejabat yang didatangkan dari luar daerah. Dia juga menghimbau diadakan tobat missal dalam rangka membela kepentingan rakyat […]

  • Rekreasi Sambil Menjala Ikan di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Rekreasi Sambil Menjala Ikan di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Jalan ke Sawah Hancur, Warga Hutapuli Tuntut CV Reza Ratu Contraktor

    Jalan ke Sawah Hancur, Warga Hutapuli Tuntut CV Reza Ratu Contraktor

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Masyarakat Desa Huta Puli Kecamatan Siabu merasa kesal kepada manajemen CV Reza Ratu Contraktor yang mengerjakan pekerjaan Rehabilitasi Normalisasi Saluran di Desa Huta Puli Kecamatan Siabu Madina, pasalnya pihak Kontraktor melewati jalan sentra Produksi mereka dan lahan pertanian mereka sehingga menyebabkan hancurnya jalan dan lahan persawahan masyarakat di Desa tersebut. Kekecewaan […]

  • Debu Vulkanik Sinabung Makin Dekat

    Debu Vulkanik Sinabung Makin Dekat

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    KABANJAHE, – Debu vulkanik yang keluar dari kawah Gunung Sinabung terus menebal dan semakin hitam. Sekitar pukul 23.00 WIB, Senin (16/9), debu vulkanik mulai terasa bertebaran di udara hingga di Desa Tiga Pancur, tempat Tribun melakukan pantauan. Padahal sehari sebelumnya, ketika pertama kali erupso terjadi, debu tersebut tidak menjangkau Desa Tiga Pancur. Pengamanan di posko […]

  • Sejumlah Kades, Camat dan Lurah Sambangi Rumdis Wakil Bupati Madina

    Sejumlah Kades, Camat dan Lurah Sambangi Rumdis Wakil Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Natal ) : Tidak ada agenda resmi dan di, Puluhan Kepala Desa sambangi Rumah Dinas Wakil Bupati Mandailing Natal ( Madina ) Atika Azmi Utammi Nasution Jum’at pagi 20/9/2024 sekitar pukul 9.30 wib. Selain Kepala Desa Sejumlah Lurah dan Camat juga terlihat hadir. Kepala Desa yang hadir saat ditanyai tidak berkomentar, mereka […]

  • Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA : Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam satu pekan terakhir mengakibatkan produksi dan harga getah karet di pasar-pasar lelang karet menurun. Seperti di Kelurahan Kota Siantar, harga getah karet turun dari semula Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogramnya. Begitu juga di Desa Gunungtua Kecamatan Panyabungan, harganya hanya Rp13.000 per kg, dan […]

expand_less