Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Ditengah Keterpurukan Harga Karet, Penduduk Madina Makin Sulit

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 18 Okt 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Dalam kurun waktu setahun ini, laju perekonomian melambat. Harga bahan kebutuhan pokok semakin tinggi, sementara harga getah karet menurun drastis. Akibatnya masyarakat tampak semakin sulit. Namun, tetap saja sebagian masyarakat makin tegar.

Gambaran seperti itu menjadi catatan bagi wartawan. Ketika mampir di kantor Wartawan, tiga orang ibu separuh baya sempat berbincang dengan wartawan. Ada yang menceritakan keinginannya untuk mendapat kerja apa saja, termasuk membabat rumbut yang ada di depan kantor.

Ibu yang satu lagi bercerita tentang suaminya yang berkerja sebagai penyadap getah karet yang berpenghasilan Rp 150.000 sampai Rp 200.000 per pekan.

Yang ketiga, sempat mengisahkan kelima orang anaknya yang sering kali menangis karena tidak kebagian jajan dan terlambat hadir saat berbagi makan malam.

Hal ini menyebabkan banyak anak sekolah dari keluarga yang kurang mampu mengalami putus sekolah di karnakan uang di Indonesia sudah semakin langka untuk di dapatkan dikarnakan harga dan kebutuhan yang semakin tinggi dan minimnya sekarang peluang usaha yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Seperti pada pengakuan tiga orang ibu buruh penyadap karet di kebun milik orang dan tinggal di desa pagaran sigatal kecamatan panyabungan yang datang ke kantor redaksi wartawan jum’at (15/10)   “ kami heran akan harga getah yang semakin turun dan gak pernah naik lagi padahal keperluan kami semakin membeludak baik itu keperluan di dapur, keluarga dan biaya anak sekolah yang semakin hari semakin mahal ”

Memang rata-rata pendapatan ibu perminggu sebagai buruh penyadap berapa…?

Pendapatan saya sebagai buruh penyadap karet rata-rata Rp.300.000 perminggu dimana uang itu akan di bagi dua dengan yang punya kebun, jadi saya hanya mendapat Rp.150.000 dari hasil bagi dua tersebut.

Apakah cukup yang Rp150.000 untuk seminggu…?

Sangat tidak cukup dikarnakan untuk kebutuhan beras saja saya menghabiskan uang Rp.122.500 untuk 3,5 tabung perminggu dimana sekarang harga beras pertabungnya mencapai Rp.35.000 pertabung, jadi uang yang tersisa dari membeli beras tersebut hanya Rp.27.500 uang segitu kan nggak akan cukup buat kebutuhan lain seperti lauk-pauk dan perlengkapan mandi.

Apalagi untuk jajan dan kebutuhan sekolah anak saya yang berjumlah 4 dan sekarang tiga sedang menimba ilmu di tingkat SD dan yang paling tua sekarang sudah menduduki kelas 6 sekolah dasar, saya dapat pertahankan sekolahnya karna jarak sekolahnya tidak terlalu jauh sehingga tidak membebani ongkos transportasi,terkadang saya juga sedih melihat keadaan anak saya yang akhir-akhir ini ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMP dimana jangankan untuk membiayainya sekolah, untuk makan saja susah.

Salah satu ibu juga menyebutkan, “Saya sangat berharap peran pemerintah apalagi calon pemimpin daerah yang akan di pilih dalam PILKADA di Kab. Madina agar mendatang lebih memperhatikan kami orang kecil ini karna, dengan harga getah yang sangat rendah kehidupan kami semakin terancam dan kalau ini masih berlanjut mungkin anak saya juga akan terancam putus sekolah karna jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan sehari-hari saja kalo jaman sekarang sangat sulit “.

Peliput : Eka, Edi

Editor  : Ludfan Nasution

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mutasi Eselon II, III dan IV

    Mutasi Eselon II, III dan IV

    • calendar_month Jumat, 17 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Rotasi mutasi 22 pejabat berlangsung di Pemkab Madina, 15 diantaranya dilantik menduduki jabatan eselon II, III dan IV, sisanya masih non jabatan. Pelantikan dilakukan langsung Bupati Madina, Hidayat Batubara di aula kantor bupati, Jum’a (17/2). Eselon II dan III meliputi, Ir. Ahmad Ansyari Nasution menjadi Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan. […]

  • Peradi Tabagsel Nilai KPU Inkonsisten


    Peradi Tabagsel Nilai KPU Inkonsisten


    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu di Indonesia tidak mempunyai kewenangan untuk mengatur persyaratan calon legislatif, baik persyaratan menjadi anggota DPR, DPRD Propinsi, mapun DPRD Kabupaten/Kota. “Karena persyaratan untuk menjadi anggota legislatif telah ditetapkan dalam UU No.8 tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD,” kata Ketua DPC Perhimpunan […]

  • Dinar-Dirham Mata Uang dengan Ragam Keunggulan

    Dinar-Dirham Mata Uang dengan Ragam Keunggulan

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Beberapa minggu terakhir publik dihebohkan dengan beredarnya isu penangkapan salah satu pegiat pasar muamalah. Menurut pemberitaan, penangkapan itu disebabkan dalam transaksinya di pasar tersebut tidak digunakan mata uang rupiah, melainkan jenis logam mulia berupa Dinar (emas) dan Dirham (perak). Bareskrim Polri menahan pegiat gerakan Dinar-Dirham tersebut pada Selasa (2/2/2021) malam. Tersangka dijerat berdasarkan dua […]

  • Pemerintah Jamin Keamanan Kapal Penjemput TKI

    Pemerintah Jamin Keamanan Kapal Penjemput TKI

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Serang – Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan pemerintah menjamin keamanan pelayaran kapal penjemput para TKI “overstay” di Arab Saudi, karena dikawal anggota Marinir dan Kopassus sehingga bebas dari kemungkinan pembajakan. “Kapal pengangkut TKI tersebut dikawal ketat anggota Kopassus dan Marinir, kita berharap dan berdoa mudah-mudahan saudara-saudara kita selamat sampai tanah air,” […]

  • Atap Rumah Kompos Raib

    Atap Rumah Kompos Raib

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keberadaan Mesin Tak Jelas SIPIROK- Kurangnya perawatan, perhatian serta bertanggung jawab pemerintah daerah melalui instansinya terlihat dari keberadaan bangunan rumah kompos yang dibangun di Pasar Sipirok, Kabupaten Tapsel sudah tidak berfungsi lagi. Ketika METRO mengunjunginya Senin (19/9), kondisi gedung yang merupakan bantuan Danamon Peduli dengan ukuran sekitar 20X6 meter tersebut tidak memiliki atap lagi. Bukan […]

  • Malaysia Punya Data Base Mualaf

    Malaysia Punya Data Base Mualaf

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR  –  Departemen Pembangunan Islam Malaysia (JAKIM) berencana meluncurkan e-Muallaf tahun depan. E-Muallaf ini merupakan data base mualaf di seluru Malaysia. “Tujuan memiliki data base ini adalah mendeteksi mualaf yang mengaku telah bersyahadat beberapa kali. Di luar itu, ada update informasi mualaf yang bisa diketahui,” kata  Wakil Direktur JAKIM , Datuk Razali Shahabudin seperti […]

expand_less