Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Fahrizal: Negara Memastikan Lebih Penting Keselamatan Dibanding Investasi

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Sabtu, 15 Okt 2022
  • print Cetak

Anggota DPRD Sumut H. Fahrizal Efendi Nasution (Tengah)/Roy SL.

PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) H. Fahrizal Efendi Nasution mengatakan negara memastikan lebih penting kesehatan dan keselamatan lingkungan dibandingkan investasi sebagaimana tertuang dalam undang-undang perizinan, termasuk izin pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

“Dilihat dari segi undang-undang dan persyaratan, negara memastikan lebih penting kesehatan dan keselamatan lingkungan,” katanya saat pertemuan Komisi D DPRD Sumut dengan masyarakat, mahasiswa, dan manajemen PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) di basecamp PT SMGP, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, Jumat (14/10).

Fahrizal menyampaikan, keselamatan warga dan lingkungan harus lebih penting daripada keberadaan investasi sebagaimana diatur dalam undang-undang. Selain itu, kehadiran PT SMGP harus memenuhi regulasi dan Undang-Undang No 21 tahun 2014 tentang Panas Bumi.

“Kami sadar kehadiran PT SMGP begitu bermanfaat untuk penerangan negara ini, tapi di sisi lain kami tidak mau masyarakat menjadi korban. Manfaat kehadiran PT SMGP tidak bisa dijadikan pembenaran atas kejadian yang mengancam keselamatan warga Sibanggor,” kata legislator daerah pemilihan Sumut 7 ini.

Lebih lanjut, Fahrizal menerangkan persyaratan pertama perizinan PLTP sesuai undang-undang adalah bisa menjamin keselamatan terhadap masyarakat.

Pria bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam ini memaparkan runtunan kejadian yang mengancam nyawa masyarakat sekitar perusahaan sejak tahun 2014 sampai September 2022. “Kematian 2 anak yang tenggelam di kolam well pad itu juga merupakan kelalaian perusahaan yang tidak memagar kolam di lingkungan perusahaan,” terangnya.

Fahrizal Efendi Nasution Menjumpai Masyarakat Usai Pertemuan di Basecamp PT SMGP (Istimewa).

Mantan pimpinan DPRD Madina ini pun mengaku heran dengan kejadian yang terus berulang tersebut, terlebih dalam kejadian terakhir belum diketahui penyebabnya. “Saya rasa kalau masih ada kegiatan serupa, Pak Teri dan karyawan perusahaan dulu di lokasi warga dan sekitar sumur. Warga kita evakuasi ke tempat yang jauh sehingga diketahui penyebab warga harus dilarikan ke rumah sakit,” tegasnya.

Politisi Partai Hanura ini menekankan agar penghentian pengeboran dan konstruksi PT SMGP tidak perlu dijadikan polemik yang bisa menimbulkan persepsi yang salah di tengah masyarakat. “Kita paham pelaku-pelaku usaha sebagai mitra kerja perusahaan sedikit terganggu dengan penghentian aktivitas dimaksud , tapi kita harus mendukung upaya pemerintah dalam hal ini EBTKE melakukan evaluasi,” tuturnya.

Fahrizal mengungkapkan kejadian yang mengancam keselamatan masyarakat Sibanggor terus menjadi perhatiannya. Bahkan pihaknya pernah memanggil Wadireskrim rapat dengar pendapat usai kejadian 25 Januari 2021 yang menewaskan lima warga.

“Saat itu saya mendesak Wadireskrim untuk menetapkan tersangka karena dari aspek hukum itu sudah termasuk kelalaian dan tadi sudah diakui Pak Teri. Wadireskrim pun berjanji akan ada tersangka apabila ada rekomendasi EBTKE yang menyatakan H2S keluar dari aktivitas perusahaan saat itu,” ungkap lulusan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan ini.

Fahrizal menuturkan, sesuai undang-undang semestinya evaluasi dilakukan Dirjen EBTKE pada saat kejadian pertama hanya dalam 6 bulan kerja. “Merekah harus mengeluarkan rekomendasi dan hasil investigasi, tapi sampai hari ini kami belum melihat secara resmi apa hasil temuan EBTKE,” sebutnya.

Terkait gugatan hukum yang dilakukan masyarakat terhadap perusahaan menurutnya adalah hal yang diperbolehkan dalam undang-undang. “Ketika ada yang menggugat SMGP ke pengadilan dan ternyata diputuskan perusahaan bersalah atas kerusakan lingkungan dan penyebab matinya warga Sibanggor, maka menteri harus menjadikan itu sebagai dasar pencabutan izin,” tutupnya.

Kedatangan rombongan dari DPRD Sumut ini untuk mengumpulkan fakta-fakta terkait rentetan kejadian dugaan kebocoran gas beracun di wilayah kerja PT SMGP. Kesimpulan rapat ini nantinya akan disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utang Indonesia bertambah lagi

    Utang Indonesia bertambah lagi

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia terus menumpuk utang. Di awal 2014, utang luar negeri bertambah senilai US$5,214 miliar atau setara Rp58,824 triliun. Hal itu termuat dalam statistik utang luar negeri Indonesia yang dipublikasikan Bank Indonesia, hari ini. Dengan penambahan utang tersebut, total pinjaman dana asing mencapai US$269,274 miliar. Total utang itu tumbuh 7,1% dibandingkan posisi Januari 2013. […]

  • Tangis Bahagia Sambut Kedatangan Jemaah Haji di Masjid Agung Nur Alan Nur

    Tangis Bahagia Sambut Kedatangan Jemaah Haji di Masjid Agung Nur Alan Nur

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kedatangan 258 orang jemaah haji asal Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama tiba di Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, disambut dengan tangis bahagia keluarga yang menunggu sejak pagi, Minggu (24/07). Kepulangan jamaah haji dari Medan menuju Madina langsung didampingi oleh Wakil Bupati […]

  • Ketua DPD Golkar Sumut Buka Muscam di MBG

    Ketua DPD Golkar Sumut Buka Muscam di MBG

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINGKUANG (Mandailing Online) – Ketua DPD Golkar Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah membuka Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) di Desa Singkuang, Minggu (26/9). Ini merupakan muscam pertama yang dibuka oleh Ketua DPD Provinsi Sumatera Utara. Hal ini terjadi karena dalam kepengurusan Golkar Sumut tidak begitu terpaku pada birokrasi atau jenjang […]

  • Darmin Nasution dan Mulia P Nasution dibalik kesuksesan Gordang Sambilan sampai Istana Negara

    Darmin Nasution dan Mulia P Nasution dibalik kesuksesan Gordang Sambilan sampai Istana Negara

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Darmin Nasution tokoh Mandailing yang juga Gubernur Bank Indonesia serta Mulia Parlindungan Nasution yang juga mantan Ketua Ikanas (Ikatan Marga Nasution) Sponsor Gordang Sambilan Mandailing hingga menggema di istana negara. Untuk kali pertama, Gordang Sambilan dipertunjukkan di istana merdeka, Jakarta. Alat musik tradisional Mandailing tersebut dipagelarkan dalam acara HUT RI, Jum’at (17/8). Sebanyak 4 orang […]

  • Kemenhut Sediakan Lahan 9 Hektar untuk Pengungsi Sinabung

    Kemenhut Sediakan Lahan 9 Hektar untuk Pengungsi Sinabung

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Kehutanan RI menyediakan lahan seluas 9 hektar di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara guna dijadikan penampungan untuk para pengungsi bencana erupsi Gunung Sinabung. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan, lahan tersebut disediakan oleh Kemenhut guna mengantisipasi kekurangan lahan yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat. Meski, diakuinya lokasi lahan tersebut agak jauh, sekitar 20 […]

  • Wacana Penggantian Nama Panyabungan, ICMI Muda: Sukhairi-Atika Fokus Saja Menunaikan Janji Kampanye dan Visi Misi

    Wacana Penggantian Nama Panyabungan, ICMI Muda: Sukhairi-Atika Fokus Saja Menunaikan Janji Kampanye dan Visi Misi

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wacana penggantian nama “Panyabungan” yang dilemparkan Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Jafar Sukhairi Nasution menuai kritik dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Madina. Wacana ini dipandang tidak urgen dan kontradiktif dengan janji kampanye dan visi misi pemerintahan Sukhairi-Atika (SUKA). “Wacana itu kontraproduktif dengan sejarah panjang kota Panyabungan dan semangat […]

expand_less