Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Fahrizal: Negara Memastikan Lebih Penting Keselamatan Dibanding Investasi

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Sabtu, 15 Okt 2022
  • print Cetak

Anggota DPRD Sumut H. Fahrizal Efendi Nasution (Tengah)/Roy SL.

PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) H. Fahrizal Efendi Nasution mengatakan negara memastikan lebih penting kesehatan dan keselamatan lingkungan dibandingkan investasi sebagaimana tertuang dalam undang-undang perizinan, termasuk izin pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

“Dilihat dari segi undang-undang dan persyaratan, negara memastikan lebih penting kesehatan dan keselamatan lingkungan,” katanya saat pertemuan Komisi D DPRD Sumut dengan masyarakat, mahasiswa, dan manajemen PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) di basecamp PT SMGP, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, Jumat (14/10).

Fahrizal menyampaikan, keselamatan warga dan lingkungan harus lebih penting daripada keberadaan investasi sebagaimana diatur dalam undang-undang. Selain itu, kehadiran PT SMGP harus memenuhi regulasi dan Undang-Undang No 21 tahun 2014 tentang Panas Bumi.

“Kami sadar kehadiran PT SMGP begitu bermanfaat untuk penerangan negara ini, tapi di sisi lain kami tidak mau masyarakat menjadi korban. Manfaat kehadiran PT SMGP tidak bisa dijadikan pembenaran atas kejadian yang mengancam keselamatan warga Sibanggor,” kata legislator daerah pemilihan Sumut 7 ini.

Lebih lanjut, Fahrizal menerangkan persyaratan pertama perizinan PLTP sesuai undang-undang adalah bisa menjamin keselamatan terhadap masyarakat.

Pria bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam ini memaparkan runtunan kejadian yang mengancam nyawa masyarakat sekitar perusahaan sejak tahun 2014 sampai September 2022. “Kematian 2 anak yang tenggelam di kolam well pad itu juga merupakan kelalaian perusahaan yang tidak memagar kolam di lingkungan perusahaan,” terangnya.

Fahrizal Efendi Nasution Menjumpai Masyarakat Usai Pertemuan di Basecamp PT SMGP (Istimewa).

Mantan pimpinan DPRD Madina ini pun mengaku heran dengan kejadian yang terus berulang tersebut, terlebih dalam kejadian terakhir belum diketahui penyebabnya. “Saya rasa kalau masih ada kegiatan serupa, Pak Teri dan karyawan perusahaan dulu di lokasi warga dan sekitar sumur. Warga kita evakuasi ke tempat yang jauh sehingga diketahui penyebab warga harus dilarikan ke rumah sakit,” tegasnya.

Politisi Partai Hanura ini menekankan agar penghentian pengeboran dan konstruksi PT SMGP tidak perlu dijadikan polemik yang bisa menimbulkan persepsi yang salah di tengah masyarakat. “Kita paham pelaku-pelaku usaha sebagai mitra kerja perusahaan sedikit terganggu dengan penghentian aktivitas dimaksud , tapi kita harus mendukung upaya pemerintah dalam hal ini EBTKE melakukan evaluasi,” tuturnya.

Fahrizal mengungkapkan kejadian yang mengancam keselamatan masyarakat Sibanggor terus menjadi perhatiannya. Bahkan pihaknya pernah memanggil Wadireskrim rapat dengar pendapat usai kejadian 25 Januari 2021 yang menewaskan lima warga.

“Saat itu saya mendesak Wadireskrim untuk menetapkan tersangka karena dari aspek hukum itu sudah termasuk kelalaian dan tadi sudah diakui Pak Teri. Wadireskrim pun berjanji akan ada tersangka apabila ada rekomendasi EBTKE yang menyatakan H2S keluar dari aktivitas perusahaan saat itu,” ungkap lulusan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan ini.

Fahrizal menuturkan, sesuai undang-undang semestinya evaluasi dilakukan Dirjen EBTKE pada saat kejadian pertama hanya dalam 6 bulan kerja. “Merekah harus mengeluarkan rekomendasi dan hasil investigasi, tapi sampai hari ini kami belum melihat secara resmi apa hasil temuan EBTKE,” sebutnya.

Terkait gugatan hukum yang dilakukan masyarakat terhadap perusahaan menurutnya adalah hal yang diperbolehkan dalam undang-undang. “Ketika ada yang menggugat SMGP ke pengadilan dan ternyata diputuskan perusahaan bersalah atas kerusakan lingkungan dan penyebab matinya warga Sibanggor, maka menteri harus menjadikan itu sebagai dasar pencabutan izin,” tutupnya.

Kedatangan rombongan dari DPRD Sumut ini untuk mengumpulkan fakta-fakta terkait rentetan kejadian dugaan kebocoran gas beracun di wilayah kerja PT SMGP. Kesimpulan rapat ini nantinya akan disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulan Ini Rahudman Harahap Dieksekusi

    Bulan Ini Rahudman Harahap Dieksekusi

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN.com-Walikota Medan Non Aktif, Rahudman Harahap dipastikan bulan April akan mendekam di jeruji besi (penjara), pasca majelis hakim Mahkamah Agung (MA), menyelesaikan tugasnya menyidangkan kasasi jaksa atas perkara kasus dugaan korupsi TPAPD Tapanuli Selatan. Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Masnyur yang menjelaskan info perkara yang mereka publis di […]

  • Game Bass Juara Festival Band Kajari Panyabungan Cup I

    Game Bass Juara Festival Band Kajari Panyabungan Cup I

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Grup Band Game Bass akhirnya keluar sebagai juara I Festival Band Kajari Panyabungan Cup I 2010, Jumat-Sabtu (22-23/10/2010) di areal parkir Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Sedangkan posisi kedua ditempati Grup Band Base, Grup Band Ri Et On posisi III dan Grup Band The Finegeers juara favorit. Untuk gitaris terbaik jatuh gitaris Grup The […]

  • KPK tak percayai Polri dan kejaksaan

    KPK tak percayai Polri dan kejaksaan

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Permintaan KPK untuk mempergunakan tahanan TNI sebagai tempat bagi koruptor patut dipertanyakan. Padahal, rumah tahanan Polri dan kejaksaaan masih banyak yang kosong. Dengan demikian patut dicurigai, bahwa KPK tidak lagi mempercayai Polri dan kejaksaan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menilai bahwa KPK tidak percaya lagi dengan lembaga kepolisian dan […]

  • Warga Dalan Lidang Tanam Pohon Pisang di Jalinsum

    Warga Dalan Lidang Tanam Pohon Pisang di Jalinsum

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal menanam pohon pisang di Jalan Lintas Sumatera, Selasa (12/04/2011). Aksi ini sebagai bentuk protes warga terhadap pemerintah karena lubang di badan jalan ini tak kunjung diperbaiki. (Ist) Sumber: Beritasumut

  • Kapolda Sumut Bertekad Ciptakan Medan Tetap Kondusif

    Kapolda Sumut Bertekad Ciptakan Medan Tetap Kondusif

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kota Medan merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan tentunya menjadi barometer di Sumut. Jadi apapun yang terjadi di Medan, akan berimbas ke daerah lain di Sumut. Misalnya, seperti perdagangan atau adanya ketidakkondusifan di Medan, maka akan bisa berimbas kepada daerah lain yang ada di Sumut. Oleh karena itu Kapoldasu Irjen Pol Wisnu Amat […]

  • Simpang Pining Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Madina

    Simpang Pining Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Kepala Desa Simpang Pining Ahmad Hasan mengucapkan terimakasih kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution yang datang menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat di dua desa terdampak benaca alam. Simpang Pining di Kecamatan Ulupungkut dan Batahan di Kecamatan Kotanpan sempat terisolasi akibat longsor menimbun badan jalan sejak 25 November 2025). Bupati […]

expand_less