Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Gubsu lantik Hasban Ritonga jadi Sekda

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
  • print Cetak

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Rabu, melantik H Hasban  Ritonga menjadi Sekretaris Daerah Provinsi setelah Surat Keputusan  Presiden Joko Widodo atau Jokowi No 214/M Tahun 2014yang dikeluarkan 29 Desember 2014.

"Hasban diharapkan bisa mengemban tugas membantu Pemerintah Provinsi membawap  Sumut ke arah lebih baik.Peran Sekda sangat strategis," kata Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho di Medan, Rabu (14/1).

Dia mengatakan itu usai melantik Sekda Sumut H Hasban Ritonga menggantikan H Nurdin Lubis yang sudah pensiun di November 2014.

Sekda, kata dia bertugas memastikan seluruh jajaran di Pemprov Sumut punya misi sama untuk memajukan Sumut. Menjawab pertanyaan wartawan tentang polemik penetapan dan pelantikan Sekda itu mengingat Hasban masih menjadi terdakwa di sengketa Sirkuit Pancing, Gatot menegaskan, langkah itu  sudah sesuai prosedur.

Sebagai Gubernur, katanya ,dia hanya menjalankan dan mengamankan tugas Pemerintah Pusat. "Saya yakin semua akan berjalan baik.Pak Hasban bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan termasuk menjalani proses hukum yang sedang berjalan," katanya.

Selain Hasban yang Kepala Inspektorat, dua calon Sekda lainnya adalah Sekretaris DPRD Sumut, Randiman Tarigan dan Kepala Bappeda Arsyad Lubis.

Sementara Hasban Ritonga mengaku siap menghadapi apapun yang terjadi dengan dilantiknya dia sebagai Sekda ditengah masih adanya kasus Sirkuit Pancing dimana Hasban menjadi terdakwa.

Dia mengakui, kesiapannya itu antara lain karena merasa tidak bersalah. "Sebagai warga negara Indonesia tentunya saya akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.Tetapi dalam hati nurani, saya yakin, saya tidak bersalah," katanya.

Dia juga menegaskan, tugasnya sebagai Sekda tidak akan terganggu dengan proses hukum yang sedang berjalan.

"Ada pengacara dan kalaupun saya harus hadir, saya siap dan dipastikan bisa tetap menjalankan tugas sebagai Sekda dengan koodinasi terus dengan semua jajaran,"katanya.

Sebelumnya Kepala Biro Hukum Pemprov Sumut H Sulaiman, mengatakan, sengketa Sirkuit Jalan Pancing  Deliserdang,  murni merupakan sengketa tapal batas dengan pihak PT Mutiara Development,  bukan penyalahgunaan kewenangan.

Bahkan, kata dia kesepakatan penetapan tapal batas antara Pemprov Sumut  dan PT Mutiarapun sudah dilaksanakan pada 3 Desember 2014. "Jadi sudah tidak ada masalah," katanya.

Dia  menegaskan kasus sirkuit yang menjadikan Hasban sebagai terdakwa, diawali dengan pembangunan sirkuit pada tahun 2007 dengan menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2007, 2008 dan 2010 di atas tanah milik Pemprov Sumut.

Pembangunan track Sirkuit Multi Fungsi di atas lahan yang terletak di Medan Estate Percut Sei Tuan itu, pengelolaannya diserahkan kepada Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut pada tahun 2009.

Namun dalam pelaksanaan pembangunan sirkuit tersebut  menimbulkan sengketa karena setelah pengukuran ulang , ternyata sebagian dari track sirkuit berada di tanah yang merupakan Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Mutiara Development.

Sengketa tersebut kemudian memunculkan situasi yang kurang kondusif. Sehingga, katanya,  pada  14 Agustus 2012 diadakan rapat lanjutan dan tercapai kesepakatan sebagaimana tertuang dalam naskah perjanjian yang ditandatangani Pemprov Sumut yang  diwakili Assisten Administrasi Umum dan Aset Setda yang saat itu dijabat  Hasban Ritonga.

Namun kesepakatan tersebut tidak dapat dijalankan sesuai perjanjian karena ada permasalahan teknis sirkuit yang disampaikan IMI Sumut.Dari situlah kemudian PT Mutiara Development menyampaikan somasi dan melanjutkannya dengan pelaporan ke Bareskrim Polri.(wasp)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • 49 Rumah di Tagilang Julu Wajib Relokasi

    49 Rumah di Tagilang Julu Wajib Relokasi

    • calendar_month Jumat, 19 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Sebanyak 49 rumah di Desa Tagilang Julu Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal wajib direlokasi pasca banjir. Itu dikatakan  Camat Muara Batang Gadis, Sahrul Matondang, Kamis (18/10/2018). Rumah wajib relokasi itu diharuskan karena berada di sepanjang jalur rawan banjir yang berasal dari arus Sungai Tagilang. Banjir melanda pemukiman desa […]

  • Kepala Puskesmas Tabuyung Diangkat Jadi Pj Kepala Desa, Akreditasi Nasional Bisa Terancam?

    Kepala Puskesmas Tabuyung Diangkat Jadi Pj Kepala Desa, Akreditasi Nasional Bisa Terancam?

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Puskesmas diangkat menjadi pejabat kepala desa. Ini terjadi di Desa Tabuyug, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina). Pejabat kepala desa itu bernama dr Mahyuni. Dia dokter umum, juga kepala Puskesmas Tabuyung. Padahal, puskesmas ini sedang dihadapkan pada konsentrasi persiapan mengejar akreditasi nasional. Bisa jadi kelak rangkap jabatan sebagai kepala […]

  • MULAK TU KAMPUNG

    MULAK TU KAMPUNG

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Budayawan/Sutrdara film Mandailing   Anak-anak yang pulang kampung juga menjadi ruh bagi sebuah keluarga. Orang tua dan saudara akan bergembira, meskipun tak selalu ada “silua” yang dibawa. Bagi sebuah keluarga, berkumpulnya semua anggota keluarga dalam masa lebaran menjadi hal yang sangat istimewa. Selain karena mengulang kembali masa-masa indah, juga kenikmatan yang […]

  • Partuturan di Dalam Masyarakat Mandailing

    Partuturan di Dalam Masyarakat Mandailing

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bahasa adalah refleksi dan identitas yang paling kokoh dari sebuah budaya. Bahasa Mandailing merupakan identitas orang Mandailing yang dipelihara dan dikembangkan sebagai pengemban kebudayaan dan tata kemasyarakatan Mandailing. Asal bahasa Mandailing merupakan perkembangan dari Proto- Malayo-Polinesia yang selanjutnya diklasififikasikan ke dalam sub kelompok Malayo Polinesia Barat (Western Malayo-Polynesia) menurut Robert Blust. Fungsi bahasa Mandailing menurut […]

  • Ketika Koruptor dan Kapitalisme Berdisco di Atas Penderitaan Rakyat Batahan (bagian 2)

    Ketika Koruptor dan Kapitalisme Berdisco di Atas Penderitaan Rakyat Batahan (bagian 2)

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Esai : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online …………………………………………………………………………………………………………………….. Bisa jadi, bisa tidak, rekomendasi itu telah menjelma menjadi akrobat persubahatan. Sirkus  kemunafikan. Satu permufakatan permunafikan secara massif. Permunafikan massal di gedung legislatif yang konon gedung yang terhormat. Meski tak semua wakil rakyat ikut di permunafikan itu, tetapi wakil rakyat yang tak ikut di permunafikan itu […]

  • Pemkab Madina Upayakan Menaikkan Insentif Guru Madrasah

    Pemkab Madina Upayakan Menaikkan Insentif Guru Madrasah

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) saat ini berupaya meningkatkan insentif bagi guru-guru MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah). “Ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik,” kata Wakil Bupati Madina,  Atika Azmi Utammi saat meresmikan ruang belajar dan kantor baru madrasah Guppi, Desa Lumban Dolok,  Kecamatan Siabu, Madina, pada Senin, (4/10-2021). “Kami sedang berupaya […]

expand_less