Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Sopo Godang Lambang Demokrasi Mandailing Yang Perlu Dipertahankan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
  • print Cetak

Komplek Bagas Godang dan Sopo Godang di Hutagodang, Mandailing Julu. Foto: arsip Mandailing Online

Catatan: Syahren Hasibuan
Jurnalis dan seniman tinggal di Panyabungan

Sopo Godang sebuah bangunan yang bentuknya empat persegi panjang menyerupai bentuk Bagas Godang tapi lebih kecil dan terbuka serta tidak memiliki dinding. Tingginya lebih rendah dari Bagas Godang dan posisinya terletak di depan Bagas Godang berbatas dengan halaman bolak.

Fungsi Sopo Godang adalah tempat musyawarah adat, balai sidang keadilan, tempat pertunjukan kesenian, tempat belajar adat, hukum, seni kerajinan tangan serta ilmu pengetahuan lainnya. Selain itu Sopo Godang tempat bermalam musafir dan lain-lain, boleh dikatakan gedung ini adalah gedung serbaguna yang menampung segala kegiatan kemasyarakatan.

Sopo Godang dianggap sebagai tempat yang sakral karena adat dan hukum, adat dijiwai Sopo Godang, dari gedung inilah turun keputusan-keputusan yang mengatur tata tertib seperti patik, uhum, ugari dan hapantunon.

Sopo Godang ini disebut juga sopo siorancang magodang karena di gedung ini adalah tempat orang memperoleh perlindungan yang aman.

Tanda sebuah huta atau kampung yang telah resmi sebagai bona bulu haruslah mempunyai sopo godang sebagai balai pertemuan, itulah sebabnya orang-orang Mandailing tumbuh menjadi penganut demokrasi sejati, karena semua diputuskan raja harus melalui musyawarah mufakat, hal ini digambarkan pada ornamen berbentuk segitiga yang disebut bindu yang merupakan lambang dari dalihan natolu yang dapat dilihat pada atap Sopo Godang pada bagian depan.

Dari situ tergambar bahwa sungguh pun bentuk pemerintahan adalah kerajaan, tapi bukanlah kerajaan absolut tapi adalah bentuk kerajaan yang demokratis (monarki konstitusional).

Kekuasaan pada namora natoras yang dapat disamakan dengan MPR (legislatif) dan kekuasaan tertinggi ada pada gabungan namora natoras dengan Raja Pamusuk yang dapat disamakan dengan MPR pada UUD 1945 dan raja hanya sebagai pelaksana keputusan.

Demikian juga raja dipilih oleh kerapatan sopo godang yang anggotanya terdiri dari namora natoras dan raja-raja pamusuk yang ada di wilayahnya. Apabila dibandingkan dengan UUD 1945 sebelum dirubah dapat dikatakan namora natoras mewakili golongan dan raja pamusuk mewakili daerah, raja hanya sebagai primus interparis yang bertindak sebagai pengayoman dan raja bukan feodal tapi hanya didulukan selangkah dan ditinggikan seranting.

Pengaruh jajahan Belanda membuat beberapa orang raja menjadi feodal dan kahanggi-nya juga yang merevolusinya pada tahun 1945 sewaktu Indonesia merdeka, tapi beberapa orang raja langsung terjun dalam revolusi sesuai tuntutan zaman.

Sopo Godang sengaja dibuat tidak berdinding agar rakyat secara langsung dapat melihat dan mendengar segala hal yang dibicarakan oleh raja dan namora toras sebagai pimpinan mereka. Tidak ada yang tertutup, semua terbuka secara langsung dan transparan (patar songon indahan di balaga).

Dahulu bila Sopo Godang telah berdiri, baru selesai dibagun raja wajib memotong kerbau untuk meresmikannya yang disebut (mambongkot sopo godang).

Sopo Godang adalah lambang demokrasi yang perlu dipertahankan, selama Sopo Godang berdiri kokoh dan keputusan keputusannya dipatuhi oleh rakyat, masyarakat akan aman tenteram dan sejahtera, karena tatanan-tatanan masyarakat tetap terpelihara dengan baik.

Jika Sopo Godang rubuh, baik fisik maupun fungsinya, sejak itulah masyarakat Mandailing mulai tidak teratur, aturan-aturan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang telah tertuang dalam patik, uhum, ugari, dan hapantunon, berangsur-angsur pudar dan lama-kelamaan akan hilang ditelan masa.***

Syahren Hasibuan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Desa Harus Nikmati Pembangunan

    Masyarakat Desa Harus Nikmati Pembangunan

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN  TIMUR (Mandailing Online) –  Pemerataan pembanguna perlu dilaksanakan, khususnya di daerah pedesaan agar masyarakat desa juga dapat menikmati pembangunan. Itu dikatakan Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Syahriawan “Kocu” Nasution dari Partai Bulan Bintang di hadapan masyarakat Desa Tebing Tinggi Panyabungan Timur dalam rangkaian Reses di daerah pemilihan Madina I, Jum’at (4/9) lalu. “ […]

  • Dua Tahun Belajar di Bawah Pohon Sawit

    Dua Tahun Belajar di Bawah Pohon Sawit

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALAS – Kabupaten Padang Lawas memang identik dengan kelapa sawit. Tapi, bukan berarti kondisi yang wajar pula, proses belajar mengajar dilakukan di bawah pohon kelapa sawit. Itulah yang berlangsung selama dua tahun terakhir di Desa Gunung Tua, Kecamatan Sosa. Namun, siapa sangka, dengan kondisi tempat terbuka dan memungkinkan terkendala hujan, sejauh ini belum pernah proses […]

  • Atika Tinjau Banjir di Kecamatan Siabu

    Atika Tinjau Banjir di Kecamatan Siabu

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution meninjau banjir di Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, malam ini, Sabtu (18/12/2021). Selain desa ini, Atika juga meninjau sejumlah desa yang dilanda banjir di kecamatan itu. Pemukiman Desa Muara Batang Angkola berada di kawasan pinggiran Sungai Batang Gadis sehingga luapan air sungai yang sampai ke pemukiman ini […]

  • Air Terjun Gala-Gala Kian Mudah Dijangkau

    Air Terjun Gala-Gala Kian Mudah Dijangkau

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Air terjun Pagaran Gala-Gala di Desa Pagaran Gala-Gala, Panyabungan Selatan, Mandailing Natal, kian mudah dijangkau menggunakan kendaraan roda dua. Ini setelah pemerintah desa Pagaran Gala-gala melakukan pembangunan jalan rabat beton menuju destinasi wisata itu.  Pembangunannya dibiayai dari Dana Desa. “Kini jarak tempuh semakin mudah dijangkau dengan kenderaan roda dua setelah jalannya dibangun dengan rabat […]

  • Pilkada Madina, H. Aswin Mendaftar ke PDI Madina

    Pilkada Madina, H. Aswin Mendaftar ke PDI Madina

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – H. Aswin Parinduri resmi mendaftar ke PDI Perjuangan Madina dalam pencalonan bupati untuk Pilkada Madina 2020. H. Aswin yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Madina tiba di sekretariat PDI Perjuangan Madina, Dalan Lidang, Panyabungan, Selasa sore (10/9/2019). Kedatangannya didampaingi Sekretaris DPD Golkar Madina, Erwin Efendi Nasution; Bendahara […]

  • CPNS: Pukul 01.30 Lulus, Pukul 07.00 Kalah

    CPNS: Pukul 01.30 Lulus, Pukul 07.00 Kalah

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (DPRD) Kota Medan menuai konflik. Lima peserta yang dinyatakan lulus melalui situs www.pcpns.pemkomedan.go.id, namun tidak tercantum di berbagai media yang ada pengumuman CPNSD Kota Medan, mendatangi Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Kamis (23/12), untuk mengungkapkan kekesalan mereka dan berharap wakil rakyat bisa menindaklanjuti. Kelima […]

expand_less