Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Gubuk Terpal, Saksi Kemiskinan yang Terlupakan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
  • print Cetak

Gubuk tenda yang dihuni Suriadi dan keluarga di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau. Foto: Kompas.com

Oleh: Alfisyah Ummu Arifah
Guru dan Pegiat Literasi Islam

Menyedihkan dan membuat gerimis hati siapa saja yang melihatnya. Potret kemiskinan di negeri ini memang seperti fenomena gunung es. Data dan fakta yang tersembunyi lebih banyak lagi. Pendataan tak rapih menjadi pangkal persoalan dari kasus kemiskinan serupa. Jika di ibukota ada yang tinggal di bawah jembatan, di tempat sampah dan gunungannya, ada yang di kuburan dan tempat tak layak lainnya.

Seorang laki-laki berusia 45 tahun bernama Suriadi dan istri serta kedua anaknya tinggal di gubuk terpal ini sudah empat tahun. Menurut pengakuan mereka, mereka tak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah setempat.  Fakta tak terbantahkan ini memang belum pernah akan usai. Sistem manusia kapitalisme yang tak mensejahterakan semua manusia inilah yang membuat masyarakat di negara ini bertambah miskin.

Karena keterbatasan ekonomi, pria 45 tahun ini bersama istri dan anak-anaknya terpaksa tinggal di gubuk reot yang dibuat dari terpal plastik di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.

Di gubuk itu, Suriadi tinggal bersama istrinya, Salini Noviani (31) dan dua orang anak perempuan, Nindi Hara Pipah Wina (10) bayi  berusia lebih kurang satu tahun. Suriadi bercerita bahwa sudah empat tahun tinggal di gubuk berukuran 3×4 meter (Kompas.com, 26/04/21).

Padahal salah satu kewajiban asasi seorang pemimpin pada masyarakatnya adalah memudahkan masyarakat memiliki hunian yang layak. Juga memudahkan kepala keluarga untuk mencari nafkah. Artinya lapangan pekerjaan mesti disiapkan negara untuk semua lelaki yang bertanggung jawab pada keluarganya. Satu lagi yang tak boleh lupa adalah menyediakan pakaian layak untuk masyarakat. Maka, jika negara itu beres dalam menjadikan pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Itulah kebutuhan asasi seorang warga negara yang harus disediakan penguasanya secara gratis dan murah.

Selain itu, ada kebutuhan kolektif yang harus diberikan secara cuma-cuma oleh negara. Misalnya pendidikan, kesehatan dan jaminan keamanan dalam kehidupan bernegaranya. Siapapun dia mendapatkan pelayanan yang layak.

Jika kini ada yang tak terdata hidup di gubuk terpal, tempat sampah, kolong jembatan sesungguhnya itu fenomena gunung es yang tak nampak. Suatu saat akan menimbulkan masalah bagi negeri ini. Ini juga merupakan gambaran buruknya pelayanan negara terhadap masyarakat.

Prinsip good government ternyata belum tercapai. Pemerintah mesti intropeksi akan hal ini. Beritikad baik untuk memperbaiki keadaan masyarakat. Jangan ada lagi Suriadi yang lain yang tinggal di tempat tak layak. Mereka ada untuk diurus urusannya. Itu amanah dari Allah untuk setiap pemimpin negeri.

Namun jika pemimpin itu masih berfikir dan mengurus urusan masyarakat dengan sistem kapitalisme, masyarakat sejahtera hanya akan menjadi mimpi di siang bolong. Harus ada gebrakan mengganti sistem kapitalisme dengan sistem yang kapabel dalam mengurus masyarakat. Sistem yang tidak cacat, tidak rusak atau merusak serta sistem yang mensejahterakan.

Tentu dengan arahan sang pencipta. Aturan itu adalah aturan ilahi yang bebas dari kesalahan dan kekeliruan dalam melayani masyarakat. Sebab mekanisme untuk mensejahterakan masyarakat sudah teruji selama 13 abad. Tinggal diulangi lagi kegemilangan itu yang kedua kali. Wallahu a’lam bish-showaab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD dituding berbohong

    Ketua DPRD dituding berbohong

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN – Ketua DPRD Padangsidimpuan, Aswar Syamsi, dituding melakukan pembohongan publik, karena menyebut isi surat mosi tidak percaya yang dilayangkan 15 anggota dewan sebagai fitnah. “Tidak ada fitnah dalam mosi tidak percaya kami kepada Ketua DPRD, ” kata Ketua Fraksi Gabungan Karya Bersatu, Erwin Nasution, pagi ini. Erwin merupakan seorang dari 15 anggota dewan yang […]

  • Bupati akan Pertemukan PT SMGP dan Kades Sibanggor Julu

    Bupati akan Pertemukan PT SMGP dan Kades Sibanggor Julu

    • calendar_month Selasa, 13 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Jafar Sukhairi Nasution menyatakan Pemda Madina akan mempertemukan pihak PT SMGP dengan kepala Desa Sibanggor Julu. Itu dikatakan Sukhairi kepada Mandailing Online dan Start News di Panyabungan, Selasa (13/9/2022) menyikapi polemik beredarnya balasan surat PT Sorik Marapai Geothermal Power (SMGP) kepada kepala Desa Sibanggor Julu yang belakangan […]

  • Zakat Pemkab Madina Terkumpul 222 Juta

    Zakat Pemkab Madina Terkumpul 222 Juta

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah zakat, infak dan sadaqah (ZIS) yang terkumpul dari birokrasi Mandailing Natal (Madina) tahun ini sebanyak 222.000.000 rupiah. Jumlah itu terdiri dari lingkungan Depag Madina sebesar 210.000.000 rupiah dan dari Pemkab Madina sebesar 99.000.000 rupiah. Itu diungkapkan Kakandepag Madina, Muksin Batubara pada acara peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus penyerahan ZIS di mesjid […]

  • Mendadak, Polisi dan Perangkat Desa Kumpul Diduga Bahas Pengrusakan Aset Jalan di Desa Jambur Baru

    Mendadak, Polisi dan Perangkat Desa Kumpul Diduga Bahas Pengrusakan Aset Jalan di Desa Jambur Baru

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal||Mandailing Online- Pasca viral pemberitaan Kades Jambur Baru di Kecanatan Batangnatal, Madina yang rusak aset daerah demi memuluskan program pembangunan jalan desa. Secara mendadak sejumlah polisi dan aparat desa dikabarkan kumpul di desa jambur baru, Kabarnya mereka membicarakan jalan Pemda Madina yang dirusak Kepala Desa Riswan Haedy tanpa ada pembebasan aset. ” itu polisi dari […]

  • Wakil Bupati Madina : Camat Jangan Diam Saja, Harus Kreatif Mendorong Dana Desa Bagi Perekonomian Rakyat

    Wakil Bupati Madina : Camat Jangan Diam Saja, Harus Kreatif Mendorong Dana Desa Bagi Perekonomian Rakyat

    • calendar_month Jumat, 21 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penggunaan Dana Desa selama tahun 2015 dan 2016 yang belum memberikan dampak bagi pertumbuhan perekonomian warga desa menuai kritikan dari Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Jakfar Sukhairi Nasution. Kegelisahan wakil bupati ini sangat realistis karena tahun-tahun sebelumnya pemerintahan desa terkesan tak memiliki ketajaman visi ekonomi sehingga program yang didanai Dana Desa […]

  • KPU Madina Tatar Personil  PPK

    KPU Madina Tatar Personil PPK

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing  Online) – KPU Mandailing Natal menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada semua personil PKK (Panitia Pemilihan Kecamatan) se-Mandailing Natal, di aula Hotel Rindang, Panyabungan, Kamis (11/6). Bimtek yang dijadwal berlangsung dari Kamis hingga Jum’at dan diikuti 115 orang PPK ini dalam upaya meningkatkan penguasan tehnis pelaksanaan tahapan-tahapan Pilkada Madina di jajaran penyelenggara tingkat […]

expand_less