Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Gubuk Terpal, Saksi Kemiskinan yang Terlupakan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
  • print Cetak

Gubuk tenda yang dihuni Suriadi dan keluarga di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau. Foto: Kompas.com

Oleh: Alfisyah Ummu Arifah
Guru dan Pegiat Literasi Islam

Menyedihkan dan membuat gerimis hati siapa saja yang melihatnya. Potret kemiskinan di negeri ini memang seperti fenomena gunung es. Data dan fakta yang tersembunyi lebih banyak lagi. Pendataan tak rapih menjadi pangkal persoalan dari kasus kemiskinan serupa. Jika di ibukota ada yang tinggal di bawah jembatan, di tempat sampah dan gunungannya, ada yang di kuburan dan tempat tak layak lainnya.

Seorang laki-laki berusia 45 tahun bernama Suriadi dan istri serta kedua anaknya tinggal di gubuk terpal ini sudah empat tahun. Menurut pengakuan mereka, mereka tak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah setempat.  Fakta tak terbantahkan ini memang belum pernah akan usai. Sistem manusia kapitalisme yang tak mensejahterakan semua manusia inilah yang membuat masyarakat di negara ini bertambah miskin.

Karena keterbatasan ekonomi, pria 45 tahun ini bersama istri dan anak-anaknya terpaksa tinggal di gubuk reot yang dibuat dari terpal plastik di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.

Di gubuk itu, Suriadi tinggal bersama istrinya, Salini Noviani (31) dan dua orang anak perempuan, Nindi Hara Pipah Wina (10) bayi  berusia lebih kurang satu tahun. Suriadi bercerita bahwa sudah empat tahun tinggal di gubuk berukuran 3×4 meter (Kompas.com, 26/04/21).

Padahal salah satu kewajiban asasi seorang pemimpin pada masyarakatnya adalah memudahkan masyarakat memiliki hunian yang layak. Juga memudahkan kepala keluarga untuk mencari nafkah. Artinya lapangan pekerjaan mesti disiapkan negara untuk semua lelaki yang bertanggung jawab pada keluarganya. Satu lagi yang tak boleh lupa adalah menyediakan pakaian layak untuk masyarakat. Maka, jika negara itu beres dalam menjadikan pemenuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Itulah kebutuhan asasi seorang warga negara yang harus disediakan penguasanya secara gratis dan murah.

Selain itu, ada kebutuhan kolektif yang harus diberikan secara cuma-cuma oleh negara. Misalnya pendidikan, kesehatan dan jaminan keamanan dalam kehidupan bernegaranya. Siapapun dia mendapatkan pelayanan yang layak.

Jika kini ada yang tak terdata hidup di gubuk terpal, tempat sampah, kolong jembatan sesungguhnya itu fenomena gunung es yang tak nampak. Suatu saat akan menimbulkan masalah bagi negeri ini. Ini juga merupakan gambaran buruknya pelayanan negara terhadap masyarakat.

Prinsip good government ternyata belum tercapai. Pemerintah mesti intropeksi akan hal ini. Beritikad baik untuk memperbaiki keadaan masyarakat. Jangan ada lagi Suriadi yang lain yang tinggal di tempat tak layak. Mereka ada untuk diurus urusannya. Itu amanah dari Allah untuk setiap pemimpin negeri.

Namun jika pemimpin itu masih berfikir dan mengurus urusan masyarakat dengan sistem kapitalisme, masyarakat sejahtera hanya akan menjadi mimpi di siang bolong. Harus ada gebrakan mengganti sistem kapitalisme dengan sistem yang kapabel dalam mengurus masyarakat. Sistem yang tidak cacat, tidak rusak atau merusak serta sistem yang mensejahterakan.

Tentu dengan arahan sang pencipta. Aturan itu adalah aturan ilahi yang bebas dari kesalahan dan kekeliruan dalam melayani masyarakat. Sebab mekanisme untuk mensejahterakan masyarakat sudah teruji selama 13 abad. Tinggal diulangi lagi kegemilangan itu yang kedua kali. Wallahu a’lam bish-showaab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampuraga Ditampilkan Versi Berbeda

    Sampuraga Ditampilkan Versi Berbeda

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bisa jadi Sampuraga itu bukan pemuda yang durhaka. Justru sosok berbudi baik. Sosok Sampuraga versi ini ditampilkan dalam drama “Sampuraga Jatuh Cinta”. Drama itu dipentaskan Sanggar Samisara di Siabu, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (31/8/2024) dan menjadi puncak kegiatan Fasilitasi Kebahasaan dan Kesastraan dimotori Badan Bahasa Kemendikbudristek tahun 2024. Naskah drama […]

  • Ini Pesan Atika Azmi Saat Menghadiri Pengajian BKMT

    Ini Pesan Atika Azmi Saat Menghadiri Pengajian BKMT

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengingatkan para orangtua untuk lebih aktif mengawasi anak, terutama penggunaan handphone dan pergaulannya. Atika menyampaikan hal itu saat menghadiri pengajian Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Madina, Minggu (24/11/2024). Menurut Atika, pada era yang makin canggih […]

  • SD Negeri 080 Panyabungan Sukses Terapkan Konsep Ramah Lingkungan

    SD Negeri 080 Panyabungan Sukses Terapkan Konsep Ramah Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – SD Negeri 080, Panyabungan, Mandailing Natal, berhasil menerapkan konsep ramah lingkungan di sekolah itu. Ekstrior sekolah dasar yang beralamat di Jl. Syekh Abdul Qodir Mandili Panyabungan III itu kini begutu asri, sejuk dan bersih, termasuk interior sehingga kenyamanan belajar mengajar tercapai. Tanaman hijau yang indah dipandang juga menjadi obat saat kejenuhan […]

  • Irwan : Berpikirlah Dengan Rasional Bukan Emosional

    Irwan : Berpikirlah Dengan Rasional Bukan Emosional

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, – Menanggapi ungkapan dari beberapa media yang memberitakan Mahfud MD mengancam balik Irwan H Daulay. Dalam berita tersebut Mahfud MD mengatakan, mengaku siap memidanakan Irwan H Daulay dengan tuduhan pencemaran nama baik, kalau tidak, saya lakukan langkah hukum, silahkan Pak Irwan H Daulay laporkan saya. Ditanggapi Mantan Calon Bupati Mandailing Natal, Irwan H. Daulay […]

  • Dana Kemanusiaan Disalahgunakan Untuk Kepentingan Paslon Pilkada Madina

    Dana Kemanusiaan Disalahgunakan Untuk Kepentingan Paslon Pilkada Madina

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Indikasi pemanfaatan Dana Desa untuk memenangkan salah satu paslon bupati di Pilkada Mandailing Naral kian menguak. Beberapa penerima Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD) memberikan kesaksian adanya penekanan untuk memilih salah satu pasangan calon (Paslon) bupati saat menerima BLT DD. Penekanan ini masif dan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten […]

  • Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 4)

    Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 4)

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Sebelum Ki Hadjar Dewantara, Mandailing Sudah Bicara Pendidikan Tulisan ini bukan untuk membandingkan apalagi mengecilkan Ki Hadjar Dewantara. Tetapi, sejarah tetap perlu dibaca secara utuh. Sebab jauh sebelum Ki Hadjar mendirikan Taman Siswa tahun 1922, Willem Iskander sudah mendirikan sekolah guru bumiputera di Tanobato pada tahun 1862.[1] Sekolah untuk […]

expand_less