Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Hujan Deras, Jembatan Penghubung Antardesa Ambruk di Tapsel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
  • print Cetak
TAPANULI SELATAN:
Hujan deras yang turun sejak beberapa hari ini di Desa Kampung Lalang, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengakibatkan salah satu jembatan penghubung antar kampung yang ada di desa itu terputus.
Jembatan itu selama ini menjadi fasilitas menyeberangi Sungai Aek Baringin. Badan jembatan yang sudah ambruk hanya diganti dengan batang pohon kelapa.Para pengendara roda empat dan dua terlihat kesulitan ketika melintas di atas jembatan. Akibatnya tak jarang terlihat pengendara roda dua harus bekerja keras untuk melintasi jembatan itu.
Beberapa pengendara sepeda motor terjebak ditengah jembatan yang terbuat dari batang pohon kelapa sebagai pengganti sementara. Kondisi itu juga terjadi pada pengendara roda empat. Mobil yang melintas terpuruk ketika melintasinnya. Begitu juga masyarakat yang ingin melintas dengan berjalan kaki terpaksa harus lebih berhati-hatiketika hendak melintas.
Warga masih ragu melintas meskipun sudah dipasang batang pohon kelapa sebagai pengganti. Selain itu, siswa-siswa yang ada di daerah itu harus berjalan kaki ketika melintas. Ini disebabkan sopir mobil angkutan yang mereka tumpangi menyuruh turun.
“Saya tidak mau mengambil resiko,makanya semua penumpang saya turunkan,” ujar Ucok, 36, salah seorang sopir angkutan umum ketika dijumpai di lokasi, Senin 19 September 2011. Sejak terputusnya jembatan itu, akses menuju daerahdaerah semakin sulit. Sebab, jembatan yang ambruk tersebut satu-satunya jembatan penghubung antar desa yang ada di kecamatan itu.
“Saya berharap agar pemerintah segera memperbaiki dan mengganti pohon kelapa yang dijadikan jembatan sementara,karena kami sangat sulit untuk melewatinya,” tegasnya. Camat Angkola Selatan Zamhir mengungkapkan, putusnya jembatan itu disebabkan hujan deras yang terjadi selama beberapa hari, Senin 19 September 2011.
Menurutnya, tingginya kapasitas hujan menyebabkan terkikisnya badan jembatan. “Apabila hujan maka kapisitas air naik dan mengikis badan jembatan dibagian bawah,”ujarnya. Selain faktor alam, banyaknya kendaraan roda empat yang melebihi tonase melintas di daerah itu menjadi faktor lain ambruknya jembatan.

“Mobil pengangkut kayu, buah kelapa sawit sering lewat dari daerah ini, makanya jembatannya tidak tahan untuk menahan dan akibatnya ambruk,”tuturnya(si)

Sumber : eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Generasi Taat Syariat, Radikal?

    Generasi Taat Syariat, Radikal?

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Rima Sarinah Kerusakan remaja yang mengarahkan pada dekadensi moral yang sangat parah tengah dialami oleh remaja saat ini. Setiap hari kita dipertontonkan berbagai macam pola tingkah remaja yang membuat orang tua dan masyarakat mengelus dada melihat tingkah pola generasi bangsa ini yang semakin memprihatinkan. Bullying, tawuran, narkoba, dan pergaulan bebas, menjadi tren gaya […]

  • Pemkab Madina Tetap Komit Dukung Swasembada Pangan Nasional

    Pemkab Madina Tetap Komit Dukung Swasembada Pangan Nasional

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut menyatakan komitmennya untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Pemkab Madina juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam berbagai upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, mengungkapkan bahwa peningkatan hasil panen petani […]

  • Marsisalamatkon Dirina Boto Jolmai

    Marsisalamatkon Dirina Boto Jolmai

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Songonimada dihangolunon, pala adongma tando-tando nagiot karom parau ibarat ni namarlayar di laut nabolak, marsisalamatkon dirina mei jolmai, adong namamuhung-muhung songoni baen biarna ia ona jorat, adong antong mamasang kuda-kuda gorarna anso bisa morot sian parau nagiot karomi, adong muse sifat nijolmai nabulus putus asado, hodoma tuhan namangida anggo audo inda adong dayo upayo ningiama […]

  • Pangdam: Penembakan di Aceh tak ganggu pilkada

    Pangdam: Penembakan di Aceh tak ganggu pilkada

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEULABOH – Panglima Kodam Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Adi Mulyono menegaskan bahwa aksi penembakan yang menewaskan warga Aceh di malam pergantian tahun baru 2012 tidak terkait unsur politik pemilukada. “Saya tegaskan aksi penembakan yang terjadi selama ini sama sekali tidak mengarah untuk menganggu berlangsungnya pemilukada di Aceh,” katanya tadi malam. Pernyataan tersebut menanggapi adanya […]

  • Stempel Sisingamangaraja Tertera ”Ahu Raja Toba”

    Stempel Sisingamangaraja Tertera ”Ahu Raja Toba”

    • calendar_month Senin, 23 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Melayu dan  Batak Dalam Strategi Kolonial Dr.Perret dari Paris mencatat; orang Melayu di pesisir Sumatera Timur memiliki kebudayaan tinggi (civilized), sedangkan yang di pedalaman dipandang sebagai orang yang tidak berpengetahuan, berperilaku kasar bahkan kanibal, diberi label Batak “Memang tidak ada yang lebih tabah dari hujan di bulan Juni, ”… dihapusnya jejak keraguan …” di hati […]

  • DPRD Sumut : SKPD Jangan Taunya Minta Tambahan Anggaran Saja

    DPRD Sumut : SKPD Jangan Taunya Minta Tambahan Anggaran Saja

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Aduhot Simamora, meminta para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemerintahan Daerah Provinsi Sumut jangan hanya meminta penambahan anggaran di Perubahan APBD 2011. Lebih dari itu, penyerapan anggaran memasuki semester II tahun ini, harus diprioritaskan. “Jangan hanya minta penambahan anggaran saja taunya SKPD. Tetapi yang jauh lebih […]

expand_less