Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

Hujan Deras, Jembatan Penghubung Antardesa Ambruk di Tapsel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
  • print Cetak
TAPANULI SELATAN:
Hujan deras yang turun sejak beberapa hari ini di Desa Kampung Lalang, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengakibatkan salah satu jembatan penghubung antar kampung yang ada di desa itu terputus.
Jembatan itu selama ini menjadi fasilitas menyeberangi Sungai Aek Baringin. Badan jembatan yang sudah ambruk hanya diganti dengan batang pohon kelapa.Para pengendara roda empat dan dua terlihat kesulitan ketika melintas di atas jembatan. Akibatnya tak jarang terlihat pengendara roda dua harus bekerja keras untuk melintasi jembatan itu.
Beberapa pengendara sepeda motor terjebak ditengah jembatan yang terbuat dari batang pohon kelapa sebagai pengganti sementara. Kondisi itu juga terjadi pada pengendara roda empat. Mobil yang melintas terpuruk ketika melintasinnya. Begitu juga masyarakat yang ingin melintas dengan berjalan kaki terpaksa harus lebih berhati-hatiketika hendak melintas.
Warga masih ragu melintas meskipun sudah dipasang batang pohon kelapa sebagai pengganti. Selain itu, siswa-siswa yang ada di daerah itu harus berjalan kaki ketika melintas. Ini disebabkan sopir mobil angkutan yang mereka tumpangi menyuruh turun.
“Saya tidak mau mengambil resiko,makanya semua penumpang saya turunkan,” ujar Ucok, 36, salah seorang sopir angkutan umum ketika dijumpai di lokasi, Senin 19 September 2011. Sejak terputusnya jembatan itu, akses menuju daerahdaerah semakin sulit. Sebab, jembatan yang ambruk tersebut satu-satunya jembatan penghubung antar desa yang ada di kecamatan itu.
“Saya berharap agar pemerintah segera memperbaiki dan mengganti pohon kelapa yang dijadikan jembatan sementara,karena kami sangat sulit untuk melewatinya,” tegasnya. Camat Angkola Selatan Zamhir mengungkapkan, putusnya jembatan itu disebabkan hujan deras yang terjadi selama beberapa hari, Senin 19 September 2011.
Menurutnya, tingginya kapasitas hujan menyebabkan terkikisnya badan jembatan. “Apabila hujan maka kapisitas air naik dan mengikis badan jembatan dibagian bawah,”ujarnya. Selain faktor alam, banyaknya kendaraan roda empat yang melebihi tonase melintas di daerah itu menjadi faktor lain ambruknya jembatan.

“Mobil pengangkut kayu, buah kelapa sawit sering lewat dari daerah ini, makanya jembatannya tidak tahan untuk menahan dan akibatnya ambruk,”tuturnya(si)

Sumber : eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1,3 Juta Guru Sasaran Pelatihan Kurikulum Baru

    1,3 Juta Guru Sasaran Pelatihan Kurikulum Baru

    • calendar_month Senin, 30 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal semakin gencar menjalankan implementasi Kurikulum 2013 tahun depan. Pada tahun kedua pelaksanaan kurikulum anyar itu, Kemendikbud siap melatih 1,3 juta guru di seluruh Indonesia. Supaya tidak kedodoran, mereka melibatkan sejumlah organisasi pendidikan. Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan bahwa organisasi pendidikan yang mereka libatkan bukan sembarang organisasi. Tetapi mereka […]

  • Seorang Pria Dibakar Hidup-Hidup di Langkat

    Seorang Pria Dibakar Hidup-Hidup di Langkat

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT (Mandailing Online) –  Tindakan sadis terjadi di Dusun Kuta Jering, Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (2/12/2021). Darwis Sitepu (38) warga Dusun II Lorong Gereja, Desa Durian Lingga, Kecamatan Sei Bingai, tewas dibakar hidup-hidup setelah dianiaya dan disiram bensin oleh sekelompok pria. Jenazah korban telah berada di RSU dr […]

  • Kemunculan Harimau, Warga Tambangan Diminta Tenang

    Kemunculan Harimau, Warga Tambangan Diminta Tenang

    • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Berdasar pemeriksaan terhadap jejak telapak kaki harimau di Kecamatan Tambangan, jejak itu belum dapat dipastikan jejak harimau atau bukan. Oleh karenanya, Kepala Seksi Wilayah II TNBG Laru Kotanopan, Manaf menghimbau kepada warga desa-desa di Kecamatan Tambangan untuk tidak panik dan tetap tenang serta waspada juga tetap beraktifitas seperti semula. Itu dikakatakan […]

  • Ichwan Persada Luncurkan Buku “101 Movie Guide”

    Ichwan Persada Luncurkan Buku “101 Movie Guide”

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Produser film Ichwan Persada tak berhenti berkarya. Setelah menelurkan 2 film dalam waktu berdekatan, yakni La Tahzan dan Cinta/Mati, kini ia bersiap mengeluarkan karya lagi. Tapi kali ini bukan film, melainkan buku. Pria kelahiran Makassar ini memang juga dikenal aktif menulis seputar film di sejumlah media. Karenanya rencananya merilis buku perdananya tak terlalu mengherankan. “Sebenarnya […]

  • Dampak Kelangkaan Gas 3 Kg di Panyabungan, Sejumlah Pedagang Makanan Tutup

    Dampak Kelangkaan Gas 3 Kg di Panyabungan, Sejumlah Pedagang Makanan Tutup

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Langkanya tabung LPG 3 kilogram di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal beberapa minggu terakhir membuat sejumlah pedagang makanan tutup dari biasanya. Seperti warung makan, penjual gorengan, sate, warung kopi, dan mie ayam. Seminggu belakangan, mereka mengaku masih bisa mengirit penggunaan gas agar bisa memperpanjang durasi penjual. Sekarang mereka justru tidak bisa […]

  • Komisi IIITinjau Proyek di Panyabungan Timur

    Komisi IIITinjau Proyek di Panyabungan Timur

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Komisi III DPRD Madina Kamis, 04 Desember 2014 melakukan peninjauan proyek yang dinilai bermasalah di Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal. (Hol)

expand_less