Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Hujan Deras, Jembatan Penghubung Antardesa Ambruk di Tapsel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
  • print Cetak
TAPANULI SELATAN:
Hujan deras yang turun sejak beberapa hari ini di Desa Kampung Lalang, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengakibatkan salah satu jembatan penghubung antar kampung yang ada di desa itu terputus.
Jembatan itu selama ini menjadi fasilitas menyeberangi Sungai Aek Baringin. Badan jembatan yang sudah ambruk hanya diganti dengan batang pohon kelapa.Para pengendara roda empat dan dua terlihat kesulitan ketika melintas di atas jembatan. Akibatnya tak jarang terlihat pengendara roda dua harus bekerja keras untuk melintasi jembatan itu.
Beberapa pengendara sepeda motor terjebak ditengah jembatan yang terbuat dari batang pohon kelapa sebagai pengganti sementara. Kondisi itu juga terjadi pada pengendara roda empat. Mobil yang melintas terpuruk ketika melintasinnya. Begitu juga masyarakat yang ingin melintas dengan berjalan kaki terpaksa harus lebih berhati-hatiketika hendak melintas.
Warga masih ragu melintas meskipun sudah dipasang batang pohon kelapa sebagai pengganti. Selain itu, siswa-siswa yang ada di daerah itu harus berjalan kaki ketika melintas. Ini disebabkan sopir mobil angkutan yang mereka tumpangi menyuruh turun.
“Saya tidak mau mengambil resiko,makanya semua penumpang saya turunkan,” ujar Ucok, 36, salah seorang sopir angkutan umum ketika dijumpai di lokasi, Senin 19 September 2011. Sejak terputusnya jembatan itu, akses menuju daerahdaerah semakin sulit. Sebab, jembatan yang ambruk tersebut satu-satunya jembatan penghubung antar desa yang ada di kecamatan itu.
“Saya berharap agar pemerintah segera memperbaiki dan mengganti pohon kelapa yang dijadikan jembatan sementara,karena kami sangat sulit untuk melewatinya,” tegasnya. Camat Angkola Selatan Zamhir mengungkapkan, putusnya jembatan itu disebabkan hujan deras yang terjadi selama beberapa hari, Senin 19 September 2011.
Menurutnya, tingginya kapasitas hujan menyebabkan terkikisnya badan jembatan. “Apabila hujan maka kapisitas air naik dan mengikis badan jembatan dibagian bawah,”ujarnya. Selain faktor alam, banyaknya kendaraan roda empat yang melebihi tonase melintas di daerah itu menjadi faktor lain ambruknya jembatan.

“Mobil pengangkut kayu, buah kelapa sawit sering lewat dari daerah ini, makanya jembatannya tidak tahan untuk menahan dan akibatnya ambruk,”tuturnya(si)

Sumber : eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panwaslu Adakan Sosialisasi Di Lapas Klas IIB Panyabungan

    Panwaslu Adakan Sosialisasi Di Lapas Klas IIB Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Panyabungan, Untuk memperkecil pelanggaran Pemilu serta memberikan pengetahuan terkait tata cara pemilu kepada masyarakat binaan (narapidana) , Pengawas Pemilu Mandailing Natal (Panwaslu Madina) melakukan sosialisasi di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Panyabungan, selasa (4/2) Ketua Panwaslu Madina, Hendri Pulungan, S.sos yang didampingi anggotanya Ahmad Husein, SH dan Sekretaris Panwaslu Madina, Sarman Nasution, Sag dihadapan para anak […]

  • Tambang Emas di Sungai Batang Natal Belum Ada Izin

    Tambang Emas di Sungai Batang Natal Belum Ada Izin

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Aktivitas tambang biji emas di Sungai Batang Natal titik Desa Lancat, Dusun Batu Gajah, Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina) belum memiliki izin. Itu diungkapkan Kepala Bidang Pertambangan Umum Dinas Pertambangan Energi Madina, Azhar, Jum’at (23/5/2014). “Hingga saat ini kita belum ada mengeluarkan izin pertambangan emas di Desa Lancat, Dusun Batu […]

  • Gara-gara Isu Penculikan Anak, Satu Tewas Dimassa, Satu Meninggal Ditabrak

    Gara-gara Isu Penculikan Anak, Satu Tewas Dimassa, Satu Meninggal Ditabrak

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mau Berobat Dituduh Penculik TEBING TINGGI– Isu bahaya penculikan anak untuk mengambil dan menjual organ tubuh, menimbulkan kecemasan di sejumlah daerah. Isu yang tersebar melalui pesan singkat (short message system/SMS)berantai itu bahkan mengakibatkan dua orang tewas di Serdang Bedagai (Sergai) dan melukai lima orang di Percut Sei Tuan, Deli Serdang, di hari yang sama, Jumat […]

  • Dua Belas Proyek Panas Bumi Mandek

    Dua Belas Proyek Panas Bumi Mandek

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Jumlahnya mencapai 29.000 MW. Namun kapasitas terpasang hanya sekitar 1.300 MW. Wakil Presiden Budiono mengatakan minimnya kapasitas terpasang pembangkitan terjadi karena tidak ada koordinasi yang baik antara para pemangku kepentingan. Untuk itu, instansi pemerintah harus bekerja sama dengan para pihak menghilangkan berbagai hambatan agar proyek […]

  • IKM Dukung Paslon Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    IKM Dukung Paslon Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Ikatan Keluarga Minang ( IKM) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) menyatalan dukungan kepada Paslon nomor urut 1 Harun- Ichwan pada Pemilukada serentak yang akan digelar bulan November depan. Sikap tersebut diutarakan Ketua IKM Harmansyah Tanjung saat silaturahmi Harun Mustafa Nasution dengan pengurus IKM Minggu 29/9/2024. “Saya yakin pasangan Harun- Ichwan […]

  • Menyoroti PDRB Mandailing Natal

    Menyoroti PDRB Mandailing Natal

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Catatan : ASKOLANI NASUTION   Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa suatu kawasan dalam periode tertentu, baik daerah, nasional, maupun internasional. Jika menggunakan “Pendekatan Pengeluaran”, maka angka PDRB dihitung atas dasar rata-rata konsumsi rumah tangga, ditambah investasi sektor swasta, plus pengeluaran pemerintah yang melibatkan luar negeri (ekspor-impor). Ah, itu […]

expand_less