Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Jalan Sunyi Para Pahlawan Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
  • print Cetak

Para pejuang dari bumi Gordang Sambilan

Oleh : Roy Adam Lubis
Editor / tinggal di Panyabungan

Manusia itu unik. Tak mengherankan kalau kemudian kajian terkait karakteristik dan tingkah laku manusia begitu banyak. Mulai dari psikologi, sosiologi sampai zodiak. Semua berkutat pada persoalan tingkah laku dan kebiasaan manusia.

Selain itu adanya kemampuan berpikir dan perasaan (hati) membuat manusia sering berkeinginan sesuatu, tapi melakukan hal yang lain. Kontradiksi antara perasaan dan pikiran itu pula yang terjadi menyikapi kepahlawanan. Dalam banyak konteks dan keadaan, manusia butuh pahlawan. Namun, tidak banyak yang memilih jadi pahlawan.

Itu bisa dimaklumi, sebab menempuh jalan kepahlawanan adalah melewati kesunyian. Para pahlawan memang demikian: hidup penuh pengorbanan dan mati dalam keterasingan berteman sunyi. Pahlawan itu sebuah anomali. Dipuja, tapi dilupakan. Kenangan terhadap mereka hanya sebatas konten dalam momen.

November, bulannya para pahlawan: Hari Pahlawan dan Hari Guru. Pada kenyataannya hanya sebatas seremonial semata tanpa keberlanjutan tindakan dan program yang menguatkan karakter kepahlawanan mereka. Setidaknya demikian di Mandailing Natal.

Sebut saja nama-nama mereka yang tertulis di Tugu Perintis di Kotanopan. Siapa yang kenal dengan perjuangan dan kisah mereka? Barangkali hanya keluarganya saja. Itu pun mereka yang terasing dari sapa dan keramahan pemerintah. Keabadian kepahlawanan mereka hanya sebatas tugu itu dan diziarahi pada malam kemerdekaan. Tanpa sekalipun melakukan kajian perjalanan kehidupan mereka sebagai satu catatan sejarah untuk jadi pijakan bagi generasi yang datang di belakang.

Bahkan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution tak mendapat penghormatan dan penghargaan sebagaimana jenderal besar lainnya, Soedirman. Patungnya berdiri megah di Ibu Kota Negara. Tentunya saja Pak Nas tidak harus dibuatkan patung, tapi setidaknya satu monumen bisa mewakili keberadaannya. Rumahnya yang tertinggal barangkali bisa dijadikan museum sebagaimana yang diterima Tan Malak atau Hatta di Sumatera Barat.

Roy Adam Lubis

Ah, namun demikianlah mereka para pahlawan: dilupakan dalam kesunyian. Tak heran jika tak banyak yang mau jadi pahlawan. Siapa yang sudi hidup penuh pengorbanan, tapi mati dalam keterasingan. Sunyi. Barangkali itu pula kenapa banyak yang tidak bersedia menjadi ‘guru’ meski ia mengajar di sekolah.

Hormatku untuk kalian para pahlawan: yang namanya tertulis di Tugu Perintis sana atau yang tak sempat tercatat sejarah. Tabik.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Dugaan Kader Selingkuh DPP Demokrat Tunggu Tim DPD

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kabar dugaan perselingkuhan antara anggota DPRD Sumatera Utara Megalia Agustina dengan fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut Borkat Hasibuan, sudah sampai ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Hanya saja, DPP belum berani mengambil sikap. Ketua DPP Demokrat, Sutan Bhatoegana menjelaskan, masalah tersebut diserahkan ke DPD Demokrat Sumut. “DPD membentuk tim pencari […]

  • Soal Tudingan Menipu Warga 700 Juta, Bupati Madina: Itu Pencemaran Nama Baik

    Soal Tudingan Menipu Warga 700 Juta, Bupati Madina: Itu Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dituding melakukan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp700 juta, serta akan dilaporkan ke Mabes Polri, Bupati Mandailing Natal (Madina) yang juga merupakan calon petahana, Dahlan Hasan Nasution menampik dan menyebut tuduhan itu termasuk pencemaran nama baik. Surat kabar Malintang Pos edisi Senin (21/9) melansir pernyataan Dahlan Hasan itu atas hasil […]

  • Guru bukan lagi panggilan jiwa

    Guru bukan lagi panggilan jiwa

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa. “Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini. Dia menilai guru yang mengajar […]

  • MASIH ADAKAH NASIONALISME “HALAK” MANDAILING

    MASIH ADAKAH NASIONALISME “HALAK” MANDAILING

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Renungan HUT ke-73 RI Catatan : Akhiruddin Matondang   INSIDEN pelarangan pemasangan bendera merah putih di apartemen Kalibata City, Jakarta oleh pihak security viral di media sosial. Aneka hujatan serta umpatan ditujukan terhadap Agung Podomoro, selaku pemilik perusahaan pengembang itu. Kejadian ini menambah catatan kasus pelecehan terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang dilakukan pihak-pihak […]

  • MEMERDEKAKAN RAKYAT

    MEMERDEKAKAN RAKYAT

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: M. Daud Batubara, Dr., MSi Maharddhika (Sanskerta) sebagai asal kata merdeka dengan makna bebas dari segala belenggu, kekangan, kekuasaan atau aturan dari pihak penguasa yang tidak sah pada satu zona. Dalam konteks negara, diartikan merdeka dari penjajah seperti Nusantara yang telah bebas dari penghambaan dan penjajahan yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Rocky Gerung, […]

  • Formasi Guru PAI Hanya Satu, Komisi I Minta Penjelasan Disdik dan BKD

    Formasi Guru PAI Hanya Satu, Komisi I Minta Penjelasan Disdik dan BKD

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina) melalui RDP meminta penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terkait hanya ada satu formasi guru PAI pada PPPK tahun 2021. Hal ini juga untuk menyahuti kerisauan yang disampaikan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Madina terhadap 73 anggotanya yang lulus […]

expand_less