Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Jalan Sunyi Para Pahlawan Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
  • print Cetak

Para pejuang dari bumi Gordang Sambilan

Oleh : Roy Adam Lubis
Editor / tinggal di Panyabungan

Manusia itu unik. Tak mengherankan kalau kemudian kajian terkait karakteristik dan tingkah laku manusia begitu banyak. Mulai dari psikologi, sosiologi sampai zodiak. Semua berkutat pada persoalan tingkah laku dan kebiasaan manusia.

Selain itu adanya kemampuan berpikir dan perasaan (hati) membuat manusia sering berkeinginan sesuatu, tapi melakukan hal yang lain. Kontradiksi antara perasaan dan pikiran itu pula yang terjadi menyikapi kepahlawanan. Dalam banyak konteks dan keadaan, manusia butuh pahlawan. Namun, tidak banyak yang memilih jadi pahlawan.

Itu bisa dimaklumi, sebab menempuh jalan kepahlawanan adalah melewati kesunyian. Para pahlawan memang demikian: hidup penuh pengorbanan dan mati dalam keterasingan berteman sunyi. Pahlawan itu sebuah anomali. Dipuja, tapi dilupakan. Kenangan terhadap mereka hanya sebatas konten dalam momen.

November, bulannya para pahlawan: Hari Pahlawan dan Hari Guru. Pada kenyataannya hanya sebatas seremonial semata tanpa keberlanjutan tindakan dan program yang menguatkan karakter kepahlawanan mereka. Setidaknya demikian di Mandailing Natal.

Sebut saja nama-nama mereka yang tertulis di Tugu Perintis di Kotanopan. Siapa yang kenal dengan perjuangan dan kisah mereka? Barangkali hanya keluarganya saja. Itu pun mereka yang terasing dari sapa dan keramahan pemerintah. Keabadian kepahlawanan mereka hanya sebatas tugu itu dan diziarahi pada malam kemerdekaan. Tanpa sekalipun melakukan kajian perjalanan kehidupan mereka sebagai satu catatan sejarah untuk jadi pijakan bagi generasi yang datang di belakang.

Bahkan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution tak mendapat penghormatan dan penghargaan sebagaimana jenderal besar lainnya, Soedirman. Patungnya berdiri megah di Ibu Kota Negara. Tentunya saja Pak Nas tidak harus dibuatkan patung, tapi setidaknya satu monumen bisa mewakili keberadaannya. Rumahnya yang tertinggal barangkali bisa dijadikan museum sebagaimana yang diterima Tan Malak atau Hatta di Sumatera Barat.

Roy Adam Lubis

Ah, namun demikianlah mereka para pahlawan: dilupakan dalam kesunyian. Tak heran jika tak banyak yang mau jadi pahlawan. Siapa yang sudi hidup penuh pengorbanan, tapi mati dalam keterasingan. Sunyi. Barangkali itu pula kenapa banyak yang tidak bersedia menjadi ‘guru’ meski ia mengajar di sekolah.

Hormatku untuk kalian para pahlawan: yang namanya tertulis di Tugu Perintis sana atau yang tak sempat tercatat sejarah. Tabik.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (1)

    Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (1)

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sesungguhnya Madina membutuhkan pengusaha-pengusaha. Usahawan, pebisnis, enterpreneur. Wiraswasta. Karena para usahawan ini memiliki peran besar menggerakkan roda perekonomian daerah di Mandailing Natal (Madina). Baik itu pengusaha berkaliber industri rumah tangga, UMKM hingga usaha berskala besar, Dan sesungguhnya merintis usaha, menjalankan perusahaan, mengembangkan skala usaha, hingga mempertahankan usaha bukan hal mudah. Itu memiliki tingkat kesulitan […]

  • Zubeir Lubis Ditetapkan Calon Wakil Ketua DPRD Madina

    Zubeir Lubis Ditetapkan Calon Wakil Ketua DPRD Madina

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (29/3) menetapkan  Ir. Zubeir Lubis sebagai calon wakil ketua DPRD. Penetapan ini  berdasar Surat Keputusan DPP Partai Kebangkitan Bangsa nomor : 10978/DPP-03/VI/A/2016 tertanggal 26 Januari 2016 mengisi kekosongan kursi wakil ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) yang ditinggalkan Jakfar Sukhairi Nasution  karena ikut Pilkada […]

  • Ini Dia 5 Masakan Khas Mandailing

    Ini Dia 5 Masakan Khas Mandailing

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ocha Lubis Kalau bicara tentang makanan, emang ga ada habisnya. Apalagi makanan tradisional khas Indonesia, pasti membuat kamu tergoda untuk segera mencicipinya. Seperti halnya dengan makanan khas yang unik dari salah satu suku di Provinsi Sumatera yaitu Mandailing. Penasaran gimana sih makanan khas dari Suku Mandailing ini? Yuk kita lihat di bawah ini. 1. […]

  • Satu Unit Rumah di Muara Parlampungan Ludes Terbakar

    Satu Unit Rumah di Muara Parlampungan Ludes Terbakar

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batang Natal ( Mandailing Online ): rumah milik Nasaruddin atau Caian di Desa Muaraparlampungan RT I Pasar, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), ludes dilalap sijago merah. Peristiwa itu terjadi pukul 20.00 wib malam ini sabtu 6/4/2024. Sumber Mandailing Online dilokasi api dengan cepat menghabiskan seisi rumah meski warga berupaya memadamkan api […]

  • Timnas Menang Muspida Syukuran

    Timnas Menang Muspida Syukuran

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Bupati Mandailing Natal Aspan Sopian Batubara bersama Muspida Plus Madina mengadakan syukuran atas kemenangan Timnas Indonesia melawan Filipina pada pertandingan laga kedua semifinal Piala AFF, Ahad (19/12/2010) malam, dengan menggelar santap siang sambil makan Durian Montong di Desa Sipaga-paga, Kecamatan Panyabungan Kota, Senin (20/12/2010). Selain Aspan, syukuran sekaligus untuk mempererat tali silaturahim tersebut dihadiri […]

  • Gunda Pietsch Bersyahadat Dua Kali

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gunda Pietsch, dididik keluarga yang tidak memandang penting posisi agama dalam hidup. Kedua orangtuanya tak lagi mengunjungi gereja sejak Gunda lahir. “Jadi, saya tidak mengenal Tuhan sejak lahir,” kata dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (13/11). Memasuki usia dewasa, Gunda berpikir tidak mungkin kehidupan ini berjalan begitu saja tanpa ada yang mengatur. Awalnya, sikap skeptis Gunda […]

expand_less