Minggu, 8 Nov 2026
light_mode

Gunda Pietsch Bersyahadat Dua Kali

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
  • print Cetak

Gunda Pietsch, dididik keluarga yang tidak memandang penting posisi agama dalam hidup. Kedua orangtuanya tak lagi mengunjungi gereja sejak Gunda lahir.

“Jadi, saya tidak mengenal Tuhan sejak lahir,” kata dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (13/11).

Memasuki usia dewasa, Gunda berpikir tidak mungkin kehidupan ini berjalan begitu saja tanpa ada yang mengatur. Awalnya, sikap skeptis Gunda lebih dominan. Namun, hati dan pikirannya tak bisa bohong.

Mulailah, ia mencari jawaban atas pertanyaan itu. Internet merupakan tempat pertama pencarian Gunda. Mulailah ia terlibat chat yang membahas masalah itu. Muncullah topik tentang Islam.”Di internet, saya chat dengan seorang pria, yang akhirnya menjadi suami saya,” kenang dia.

Bersama suaminya itu, Gunda terlibat satu diskusi mendalam tentang Islam dan Muslim. Mereka membahas soal Islam, Rasulullah Saw dan hari akhir. Pada akhirnya, bahasan itu justru membuat Gunda merasa nyaman.”Teman terbaikku selalu mengingatkanku agar tidak begitu saja menerima Islam. Dia paham apa yang terjadi, dan dia menghormati apa yang aku pilih kendati ia tidak berkenan,” ungkapnya.

Suatu hari, Gunda terdorong untuk mengunjungi Islamic Center di Wina. Di sana, ia mulai mengenakan pakaian serba tertutup. Ia pun mulai mengenakan kerudung.

Sepulangnya dari Islamic Center, Gunda mulai belajar mendirikan shalat diam-diam.Keputusan akhir Gunda pun tiba, ia utarakan keinginannya menjadi Muslim kepada keluarga dan sahabatnya. Keluarganya terkejut. Sahabatnya pun mempertanyakan alasan Gunda.”Keputusanku sudah bulat,” kata dia.

Tepat Juli 2012, Gunda mengucapkan dua kalimat syahadat di Maroko. Setelah syahadat, ia laksanakan shalat pertamanya. Setelah itu, banyak hal yang membuatnya gundah. Situasi ini sulit digambarkannya. Ia seperti merasakan tekanan hebat. Ia bingung entah harus berbuat apa.”Aku mulai berhenti shalat,” kata dia.

Situasi itu tak berlangsung lama, ketika ia kembali ke Wina. Di bandara, ia kenakan jilbab. Ini yang membuatnya harus bersyahadat lagi, karena statusnya menjadi Muslim belum tercatat dalam buku pernikahan. “Merasa aneh memang, tapi tidak masalah buatku,” kata dia.

Syahadat kedua itu, rupanya mengingatkan kembali Gunda untuk kembali kepada komitmen awalnya menjadi Muslim. Kepada keluarganya, ia tetap kenakan hijab. Namun, mereka tidak meminta Gunda melepas jilbabnya itu.Suatu hari, ia diterima di sebuah taman kanak-kanak. Beruntung, tempatnya bekerja tak mempermasalahkan jilbab yang dikenakannya.

“Tapi jilbab ini membuat orang lain tidak merasa nyaman, dan aku melepasnya beberapa tahun,” ungkapnya.

Setahun bekerja, bulan suci Ramadhan tiba. Ia merasa rindu dengan hijab. Mulailah kenakan jilbab kembali. Alhamdulillah, tak ada yang mempermasalahkan itu. Bahkan anak didiknya menyambutnya dengan gembira.”Rambutmu disembunyikan yah,” kata Gunda menirukan pertanyaan anak didiknya.Kini, ia memulai lagi dari awal mendalami Islam.

“Aku merasa beruntung. Banyak hal yang aku dapati selama perjalanan menjadi seorang Muslim, terima kasih Allah,” kenangnya.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kriminalitas Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya Versi IPW

    Kriminalitas Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya Versi IPW

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA –- Tindak kejahatan kian marak akhir-akhir ini. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengungkapkan ada sejumlah faktor yang membuat angka kriminalitas semakin merajalela. Menurut Neta, menghilangnya patroli polisi, baik menggunakan mobil maupun motor, menjadi penyebab utamanya. Padahal, jelas dia, jika patroli tersebut rutin dilakukan petugas kepolisian, maka pelaku kejahatan akan berpikir […]

  • Harga Karet Turun Rp2.000 per Kg

    Harga Karet Turun Rp2.000 per Kg

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, – Masyarakat Desa Saba Balik dan Desa Simartolu Perbatasan Kabupaten Palas dan Paluta mengeluh harga karet yang turun sejak dua bulan terakhir. Harga yang sebelumnya berkisar Rp8.000 per kilogram (kg) turun Rp2000 menjadi Rp6.000 per kg. Masyarakat setempat yang keseharian rata-rata penderes karet mengeluh disebabkan harga yang menurut, sehingga mereka tidak bisa lagi mencukupi […]

  • Tertib Ibadah Tanpa Campur Aduk, Arti Toleransi Sesungguhnya

    Tertib Ibadah Tanpa Campur Aduk, Arti Toleransi Sesungguhnya

    • calendar_month Selasa, 27 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Bulan Desember kembali lagi, menandakan tahun baru mendekati. Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Desember memiliki satu hari yang sakral bagi kaum Kristiani, yaitu hari Natal sebagai wujud keimanan mereka. Kemudian akan dilanjutkan dengan perayaan tahun baru yang juga merupakan bagian dari ibadah mereka. Meskipun untuk tahun baru sendiri kini […]

  • Silangit Koi: Wisata 3 Dimensi di Kotasiantar Panyabungan

    Silangit Koi: Wisata 3 Dimensi di Kotasiantar Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Keinginan Pemerintah Daerah Mandailing Natal (Madina) menjadikan Bumi Gordang Sambilan sebagai kota wisata tidak akan tercapai tanpa dukungan masyarakat. Spot-spot wisata dengan pengelolaan secara individual sangat dibutuhkan kehadirannya. Terlebih potensi wisata Madina sangat luar biasa. Dukungan para pengusaha atau badan-badan usaha desa dalam membentuk spot wisata baru akan memberikan dampak positif […]

  • BEM BLU-STAI Madina Periode 2011-2013 Dilantik

    BEM BLU-STAI Madina Periode 2011-2013 Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) Kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Badan Layanan Umum Sekolah Tinggi Agama Islam (BLU-STAI) Mandailing Natal untuk periode tahun 2011-2013 resmi dilantik meskipun pelantikan ini sempat tertunda, prosesi pelantikan berlangsung di halaman kampus BLU-STAI Madina di Jalan STAIM kelurahan Dalan lidang kecamatan Panyabungan, Kamis (9/2) Hadir dalam pelantikan senat mahasiswa ini Bupati Madina HM Hidayat […]

  • Harun Nasution Pamitan Sekaligus Siap Lanjut: “Target WRC 2028, IMI Sumut Solid Bersama”

    Harun Nasution Pamitan Sekaligus Siap Lanjut: “Target WRC 2028, IMI Sumut Solid Bersama”

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN,|| Mandailing Online – Musyawarah Provinsi IMI Sumatera Utara 2026 yang digelar Selasa, 2 Juni 2026 di Medan menjadi momen penting. Selain pengukuhan ketua baru periode 2026-2030, Musprov juga jadi ajang pamitan Harun Mustafa Nasution di akhir masa jabatannya 2021-2026. Harun dipastikan kembali memimpin IMI Sumut periode mendatang setelah menjadi satu-satunya Bakal Calon Ketua yang […]

expand_less