Rabu, 24 Jun 2026
light_mode

Gunda Pietsch Bersyahadat Dua Kali

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
  • print Cetak

Gunda Pietsch, dididik keluarga yang tidak memandang penting posisi agama dalam hidup. Kedua orangtuanya tak lagi mengunjungi gereja sejak Gunda lahir.

“Jadi, saya tidak mengenal Tuhan sejak lahir,” kata dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (13/11).

Memasuki usia dewasa, Gunda berpikir tidak mungkin kehidupan ini berjalan begitu saja tanpa ada yang mengatur. Awalnya, sikap skeptis Gunda lebih dominan. Namun, hati dan pikirannya tak bisa bohong.

Mulailah, ia mencari jawaban atas pertanyaan itu. Internet merupakan tempat pertama pencarian Gunda. Mulailah ia terlibat chat yang membahas masalah itu. Muncullah topik tentang Islam.”Di internet, saya chat dengan seorang pria, yang akhirnya menjadi suami saya,” kenang dia.

Bersama suaminya itu, Gunda terlibat satu diskusi mendalam tentang Islam dan Muslim. Mereka membahas soal Islam, Rasulullah Saw dan hari akhir. Pada akhirnya, bahasan itu justru membuat Gunda merasa nyaman.”Teman terbaikku selalu mengingatkanku agar tidak begitu saja menerima Islam. Dia paham apa yang terjadi, dan dia menghormati apa yang aku pilih kendati ia tidak berkenan,” ungkapnya.

Suatu hari, Gunda terdorong untuk mengunjungi Islamic Center di Wina. Di sana, ia mulai mengenakan pakaian serba tertutup. Ia pun mulai mengenakan kerudung.

Sepulangnya dari Islamic Center, Gunda mulai belajar mendirikan shalat diam-diam.Keputusan akhir Gunda pun tiba, ia utarakan keinginannya menjadi Muslim kepada keluarga dan sahabatnya. Keluarganya terkejut. Sahabatnya pun mempertanyakan alasan Gunda.”Keputusanku sudah bulat,” kata dia.

Tepat Juli 2012, Gunda mengucapkan dua kalimat syahadat di Maroko. Setelah syahadat, ia laksanakan shalat pertamanya. Setelah itu, banyak hal yang membuatnya gundah. Situasi ini sulit digambarkannya. Ia seperti merasakan tekanan hebat. Ia bingung entah harus berbuat apa.”Aku mulai berhenti shalat,” kata dia.

Situasi itu tak berlangsung lama, ketika ia kembali ke Wina. Di bandara, ia kenakan jilbab. Ini yang membuatnya harus bersyahadat lagi, karena statusnya menjadi Muslim belum tercatat dalam buku pernikahan. “Merasa aneh memang, tapi tidak masalah buatku,” kata dia.

Syahadat kedua itu, rupanya mengingatkan kembali Gunda untuk kembali kepada komitmen awalnya menjadi Muslim. Kepada keluarganya, ia tetap kenakan hijab. Namun, mereka tidak meminta Gunda melepas jilbabnya itu.Suatu hari, ia diterima di sebuah taman kanak-kanak. Beruntung, tempatnya bekerja tak mempermasalahkan jilbab yang dikenakannya.

“Tapi jilbab ini membuat orang lain tidak merasa nyaman, dan aku melepasnya beberapa tahun,” ungkapnya.

Setahun bekerja, bulan suci Ramadhan tiba. Ia merasa rindu dengan hijab. Mulailah kenakan jilbab kembali. Alhamdulillah, tak ada yang mempermasalahkan itu. Bahkan anak didiknya menyambutnya dengan gembira.”Rambutmu disembunyikan yah,” kata Gunda menirukan pertanyaan anak didiknya.Kini, ia memulai lagi dari awal mendalami Islam.

“Aku merasa beruntung. Banyak hal yang aku dapati selama perjalanan menjadi seorang Muslim, terima kasih Allah,” kenangnya.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertek Eselon II di Madina Disebut Sudah di BKSDM,  Mutasi Tinggal Tunggu Waktu

    Pertek Eselon II di Madina Disebut Sudah di BKSDM, Mutasi Tinggal Tunggu Waktu

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online-  Kabar terbaru berembus dari lingkup Pemkab Madina. Setelah beberapa bulan pasca asesmen, Pertimbangan Teknis (Pertek) untuk mutasi pejabat eselon II dikabarkan sudah berada di tangan BKSDM. Selasa 21/4/2026 Informasi yang beredar menyebut sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama akan bergeser ke jabatan baru. Ada 8 nama dan jabatan yang sudah keluar  Peraturan Teknis dari […]

  • Komisi IIITinjau Proyek di Panyabungan Timur

    Komisi IIITinjau Proyek di Panyabungan Timur

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Komisi III DPRD Madina Kamis, 04 Desember 2014 melakukan peninjauan proyek yang dinilai bermasalah di Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal. (Hol)

  • Stadion Sahala Muda Pakpahan Telantar

    Stadion Sahala Muda Pakpahan Telantar

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Stadion Sahala Muda Pakpahan di Dusun Tanjung Medan, Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terkesan ditelantarkan. Padahal, stadion ini yang merupakan satu-satunya yang memiliki lapangan berstandart nasional di Kecamatan Sipirok. Beberapa warga sekitar menyebutkan, sejak tahun 2008 lalu, kondisinya terkesan tanpa perawatan. Rumput yang tumbuh di sekeliling stadion menambah kesemrawutan […]

  • Kuasahukum Kasus Dugaan Penganiayaan Protes Jaksa di Madina Karena Menahan Kliennya Tanpa Surat Perpanjangan Penahanan

    Kuasahukum Kasus Dugaan Penganiayaan Protes Jaksa di Madina Karena Menahan Kliennya Tanpa Surat Perpanjangan Penahanan

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Pangiutan Tondi SH kuasa hukum Nazamuddin Siregar dalam kasus dugaan keterlibatan penganiayaan protes terhadap Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Madina) yang menahan kliennya tanpa ada surat perpanjangan penahanan. Nazamuddin diketahui sebelumnya diamankan kepolisian lantaran diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Sihepeng. “Klien kami ditahan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana […]

  • SDN 100760 Terancam Roboh

    SDN 100760 Terancam Roboh

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tiang Lapuk, Plafon Bolong, Atap Bocor Sektor pendidikan adalah salahsatu prioritas pembangunan nasional. Sayangnya, sarana pendidikan seperti, bangunan SDN 100760 Kecamatan Arse, Tapsel terancam roboh. Pasalnya, selain atap tiga ruangan bocor, plafon banyak yang bolong bahkan tiang penyangga atap lapuk. Jika bangunan sekolah ini tidak segera diperbaiki pemerintah, dikhawatirkan atap dan plafon sekolah itu akan […]

  • Varietas Padi Siganteng Kalahkan Produksi Nasional

    Varietas Padi Siganteng Kalahkan Produksi Nasional

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Demplot tanaman padi varietas lokal bernama Siganteng mampu memproduksi gabah 8,1 ton per hektar. Sementara produksi nasional masih sekitar 6 hingga 7 ton per hektar. Demplot dilakukan di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) yang dilakukan kelompok tani Desa Maju kerjasama Kodim 0212/TS dan Dinas Pertanian Madina, musim ini. […]

expand_less