Sabtu, 11 Apr 2026
light_mode

Gunda Pietsch Bersyahadat Dua Kali

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
  • print Cetak

Gunda Pietsch, dididik keluarga yang tidak memandang penting posisi agama dalam hidup. Kedua orangtuanya tak lagi mengunjungi gereja sejak Gunda lahir.

“Jadi, saya tidak mengenal Tuhan sejak lahir,” kata dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (13/11).

Memasuki usia dewasa, Gunda berpikir tidak mungkin kehidupan ini berjalan begitu saja tanpa ada yang mengatur. Awalnya, sikap skeptis Gunda lebih dominan. Namun, hati dan pikirannya tak bisa bohong.

Mulailah, ia mencari jawaban atas pertanyaan itu. Internet merupakan tempat pertama pencarian Gunda. Mulailah ia terlibat chat yang membahas masalah itu. Muncullah topik tentang Islam.”Di internet, saya chat dengan seorang pria, yang akhirnya menjadi suami saya,” kenang dia.

Bersama suaminya itu, Gunda terlibat satu diskusi mendalam tentang Islam dan Muslim. Mereka membahas soal Islam, Rasulullah Saw dan hari akhir. Pada akhirnya, bahasan itu justru membuat Gunda merasa nyaman.”Teman terbaikku selalu mengingatkanku agar tidak begitu saja menerima Islam. Dia paham apa yang terjadi, dan dia menghormati apa yang aku pilih kendati ia tidak berkenan,” ungkapnya.

Suatu hari, Gunda terdorong untuk mengunjungi Islamic Center di Wina. Di sana, ia mulai mengenakan pakaian serba tertutup. Ia pun mulai mengenakan kerudung.

Sepulangnya dari Islamic Center, Gunda mulai belajar mendirikan shalat diam-diam.Keputusan akhir Gunda pun tiba, ia utarakan keinginannya menjadi Muslim kepada keluarga dan sahabatnya. Keluarganya terkejut. Sahabatnya pun mempertanyakan alasan Gunda.”Keputusanku sudah bulat,” kata dia.

Tepat Juli 2012, Gunda mengucapkan dua kalimat syahadat di Maroko. Setelah syahadat, ia laksanakan shalat pertamanya. Setelah itu, banyak hal yang membuatnya gundah. Situasi ini sulit digambarkannya. Ia seperti merasakan tekanan hebat. Ia bingung entah harus berbuat apa.”Aku mulai berhenti shalat,” kata dia.

Situasi itu tak berlangsung lama, ketika ia kembali ke Wina. Di bandara, ia kenakan jilbab. Ini yang membuatnya harus bersyahadat lagi, karena statusnya menjadi Muslim belum tercatat dalam buku pernikahan. “Merasa aneh memang, tapi tidak masalah buatku,” kata dia.

Syahadat kedua itu, rupanya mengingatkan kembali Gunda untuk kembali kepada komitmen awalnya menjadi Muslim. Kepada keluarganya, ia tetap kenakan hijab. Namun, mereka tidak meminta Gunda melepas jilbabnya itu.Suatu hari, ia diterima di sebuah taman kanak-kanak. Beruntung, tempatnya bekerja tak mempermasalahkan jilbab yang dikenakannya.

“Tapi jilbab ini membuat orang lain tidak merasa nyaman, dan aku melepasnya beberapa tahun,” ungkapnya.

Setahun bekerja, bulan suci Ramadhan tiba. Ia merasa rindu dengan hijab. Mulailah kenakan jilbab kembali. Alhamdulillah, tak ada yang mempermasalahkan itu. Bahkan anak didiknya menyambutnya dengan gembira.”Rambutmu disembunyikan yah,” kata Gunda menirukan pertanyaan anak didiknya.Kini, ia memulai lagi dari awal mendalami Islam.

“Aku merasa beruntung. Banyak hal yang aku dapati selama perjalanan menjadi seorang Muslim, terima kasih Allah,” kenangnya.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Supangat Dipukul Preman di Markas Polres Madina

    Supangat Dipukul Preman di Markas Polres Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penganiayaan terjadi di markas Polres Mandailing Natal (Madina) pada Sabtu malam (2/5/2020) lalu. Supangat (55) warga Sinunukan Kecamatan Batahan dianiaya oleh Isman warga Batahan. Sebelum kejadian, Supangat beserta sejumlah pengurus Koperasi Sawit Murni lainnya di Kecamatan Batahan melaporkan kasus pencurian yang dilakukan beberapa orang yang diduga dari kelompok Tarman Tanjung pada […]

  • Kemana Gaddafi Setelah Tripoli Jatuh?

    Kemana Gaddafi Setelah Tripoli Jatuh?

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TRIPOLI : Kekuasaan pemimpin Libya, Moammar Khadafi, di ujung tanduk. Para pemberontak telah memasuki Ibukota Tripoli. Bagaimana nasib pemimpin eksentrik ini jika terguling? Seperti dilaporkan Al Jazeera, Khadafi diduga bakal kabur. Dua pesawat terbang dilaporkan diparkir di landasan Bandara Tripoli, siap membawanya ke lokasi pelarian yang belum diketahui. Sementara, ‘putra mahkota’ Said Khadafi yang saat […]

  • Tepatkah Penghentian Pelayanan Poliklinik di Tengah Pandemi?

    Tepatkah Penghentian Pelayanan Poliklinik di Tengah Pandemi?

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pasca Dokter Spesialis di RSU Panyabungan Terjangkit Covid-19 Oleh: Novida Sari Ketua Muslimah Peduli Generasi Kabupaten Mandailing Natal Salah seorang dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan Positif Covid-19. Hal ini menyebabkan belasan tenaga medis RSUD Panyabungan menjalani tes swab. Mereka yakni dokter, bidan hingga perawat yang melakukan kontak langsung dengan dokter LD. […]

  • Penilaian tahap II Lomba Inovasi daerah tahun 2023

    Penilaian tahap II Lomba Inovasi daerah tahun 2023

    • calendar_month Sabtu, 28 Okt 2023
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online) Bertempat Di Aula Bapperida Pada Jumat 27/10 Kelanjutan Dari Lomba Inovasi Daerah yakni tahap Penilaian 2 yang memilih 10 Inovasi Daerah Kabupaten Mandailing Natal. Peserta Inovasi daerah yang lolos Tahap 2 Yaitu Simasgara dari BKD, Baginda Madina dari Bapperida, Melayani dengan Sijeges dari RSUD Panyabungan. Bersiap Matoga Dari Puskesmas Longat, Saru Satahi […]

  • 2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

    2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 4 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 2.000 massa kaum muslim melakukan zikir akbar dan istighostah di lapangan Jl.Abri, Panyabungan, Mandailing Natal dalam mendukung aksi demo Bela Islam Jilid II hari ini 4 November 2016 di Jakarta. Ummat Muslim berkumpul di lapangan itu usai solat Jum’at yang berdatangan dari berbagai penjuru Panyabungan serta luar Panyabungan. Untuk menghindari […]

  • Bank Sumut Buka Capem di Pasar Baru Panyabungan

    Bank Sumut Buka Capem di Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bank Sumut Buka Capem di Pasar Baru Panyabungan MedanBisnis – Panyabungan. Pembukaan kantor cabang pembantu (capem) Bank Sumut Pasar Baru Panyabungan yang diresmikan Pj Bupati Mandailing Natal, Aspan Sopyan Batubara, Wakil Ketua DPRD Madina Fahrizal Efendi Nasution SH, Senin (25/4) bertujuan memperluas jangkauan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat atas jasa perbankan . “Ini merupakan komitmen kami […]

expand_less