Kamis, 18 Jun 2026
light_mode

Kasus PPPK Madina Dalam Pandangan Tokoh Mandailing Natal

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
  • print Cetak

Alirahman Nasution

MADINA ( Mandailing Online ): Tokoh Mandailing Natal (Madina) Ali Rachman, SH menilai kasus suap PPPK Madina 2023 yang saat ini sedang bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) harus dilihat secara menyeluruh. Tidak bisa dipecah-pecah menjadi satu-satu. Sehingga harus dilihat secara konstruktif, proposianal dan masuk akal.

“Untuk membedah kasus PPPK ini harus dilihat ujung pangkalnya, secara menyeluruh. Dengan kajian-kajian hukum dan kajian empiris akademik. Karena dalam adagium hukum, dalam mengungkapkan sebuah kasus harus ditentukan benang merahnya,” ungkap Ali Rachman Nasution yang juga merupakan Tokoh Pers Tabagsel kepada Media Kamis (19/09/24).

Beliau menjelaskan benang merah ini digunakan untuk memetakan siapa saja yang bertanggungjawab. Sehingga bisa menghasilkan hasil yang jelas dan terang benderang. Serta tidak mengakibatkan bias.

“Bias ini dikhawatirkan akan mengorbankan kepentingan pribadi ataupun menjadi tunggangan kelompok-kelompok lain. Sehingga tidak boleh ada yang merasa menjadi korban atau bahkan mengorbankan orang yang tak bersalah,” jelasnya.

Mantan Anggota DPRD Madina ini pun menganalogikan kasus Pungli dalam PPPK 2023 Madina seperti kejadian pasar gelap. Dimana pasar gelap itu memiliki owner atau orang yang bertanggungjawab.

“Dalam kasus PPPK di Madina ini, yang jelas menjadi penanggung jawab rekrutmen adalah Bupati, Wakil Bupati serta Sekda yang berperan selaku Ketua Panitia seleksi. Mereka inilah owner dalam pasar gelap PPPK 2023 di Madina,” tegas Ali Rahman.

Dia pun menyebutkan enam terdakwa yang sudah disidang merupakan operator lapangan saja. Sehingga mereka harus selalu memberikan laporan kepada penanggung jawab atau owner dari “Pasar Gelap” PPPK 2023 itu.

“Oleh karenanya, ke 6 terdakwa ini harus berani bersuara membongkar kasus ini secara transparan. Agar tidak menjadi korban sepihak saja,” ungkapnya.

Ali Rachman menambahkan sebagai Lembaga Legislatif, DPRD Madina bisa menggunakan Hak Angketnya untuk membuka dan menyelidiki kebijakan yang dibuat oleh Pemkab Madina.

“DPRD Madina telah melaksanakan Hak Menyatakan Pendapat tentang kasus PPPK Madina tanggal 28 Desember 2023, dengan mengeluarkan tiga rekomendasi yang tak digubris Bupati. Sejatinya, DPRD Madina harus menindak lanjutinya dengan Hak Angket atau bisa langsung melakukan Hak Interplasi,” pungkas Ali Rachman yang juga merupakan mantan Ketua KNPI Tapsel. (Ril )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumpang Sari Kakao-Kelapa Di Panyabungan Barat

    Tumpang Sari Kakao-Kelapa Di Panyabungan Barat

    • calendar_month Kamis, 10 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tumpangsari antara pohon kelapa dengan pokok kakao terbukti cukup bagus dalam budidaya kakao, sehingga tanaman pelindung kakao tidak melulu tanaman jenis Gamal. Petani di beberapa desa Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal (Madina) sudah lama melakukan tumpang sari antara pohon kelapa dengan tanaman kakao milik mereka, dan cukup berhasil. Selain hasil panen […]

  • Seputar Kasek Tampar Murid

    Seputar Kasek Tampar Murid

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ST: Saya Telah Minta Maaf TAPTENG-; Kepala SMP Swasta Al Maidar Pandan, ST yang menampar siswanya Syaiful Amri (16) pada Senin (25/10) lalu telah menunjukkkan itikad baiknya dengan mendatangi orangtua siswa Kamis (28/10) lalu untuk meminta maaf. Kepala sekolah tersebut mengakui bahwa dirinya telah emosi dan khilaf, hingga menampar siswanya. Demikian dikatakan ST yang menemui […]

  • Dimintai Data Karyawan Oleh Dinas Tenaga Kerja Madina, Sejumlah Perusahaan Perkebunan Mangkir

    Dimintai Data Karyawan Oleh Dinas Tenaga Kerja Madina, Sejumlah Perusahaan Perkebunan Mangkir

    • calendar_month Selasa, 3 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Sejumlah perusahaan Perkebunan di Mandailing Natal ( Madina ) mangkir dalam panggilan terkait pendataan tenaga kerja perusahaan. hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Madina Erman Gafar Nasution pada Mandailing Online diruang kerjanya 3/10/2023. Dikatakannya, pemanggilan itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2021 dan Peraturan Daerah nomor […]

  • Warga Madina Dihimbau Hindari Maksiat dan Ajaran Sesat

    Warga Madina Dihimbau Hindari Maksiat dan Ajaran Sesat

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mandailing Natal, Drs. H Syamsir Batubara kembali mengimbau seluruh masyarakat, utamanya masyarakat  Mandailing Natal (Madina) agar sama-sama menghindari maksiat yang merugikan diri sendiri dan tidak terpengaruh terhadap ajaran sesat yang sudah masuk ke Madina. “Madina saat ini seolah-olah menjadi target pelaku-pelaku maksiat. Hal ini terbukti dengan […]

  • RSU Panyabungan Akan Jadi RS Rujukan di Tabagsel

    RSU Panyabungan Akan Jadi RS Rujukan di Tabagsel

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – RSU Panyabungan di Panatapan, disiapkan sebagai hub regional dan rujukan bagi pasien dari kabupaten/kota di sekitar Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Itu diungkapkan Direktur RSUP H. Adam Malik Medan dr. Zainal Syafri usai meninjau progres pembangunan RSUD Panyabungan di Mandailing Natal, bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution didampingi Direktur dr. Muhammad […]

  • Perjalanan Mantan Wartawati AS Menggapai Islam

    Perjalanan Mantan Wartawati AS Menggapai Islam

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga penganut Kristen Lutheran di Missouri, Amerika Serikat, Kristin Szremski tidak pernah merasa puas dengan kehidupan spiritualnya. Hal itu lantas mendorongnya untuk berpindah keyakinan ke agama Katolik di usia 40 tahun. Namun, pada 2001, perempuan itu akhirnya memilih Islam sebagai tempat berlabuh. Sejak itulah ia merasakan kebahagiaan yang sempurna dalam […]

expand_less