Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Ketika Pendidikan Sekuler Gagal, Bullying Jadi Tradisi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • print Cetak

Oleh: Nesty Laila Sari

Siswa korban perundungan atau bullying di Tangerang Selatan, MH (13), meninggal dunia setelah sepekan dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia)

Informasi meninggalnya korban bullying itu dibenarkan oleh kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho. “Pada pukul enam pagi, keluarga yang ada di rumah mendapat kabar dari paman korban yang berada di rumah sakit,” ujar Alvian, Minggu (16/11). Setelah mendapat laporan tersebut, pihak keluarga langsung menuju RS Fatmawati untuk menjemput jenazah korban.

Peristiwa itu terjadi di SMP negeri di Tangerang Selatan pada 20 Oktober 2025, di ruang sekolah saat hendak jam istirahat. Saat itu korban dipukul menggunakan bangku besi di bagian kepala. Setelah kejadian itu, pada Selasa (21/10) korban mulai mengeluh rasa sakit akibat kejadian tersebut. Saat pihak keluarga melakukan proses perdamaian, ternyata korban mengaku sudah sering menerima bullying, mulai dari dipukul hingga ditendang.

Kakak korban, Rizki, menyebut adiknya sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Tangsel karena kondisinya semakin parah. Ia kemudian dirujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni, mengatakan pihaknya sudah memediasi orang tua korban dan terduga pelaku. “Masing-masing orang tua sudah bertemu dengan pihak sekolah,” katanya.

Semakin maraknya bullying hingga berujung hilangnya nyawa terus berulang karena tidak adanya tindakan lanjut terhadap pelaku, termasuk sanksi dari sekolah yang mampu memberikan efek jera. Faktor penyebab lainnya adalah pengaruh media sosial yang memperparah aksi bullying, bahkan menjadikannya candaan. Hal ini menunjukkan terjadinya krisis adab dan hilangnya fungsi pendidikan.

Ini juga menunjukkan adanya masalah serius pada kepribadian generasi saat ini. Kepribadian yang rapuh merupakan hasil dari pendidikan yang terpengaruh  kapitalisme-sekuler, yaitu sistem yang memisahkan agama dari kehidupan.

Sistem ini terbukti gagal membentuk kepribadian remaja saat ini. Sistem sekuler hanya membuat generasi fokus mengejar prestasi fisik, sekaligus mengabaikan pengajaran agama dalam arti sesungguhnya. Agama dalam sistem sekuler hanya dijadikan teori tanpa aktualisasi; hanya sekadar diketahui sebagai pelengkap sehingga tidak memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan karakter generasi.

Di sisi lain, paradigma batas usia anak di Indonesia juga memengaruhi cara menerapkan sanksi dan solusi masalah. Indonesia yang berkiblat pada pandangan Barat menganggap seseorang dewasa pada usia 18 tahun. Paradigma ini menyebabkan anak yang sudah balig diperlakukan sebagai anak-anak, padahal mereka sudah dapat dibentuk menjadi generasi tangguh dengan pola pikir Islam. Sebaliknya, mereka justru tumbuh sebagai generasi rapuh dengan pola pikir sekuler.

Dalam Islam, tujuan utama pendidikan adalah membentuk pola pikir dan pola sikap Islam sehingga melahirkan kepribadian Islam pada diri generasi. Hal ini telah dibuktikan dalam sejarah Islam, sebagaimana Rasulullah SAW mendidik para sabiqūnal awwalūn dan bagaimana generasi setelahnya melahirkan pemuda-pemuda tangguh seperti Muhammad Al-Fatih, Usamah bin Zaid, Shalahuddin Al-Ayyubi, dan lainnya. Mereka telah mengukir sejarah besar bagi agama dan kehidupan ini.

Proses pendidikan dalam Islam dilakukan secara intensif. Pembentukan pola pikir dan pola sikap islami tidak hanya berfokus pada nilai materi, tetapi juga nilai maknawi dan ruhiyah.

Bullying akan selesai jika sistem pendidikan islam diterapkan secara paripurna. Tentu sistem pendidikan islam hanya bisa ditegakkan dalam naungan negara islam. Maka mari kita perjuangankan agar sistem islam ditegakan dalam bingkai negara.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Akui Belum Ada Plasma Untuk Warga Batahan I

    Pemkab Madina Akui Belum Ada Plasma Untuk Warga Batahan I

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPI TAK BERANI MEMBEBERKAN PENYEBABNYA PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Kehutanan Perkebunan Mandailing Natal mengakui bahwa realisasi kebun plasma dari PT. Palmaris kepada warga Batahan I belum ada. Itu dikatakan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan Perkebunan Mandailing Natal, Nirwan,SH menjawab Mandailing Online, Kamis (14/4/2016) di ruang kerjanya. Nirwan mengaku bahwa kebun plasma belum ada […]

  • Jelang Mudik Lebaran, Polres Madina Dirikan 3 Posko

    Jelang Mudik Lebaran, Polres Madina Dirikan 3 Posko

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Untuk memperlancar dan kenyamanan arus mudik lebaran, Polres Mandailing Natal (Madina) telah mendirikan tiga posko penanganan lalu lintas. Posko utama di Kecamatan Panyabungan, posko kedua di Kecamatan Siabu dan posko ketiga di Kecamatan Kotanopan. Ketiga posko tersebut berada di jalan Lintas Sumatera. Pendirian posko ini merupakan rangkaian program Operasi Ketupat […]

  • Terpenting Pemuda Turut Andil Membangun Madina

    Terpenting Pemuda Turut Andil Membangun Madina

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua KNPI Mandailing Natal (Madina) Khairil Amri yang baru saja dilantik menyebutkan pengurus tidak berharap banyak selain pemuda turut andil dalam membangun daerah. “Kami tidak berharap banyak, yang terpenting pemuda bisa turut andil dalam pembangunan Madina dan bisa dirasakan kesejahteraan seperti cita – cita kemerdekaan,” katanya dalam sambutannya, Jumat (12/8). Pelantikan […]

  • Kabut Asap Landa Madina

    Kabut Asap Landa Madina

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diselimuti kabut asap sejak Rabu pagi (26/6/2013). Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait tentang tingkat ketebalan kabut asap ini. Meski belum mengganggu arus lalu lintas karena jarak pandang masih normal, sejumlah warga kota Panyabungan mengaku sangat resah terhadap asap ini karena bisa berdampak […]

  • Izin Berkemah, Siswi SD Dicabuli Lalu Dipenggal

    Izin Berkemah, Siswi SD Dicabuli Lalu Dipenggal

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siantar- Dikira turut serta berkemah di organisasi Pramuka Sekolah, Dewi Hartati (10) justru raib selama 5 hari. Setelah melakukan pencaharian, ternyata bocah ini ditemukan sudah jadi mayat busuk tidak jauh dari lokasi sekolahnya di SD Muhammadiyah, Kecamatan Sialu Laut, Asahan, Selasa (7/2). Tragisnya, mayat sudah membusuk serta kepala terpisah dengan tubuhnya. Kuat dugaan, korban sengaja […]

  • Tes Kehamilan Usai Libur Panjang, Seks Bebas Makin Meresahkan

    Tes Kehamilan Usai Libur Panjang, Seks Bebas Makin Meresahkan

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Pemerhati Umat Kehidupan generasi muda kita tak lagi aman. Budaya Barat yang masuk ke negeri ini nyatanya tidak disaring dengan benar dan membahayakan nasib generasi ke depan. Seks bebas, salah satu budaya rusak yang lahir dari kehidupan sekuler kini memengaruhi penduduk negeri mayoritas muslim ini. Sungguh miris, negara tak mengambil peran dengan […]

expand_less