Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Ketika Penonton Terbius Pentas Drama “Si Naknun”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
  • print Cetak

Adegan dialog Si Naknun dan Tiara

Pementasan drama “Si Naknun” karya budayawan Askolani Nasution, Senin lalu menuai kesuksesan yang luar biasa.

Bagi yang tidak hadir di pementasan ini, akan berkesempatan menontonya di kanal YouTube, kemungkinan tayang dalam beberapa hari lagi.

Kesukesan ini bahkan melampaui keberhasilan drama “Multatuli” yang juga digarap Askolani sekitar 2 tahun lalu di Taman Raja Batu.

Diadaptasi dari serial “Si Naknun” yang secara berkala diposting pada akun pribadinya “Askolani II” di laman facebook.

Serial itu juga telah diterbitkan dalam buku dengan judul serupa: Si Naknun.

Selain dalam bentuk pementasan, karya ini juga tengah diangkat ke dalam film dengan judul yang sama. Kini produksi film “Si Naknun” sedang dalam tahap dubbing.

Pementasan drama “Si Naknun” berlangsung pada Senin (4/10/2021) lalu di Laboratorium Seni SMAN 2 Plus Panyabungan, Mandailing Natal (Madina).

Pentas drama “Si Naknun” dipersembahkan Sanggar Samirasa, Forum Penulis Madina bekerjasama dengan Sanggar Tano Sere SMA Negeri 2 Plus Panyabungan, disponsori Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh.

Drama “Si Naknun” ini dikemas dalam bentuk komedi satir. Plot dan dialog serta kemapuan akting para pemainnya mampu membius penonton.

Penonton benar-benar terhanyut dari adegan ke adegan sejak awal hingga akhir yang berdurasi 45 menit.

Para pemain berasal dari Forum Penulis Madina, Sanggar Samisara dan Sanggar Tano Sere.

Pementasan ini sangat berhasil, memperoleh pujian luar biasa dari penonton usai pagelaran.

Sosok tokoh pemuda “Naknun” yang polos, bersahaja, jujur, ikhlas berhasil diperani oleh aktor kawakan Mandailing, Erwin Parsaulian Lubis.

Erwin mampu menunjukkan sosok Si Naknun sebagaimana karakter yang dibayangkan pembaca saat membaca serial “Si Naknun” dalam postingan-postingan Askolani Nasution di laman facebook.

Apalagi sosok Tiara sangat hidup diperani Ghina Ulfah Fadhilah Lubis dari Sanggar Tano Sere SMA Negeri 2 Plus Panyabungan.

Dialog kocak dan satir kian memukau karena didukung kekuatan audio dan tata pencahayaan yang bagus.

Akting para pemain sangat kuat menjadikan drama ini benar-benar sangat memukau, layaknya menonton suatu film.

Tokoh Si Naknun merupakan type rakyat jelata yang tidak terbahagiakan oleh sistem suatu negara.

Ditengah belitan kemiskinan, Si Naknun tetap menjadi sosok yang dikagumi karena ikhlas dalam kepapan.

Drama “Si Naknun” ini menimbulkan kesadaran bahwa para seniman Mandaling telah mampu menunjukkan bahwa teater kontemporer di daerah ternyata tersetarakan dengan teater kontemporer skala nasional.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenhut Sediakan Lahan 9 Hektar untuk Pengungsi Sinabung

    Kemenhut Sediakan Lahan 9 Hektar untuk Pengungsi Sinabung

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Kehutanan RI menyediakan lahan seluas 9 hektar di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara guna dijadikan penampungan untuk para pengungsi bencana erupsi Gunung Sinabung. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan, lahan tersebut disediakan oleh Kemenhut guna mengantisipasi kekurangan lahan yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat. Meski, diakuinya lokasi lahan tersebut agak jauh, sekitar 20 […]

  • Wawancara dengan Askolani CEO Tympanum Novem (Bagian II)

    Wawancara dengan Askolani CEO Tympanum Novem (Bagian II)

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Banyak kemajuan yang sudah dicapai Tympanum Novem sejak muncul tahun lalu melalui film perdana Mandailing “Biola Na Mabugang”. Banyak pihak yang menyebutkan bahwa film ini mengawali gerbong dinamika genre baru dalam segmen hiburan di kawasan Mandailing dan bekas daerah Tapanuli Selatan secara umum. Dalam sebuah kesempatan di tengah-tengah penggarapan film “Lilu”, kami menyempatkan wawancara dengan […]

  • Bupati Madina Ke Depan Jangan Lagi Hobi Menangis

    Bupati Madina Ke Depan Jangan Lagi Hobi Menangis

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Memperjuangkan wilayah Mandailing Natal menjadi sebuah Daerah Otonomi Baru bukanlah semudah membalik telapak tangan, karena itu membicarakan seorang bupati/wakil bupati (pemimpin) untuk wilayah kita sangat tidak elok sekali kalau seorang pemimpin suka menangis dan juga tak tegar. Sebab menjadi pemimpin di Bumi Gordang Sambilan harus tegar dan tidak boleh menangis menghadapi masyarakat. Demikian sekelumit […]

  • Inovasi Baru Seorang Petani di Huraba, Produksi Padi 118 Kaleng Per Bun-Bun

    Inovasi Baru Seorang Petani di Huraba, Produksi Padi 118 Kaleng Per Bun-Bun

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Seorang petani bernama Edi Ibrahim di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) berhasil memperoleh hasil produksi padi sebesar 118 kaleng per bun-bun untuk varietas Inpari Sidenuk dan 150 kaleng untuk varietas Siganteng. Perolehan ini berkat inovasi perlakuan pola baru pada tanaman padi yang diterapkan Edi Ibrahim. Satu bun-bun setara […]

  • Idul Fitri, Salaman dan Toleransi di Tengah Keberagaman

    Idul Fitri, Salaman dan Toleransi di Tengah Keberagaman

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Moechtar Nasution   Idul Fitri sebagai hari kemenangan bukan hanya bermakna sebagai pembebasan sekaligus pembersihan secara personal menuju kefitrian setelah berjuang sebulan penuh melaksanakan Ibadah Shoum namun juga memiliki makna perekat dan pemersatu diantara sesama masyarakat ditengah kemajemukan beragama yang merupakan anugerah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia. Inilah […]

  • Produksi Karet Menurun Dratis di Madina

    Produksi Karet Menurun Dratis di Madina

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Tingginya curah hujan dalam beberapa waktu belakangan ini, membuat produksi karet petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami penurunan. Bahkan, penurunan sangat drastis terjadi sejak seminggu terakhir sehingga sangat berdampak pada perekonomian petani. “Satu minggu terakhir kita tidak bisa menderes (menyadap karet -red) akibat tingginya curah hujan, hal ini sudah mulai berdampak pada stok […]

expand_less