Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Komunitas Santet Banten Spontan akan Serang KPK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
  • print Cetak

JAKARTA, (Mandailing Online) – Kesaktian Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah memang tak dapat dipandang sebelah mata. Alam nyata dan metafisika seakan bercampur aduk saling melengkapi kisah keluarga dan perjalanan karirnya.

Tak pelak, Atut dipandang lebih, hingga keluarganya dapat mencengkeram daerah yang tersebut.

Mungkin tidak tanpa sebab, Atut semakin menggurita di Banten. Selain pengaruh Tb Chasan Sochib, ayah Atut yang masih kental membaluti dinastinya hingga saat ini. Di jalur politik pun, pendukung Atut terus bertambah. Dari kalangan masyarakat biasa, pelajar, kolega, hingga kaum spriritualis.

Namun, apa disangka, ternyata keluarga Atut yang terkenal besar pengaruh magisnya itu, diam-diam dipantau KPK, lembaga antikorupsi yang memiliki dukungan besar dari masyarakat Indonesia.

Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik kandung Ratu Atut seakan menjadi gerbang masuk lembaga pimpinan Abraham Samad Cs itu ‘mengobok-obok’ benteng keluarga pendekar Banten itu.

Mendapat angin segar, karena banyak didukung masyarakat Indonesia, KPK bak rudal yang terus melesat menghancurkan tirani di Banten. Tampak jelas, setelah mencocok Wawan yang merupakan suami Walikota Tangerang Selatan, Airin Diany Rachmi, KPK langsung mencegah Ratu Atut bepergian ke luar negeri.

Bahkan, hari ini, Jumat (11/10/2013), penyidik memanggil Atut untuk menjalani pemeriksaan saksi terkait kasus dugaan suap penanganan sengketa Pilbub Lebak, Banten.

Apakah ini menandakan kekuatan Atut mulai menghilang ?

Ki Gendeng Pamungkas, tokoh spiritualis yang mengenal baik keluarga Atut sejak tahun 90-an itu tegas menyatakan tidak.

Justru dari kacamata spiritualnya, ‘bumerang’ akan berbalik ke lembaga antirasuah tersebut. Namun, tidak di jalur nyata, tetapi hal-hal gaib yang akan mendominasi keadaannya nanti.

“Komunitas santet Banten dan Sukabumi dan Cianjur Selatan akan dengan spontan akan menyerang para Ketua KPK. Mereka melakukan itu bukan karena disuruh Atut atau pihak manapun. Jadi masalah dukun santet yang akan melakukan serangan gaib spontan karena sejarah batin haji Chasan degan tokoh spiritual di kedua wilayah tersebut sangat kuat secara spiritual,” kata pria pemilik nama asli Isanmasardi itu berbincang dengan Tribun, Kamis (10/10/2013) malam.

Sebetulnya, hasil penerawangan Ki Gendeng, KPK sudah sering dikirimi santet sebelumnya. Bahkan, terang dia, sudah ada beberapa penyidik menjadi korban ‘ilmu hitam’ tersebut. Namun tak terpublish di media.

“Saya percaya banyak penyidik KPK yang kena santet, tapi pastinya mereka tidak akan mengakuinya,” kata Ki Gendeng.

Karena itu rumor adanya santet asal tanah Banten, kata Ki Gendeng bukan isapan jempol belaka. Apalagi, sambung dia saat ini salah satu penguasanya yang tengah diganggu.

“Jadi dengan kasus ini akan bertambah banyak lagi simpatisan tokoh-tokoh santet membantu Atut karena kedekatan emosional almarhum ayahnya,” ujarnya.

Saat ditanya, seberapa kuat sekarang yang melindungi Atut dari jalur metafisik, Ki Gendeng mengatakan sangat kuat.

Sementara KPK, juga terus mendapat sumbangan kekuatan. Tidak hanya dari pihak lembaga penegak hukum lain dan mahasiswa, tetapi kaum religius Banten pun siap membantu. Bahkan, usai melakukan pertemuan dengan piminan KPK, Kamis (10/10/2013) siang, sejumlah tokoh dan kiai dari Banten menyatakan siap membentengi lembaga superbodi itu dengan tim anti-santetnya.

“(Antisipasi serangan santet), ini ‘kan yang hadir ada kyai-kyai. Jadi jangan khawatir itu,” kata salah satu tokoh Banten, Ahmad Subadri di kantor KPK.

Sementara Ketua KPK, Abraham Samad tegas menyatakan perlawanan. Pihaknya, terang Abraham tidak akan pandang bulu dalam menuntaskan kejahatan korupsi di Indonesia.

“Biar saja Atut dilindungi jawara, KPK dilindungi Tuhan,” kata Abraham.(tribun)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sati Nasution Willem Iskander, 1840-1876 (2)

    Sati Nasution Willem Iskander, 1840-1876 (2)

    • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Oleh Basyral Hamidy Harahap (Diposting oleh: Erond L. Damanik, M.Si – Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Lembaga Penelitian-Universitas Negeri Medan) Jadi sudah pasti Charles Adriaan van Ophuysen tak pernah bertemu dengan Willem Iskander, apatah lagi sebagai guru bagi Willem Iskander. Yang benar adalah, ada murid Willem Iskander yang sejawat Charles Adriaan van Ophuysen sebagai […]

  • Rumput Laut Strategis sebagai Bahan Bakar Utama

    Rumput Laut Strategis sebagai Bahan Bakar Utama

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Komoditas rumput laut dinilai sangat strategis dijadikan sebagai bahan bakar nabati utama dan Indonesia harus menetapkan strategi penggunaan rumput laut sebagai bahan bakar nabati utama. Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Soen`an H Poernomo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat menyebutkan, rumput laut harus dijadikan prioritas antara […]

  • Dodi Martua Ketua Pansus SMGP

    Dodi Martua Ketua Pansus SMGP

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dodi Martua ditetapkan mengetuai Panitia Khusus (Pansus) DPRD Mandailing Natal tentang tragedi Sibanggor di wilayah kerja PT SMGP. Dodi Martua tercatat sebagai anggota DPRD dari Partai Demokrat Daerah Pemilihan Madina 1. Sedangkan wakil ketua Pansus dipercaya kepada Ahmad Budiman Borotan politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Dapil Madina 1. Anggota […]

  • Menyoroti Perlindungan Keamanan Hakiki Negara atas Warga Negara

    Menyoroti Perlindungan Keamanan Hakiki Negara atas Warga Negara

    • calendar_month Jumat, 1 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal   Penemuan jenazah terjadi di penghujung tahun 2020. Sesosok mayat pria ditemukan terapung di bawah steker tangkahan Ikan Beringin di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sumatera Utara senin (21/12) pagi. Korban diduga meninggal karena sakit dan tidak memiliki tempat tinggal di Sibolga (antarasumut, […]

  • Hadirkan Gagasan Membangun di Pilkades Madina

    Hadirkan Gagasan Membangun di Pilkades Madina

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Putra Batang Natal* Tak lama lagi 256 desa di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut akan melaksanakan pesta demokrasi, tepatnya tanggal 21 Agustus tahun 2023. Ini merupakan pemilihan kepala desa sebelum kita menyambut pesta demokrasi yang lebih besar yaitu Pemilihan Umum pada tahun 2024 yaitu pemilihan presiden, anggota DPR, DPD dan Kepala Daerah. […]

  • Kabut Asap Selimuti Madina, Disdikbud Instruksikan Sekolah PAUD Hingga SMP Belajar dari Rumah Mulai Besok

    Kabut Asap Selimuti Madina, Disdikbud Instruksikan Sekolah PAUD Hingga SMP Belajar dari Rumah Mulai Besok

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Madina mengambil langkah cepat. Disdikbud Madina resmi mengeluarkan Surat Edaran untuk memberlakukan kembali sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh jenjang pendidikan. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 420/3200/DISDIKBUD/2026 tertanggal Panyabungan, 14 Oktober 2026, yang […]

expand_less