Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Korban Tambang Emas Huta Bargot dari Barbaran dan Sidempuan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2015
  • print Cetak

 

HUTA BARGOT (Mandailing Online) – Jumlah korban meninggal dunia di penambangan emas, perbukitan Huta Bargot, Kecamatan Huta Bargot, Mandailing Natal yang terjadi sekira pukul 2:30 dini hari Selasa (18/8), masih simpang siur.

Penyebab meninggalnya para penambang juga masih belum jelas. Ada informasi, penyebabnya akibat meledaknya tangki penyembur api yang dimodifikasi dari tangki petromak. Ada juga info menyebutkan akibat terbakarnya ram kayu penyangga lobang yang menimbulkan asap tebal di dalam lobang sehingga mengganggu pernafasan para korban.

Sementara itu, informasi yang beredar di Huta Bargot, masih ada sekitar 5 orang lagi di dalam lobang yang sejauh ini belum diketahui nasibnya.

Sekretaris Kecamatan Huta Bargot, Zulfikar yang dihubungi via telefon seluler, Rabu (19/8) menyebutkan penambang yang meninggal dunia yang sudah terevakuasi bernama Abdul Rozak (27) warga Desa Barbaran Kecamatan Panyabungan Barat. Korban kedua belum diketahui namanya, tapi sudah dijemput keluarganya dari Padang Sidempuan.

Kedua korban itu dievakuasi oleh para penambang dan masyarakat sekira pukul 8.00 Selasa (18/8). Sejauh ini informasi yang dikumpul pihak kantor Camat Huta Bargot, penyebab meninggalnya para penambang akibat pembakaran goni di dalam lobang sehingga asap yang tebal memenuhi lobang yang sempit.

Zulfikar menyebutkan, sejauh ini informasi yang diperoleh dari para penambang, masih ada kemungkinan penambang di dalam lobang yang belum terevakuasi, hanya saja jumlahnya belum diketahui.

Sementara itu, informasi yang dikumpul di Huta Bargot, lobang yang nahas ini bernama Lobang Bodat, terletak di perbukitan Sarahan. Lobang tambang itu tidak mempunyai pemilik. Selama ini banyak para “Panggacong atau Pangaleles” (penambang lepas) yang silih berganti memasuki lobang itu.

Peliput  : Holik Nasution

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Penangkapan Anggota LSM di Kotanopan

    Terkait Penangkapan Anggota LSM di Kotanopan

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LSM itu mitra pemerintah, ya. Tapi bukan pemerintah, apalagi merasa jadi aparat pemerintah. Karena itu ia disebut NGO (Non Governmental Organization). Tegas sekali istilah itu. Kalau swadaya artinya tenaga sendiri, iklas bekerja membantu orang, tidak minta imbalan. Ia mitra pemerintah untuk mendorong program pemerintah agar lebih cepat progresnya. Misalnya membina kelompok tani, pemulihan lingkungan alam, […]

  • Aek Botung Desa Terisolir, 5 Tahun Menunggu Janji Bupati Madina

    Aek Botung Desa Terisolir, 5 Tahun Menunggu Janji Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 7 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Jalan ke desa itu bagai jalan menuju hutan. Listrik tak ada. Anak-anak belajar pakai lampu teplok. Itulah Desa Aek Botung, Kecamatan Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) salah satu desa tertinggal. Mandailing Online melakukan liputan ke desa itu Jum’at lalu (4/12/2020) untuk mengetahui perkembangan infrastrukturnya. Desa Aek Botung oleh terletak diseberang Desa […]

  • Kasus Koperasi Sawit Murni, 2 Terdawka Dituntut 3,6 Tahun Penjara

    Kasus Koperasi Sawit Murni, 2 Terdawka Dituntut 3,6 Tahun Penjara

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua orang terdakwa dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen di Koperasi Sawit Murni dituntut masing-masing 3 tahun 6 bulan penjara. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Panyabungan, Julius Michael,SH dan Jupri Wandy Banjarnahor,SH di Pengadilan Negeri Mandailing Natal dalam persidangan pembacaan tuntutan yang dipimpin Hakim Ketua, Deny Riswanto,SH.MH, Rabu […]

  • PMII Madina Minta Aparat Hukum Periksa Dugaan Korupsi Dana BOK Dinkes

    PMII Madina Minta Aparat Hukum Periksa Dugaan Korupsi Dana BOK Dinkes

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bendahara: Itu Bentuk Uang Terimakasih PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PC PMII Madina meminta dan mendesak Kejaksaan dan juga Polres Madina memeriksa secepatnya Bendahara Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina). Desakan itu terkait adanya dugaan pemotongan sebesar 20 % per Puskesmas terhadap dana BOK Tahun 2014 sebesar sekitar 2,1 milyar rupiah. “Berdasarkan data […]

  • Tim Cek Covid-19 di Perbatasan Madina Tak Dikasih Makan

    Tim Cek Covid-19 di Perbatasan Madina Tak Dikasih Makan

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Nasib petugas di Pos Pemeriksaan Covid-19 perbatasan Mandailing Natal menyedihkan. Tidak ada biaya makan diterima mereka dari Pemkab Mandailing Natal (Madina). Jika lapar mereka harus beli dan bayar sendiri. Kondisi itu sangat kontras dengan risiko nyawa yang harus mereka tanggung sebagai garda terdepan mengawal kabupaten Madina dari sebaran virus Corona […]

  • Kolam BBI di Tapsel “Ditelantarkan”

    Kolam BBI di Tapsel “Ditelantarkan”

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel (Mandailing Online) – Proyek pembangunan kolam Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) milik Dinas Perikanan Dan Kelautan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan terkesan ditelantarkan dan pembangunannya diduga asal jadi. Dugaan tersebut diungkapkan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Sentral Informasi Gerakan Masyarakat (LSM-SIGMA) Tabagsel, Bambang (29),saat diwawancarai MedanBisnis, Rabu […]

expand_less