Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Korupsi Telah Mendarah Daging

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 6 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Anggota Komunitas Forum Kajian Islam Kaffah

 


Korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Berdasarkan pengertian ini dapat kita simpulkan bahwa korupsi itu suatu perilaku mencuri dan mengambil hak milik orang lain tanpa peduli bagaimana akibat dari tindakan kita kepada orang lain. Hal ini banyak dilakukan oleh para penguasa negeri kita dan parahnya seperti dianggap lumrah oleh mereka.

Lihatlah begitu banyak pemberitaan kasus korupsi berseliweran mulai dari kasus e-KTP, bansos dan yang terbaru kasus korupsi proyek Infrastruktur yang dilakukan oleh Nurdin Abdullah. Kabarnya Nurdin Abdullah  menjadi tersangka kasus dugaan suap atas proyek infrastruktur di Lingkungan Pemprov Sulawesi Selatan. (Liputan6.com)

Sungguh kita sangat heran dengan kelakuan para penguasa negeri ini. Bagaimana tidak, sebagai rakyat awam kita selalu saja disajikan dengan berita-berita pencurian yang tak membuat jera setiap pelakunya. Bahkan kita juga melihat tidak ada rasa kesedihan dari rawut wajah mereka setiap kita melihat mereka diliput oleh media. Mereka bisa tersenyum dan berkata-kata. Dan mereka juga masih diperlakukan bak raja dan ratu yang selalu dijaga. Harusnya bila setiap orang yang mencuri diperlakukan seperti pencuri dan dipermalukan sampai jera sehingga tak berani berbuat lagi. Tetapi ini tidak berlaku pada para pencuri berdasi. Mereka diistimewakan padahal mereka sudah mencuri uang rakyat. Sungguh heran kita melihatnya semua ini.

Tetapi harusnya kita tak perlu heran. Sebab kita hidup dalam sistem Demokrasi-kapitalisme yang mana semua hanya berlandaskan uang. Orang yang beruang pasti selalu diperlakukan dengan baik selama itu mendatangkan kebaikan kepada orang-orang disekitarnya. Dan hukum dalam sistem ini juga tumpul kepada para penguasa tetapi sangat keras kepada rakyat kecil yang lemah. Lihat saja kasus-kasus pencurian beras dan kayu bakar yang dilakukan kaum lemah yang memang mereka mencuri karena kelaparan dan mereka tak mampu untuk membeli. Iya begitulah memang karena kita berhukum dengan hukum buatan manusia maka akan sesuka hati manusia mau membuat apa selama itu membuat mereka bahagia dan mendatangkan manfaat kepada mereka.

Hal ini sangat berbeda jika kita hidup dalam sistem islam kaffah. Dimana para koruptor akan dihukum sesuai dengan berapa banyak yang dicurinya yaitu mulai dari sanksi material, penjara, pemecatan jabatan, cambuk, pembekuan hak-hak tertentu sampai hukuman mati. Dan mereka tidak akan diperlakukan seperti orang yang tak berdosa.

Sebagaimana Umar bin Abdul Aziz menetapkan sanksi koruptor adalah dijilid dan ditahan dalam waktu yang sangat lama. Zaid bin Tsabit menetapkan sanksi koruptor yaitu dikekang (penjara) atau hukuman yang bisa menjadi pelajaran bagi orang lain. Sedangkan Qatadah mengatakan hukumannya adalah dipejara (Buletin Al-Islami, Edisi 585:3).

Dan para pemimpin dalam sistem islam kaffah juga tak akan mampu untuk mencuri uang rakyat sebab mereka tahu bagaimana siksaan yang akan Allah berikan kepada mereka. Jangankan ingin mencuri, mendengar rakyatnya belum makan saja mereka ketakutan. Begitulah jika kita hidup dalam sistem islam kaffah, semua makhluk akan dimuliakan dan diperlakukan dengan baik. Sebab sistemnya berasal dari Allah Sang Maha Pencipta dan Pengatur, Allah tidak akan memberikan aturan yang buruk kepada makhluknya karena Dialah yang paling tahu apa yang makhluknya butuhkan. Oleh karenanya, marilah kita menerapkan sistem islam yang telah Allah perintahkan agar hidup kita mulia dan bahagia dunia akhirat.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luapan Batang Gadis Hantam Kebun Penduduk

    Luapan Batang Gadis Hantam Kebun Penduduk

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dua petani memikul hasil perkebunan penduduk Desa Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu melintasi areal kebun yang meluap loleh hantaman arus Sungai Batang Gadis, Minggu (4/11). Luapan sungai terjadi pada Sabtu malam (3/11) akibat curah hujan yang tinggi dalam sebulan terakhir di Kabupaten Mandailing Natal. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mandailing Natal menyebutkan, di Desa Tangga […]

  • Nikah Beda Agama, Bukti Negara Abai Menjaga Akidah Umat

    Nikah Beda Agama, Bukti Negara Abai Menjaga Akidah Umat

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Hadijah S.Pdi Pemerhati Kebijakan Publik Pernikahan beda agama tengah menuai perhatian publik. Permohonan pencatatan sipil di pengadilan pun terus muncul dari tahun ke tahun. Berdasarkan UU Adminduk, hakim juga mendasarkan putusannya pada alasan sosiologis yaitu keberagaman masyarakat. Pasal 35 huruf a undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan diatur bahwa pencatatan perkawinan […]

  • Poldasu Gelar Perkara Keterlibatan Ali Makmur Kasus Pengeroyokan Wartawan

    Poldasu Gelar Perkara Keterlibatan Ali Makmur Kasus Pengeroyokan Wartawan

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Foto: Ali Makmur (kemeja putih) hadir sebagai saksi di PN Mandailing Natal beberapa waktu lalu PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ditreskrimum Poldasu telah melakukan gelar perkara kasus pengeroyokan dan penganiayaan wartawan Harian Andalas di Madina, Jeffry Barata Lubis. Penanganan oleh Polres Madina dinilai kurang memuaskan sehingga Poldasu turun tangan. “Kasus ini kita laporkan ke Polda karena […]

  • Kantor KPU & Panwas Dijaga Ketat

    Kantor KPU & Panwas Dijaga Ketat

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hasil Olah TKP: Rumah Dilempar Bensin lalu Dibakar MADINA- Polres Mandailing Natal, hingga kemarin (4/2), belum menetapkan tersangka pelaku pembakaran rumah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina Jefri Antoni SH. Namun, dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi memperkirakan pelaku lebih dari satu orang. Terkait pembakaran rumah Jefri tersebut, Polres menempatkan empat personel di kantor […]

  • Kadin dan KTNA Madina Satu Visi Penguatan Sektor Agrobisnis

    Kadin dan KTNA Madina Satu Visi Penguatan Sektor Agrobisnis

    • calendar_month Senin, 18 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Madina dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Madina menyatukan visi dalam upaya mengembangkan dan memperkuat basis-basis agrobisnis dan agroindustri di Mandailing Natal (Madina). Kedua lembaga ini bertemu di Kampoeng Kaos Madina, Panyabungan, Senin (18/7). Pertemuan itu juga dihadiri oleh asosiasi Perikanan Ikan Mas. Pertemuan itu […]

  • Pelunasan untuk Guru Swasta Dulu

    Pelunasan untuk Guru Swasta Dulu

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Kemenag Cicil Hutang Tunjangan Sertifikasi JAKARTA, – Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya menunjukkan tanda-tanda kewalahan menuntaskan tunggakan hutang pembayaran sertifikasi guru. Mereka memutuskan melunasinya dengan sistem dicicil. Pelunasan dimulai tahun depan dengan mendahulunan guru swata. Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag Nur Syam menuturkan bahwa total hutang Kemenag untuk membayar sejumlah tunjangan, termasuk tunjangan sertifikasi […]

expand_less