Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Lembaga Keuangan Non Riba Saatnya Berdiri di Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2020
  • print Cetak

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyerahkan pinjaman non bunga kepada pengusaha kecil, Rabu (12/08/2020).

 

Lembaga keuangan non riba atau pinjaman tanpa bunga menjadi solusi penting menyelamatkan keterpurukan usaha kecil menengah di daerah.

Cara ini patut ditiru oleh Pemkab Mandailing Natal (Madina).

Pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan sejumlah bank dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mendirikan lembaga keuangan non riba ini.

Lembaga keuangan non riba ini menjadi solusi penting bagi UMKM di daerah agar keluar dari jeratan bunga pinjaman.

Lembaga seperti ini sudah berdiri di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Basisnya di masjid.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB meluncurkan program Mawar Emas (Melawan Rentenir Berbasis Masjid).

Peluncuran Mawar Emas dilakukan di Masjid Nurul Ikhsan, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Rabu (12/08/2020).

Peluncuran itu dilakukan berawal dari keprihatinan Gubernur Zul melihat masih banyaknya masyarakat yang terjerat rentenir, khususnya untuk mendapatkan akses modal usaha dan keperluan lainnya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

TPAKD Provinsi NTB terdiri dari sejumlah instansi dan lembaga keuangan seperti OJK, Bank Indonesia, Bank NTB Syariah, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Masyarakar Ekonomi Syariah (MES) NTB.

Bang Zul, sapaan sang Gubernur, merasa optomistis, dengan dukungan OJK, program “Mawar Emas” akan sukses, sebab OJK menjadi lokomotif di depannya.

“Mawar Emas” merupakan program Pemprov NTB untuk membantu UMKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan bunga tinggi. “Akibat berbunga tinggi akhirnya jadi beban yang sangat berat dan membuat lingkaran setan kemiskinan yang susah diputus,” sebut Bang Zul dikutip Mataramnews.co.id.

Gubernur menyebut mungkin program ini yang pertama di Indonesia. Sehingga, kesempatan itu harus dijadikan momentum untuk meningkatkan legasi daerah, bukan hanya di NTB, tapi menjadi contoh di Indonesia. Menurut secara ide semua orang memang bisa tapi secara praktik tak semua orang dapat melakukan.

Peluncuran Mawar Emas digelar bertepatan dengan Hari Nasional UMKM 2020. Hadir sebanyak 50 peserta Mawar Emas dan menerima pembiayaan mikro pada acara itu. Mereka hadir mewakili 417 orang dari seantero Pulau Lombok yang sudah siap menerima pencairan Mawar Emas tahap 1.

Mawar Emas diluncurkan secara resmi oleh Gubernur NTB. Turut hadiri Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy, unsur Forkopimda Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur, Kepala OJK Provinsi NTB, Perwakilan Bank Indonesia NTB, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah NTB, Direksi Bank NTB Syariah, Pimpinan Cabang PNM Mataram, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Gubernur NTB berharap, dengan Mawar Emas ini pedagang dan masyarakat kecil akan bisa difasilitasi dan didekatkan dengan institusi keuangan, seperti Bank NTB Syariah. Sehingga, mampu mendapatkan pinjaman dan memperoleh modal di Bank NTB Syariah dengan lebih mudah dan lebih nyaman, dibandingkan ke rentenir.

“Mudah-mudahan dengan masyarakat kecil bisa meminjam uang dan modal ke masjid, akan membuat masjid selain sebagai pusat ibadah bisa sekaligus menjadi pusat ekonomi dan sosial,” ujarnya berharap.

Oleh karena itu, Bang Zul mengapresiasi dan berterima kasih kepada TPAKD “Mawar Emas” seperti OJK, BI, Bank NTB Syariah, PNM dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB yang membuat program ini menjadi mungkin terlaksana.

Dimulai dari Lombok Timur, katanya, untuk selanjutnya menyusul di Kabupaten dan Kota se-NTB.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Sukiman mengatakan, saat ini rentenir sudah merasuki semua sendi kehidupan masyarakat di Lombok Timur (Lotim). Mulai dari petani, nelayan, bahkan para TKI juga tak luput dari praktik rentenir.

Sehingga, dalam sambutannya itu, Sukiman berharap besar kepada 1,2 juta penduduk Lotim, jika masyarakat bisa tersentuh program Mawar Emas, maka akan mendatangkan berkah bagi masyarakat Lotim dan akan menjalar ke Kabupaten lainnya di NTB.

Menurut Asisten III Provinsi NTB, L Syafii, Mawar Emas akan memberikan edukasi terhadap masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai perbankan, menyebabkan kurangnya minat masyarakat untuk mengakses modal lewat bank.

Program ini pun diharapkan memberikan pemahaman bagi masyarakat mengenai makan penting keberadaan masjid, yaitu tak cuma sebagai pusat pengembangan agama, melainkan untuk pengembangan ekonomi dan sosial kemasyarakatan pula.

Sumber : mataramnews / hidayatulloh
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubsu Salahkan Bupati Madina

    Gubsu Salahkan Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Apapun alasannya, termasuk upaya mendisiplinkan, tindakan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution yang menonjobkan Ahmad Rizal Efendi dari jabatan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dinulilai perbuatan keliru. Sebab, dilakukan saat tahapan pilkada sedang berjalan. Demikian Medanbisnisdaily.com mengutip pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Kamis. “Apapun alasannya (Dahlan), yang […]

  • Kasus Dugaan Korupsi Bansos 2007, Pejabat Pemko Siantar Masih Diperiksa KPK di Jakarta

    Kasus Dugaan Korupsi Bansos 2007, Pejabat Pemko Siantar Masih Diperiksa KPK di Jakarta

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR: Lanjutan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabar dan staf pegawai Pemko Pematangsiantar di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta masih berlanjut, Selasa (1/12). Juru Bicara KPK, Johan Budi saat dikonfirmasi mengatakan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan KPK itu untuk meminta keterangan terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) tahun 2007 sebesar Rp16 miliar lebih. Menurutnya, […]

  • Keluarga Korban Akan Tuntut PT.SMGP

    Keluarga Korban Akan Tuntut PT.SMGP

    • calendar_month Minggu, 30 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBANGGOR (Mandailing Online) – Dua keluarga korban akan menuntut pihak PT.SMGP terkait tewasnya dua remaja di kolam pengeboran panas bumi Desa Sibanggor Jae. Usai masa berkabung, pihak keluarga bersama masyarakat Sibanggor Jae akan bermusyawarah menetapkan sikap. Kedua keluarga itu adalah keluarga almarhum Irsanul Mahya (15) dan almarhum Muhammad Musawi (15) yang tewas tengggelam di kolam […]

  • Kue Shopit, Kue Kering Klasik Khas Mandailing yang Selalu Tren Saat Idul Fitri 

    Kue Shopit, Kue Kering Klasik Khas Mandailing yang Selalu Tren Saat Idul Fitri 

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setiap tahunnya, umat muslim yang kerap merayakan hari raya Idul Fitri selalu disuguhkan dengan kue kering atau jenis aneka kue lainnya yang disajikan bagi setiap tamu yang datang pada rumah rumah saat melakukan tradisi bersilaturahmi dan bermaaf maafan setelah melangsungkan sholat Idul Fitri. Kue lebaran yang selalu tren ataupun khas dengan […]

  • Rida Orangtua di Mata Atika

    Rida Orangtua di Mata Atika

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rida orangtua seiring dengan ridha Allah SWT. Sebab, rida Allah SWT terletak pada rida kedua orangtua, karena Allah SWT memerintahkan untuk menaati orangtua. Di mata Atika Azmi Utammi Nasution, kedudukan orangtua begitu mulia. Pemahaman spritualitas itu pula yang mendorong Atika selalu meminta rida kedua orangtuanya dalam menapaki karier politiknya. Atika sungguh […]

  • Buruk Somarpake

    Buruk Somarpake

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggo gantengna songon bintang filem Hindustan doma, bope lomlom antong, lomlompe mnisdo songon tobu tutung, inda jabat songon banggar naidurus lomlomna, cocok do lomlom nai tu ganteng nai, songoni juo parbadanna, lele sangolit naidokon ni halakido, inda jabat mokmok songon babi Saraulla, inda muse nyiang songon balanak baledang, keren doma tarida, ningroa targodado artis-rtis sanga […]

expand_less