Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Lima Desa di Madina Belum Dialiri Listrik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
  • print Cetak

Puluhan Tahun Warga Tak Pernah Nonton TV
MADINA-
Sedikitnya lima desa di Kabupaten Mandailing Natal belum dialiri listrik sejak Indonesia merdeka 65 tahun lalu. Selama itu pula, warga yang berdomisili di sana memanfaatkan obor dan lampu teplok saat malam hari.
“Jadi, selama puluhan tahun terakhir hingga hari ini , kami sama sekali tidak pernah menonton (siaran) televisi,” kata warga Desa Simandolam, M Akhiruddin Lubis, kepada METRO, belum lama ini.
Lubis menambahkan, selain desa tempat tinggalnya, ada empat desa lain yang juga belum dialiri listrik, yakni Desa Aek Marian, Gunung Tua, di Kecamatan Batahan. Lalu, Desa Aekmata dan Sopo Sorik Monang di Kecamatan Panyabungan.
Untungnya, sambung Lubis, ada beberapa orang yang memiliki cukup uang untuk membeli genset. “Dengan mengeluarkan uang Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per bulan, sebagian kecil warga bisa menikmati listrik. Itu pun hanya untuk malam hari dari pukul 18.30 WIB sampai 22.00 WIB, dan yang diizinkan hanya untuk lampu. Untuk alat elektronik, pemilik genset tak dibolehkan maka warga tak pernah mengetahui infiormasi,” ujarnya.
Menyikapi hal ini, Pemkab Madina akan terus berupaya untuk menempuh jalan lain, yakni dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Listrik (PLTS), meski anggarannya belum ditampung untuk APBD tahun 2011. Tapi diharapkan bisa dianggarkan untuk perubahan APBD.
Demikian disampaikan Kepala Dinas PU Kabupaten Madina, Nasrin Lubis melalui Kabid Pertambangan, Pamonangan Hutasuhut ST.
Menurut Monang, salah satu cara agar desa-desa yang tak dimasuki listrik PLN itu bisa terang adalah dengan PLTS. Dan untuk mengadakan PLTS ini masih membutuhkan biaya yang cukup besar. “Di tahun 2010 sudah kita adakan PLTS di Desa Aek Olbung Kecamatan Batang Natal dan anggarannya sebesar Rp200 juta,” katanya, Senin (14/2).
Rp200 juta itu, lanjut Monang, adalah untuk pengadaan alat-alat yang dibutuhkan sedangkan jumlah alat yang diadakan dan dipasang tersebut sebanyak 20 unit untuk seluruh warga di desa tersebut.
”Jumlah alat yang kita anggarkan sebanyak 20 unit meskipun belum maksimal namun untuk penerangan sudah lumayan cukup bagi warga. Jadi, untuk desa yang lain, kita masih menunggu anggaran,” tukasnya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 21)

    MARSIDAO-DAO (episode 21)

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Muli tingon bagas Basiron i, iobarkon ia tu dadaboru nia nangkan poken na ro ma alai mangalao tu Bilah. “Alhamdulillah, bahat ma ita soni nalao tu Bilah. Oi baya, jop doma roangku, jabat tolu bagas kahanggi mandongani ita,” ning dadaboru i. “Imada, syukur ma ita. Harana mur martondi ma […]

  • IMMAN Desak Pemkab Madina Aktifkan Kembali Beasiswa

    IMMAN Desak Pemkab Madina Aktifkan Kembali Beasiswa

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Desakan terus mengalir agar Pemkab Madina mengaktifkan kembali beasiswa miskin  berprestasi yang sempat dihentikan dalam beberapa tahun terakhir. Kali ini desakan datang dari DPP Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN). Ketua Umum DPP IMMAN, Hapsin Nasution kepada Mandailing Online, Sabtu (14/9/2019) menyatakan Mandailing Natal (Madina) membutuhkan SDM yang cerdas memasuki era […]

  • ULAMA POLITIK DAN POLITIK ULAMA

    ULAMA POLITIK DAN POLITIK ULAMA

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Moechtar Nasution Ulama dan pesantren kerap jadi sasaran para politisi dalam membangun basis dukungan politik. Pada setiap pemilu, maka suara tokoh dan santri selalu diperebutkan, bukan saja oleh partai-partai politik berbasis Islam saja, melainkan juga partai-partai politik yang berbasis nasionalis. Kunjungan elit partai kepesantren menjadi wajib dengan harapan bisa mendulang suara. Pesantren […]

  • HES STAIN Madina Raih Akreditasi Unggul

    HES STAIN Madina Raih Akreditasi Unggul

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal, Sumut, berhasil meraih Akreditasi Unggul. Akreditasi Unggul tertuang dalam sertifikat nomor 6001/SK/BAN-PT/Ak/S/IX/2024 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian ini merupakan kali pertama bagi Program Studi di STAIN Mandailing Natal (Madina) meraih Akreditasi Unggul sejak STAIN Mandailing […]

  • DCS Dapil 2 Hanura Madina

    DCS Dapil 2 Hanura Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 Hanura Madina

  • Calon Haji Madina Ikuti Manasik Akbar

    Calon Haji Madina Ikuti Manasik Akbar

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar manasik akbar di Masjid Agung Nur Alan Nur Panyabungan dan Kantor Bupati Lama, Rabu (25/5). Manasik akbar ini diselenggarakan setelah Kemenag mendapat konfirmasi jumlah pasti calon haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini. Dar data yang diperoleh, Madina akan memberangkatkan 263 calon […]

expand_less