Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Lima Desa di Madina Belum Dialiri Listrik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
  • print Cetak

Puluhan Tahun Warga Tak Pernah Nonton TV
MADINA-
Sedikitnya lima desa di Kabupaten Mandailing Natal belum dialiri listrik sejak Indonesia merdeka 65 tahun lalu. Selama itu pula, warga yang berdomisili di sana memanfaatkan obor dan lampu teplok saat malam hari.
“Jadi, selama puluhan tahun terakhir hingga hari ini , kami sama sekali tidak pernah menonton (siaran) televisi,” kata warga Desa Simandolam, M Akhiruddin Lubis, kepada METRO, belum lama ini.
Lubis menambahkan, selain desa tempat tinggalnya, ada empat desa lain yang juga belum dialiri listrik, yakni Desa Aek Marian, Gunung Tua, di Kecamatan Batahan. Lalu, Desa Aekmata dan Sopo Sorik Monang di Kecamatan Panyabungan.
Untungnya, sambung Lubis, ada beberapa orang yang memiliki cukup uang untuk membeli genset. “Dengan mengeluarkan uang Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per bulan, sebagian kecil warga bisa menikmati listrik. Itu pun hanya untuk malam hari dari pukul 18.30 WIB sampai 22.00 WIB, dan yang diizinkan hanya untuk lampu. Untuk alat elektronik, pemilik genset tak dibolehkan maka warga tak pernah mengetahui infiormasi,” ujarnya.
Menyikapi hal ini, Pemkab Madina akan terus berupaya untuk menempuh jalan lain, yakni dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Listrik (PLTS), meski anggarannya belum ditampung untuk APBD tahun 2011. Tapi diharapkan bisa dianggarkan untuk perubahan APBD.
Demikian disampaikan Kepala Dinas PU Kabupaten Madina, Nasrin Lubis melalui Kabid Pertambangan, Pamonangan Hutasuhut ST.
Menurut Monang, salah satu cara agar desa-desa yang tak dimasuki listrik PLN itu bisa terang adalah dengan PLTS. Dan untuk mengadakan PLTS ini masih membutuhkan biaya yang cukup besar. “Di tahun 2010 sudah kita adakan PLTS di Desa Aek Olbung Kecamatan Batang Natal dan anggarannya sebesar Rp200 juta,” katanya, Senin (14/2).
Rp200 juta itu, lanjut Monang, adalah untuk pengadaan alat-alat yang dibutuhkan sedangkan jumlah alat yang diadakan dan dipasang tersebut sebanyak 20 unit untuk seluruh warga di desa tersebut.
”Jumlah alat yang kita anggarkan sebanyak 20 unit meskipun belum maksimal namun untuk penerangan sudah lumayan cukup bagi warga. Jadi, untuk desa yang lain, kita masih menunggu anggaran,” tukasnya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asap Bau Gas Muncul di Sipirok

    Asap Bau Gas Muncul di Sipirok

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIPIROK (Mandailing Online) – Asap panas berbau gas tiba-tiba muncul dari dalam tanah di Desa Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Kamis (8/4/2021). Dilansir dari CNN Indonesia, warga langsung melaporkan peristiwa itu ke aparat kepolisian. Lokasinya berada di Desa Pasar Sipirok tepatnya di belakang Alun-alun Sipirok di bawah tiang listrik. “Tiba-tiba mengeluarkan asap berbau […]

  • Madina dilanda cuaca ekstrim

    Madina dilanda cuaca ekstrim

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Hujan masih terus melanda hampir diseluruh wilayah yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sehingga mengakibatkan prekonomian masyarakat terganggu bahkan mengancam terjadinya badai di wilayah pantai Barat Madina serta longsor. Sejumlah wilayah yang ada di Madina, intensitas hujan cukup tinggi dan bisa mengakibatkan longsor disejumlah titik, seperti yang terlihat di Jempata Merah menuju […]

  • Letkol Nurcahyo Kahubdam I/BB

    Letkol Nurcahyo Kahubdam I/BB

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers memimpin upacara serah terima jabatan Kahubdam I/BB dari Kolonel Chb Masri kepada Letnan Kolonel Chb Nurcahyo Utomo sebagai Kahubdam I/BB yang baru di Serambi Kehormatan Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Km 7,5, Medan, Jumat (04/02/2011). Pangdam dalam sambutannya mengatakan, serah terima jabatan ini, merupakan realisasi dari kebijakan Pimpinan […]

  • Jualan “Silua” di Panyabungan Sepi

    Jualan “Silua” di Panyabungan Sepi

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pedagang penjual Silua (oleh-oleh) ciri khas Mandailing di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tergolong sepi selama rentang arus balik lebaran tahun ini. Kondisi ini berbeda dengan saat arus balik lebaran tahun lalu. “:Ada penurunan penjualan sekitar 50 persen dibanding lebaran tahun lalu,” ungkap Darwis, seorang pedagang kepada wartawan, Rabu, (14/8). Katanya, […]

  • Berkas Lengkap, Tak Ada Dasar Mendiskualifikasi Saipullah

    Berkas Lengkap, Tak Ada Dasar Mendiskualifikasi Saipullah

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Komisi Pemilihan Umum Mandailing Natal (KPU Madina) Muhammad Ikhsan Matondang menegaskan pihaknya tidak memiliki dasar untuk mendiskualifikasi calon bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution, SH, MM, karena semua tahapan verifikasi berkas pencalonannya sudah dinyatakan lengkap. Terkait regulasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Nagara (LHKPN) Saipullah Nasution, Ikhsan mengatakan KPU […]

  • Gadis Suku Tuareg Bebas Berzina Dengan Pria Mana Saja

    Gadis Suku Tuareg Bebas Berzina Dengan Pria Mana Saja

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Selama berabad-abad lamanya, Suku Tuareg hidup secara semi nomaden. Mereka berjalan menyusuri Gurun Sahara dan menyebar, mulai dari Aljazair Tenggara, Niger, Libya Barat Daya, Burkina Faso Utara, Nigeria Utara, hingga Mali. Tak diketahui dari mana munculnya Suku Tuareg, yang jelas mereka pertama kali ditemukan di Gurun Sahara. Mereka berbicara menggunakan Bahasa Tamacheq, salah satu Bahasa […]

expand_less