Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Marsialapari Tradisi Gotong Royong Masyarakat Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2014
  • print Cetak

Oleh: Harvina, S.Sos

Tradisi gotong royong telah lama hidup dalam masyarakat Indonesia. Tradisi ini dapat terlihat dari kebiasaan masyarakat kita yang saling membantu dalam melakukan setiap kegiatan, misalnya dalam prosesi pernikahan, kematian, menjaga lingkungan dan bercocok tanam. Namun, beberapa tahun terakhir, tradisi gotong royong tanpa disadari mulai terkikis keberadaannya, terutama pada masyarakat yang hidup di daerah perkotaan, yang lebih mementingkan kepentingan individu daripada kelompok.

Pada masa sekarang tradisi gotong royong mulai digalakkan kembali oleh pemerintah, dan masyarakat juga mulai menyadari betapa pentingnya gotong royong yang merupakan budaya lokal bangsa Indonesia. Masyarakat Mandailing yang berada di Sumatera Utara juga memiliki budaya atau tradisi-tradisi yang didalamnya mengandung aspek tolong-menolong. Mereka berusaha tetap mempertahankan tolong-menolong yang didalamnya mengandung nilai-nilai luhur yang diteruskan dari generasi ke generasi. Hal ini dapat terlihat pada tradisi-tradisi pengelolaan lingkungan alam. Salah satunya masyarakat Mandailing masih melakukan tradisi marsialapari.

Dalam tradisi marsialapari tersebut ada tradisi untuk saling bantu-membantu, bekerjasama dan bergotong-royong dalam mengerjakan sawah. Sehingga pekerjaan yang berat akan terasa ringan apabila dikerjakan bersama-sama.

APA ITU MARSIALAPARI?
Marsialapari merupakan salah satu tradisi yang ada di masyarakat Mandailing. Mandailing adalah salah satu etnis yang ada di Sumatera Utara. Dulu Mandailing merupakan daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, akan tetapi setelah mengalami pemekaran menjadi beberapa kabupaten/kota yaitu menjadi Kab. Mandailing Natal (Madina), Kota Padangsidimpuan, Kab. Tapanuli Selatan, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta). Kelima daerah ini disebut Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Di wilayah Mandailing inilah masih hidup tradisi marsialapari. Marsialapari merupakan budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat Mandailing dalam pengelolaan sawah mereka. Marsialapari berasal dari dua suku kata yaitu alap (panggil) dan ari (hari), kemudian ditambah kata awalan mar yang berarti saling, sementara si adalah kata sambung yang kemudian menjadi kata marsialapari, yang dapat diartikan sebagai saling menjemput hari.

Marsialapari oleh masyarakat Mandailing dikenal sebagai suatu kegiatan tolong menolong dan gotong royong. Dimana pada saat itu masyarakat Mandailing secara sukarela dengan rasa gembira saling tolong menolong/ membantu saudara mereka yang membutuhkan bantuan, yang biasanya dilakukan di sawah atau kebun. Jadi, dapat disimpulkan bahwa marsialapari adalah suatu kegiatan menolong orang lain secara bersama-sama dengan rasa gembira dan dengan harapan orang lain dapat menolong kita di waktu lain ketika kita membutuhkan. Jumlah harinya juga dihitung berapa hari, misalnya kita pergi ke sawah si A selama 7 hari, maka si A juga akan datang ke sawah kita dengan jumlah hari yang sama.

PROSESI MARSIALAPARI
Marsialapari dilakukan pada prosesi manyabii (memanen padi) ataupun prosesi marsuaneme (menanam padi), Pada saat marsuaneme (menanam padi), dibantu oleh enam hingga sepuluh orang yang berasal dari teman atau sanak saudara, baik yang muda ataupun yang tua untuk marsialapari ke sawah kita. Dalam satu hari bisa selesai marsuaneme (menanam padi), hal ini dikarenakan ada saling tolong menolong (marsialapari).

Meskipun marsialapari merupakan kerja sukarela tetapi ada pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki mendapat bagian pekerjaan yang tergolong lebih berat dari perempuan. Pekerjaan laki-laki berkaitan dengan perbaikan atau penyiapan saluran air, tanggul atau jalan. Sementara perempuan cenderung mengerjakan bagian-bagian yang berkaitan dengan penanaman dan pemanenan.

Puncaknya dari kegiatan marsialapari adalah manyabi (panen). Manyabi (panen) itu bagaikan pesta yang dilakukan di sawah. Saat manyabi (panen) adalah saat paling ditunggu-tunggu baik oleh peserta marsialapari maupun anak-anak. Manyabi (panen) penuh kenangan dan sangat membahagiakan mereka karena semua dikerjakan secara bersama-sama.

Dari kegiatan marsialapari ini terlihat bahwa pekerjaan yang sulit akan terasa lebih ringan apabila dikerjakan secara bersama-sama, Sehingga mengerjakan sawah yang luas tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak, cukup dengan marsialapari. Kegiatan marsialapari ini dapat bertahan karena masyarakat Mandailing masih memegang teguh nilai-nilai budaya yang ada dalam tradisi ini.

TRADISI MARSIALAPARI PERLU DIPERTAHANKAN
Dalam tradisi marsialapari terdapat kegiatan saling bantu-membantu, bekerjasama, bergotong-royong dalam menyelesaikan sesuatu perkara yang dihadapi bersama dalam lingkup kehidupan bersama. Oleh karena itu, hendaknya tradisi ini tetap dipertahankan, sebab tradisi ini merupakan cerminan budaya lokal dari masyarakat Mandailing itu sendiri.

Selain itu, dalam tradisi marsialapari tercermin nilai-nilai budaya masyarakat Mandailing Hal ini dikarenakan adanya esensi “kasih sayang (holong)” dan “persatuan (domu)” yang hidup dalam khazanah budaya masyarakat Mandailing. Dimana rasa kasih sayang (holong) dan persatuan (domu) telah tertanam dalam diri masyarakat Mandailing.

Kasih sayang dan persatuan (holong dan domu), pada masyarakat Mandailing merupakan implementasi dari adat Dalian Na Tolu, yang menjelma dalam jejaring tiga dimensi Kahanggi, Mora dan Anak Boru.

Sistem sosial dari Dalian Na Tolu tersebut yang menggiring masyarakat Mandailing untuk senantiasa memiliki rasa saling membantu dan bekerjasama dalam menyelesaikan suatu persoalan yang menyangkut kehidupan bersama. Pelaksanaan dari prinsip adat terlihat dalam banyak aspek kehidupan masyarakat Mandailing yang masih menjalankan aturan adat sebagaimana yang telah ditradisikan oleh leluhur mereka.

PENUTUP
Marsialapari yang merupakan budaya lokal masyarakat Mandailing harus bisa dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan tradisi marsialapari ini tersirat kegiatan saling bekerjasama dan bergotong-royong yang merupakan cerminan masyarakat Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Mandailing pada dasarnya telah mempraktekkan kegiatan gotong royong sejak dahulu dan hendaknya tetap kita jaga kelestariannya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencarian Warga Tenggelam

    Pencarian Warga Tenggelam

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PENCARIAN WARGA TENGGELAM Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padangpariaman bersama PMI, SAR, dan pihak terkait melakukan pencarian warga yang tenggelam di sekitar kawasan pantai Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, Senin (2/1). Yeni Hartati (30), warga Nagari Kuraitaji hilang diseret ombak saat mencoba menyelamatkan anaknya yang bermain di pantai libur lebaran pada Minggu (1/1). Hingga […]

  • MENEGUHKAN PERAN ULAMA SEBAGAI MITRA PENGUASA

    MENEGUHKAN PERAN ULAMA SEBAGAI MITRA PENGUASA

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin pernah mengingatkan bahwa tujuan dari MUI adalah melayani umat (khadimul ummah) dan menjadi mitra pemerintah (shadiqul hukumah). Ia lalu menegaskan bahwa ke depan kemitraan antara MUI dan Pemerintah harus diperkuat (Gatra.com, 27/7/2019). Pengganti KH Ma’ruf Amin, yakni KH Miftachul Akhyar sebagai Ketua Umum MUI yang baru […]

  • Yel Yel “On Ma”  Bergema Ditournamen Tenis Meja Harun Mustafa Cup I se Sumut di Madina

    Yel Yel “On Ma” Bergema Ditournamen Tenis Meja Harun Mustafa Cup I se Sumut di Madina

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina ) nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution membuka tournamen tenis meja Harun Mustafa Cup I se Sumatera Utara yang berlangsung di Kelurahan Pasar Hilir, Kecamatan Panyabungan Kota Sabtu 12/10/2024. Ahmad Sukri Panitia Tornamen Tenis Meja Harun Mustafa dengan tema ” bermain fair play junjung […]

  • Ucapan Evaline Sago Bukan Ancaman

    Ucapan Evaline Sago Bukan Ancaman

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pernyataan Evaline Sago yang dirilis media Mitanews bukan pernyataan ancaman. Demikian rilis pers Kuasa Hukum PT. Tri Bahtera Srikandi, Ridwan Rangkuti,SH.MH, Senin (18/11/2019) Ridwan merujuk kalimat Evaline “kalau tidak lari, Desember Syafron akan selesai” yang dikutip Mitanews edisi Jum’at 15 November 2019. Ridwan menyatakan, secara hukum pernyataan Evaline tersebut […]

  • Reinventing Government: Saatnya Pemkab Madina Menjadi Motor Kebangkitan Ekonomi Daerah

    Reinventing Government: Saatnya Pemkab Madina Menjadi Motor Kebangkitan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Irwan Daulay Pemerhati Pembangunan Daerah Ekonomi nasional tengah mengalami kelesuan yang serius. Dalam situasi seperti ini, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus lebih sigap membaca kondisi perekonomian warganya, kelesuan ekonomi harus segera diantisipasi. Solusi tercepat tidak sekedar menunggu uluran tangan dari pemerintah pusat, melainkan dengan menciptakan produktivitas dan ekspansi pasar baru di tingkat lokal […]

  • Sepekan Ajaran Baru, Pedagang  Kebutuhan Sekolah Kebanjiran Omset

    Sepekan Ajaran Baru, Pedagang Kebutuhan Sekolah Kebanjiran Omset

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Meski telah sepekan tahun ajaran baru telah berjalan, para pedagang alat tulis dan buku tetap kebanjiran omset, sejumlah toko buku dan alat tulis di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terlihat ramai pembeli, omset pedagang pun meningkat drastis. Nur Aini Lubis salah seorang grosir buku dan alat tulis […]

expand_less