Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Menghadapi MEA, Perantau Tabagsel Akan Gelar Lokakarya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 29 Okt 2015
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online) – Menyonsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah di depan mata, sejumlah lembaga asal Tabagsel menyelenggarakan lokakarya Pendidikan, Agribisnis dan Ekonomi Kreatif Tabagsel.

Lokakarya akan dilangsungkan tanggal 2 Nopember 2015 di IPB International Convention Centre, Botani Square Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, yang diselenggara oleh Ikatan Keluarga Alumni Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan dan Forum Masyarakat Peduli Tabagsel, IKAPADA.

Ketua Panitia, Dr.Kiman Siregar,S.TP,M.Si dalam rilis pers yang diterima Mandailing Online, Kamis (29/10) mengungkapkan lokakarya ini diharapkan mampu menampung dan menghimpun pemikiran, menjembatani peran masyarakat perantauan dan alumni dari sekolah-sekolah di Tabagsel dalam hal kerjasama percepatan proses pembangunan di seluruh kabupaten/kota kawasan Tabagsel (Tapanuli Bagian Selatan) terutama dari sisi pendidikan, agribisnis dan ekonomi kreatif.

Tujuan dari lokakarya antara lain, memberikan gambaran sistem pengelolaan pendidikan yang kompetitif dan profesional, serta mendorong terbentuknya universitas negeri di kawasan Tabagsel, seperti Universitas Graha Nusantara yang sudah seharusnya menjadi universitas negeri.

Mendorong proses peningkatan pembangunan SDM di Tabagsel; memetakan kemampuan Pemda di kawasan Tabagsel dalam menghadapi MEA, memberikan gambaran dan fokus pembangunan yang sesuai dengan potensi di kawasanTabagsel.

Menjembatani kebutuhan Pemda dalam mengakselerasikan pembangunan di kawasan Tabagsel, salah satunya dalam penyerapan dana desa dari Kementerian Desa Tertinggal, penyerapan dana kementerian pertanian, industri, energi di luar dana alokasi APBD.

Menggali potensi ekonomi dan pembangunan di kawasan Tabagsel, mengidentifikasi produk dan zona ekonomi kreatif yang kompetitif dikembangkan di kawasan Tabagsel; menggagas road map, strategi promosi, dan marketing produk kreatif Tabagsel secara terintegrasi dalam program kegiatan di tiap Pemda di kawasanTabagsel, termasuk menggagas Festival Tabagsel.

Pembicara utama meliputi, Prof. Dr. Hermanto J Siregar, M.Ec (Wakil Rektor IPB); Ir. MM Azhar Lubis, MA (Deputy BKPM RI); Dr. Mulia E Siregar (Deputi Pengawas Perbankan – OJK); Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika (Dirjen Pembangunan Percepatan Desa Tertinggal) dan para praktisi/pelaku usaha ekonomi kreatif di dan asal kawasan Tabagsel.

Output (keluaran) dari lokakarya ini berupa “Buku Panduan Pendidikan, Agribisnis dan Ekonomi Kreatif Tabagsel”. Buku ini merupakan inti sari dari lokakarya, disarikan dari berbagai tulisan nara sumber yang sesuai tema lokakarya ini.

Buku Panduan ini diharapkan jadi panduan bersama para kepala daerah dan instansi terkait, dan calon pemimpin pemda di kawasanTabagsel, begitu juga dengan investor dan pihak swasta atau calon investor yang akan berinvestasi di kawasan Tabagsel.

Buku Panduan ini akan dipamerkan dan disebarkan mengawali acara Festival Tabagsel yang akan dilaksanakan sekitar bulan Oktober 2016.

Output kedua, penandatanganan Piagam Kesungguhan (Commitment Signing) oleh seluruh stake holder se Tabagsel, investor/swasta yang akan berinvestasi di kawasan Tabagasel, perguruan tinggi di Tabagsel, Forum Masyarakat Peduli TABAGSEL, IKAPADA, Forum Komunikasi Lintas Parsadaan Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (FKLPM-TBS), Forum, Ikatan Alumni Sekolah dan Mahasiswa asal Tabagsel di Jabodetabek dan lainnya.

Pasca kegiatan lokakarya ini, ada beberapa kegiatan lanjutan yang akan dilaksanakan di kawasan Tabagsel, antara lain, melakukan kuliah umum di UGN tentang agribisnis dan ekonomi kreatif dengan mendatangkan dosen tamu dari IPB, UI, dan universitas lainnya di luar Tabagsel.

Membantu melanjutkan proses konversi Universitas Graha Nusantara menjadi Universitas Negeri; melakukan road show ke kawasan Tabagsel dalam pembenahan agribisnis dan ekonomi kreatif; menyiapkan Event Promosi Bersama Ekonomi Kreatif se Tabagsel dalam bentuk Festival Tabagsel yang namanya disesuaikan hasil kesepakatan dalam Lokakarya.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Diminta Cepat Realisasikan Pembangunan Fisik

    Pemkab Diminta Cepat Realisasikan Pembangunan Fisik

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) didesak menyegerakan pelaksanaan program pembangunan terutama proyek pembangunan fisik. Anggota Komisi C DPRD Madina, Binsar Nasution kepada wartawan, Senin (22/7/2013) menyatakan program pembangunan fisik itu sangat berdampak bagi perputaran ekonomi masyarakat, karena bisa membangkitkan gairah perekonomian dan terbukanya lapangan pekerjaan di saat harga karet murah saat ini. […]

  • SD Padang Laru Hanya 3 Lokal, Murid Berhimpitan

    SD Padang Laru Hanya 3 Lokal, Murid Berhimpitan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (MandailingOnline) – Para pelajar di SD Negeri Desa Padang Laru  Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina) harus berhimpitan saat belajar, pasalnya jumlah ruang kelas hanya ada 3 ruang. Tiap ruang kelas disekat menjadi dua petak belajar sehingga kesumpekan dalam ruang local selalu dirasakan guru dan para murid sejak sekolah ini didirikan pada tahun […]

  • Badan Jalan Tertimbun Material Longsor, Desa Pastap Julu Terisolir

    Badan Jalan Tertimbun Material Longsor, Desa Pastap Julu Terisolir

    • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Desa Pastap Julu di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terisolir akibat jalan menuju desa tertimbun material longsor pada Kamis malam 7/12/2023. Hingga pagi ini Jum’at 8/12/2023, material longsor masih menutupi badan jalan menunggu alat berat milik Pemda melakukan pembersihan material. Warga desa yang hendak bepergian pun terpaksa […]

  • 500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pengembangan kacang kedelai di Kabupaten Mandailing Natal untuk tahun 2015 mencapai 500 hektar. Pengembangan itu melibatkan 50 kelompok tani  tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Untuk Kecamatan Kotanopoan digarap 12 kelompok tani. Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal, Taufik Zulhendra Ritonga, kemarin, menyatakan program ini dilaksanakan dalam rangka menyahuti Program Gerakan Tanam PAT-PIT, […]

  • Perceraian, Rapuhnya Ikatan Rumah Tangga di Negara Sekuler

    Perceraian, Rapuhnya Ikatan Rumah Tangga di Negara Sekuler

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Pengadilan Agama Kelas II Tanah Grogot menangani perkara perceraian di Kabupaten Paser selama 2024 sebanyak 507 perkara, terdiri dari cerai gugat dan cerai talak. Jumlah perkara ini meningkat dibanding 2023 yang hanya 497 kasus. “Penyebab perceraian bermula dari pertengkaran antara suami-istri. Selain itu permasalahan ekonomi, perselingkuhan, dan masih lainnya,” kata […]

  • Momen HUT RI, Desa Sopo Batu Dapat Hadiah Pasokan Listrik

    Momen HUT RI, Desa Sopo Batu Dapat Hadiah Pasokan Listrik

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Desa Sopo Batu salah satu desa terisolir yang berada di Kecamatan Panyabungan Kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini sudah merasakan arti kemerdekaan setelah puluhan tahun lamanya menantikan pasokan aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Selasa (15/8/2023). Desa yang jaraknya kurang lebih 4 kilo meter dari ibukota Panyabungan Kabupaten Madina ini sebelumnya […]

expand_less