Senin, 12 Okt 2026
light_mode

Menghadapi MEA, Perantau Tabagsel Akan Gelar Lokakarya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 29 Okt 2015
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online) – Menyonsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah di depan mata, sejumlah lembaga asal Tabagsel menyelenggarakan lokakarya Pendidikan, Agribisnis dan Ekonomi Kreatif Tabagsel.

Lokakarya akan dilangsungkan tanggal 2 Nopember 2015 di IPB International Convention Centre, Botani Square Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, yang diselenggara oleh Ikatan Keluarga Alumni Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan dan Forum Masyarakat Peduli Tabagsel, IKAPADA.

Ketua Panitia, Dr.Kiman Siregar,S.TP,M.Si dalam rilis pers yang diterima Mandailing Online, Kamis (29/10) mengungkapkan lokakarya ini diharapkan mampu menampung dan menghimpun pemikiran, menjembatani peran masyarakat perantauan dan alumni dari sekolah-sekolah di Tabagsel dalam hal kerjasama percepatan proses pembangunan di seluruh kabupaten/kota kawasan Tabagsel (Tapanuli Bagian Selatan) terutama dari sisi pendidikan, agribisnis dan ekonomi kreatif.

Tujuan dari lokakarya antara lain, memberikan gambaran sistem pengelolaan pendidikan yang kompetitif dan profesional, serta mendorong terbentuknya universitas negeri di kawasan Tabagsel, seperti Universitas Graha Nusantara yang sudah seharusnya menjadi universitas negeri.

Mendorong proses peningkatan pembangunan SDM di Tabagsel; memetakan kemampuan Pemda di kawasan Tabagsel dalam menghadapi MEA, memberikan gambaran dan fokus pembangunan yang sesuai dengan potensi di kawasanTabagsel.

Menjembatani kebutuhan Pemda dalam mengakselerasikan pembangunan di kawasan Tabagsel, salah satunya dalam penyerapan dana desa dari Kementerian Desa Tertinggal, penyerapan dana kementerian pertanian, industri, energi di luar dana alokasi APBD.

Menggali potensi ekonomi dan pembangunan di kawasan Tabagsel, mengidentifikasi produk dan zona ekonomi kreatif yang kompetitif dikembangkan di kawasan Tabagsel; menggagas road map, strategi promosi, dan marketing produk kreatif Tabagsel secara terintegrasi dalam program kegiatan di tiap Pemda di kawasanTabagsel, termasuk menggagas Festival Tabagsel.

Pembicara utama meliputi, Prof. Dr. Hermanto J Siregar, M.Ec (Wakil Rektor IPB); Ir. MM Azhar Lubis, MA (Deputy BKPM RI); Dr. Mulia E Siregar (Deputi Pengawas Perbankan – OJK); Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika (Dirjen Pembangunan Percepatan Desa Tertinggal) dan para praktisi/pelaku usaha ekonomi kreatif di dan asal kawasan Tabagsel.

Output (keluaran) dari lokakarya ini berupa “Buku Panduan Pendidikan, Agribisnis dan Ekonomi Kreatif Tabagsel”. Buku ini merupakan inti sari dari lokakarya, disarikan dari berbagai tulisan nara sumber yang sesuai tema lokakarya ini.

Buku Panduan ini diharapkan jadi panduan bersama para kepala daerah dan instansi terkait, dan calon pemimpin pemda di kawasanTabagsel, begitu juga dengan investor dan pihak swasta atau calon investor yang akan berinvestasi di kawasan Tabagsel.

Buku Panduan ini akan dipamerkan dan disebarkan mengawali acara Festival Tabagsel yang akan dilaksanakan sekitar bulan Oktober 2016.

Output kedua, penandatanganan Piagam Kesungguhan (Commitment Signing) oleh seluruh stake holder se Tabagsel, investor/swasta yang akan berinvestasi di kawasan Tabagasel, perguruan tinggi di Tabagsel, Forum Masyarakat Peduli TABAGSEL, IKAPADA, Forum Komunikasi Lintas Parsadaan Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (FKLPM-TBS), Forum, Ikatan Alumni Sekolah dan Mahasiswa asal Tabagsel di Jabodetabek dan lainnya.

Pasca kegiatan lokakarya ini, ada beberapa kegiatan lanjutan yang akan dilaksanakan di kawasan Tabagsel, antara lain, melakukan kuliah umum di UGN tentang agribisnis dan ekonomi kreatif dengan mendatangkan dosen tamu dari IPB, UI, dan universitas lainnya di luar Tabagsel.

Membantu melanjutkan proses konversi Universitas Graha Nusantara menjadi Universitas Negeri; melakukan road show ke kawasan Tabagsel dalam pembenahan agribisnis dan ekonomi kreatif; menyiapkan Event Promosi Bersama Ekonomi Kreatif se Tabagsel dalam bentuk Festival Tabagsel yang namanya disesuaikan hasil kesepakatan dalam Lokakarya.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Solusi Kisruh KPID Sumut Tergantung Pimpinan DPRD

    Solusi Kisruh KPID Sumut Tergantung Pimpinan DPRD

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Hasil pertemuan antara Pimpinan DPRD Sumut dengan Komisi A DPRD Sumut pada Kamis (3/4) lalu memutuskan bahwa penyelesaian kisruh dalam pelaksanaan seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut periode 2021-2024 diserahkan sepenuhnya kepada Pimpinan Dewan. Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting kepada media mengatakan, pada hari ini, Kamis (14/4), Komisi A sudah […]

  • Infrastruktur Jalan Muara Batang Gadis Madina Buruk

    Infrastruktur Jalan Muara Batang Gadis Madina Buruk

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal sampai saat ini masih buruk dan memperihatinkan dengan meliputi akses jalan ke Desa Suka Makmur, Aek Godang, Panunggulan, dan beberapa desa lainnya. Demikian disampaikan warga Desa Suka Makmur Edius Harahap kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (04/01/2012). Beliau mengatakan, untuk sampai ke […]

  • Kapolres Madina: Laporkan Penyebar Isu SMS Penculikan

    Kapolres Madina: Laporkan Penyebar Isu SMS Penculikan

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Isu penculikan anak yang marak menyebar via short massage service (sms), tampaknya membuat gerah pihak kepolisian. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk menghimbau, agar masyarakat melaporkan pelaku penyebar sms isu penculikan tersebut. Demikian diungkapkan Kasat Reskrim, AKP SM Siregar SH kepada METRO, Kamis (2/12). Siregar menilai, bahwa isu adanya penculik anak merupakan ulah […]

  • Kontradiktif Rezim Sekuler, Ajarannya Ditolak Dananya Ditarik

    Kontradiktif Rezim Sekuler, Ajarannya Ditolak Dananya Ditarik

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Masalah Keumatan, tinggal di Sidikalang Negeri kaya raya itu bergelar sebagai bumi gemah rifah loh jinawi, apa yang tak ada bumi pertiwi ini. Hutannya terhampar menyimpan kekayaan alam yang tak terhitung jumlahnya. Laut, sungai, danau, teluknya terbentang luas memiliki keaneka ragaman hayati yang tak ternilai. Kiranya dengan setumpuk sumber […]

  • Gerobak Penuh Darah Ditinggal Polisi

    Gerobak Penuh Darah Ditinggal Polisi

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Nur Iman, Korban Salah Sasaran yang Tewas saat Baku Tembak Densus 88 dan Teroris Baku tembak antara Densus 88 dan dua orang yang terduga teroris dini hari kemarin memakan korban warga sipil. Nur Iman, yang sehari-hari berjualan hik (makanan khas Solo), tewas dalam baku tembak itu. Benarkah dia hanya korban salah sasaran? Bagaimana kesaksian warga […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 1)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution PRAKATA Mengidentifikasi tipikal Mandailing membutuhkan kajian yang komprehensif. Amat naif jika hanya menggeneralisir begitu saja bahwa Mandailing hanya sebatas teritorial saja, tanpa acuan-acuan yang signifikan. Apalagi kita meyakini bahwa filsafat, norma, dan budaya—yang sering digunakan untuk pengelompokan sosial—bukanlah satuan-satuan yang berdiri sendiri tanpa pengaruh dari identitas suku lain. Studi sastra banyak […]

expand_less