Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Negeri Kaya Masalah Miskin Solusi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
  • print Cetak


Tidaklah sesuatu yang mendramatisir, kalau kita mengatakan negeri ini sungguh kaya berbagai permasalahan, tetapi sangat miskin dalam solusi

Mencermati permasalahan bangsa ini, yang demikian kompleks, beberapa pengamat yang biasanya pintar berdiskusi–ikut larut dalam suasana putus asa–menyatakan entah dari mana akan kita mulai membenahi kondisi bangsa yang sungguh memprihatinkan ini.

Apa yang menjadikan keprihatinan bagi para pengamat kita ini tentu beralasan. Mereka berharap hukumlah yang akan menjadi panglima tetapi itu pula yang bermasalah. Pilar penegakan hukum di negeri ini dimulai dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan bahkan pengacara juga merupakan mereka-mereka yang bermasalah. Benar orang menyatakan bahwa institusinya tidak bermasalah tetapi oknum-oknumnya.

Kita kembali kepada kata bijak yang menyatakan sangat tergantung siapa di dalam isntitusi itu, atau orang mengatakan Men Behind The Gun atau orang Sunda bilang Kumaha Juragan Waelah. Jadi kalau sudah dikatakan bahwa ke-3 pilar penegakan hukum tadi kita sepakat sedang sakit dan bermasalah. Itu sebabnya kita tidak pernah luput dari masalah tetapi miskin solusi.

Pemerintahan tidak tegas

Masih labilnya pemerintahan di negeri ini merupakan akar permasalahan, yang membuat semua menjadi bola liar yang tidak terkendali. Seolah-olah sudah tidak ada lagi kepatuhan instansi kepada lembaga yang membawahinya atau bahkan pemerintah pusat.

Ada pemahaman yang keliru pemerintahan nasional seolah, apabila Presiden turut campur kepada permasalahan di kepolisian, kejaksaan dan pengadilan yang kebetulan sedang bermasalah, dianggap intervensi. Kalau asumsi pemikiran seperti ini datangnya dari instansi penegak hukum tersebut masih kita dapat memahami–tetapi justru penyampaikan SBY melalui juru bicara sering menjadikan bahwa Presiden sangat menghormati independennya sebuah institusi dan presiden tidak mau intervensi.

Bagaimana kita begitu mudah mengatakan presiden terlalu intervensi terhadap suatu permasalahan. Apakah kepolisian, kejaksaan dan pengadilan itu di luar wilayah kekuasaan seorang presiden? Kita harus memahami bahwa prsiden adalah kepala negara dan kepala pemerintahan. Kecuali sistim pemerintahan kita adalah kerajaan atau parlementer di mana ada PM, sebagai kepala pemerintahan.

Tetapi sistim presidentil yang kita anut itu artinya presiden adalah kepala pemerintahan. Tidak ada intervensi disana. Semua itu masih dalam wilayah kewenangan presiden sebagai kepala pemerintahan untuk semua departemen/lembaga pemerintahan/kementrian yang ada dalam sistim pemerintahan kita.

Sungguh kita sesalkan bahwa bahasa intervensi pada orde baru yang dianggap sebagai momok demokrasi, di era reformasi kita maknai secara keliru. Sehingga mengantarkan pemerintahan ini pada kondisi tidak memiliki kewibawaan alias macan ompong, tidak berani bertindak. Pemerintah lemah dan berlindung dalam bahasa tidak mau intervensi. Sementara institusi di bawah tidak merasa mampu menyelesaikan masalah yang ada, karena menyangkut lintas instansi dan bahkan menyangkut pejabat pemerintahan yang lebih tinggi. Maka sempurnalah seperti lirik lagu yang dinyanyikan bahwa pemerintahan ini kaya permasalahan miskin solusi.

Membangun citra

Kalau kita mencermati apa yang dilakukan pemerintah ini adalah membangun citra sebagai pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, dll. Semua ini dilakukan melalui para pembantu presiden yang siap dengan angka statistik yang menjawab kritikan-kritikan masyarakat terutama tentang angka kemiskinan dan pengangguran. Memang secara jujur juga harus kita akui sudah ada kemajuan yang dicapai pemerintahan ini.

Tetapi kita juga tidak boleh buta terhadap faktor kehidupan masyarakat yang dapat kita lihat dan rasakan sendiri. Bagaimana mahalnya pelayanan publik saat ini, yang semua itu harus membutuhkan dana-dana ekstra, yang mengantar masyarakat kita pada kondisi yang semakin sulit.

Bangsa ini sedang berproses. Kita sedang berada dalam proses itu sendiri yang membutuhkan keberanian, ketegasan, kebijakan pemerintah yang kadang kala harus sedikit-sedikit kurang demokratis, kurang transparan dan bahkan kurang akuntabel. Tetapi ini semua kita yakin karena bangsa ini dalam kondisi sakit dan bermasalah. Tentu tidak bisa dimenej dengan menejeman yang biasa-biasa atau normal.

Fungsionalisasi lembaga

Memperkuat fungsi lembaga penegak hukum seperti polisi, jaksa, pengadilan, tentu merupakan strategi yang harus dilakukan. Karena institusi ini memiliki struktur organisasi sampai ke tingkat kecamatan bahkan kepolisian sampai ke desa. Itu artinya ke 3 institusi ini yang mampu menyelesaikan permasalahan bangsa yang menyebar sampai ke seluruh pemerintahan di daerah. Tentu perlu keberanian pemerintah untuk memangkas oknum kepolisian, kejaksaan dan pengadilan sampai tingkat yang agak bersih, walaupun banyak yang harus dipensiun dini.

Masih banyak polisi, jaksa, hakim yang muda yang mampu dan bermoral sebagai pilihannya. Apakah kita masih akan memberikan maaf dan kesempatan kepada jago-jago tua yang jelas-jelas koruptif, atau kita memberanikan diri memensiunkan mereka dan mengganti pada yang muda-muda. Tidak ada yang salah apabila Kapolri dipimpin bintang 2, Jaksa Agung oleh Gol. IVE demikian juga Ketua MA. Sekaligus kita sederhanakan organisasi, jangan seperti sekarang terlalu boros birokrasi yang ada.

So what gitu lho

Mengkoreksi atau memberikan saran dan kontribusi kepada pemerintah boleh dong! Pemerintahan periode II Bung SBY, secara efektif baru 1 tahun. Itu artinya masih ada 4 tahun lagi untuk beliau bisa berbuat atau tidak berbuat sama sekali. Dulu banyak orang beranggapan periode ke-2 ini, SBY akan membuat kejutan.

Asumsinya tidak perlu lagi pencitraan diri karena tidak ada periode ke-III atau nothing to lose. Tetapi, kutunggu dan kutunggu lagi kata masyarakat kok gebrakannya tidak kunjung kelihatan!

Apa yang dapat dilakukan anak-anak bangsa ini adalah mendukung sepenuhnya kepemimpinan SBY sampai pada 2014, inilah sikap yang paling ideal. Untuk menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan demi keterpurukan. Membangun gerakan yang mengganggu stabilitas pemerintahan dengan alasan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan tidak akan pernah menyelamatkan bangsa ini. ***** ( Bachtiar Sonar Siregar, SE, MBA : Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial Politik )

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    57 Pemekaran tak Ada Masuk Kategori Baik JAKARTA-Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, grand design penataan daerah yang akan dijadikan acuan pemekaran daerah, telah dimasukkan dalam draf rancangan revisi UU Nomor 32 Tahun 2004. Hal ini dianggap penting agar ada payung hukum bagi grand design sebagai acuan pemekaran. “Karena ketika grand design akan diaplikasikan, maka harus ada […]

  • Soal Jenazah Wong Qing, Polisi Masih Koordinasi Dengan Konsul China di Medan

    Soal Jenazah Wong Qing, Polisi Masih Koordinasi Dengan Konsul China di Medan

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak polisi masih melakukan koordinasi dengan konsulat jenderal Republik Rakyat Cina di Medan dalam pengurusan jenazah Wong Qing warga China yang terbunuh di camp tambang emas PT.M3, Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina) Senin (8/9/2014) lalu. Kapolres Madina, AKBP Mardiaz Kusin melalui Kasat Reskrim, AKP. Wira Prayatna kepada wartawan, Rabu […]

  • Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Panen raya padi di wilayah Kabupaten Mandailing Natal membuat penyedia jasa mesin perontok padi kebanjiran orderan. Mursal salah satunya, selama sepekan terakhir, mesin perontok padi miliknya selalu dapat orderan. “Jasa yang harus dibayar petani dihitung per kaleng hasil panen padi yakni 4000 rupiah. Dalam satu hari bisa empat areal sawah yang […]

  • Gatot-Tengku Resmi Pimpin Sumut

    Gatot-Tengku Resmi Pimpin Sumut

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN- Pasangan H Gatot Pujo Nugroho, ST, Msi – Erry Nuradu, (Ganteng) resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, Senin (17/6) siang setelah prosesi pelantikan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (mendagri) Gamawan fauzi. Pasangan ini resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur ke-18 Sumatera Utara. Bersama wakilnya Tengku Erry Nuradi, pasangan yang populer disebut GanTeng dilantik Menteri […]

  • MTQ dan Festival Seni Qasidah ke XXIV Madina, Panyabungan Juara Umum

    MTQ dan Festival Seni Qasidah ke XXIV Madina, Panyabungan Juara Umum

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan festival seni Qasidah ke-XXIV tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut berakhir, Senin (24/2/2025). Kegiatan yang berlokasi di pelataran masjid Nur Ala Nur, Panyabungan dari 21 hingga 24 Februari itu ditutup secara resmi oleh Asisten I Setdakab Madina Syahnan Pasaribu. MTQ ini merupakan salah satu rangkaian dalam […]

  • Panwaslu Padang Sidimpuan Temukan Banyak Pelanggaran Kampanye Cagub Sumut

    Panwaslu Padang Sidimpuan Temukan Banyak Pelanggaran Kampanye Cagub Sumut

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN, (MO)  –  Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Padang Sidimpuan menemukan berbagai pelanggaran yang dilakukan pasangan calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) saat berkampanye. Teguran dan sanksi akan segera diberikan. Berbicara kepada wartawan, Minggu (3/3/2013) Ketua Panwaslu Padang Sidimpuan Zulkarnain Hasibuan menyatakan hingga masa terakhir kampanye hari ini, ada dua pasangan yang melakukan pelanggaran. Masing-masing […]

expand_less