Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Negeri Kaya Masalah Miskin Solusi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
  • print Cetak


Tidaklah sesuatu yang mendramatisir, kalau kita mengatakan negeri ini sungguh kaya berbagai permasalahan, tetapi sangat miskin dalam solusi

Mencermati permasalahan bangsa ini, yang demikian kompleks, beberapa pengamat yang biasanya pintar berdiskusi–ikut larut dalam suasana putus asa–menyatakan entah dari mana akan kita mulai membenahi kondisi bangsa yang sungguh memprihatinkan ini.

Apa yang menjadikan keprihatinan bagi para pengamat kita ini tentu beralasan. Mereka berharap hukumlah yang akan menjadi panglima tetapi itu pula yang bermasalah. Pilar penegakan hukum di negeri ini dimulai dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan bahkan pengacara juga merupakan mereka-mereka yang bermasalah. Benar orang menyatakan bahwa institusinya tidak bermasalah tetapi oknum-oknumnya.

Kita kembali kepada kata bijak yang menyatakan sangat tergantung siapa di dalam isntitusi itu, atau orang mengatakan Men Behind The Gun atau orang Sunda bilang Kumaha Juragan Waelah. Jadi kalau sudah dikatakan bahwa ke-3 pilar penegakan hukum tadi kita sepakat sedang sakit dan bermasalah. Itu sebabnya kita tidak pernah luput dari masalah tetapi miskin solusi.

Pemerintahan tidak tegas

Masih labilnya pemerintahan di negeri ini merupakan akar permasalahan, yang membuat semua menjadi bola liar yang tidak terkendali. Seolah-olah sudah tidak ada lagi kepatuhan instansi kepada lembaga yang membawahinya atau bahkan pemerintah pusat.

Ada pemahaman yang keliru pemerintahan nasional seolah, apabila Presiden turut campur kepada permasalahan di kepolisian, kejaksaan dan pengadilan yang kebetulan sedang bermasalah, dianggap intervensi. Kalau asumsi pemikiran seperti ini datangnya dari instansi penegak hukum tersebut masih kita dapat memahami–tetapi justru penyampaikan SBY melalui juru bicara sering menjadikan bahwa Presiden sangat menghormati independennya sebuah institusi dan presiden tidak mau intervensi.

Bagaimana kita begitu mudah mengatakan presiden terlalu intervensi terhadap suatu permasalahan. Apakah kepolisian, kejaksaan dan pengadilan itu di luar wilayah kekuasaan seorang presiden? Kita harus memahami bahwa prsiden adalah kepala negara dan kepala pemerintahan. Kecuali sistim pemerintahan kita adalah kerajaan atau parlementer di mana ada PM, sebagai kepala pemerintahan.

Tetapi sistim presidentil yang kita anut itu artinya presiden adalah kepala pemerintahan. Tidak ada intervensi disana. Semua itu masih dalam wilayah kewenangan presiden sebagai kepala pemerintahan untuk semua departemen/lembaga pemerintahan/kementrian yang ada dalam sistim pemerintahan kita.

Sungguh kita sesalkan bahwa bahasa intervensi pada orde baru yang dianggap sebagai momok demokrasi, di era reformasi kita maknai secara keliru. Sehingga mengantarkan pemerintahan ini pada kondisi tidak memiliki kewibawaan alias macan ompong, tidak berani bertindak. Pemerintah lemah dan berlindung dalam bahasa tidak mau intervensi. Sementara institusi di bawah tidak merasa mampu menyelesaikan masalah yang ada, karena menyangkut lintas instansi dan bahkan menyangkut pejabat pemerintahan yang lebih tinggi. Maka sempurnalah seperti lirik lagu yang dinyanyikan bahwa pemerintahan ini kaya permasalahan miskin solusi.

Membangun citra

Kalau kita mencermati apa yang dilakukan pemerintah ini adalah membangun citra sebagai pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, dll. Semua ini dilakukan melalui para pembantu presiden yang siap dengan angka statistik yang menjawab kritikan-kritikan masyarakat terutama tentang angka kemiskinan dan pengangguran. Memang secara jujur juga harus kita akui sudah ada kemajuan yang dicapai pemerintahan ini.

Tetapi kita juga tidak boleh buta terhadap faktor kehidupan masyarakat yang dapat kita lihat dan rasakan sendiri. Bagaimana mahalnya pelayanan publik saat ini, yang semua itu harus membutuhkan dana-dana ekstra, yang mengantar masyarakat kita pada kondisi yang semakin sulit.

Bangsa ini sedang berproses. Kita sedang berada dalam proses itu sendiri yang membutuhkan keberanian, ketegasan, kebijakan pemerintah yang kadang kala harus sedikit-sedikit kurang demokratis, kurang transparan dan bahkan kurang akuntabel. Tetapi ini semua kita yakin karena bangsa ini dalam kondisi sakit dan bermasalah. Tentu tidak bisa dimenej dengan menejeman yang biasa-biasa atau normal.

Fungsionalisasi lembaga

Memperkuat fungsi lembaga penegak hukum seperti polisi, jaksa, pengadilan, tentu merupakan strategi yang harus dilakukan. Karena institusi ini memiliki struktur organisasi sampai ke tingkat kecamatan bahkan kepolisian sampai ke desa. Itu artinya ke 3 institusi ini yang mampu menyelesaikan permasalahan bangsa yang menyebar sampai ke seluruh pemerintahan di daerah. Tentu perlu keberanian pemerintah untuk memangkas oknum kepolisian, kejaksaan dan pengadilan sampai tingkat yang agak bersih, walaupun banyak yang harus dipensiun dini.

Masih banyak polisi, jaksa, hakim yang muda yang mampu dan bermoral sebagai pilihannya. Apakah kita masih akan memberikan maaf dan kesempatan kepada jago-jago tua yang jelas-jelas koruptif, atau kita memberanikan diri memensiunkan mereka dan mengganti pada yang muda-muda. Tidak ada yang salah apabila Kapolri dipimpin bintang 2, Jaksa Agung oleh Gol. IVE demikian juga Ketua MA. Sekaligus kita sederhanakan organisasi, jangan seperti sekarang terlalu boros birokrasi yang ada.

So what gitu lho

Mengkoreksi atau memberikan saran dan kontribusi kepada pemerintah boleh dong! Pemerintahan periode II Bung SBY, secara efektif baru 1 tahun. Itu artinya masih ada 4 tahun lagi untuk beliau bisa berbuat atau tidak berbuat sama sekali. Dulu banyak orang beranggapan periode ke-2 ini, SBY akan membuat kejutan.

Asumsinya tidak perlu lagi pencitraan diri karena tidak ada periode ke-III atau nothing to lose. Tetapi, kutunggu dan kutunggu lagi kata masyarakat kok gebrakannya tidak kunjung kelihatan!

Apa yang dapat dilakukan anak-anak bangsa ini adalah mendukung sepenuhnya kepemimpinan SBY sampai pada 2014, inilah sikap yang paling ideal. Untuk menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan demi keterpurukan. Membangun gerakan yang mengganggu stabilitas pemerintahan dengan alasan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan tidak akan pernah menyelamatkan bangsa ini. ***** ( Bachtiar Sonar Siregar, SE, MBA : Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial Politik )

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Perjuangkan Revisi SK 44

    Bupati Madina Perjuangkan Revisi SK 44

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara saat ini tengah berjuang di Jakarta untuk mengembalikan kawasan Madina yang tercaplok oleh SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005. SK 44 adalah Surat Keputusan Menteri Kahutanan Nomor 44/ Menhut – II/ 2005 tentang Penunjukan kawasn Hutan di Wilayah Sumatra Utara. SK 44 ini menetapkan 115 pemukiman […]

  • Kompak & Kopi Pahit Demo Kejatisu

    Kompak & Kopi Pahit Demo Kejatisu

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Usut Dugaan Mark Up di Sekretariat DPRD Psp MEDAN; Puluhan massa yang tergabung dalam Yayasan Kompak dan Komunitas Pinggiran Payung Hitam (Kopi Pahit) berunjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Tinggi Sumut, Kamis (10/2). Mereka meminta Kajatisu Sution Usman Adji SH segera mengusut dugaan korupsi di Sekreteriat DPRD Kota Padangsidimpuan tahun anggaran 2010. “Tindakan korupsi tersebut […]

  • Langgar Aturan, Sekdes PNS Terancam Diberhentikan

    Langgar Aturan, Sekdes PNS Terancam Diberhentikan

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati Madina mengultimatum sekretaris desa (sekdes) yang telah menerima SK Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan menerima gaji yang melanggar aturan. Salahsatunya, apabila pengangkatannya melanggar aturan, akan diberhentikan. Hal tersebut ditegaskan Bupati Madina, HM Hidayat Batubara SE dalam surat yang disampaikannya kepada camat se Madina dan juga seluruh kepala desa terkait dengan maraknya pembicaraan di tengah-tengah […]

  • Seribuan Kaum Muda Penonton Final PORTA CUP IX Tamiang Teriakkan ONMA

    Seribuan Kaum Muda Penonton Final PORTA CUP IX Tamiang Teriakkan ONMA

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan( Mandailing Online ) : Seribuan penonton dari kalangan milenial (kaum Muda) teriakkan ONMA saat menyaksikan laga final sepakbola PORTA CUP XI Tamiang Kecamatan Kotanopan kabupaten Mandailing natal, Minggu (13/10). Teriakan itu semakin menggema saat calon Bupati Mandailing Natal nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution menyerahkan piala dan uang pembinaaan serta pengalungan medali kepada tim […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi I) Hari :  Kamis, Pukul : 08.00 s/d 10.00 wib Tanggal : 18 Desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132001259 WINDA AMELIA 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 […]

  • Alumni Musthofawiyah Tak Berafiliasi Pada Capres Manapun

    Alumni Musthofawiyah Tak Berafiliasi Pada Capres Manapun

    • calendar_month Jumat, 15 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Abituren atau alumni Pesantren Musthofawiyah Purba Baru menegaskan bahwa tidak berafiliasi dengan calon presiden mana pun dalam Pilpres 2019. Itu ditegaskan Ketua LBH DPP Keluarga Abituren Musthofawiyah (KAMUS), Dedi Pranoto,SH yang diterima Mandailing Online via WhatsApp, Jum’at (15/2/2019). Selanjutnya, Dedi menyatakan atas nama DPP Keluarga Abituren Musthofawiyah, LBH DPP […]

expand_less