Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

OTK Edarkan Jawaban Melalui SMS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
  • print Cetak


Kunci Jawaban UN Sesat, Banyak Siswa Terjebak

SIANTAR-
Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 1 Pematangsiantar, Selasa (19/4) diduga curang. Para siswa ditengarai membawa ponsel (HP) ke lokasi ujian dan menerima kunci jawaban melalui nomor tak dikenal. Namun, kunci jawaban yang diberi diduga palsu, sehingga banyak siswa menjadi korban.

Pengakuan itu disampaikan kepada E Simamora, warga Siantar yang ingin mengetahui pelaksanaan UN disekolah itu. Kepada METRO SIANTAR (grup Sumut Pos), E Simamora menduga kunci jawaban itu datang dari pihak sekolah di SMA N 1. “Menurut adik saya, kunci jawaban itu tidak benar,” ujar Simamora sembari mengatakan, dia memiliki hubungan saudara dengan salah seorang siswa di sekolah tersebut.

Menurut Simamora, siswa itu mengatakan, pihak sekolah diduga menjalin kerja sama dengan pengawas ujian. “Kita lihatlah hasilnya bulan enam nanti. Kalau banyak mereka (siswa SMA N 1, Red) tidak lulus, berarti benarlah informasi itu,” ujarnya.

Kabar peredaran kunci jawaban UN melalui pesan singkat di kalangan peserta ujian di SMA N 1 ini kini menjadi perbincangan warga di Siantar. Tidak sedikit warga yang menduga, soal UN bocor sejak sampai di SMK N 2 Siantar, Sabtu (17/4) lalu.

Kepala SMA N 1 Siantar melalui Pembantu Kepala Sekolah (PKS) bidang Kesiswaan, Drs Mula Simanjuntak membantah keras informasi tersebut. “Tidak ada kebocoran soal di sekolah ini, Pak,” ujarnya. Pihak sekolah juga tidak pernah memberikan kunci jawaban kepada peserta UN di Sekolah itu.

Mula menjelaskan, sebelum dibagikan kepada siswa, soal ujian dijemput dari SMK Negeri 2 Siantar. Petugas penjemput dari kepolisian dan tim pemantau satuan pendidikan Unimed. Soal ujian itu dibagikan kepada siswa dengan sistim paket A, B, C, D, dan paket E. Paket masing-masing peserta tidak sama soal ujiannya, sehingga tidak memungkinkan untuk memberikan kunci jawaban.

Ditanya soal penggunaan HP di ruang ujian, Mula tidak bisa menjamin dan mengontrol siswanya tidak membawa HP ke ruangan ujian. Pihak sekolah telah membuatkan tata tertib ujian di meja pegawas, termasuk larangan membawa HP ke ruangan ujian. “Kalau ada, itu di luar tanggung jawab kami,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Drs Setia Siagian menegaskan, pihaknya tidak perlu menanggapi informasi yang tidak diketahui kebenaran sumbernya. “Tidak jelas SMS itu. Anak-anak tahu mana jawaban yang benar dan salah, makanya mereka perbaiki,” ujarnya.

Setia mengaku pihaknya telah berupaya maksimal menjaga agar soal tersebut tidak bocor.

Sementara itu, pelaksanaan UN hari kedua di Medan masih diwarnai keluhan kekurangan naskah soal hingga menyebabkan molornya pelaksanaan ujian. Hal antara lain terjadi di SMA Perguruan Nurul Islam di Jalan Megawati Kecamatan Medan Area. Menurut Kepala Sekolah, Nur Asni Pohan SPd, seperti sehari sebelumnya, soal paket D mata ujian matematika kurang satu berkas. Kepala sekolah didampingi pengawas dari Unimed bernama Khairiza Lubis terpaksa bergegas memfotokopi soal.

“Soal yang kurang soal paket D, cadangan yang berlebih hanya paket F. Jadi kami memfotokopinya (soal paket D) di depan sekolah. Kejadian ini sudah berlangsung sejak hari pertama ujian,” jelasnya.

Jumlah murid yang ikut UN ada 30 orang, 16 dari IPA dan 14 orang dari IPS. Sementara menurut seorang siswa, Mulia Sari, ia kesulitan mengerjakan soal ujian matematika. Dia hanya bisa menjamin kebenaran soal 50 persen. “Ada yang mirip soal latihan tapi ada beberapa yang tidak sama. Soalnya lumayan sulit,” katanya

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan Salman Al Farisi malah melihat panitia UN kurang profesional hingga menimbulkan banyak masalah, seperti kekurangan naskah soal. Hal itu dikatakanya saat meninjau UN di SMA 4 dan SMA Amir Hamzah Medan. “Tujuan kita langsung ke sekolah juga untuk melihat indikasi kecurangan. Namun semuanya berjalan lancar dan tidak ada indikasi kecurangan,” ujar Anggota Komisi B DPRD Medan ini.

Menyikapi laporan masyarakat tentang masih adanya dugaan sejumlah pelanggaran pelaksanaan UN di lapangan, Ketua Komunitas Air Mata Air Guru Abdi Musakarya Saragih memandang lebih baik meniadakan UN. Menurutnya, ujian itu hanya mengajari siswa melakukan kecurangan, menghalalkan segala cara untuk lulus.

“Belum lagi pihak sekolah akan melakukan kecurangan demi menjaga tingkat kelulusan siswanya,” katanya.
Sebagai pendidik, Abdi menegaskan, yang lebih tahun kemampuan siswa itu bukan pemerintah UN. Guru merupakan pihak yang paling kompeten menilai siswanya.

“UN harus dievaluasi lagi, pemerintah bisa minta pendapat siswa, guru dan Disdik sehingga UN tidak menjadi momok menakutan dan menimbulkan kecurangan siswa setiap tahun,” ujarnya. (mag-1/smg/mag-7/uma)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • The Age: SBY Suruh BIN Inteli Menterinya Sendiri ketika di Singapura

    The Age: SBY Suruh BIN Inteli Menterinya Sendiri ketika di Singapura

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Nama Yusril Ihza Mahendra juga disebut-sebut dalam kawat rahasia yang dikirim Kedutaan Besar Amerika Serikat yang dilansir The Age. Konon, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah meminta agar Yusril dimata-matai. Dilansir The Age, Jumat 11 Maret 2011, SBY pernah meminta Kepala Badan Inteligen Negara (BIN) Syamsir Siregar untuk memata-matai Yusril yang saat itu […]

  • Berkas Kasus Dugaan Korupsi Mantan Camat Sipirok

    Berkas Kasus Dugaan Korupsi Mantan Camat Sipirok

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dilimpahkan Pertengahan Februari SIPIROK- Berkas mantan Camat Sipirok, Amirsyam SSos, tersangka kasus dugaan korupsi pengutipan biaya administrasi pembebasan lahan pendirian tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Padangsidimpuan. Demikian juga dengan salah seorang mantan stafnya, Ramadhan. “Pemeriksaan terhadap saksi-saksi telah selesai kita lakukan, dan berkas keduanya tinggal menjilid […]

  • Berendam Air Panas di Purba Julu

    Berendam Air Panas di Purba Julu

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Bagi anda pecinta wisata pemandian air panas, mungkin perlu mengunjungi lokasi wisata yang satu ini. Jika di beberapa tempat pemandian air panas berbentuk kolam, namun air panas yang terletak di Desa Purba Julu Kecamatan Puncak Sorik Merapi ini adalah sungai berair jernih. Sepintas, sungai ini memang terlihat seperti sungai biasa. Tidak ada tanda-tanda kalau […]

  • AMMPBB: APBD Sidimpuan 2011 Untuk Siapa?

    AMMPBB: APBD Sidimpuan 2011 Untuk Siapa?

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bukan untuk membiayai urusan birokrasi semata. Kebijakan-kebijakan yang menyentuh langsung pada kemaslahatan masyarakat harus dikedepankan. Elemen masyarakat merasa dikebiri akan alokasi APBD Sidimpuan yang 75% nya dialokasikan untuk birokrasi. Dana APBD Sidimpuan Tahun 2011 sebesar Rp435 miliar telah disahkan. Namun APBD itu dinilai sama sekali tidak menyentuh […]

  • Bupati Madina Tempuh 7,2 Km Bawa Bantuan untuk Warga

    Bupati Madina Tempuh 7,2 Km Bawa Bantuan untuk Warga

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Desa-desa terisolir yang terdampak bencana alam tergolong sulit dijangkau pejabat pemerintah untuk melihat langsung kondisi di sana. Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution bersama rombongan harus menempuh jalan terjal sepanjang 7,2 Km untuk mencapai Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan, Senin (8/12/2025). Kedatangan bupati bersama perwakilan BNPB Herman, Kepala Laksana BPBD Mukhsin […]

  • Jembatan Gantung Tak Kunjung Selesai Puluhan Tahun Warga Bulu Mario Gunakan Rakit

    Jembatan Gantung Tak Kunjung Selesai Puluhan Tahun Warga Bulu Mario Gunakan Rakit

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan. Warga Desa Tor Banua Raja (Bulu Mario) dan Sopo Sorik, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) puluhan tahun masih menggunakan rakit untuk menyeberangi Sungai Batang Gadis menuju Jalan Lintas Sumatera dalam rangka melakukan aktivitas. Nur Asiyah Nasution (39), warga Desa Bulu Mario mengatakan, sebenarnya ada jembatan gantung pundasi beton dibangun. Namun sudah puluhan […]

expand_less