Minggu, 7 Jun 2026
light_mode

PC PMII Madina Nilai Kapolres Madina Tidak Becus Emban Amanah

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
  • print Cetak

Massa PC PMII Madina Gruduk Mako Polres Madina terkait Tambang Emas Ilegal( ist )

PANYABUNGAN ( Mandailing Online): puluhan massa Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) seruduk mako Polres Madina meminta Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh segera melakukan penertiban dan penindakan perusakan lingkungan akibat Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

Pantauan wartawan, massa PC PMII tiba di Mapolres pukul 15.30 wib, Jum’at (20/06/2025) dikordinatori langsung ketua PC PMII Madina, Abdul Rahman Hasibuan. Mereka berorasi sebelum membacakan tuntutan.

PC PMII Madina dalam orasinya meminta agar Kapolres Madina mengusut, menangkap pelaku, pemodal, termasuk jika ada oknum aparat atau pejabat yang terlibat.

Kemudian meminta Kapolres Madina menindak tegas seluruh aktifitas pertambangan ilegal yang merusak lingkungan hidup dan merugikan masyarakat di Kabupaten Madina sesuai dengan peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku.

Selain itu massa aksi juga meminta Kapolres Madina menangkap dan memeriksa oknum-oknum yang terlibat didalamnya seperti pendistribusian solar ke mafia tambang di Kabupaten Madina.

Mereka juga meminta Kapolres Madina bersikap tegas dalam upaya penutupan tambang ilegal di Kabupaten Madina.

Massa aksi juga menyinggung tidak adanya ketegasan dan kesigapan Kapolres Madina terkait surat edaran dari Bupati Madina terkait penutupan tambang di Kabupaten Madina.

Diakhir tuntutan aksi ke Polres meminta Kapolres Madina memeriksa dan menangkap yang berinisial S dan L oknum kepolisian dan TNI oknuk pemain lainnya N, M, I, A yang mereka duga pemain tambang ilegal di Kabupaten Madina dan PMMI menilai Kapolres Madina tidak becus selama mengemban amanah sebagai Kapolres Madina.

Usai menyampaikan tuntutannya, terlihat massa aksi PC PMII Madina diterima oleh Wakapolres Madina, Kompol Marluddin, S. Ag, MH. Namun massa aksi tetap meminta agar Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, SH, SIK yang bertemu dengan mereka.

Wakapolres pun menjelaskan bahwa Kapolres Madina sedang tidak berada di tempat karena perjalanan dinas. Dan akhirnya massa aksi PC PMII Madina menolak bila diterima Wakapolres.

Dan berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, massa PC PMII Madina berencana akan kembali melakukan aksi ke Polres Madika pada hari senin (23/06/2025) mendatang. (*)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan yang juga Anggota DPRD Madina mendesak Muspida Plus secepatnya menertibkan pengoperasian alat pengolah emas (mesin galundung) yang kini merajalela di Kota Panyabungan dan Kecamatan Hutabargot. Itu dikatakannya kepada wartawan, Jumat (25/03/2011) di Kantor DPRD Madina, usai meninjau wilayah tambang rakyat di Kecamatan Hutabargot yang […]

  • Tambang Emas Martabe Serahkan Bantuan ke USU

    Tambang Emas Martabe Serahkan Bantuan ke USU

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan – PT Agincourt Resources Tambang Emas Martabe, menyerahkan bantuan hibah senilai Rp 50 juta untuk pemeliharaan sarana dan prasarana Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU). Serah terima bantuan hibah itu secara simbolik dilakukan di Ruang Tim Pemikir, Gedung BPA USU Lantai 3, Jalan Dr Mansur Medan, Rabu (25/2). Wakil Rektor IV, Prof Dr Ningrum […]

  • Satu Bayi Ditemukan Dalam Keranjang

    Satu Bayi Ditemukan Dalam Keranjang

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang bayi ditemukan di keranjang tergeletak di RSU Panyabungan, Kamis pagi (29/9). Bayi yang diperkirakan berumur 8 hari itu diduga diletakkan ibu yang melahirkannya agar diadopsi orang lain. Informasi yang di peroleh wartawan, penemu bayi pertama adalah salah seorang keluarga pasien RSU Panyabungan, sekitar pukul 5.45 wib, melihat bayi di dalam […]

  • Guru Harus Punya Filosofi Pengabdian

    Guru Harus Punya Filosofi Pengabdian

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Profesi guru harus dipandang sebagai pengabdian, mengabdikan diri dan waktu serta ilmu yang dimiliki bagi generasi penerus. Filosofi itu ditekankan di Sekolah Dasar Negeri 033 Desa Huta Baringin, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Pengabdian itu dirangkai pula dengan karya.  “Sekolah adalah tempat kita untuk mengabdi dan berkarya, agar kita biasa selalu fokus […]

  • Inspektorat : Kasus Gunungtua Jae Masih Tahap Analisa

    Inspektorat : Kasus Gunungtua Jae Masih Tahap Analisa

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus kepala desa Gunung Tua Jae Kecamatan Panyabungan masih tahap analisa oleh Inspektorat Mandailing Natal (Madina). Itu diungkapkan Ketua Tim Pemeriksa Inspektorat Madina, Rahmad Daulay menjawab Mandailing Online di ruang kerjanya, Rabu (19/2/2020). Pihaknya juga sudah memanggil berbagai pihak dari Gunung Tua Jae dan dimintai keterangan. Namun, masih beberapa lagi […]

  • Salut! Eks Korban Gempa Yogya Kirim Bantuan ke Korban Banjir Jakarta

    Salut! Eks Korban Gempa Yogya Kirim Bantuan ke Korban Banjir Jakarta

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bantul, (MO) – Duka yang pernah dirasakan saat bencana gempa bumi melanda pada tahun 2006, membuat warga Dusun Bregan, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul, DIY bersimpati atas bencana banjir di Jakarta. Sebagai bentuk kepedulian, mereka mengirim bantuan ke korban banjir, Senin (21/1/2013). “Kita di Bantul pernah merasakan penderitaan akibat gempa bumi. Dan saat menyaksikan tayangan […]

expand_less