Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Penguatan Kebudayaan Melalui Politik Anggaran Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 3 Mei 2018
  • print Cetak

 

Oleh : Mulyadi Hakim Nasution, SH
Anggota DPRD Mandailing Natal

Disampaikan pada Kegiatan Konsolidasi Organisasi
Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Mandailing Natal
Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Kamis 3 Mei 201

 

Mulyadi Hakim Muda Nasution (kiri).

 

Penguatan adat dan budaya daerah memang memerlukan peran berbagai pihak. Tidak memadai lagi kalau hanya semata-mata menjadi beban pelaku-pelaku adat dan budaya saja seperti yang terjadi selama ini. Akibatnya, tanpa peran negara – baik pusat maupun daerah – berbagai  entitas kearifan lokal yang kita miliki, bukannya menjadi lebih utuh, tetapi makin tergerus. Hal itu menjadi kekhawatiran bersama, bukan hanya bagi pelaku adat dan budaya itu sendiri, tetapi juga bagi pemerintah.

Peran pemerintah untuk membangkitkan potensi kearifan lokal memang menjadi satu keharusan. Sebab, adat dan budaya semakin disadari sebagai kekayaan bangsa yang harus dilestarikan. Selain karena nilai-nilai keluhuran yang dimiliki oleh setiap kebudayaan daerah, juga karena peran penting adat dan budaya daerah dalam membentuk karakter manusia Indonesia.

Peran pemerintah itu juga diamanatkan oleh undang-undang.  Undang-undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, misalnya, menyebutkan peran pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan pengarusutamaan kebudayaan melalui pendidikan (Pasal 7). Makna pengarus utamaan itu adalah menjadikan seluruh sektor-sektor pembangunan yang mendorong penguatan adat dan budaya daerah.

Selain itu, pasal 96 Undang-undang No. 11 tahun 2010 tentang Benda Cagar Budaya, juga mengatur kewenangan pemerintah daerah untuk melestarikan cagar budaya daerah secara luas melalui pembiaan APBD. Hal itu karena menyadari bahwa setiap daerah memiliki berbagai bentuk cagar budaya, baik benda maupun non-benda.

Selama ini kita menyadari betapa banyak keunikan cagar  budaya daerah Mandailing Natal yang tidak terlestarikan. Seolah-olah semua kekayaan budaya itu punah begitu saja tanpa keikutsertaan pemerintah untuk mendorong pelestariannya. Kalau hal ini dibiarkan terus-menerus, akan banyak pesona cagar budaya kita yang habis.

DPRD Mandailing Natal dalam hal ini tentu memiliki fungsi strategis untuk memajukan kebudayaan daerah Mandailing Natal. Dengan dukungan kebijakan anggaran yang signifikan, kita meyakni akan mampu mendorong pelestarian dan pengembangan adat dan budaya Mandailing Natal. Dengan berbagai program kegiatan yang menyentuh berbagai aspek adat budaya, tentu secara bertahap akan mampu membangkitkan usaha-usaha penguatan adat dan budaya daerah. Apalagi itu sejalan dengan misi Pemerintah Daerah Mandailing Natal sebagai “negeri yang beradat taat beribadah”.

Masalahnya adalah bagaimana seluruh Organisasi Perangkat Daerah mampu menyusun program kegiatan yang mampu membangkitkan adat dan budaya daerah. Tentu yang sesuai dengan job description masing-masing. Jangan hanya bertumpu pada satu OPD saja yang tentu memiliki keterbatasan wewenang dan anggaran. Karena itu, DPRD Mandailing Natal akan ikut berperan untuk mendorong berbagai pihak untuk memajukan kebudayaan Mandailing Natal dengan wewenang yang dimilikinya.

Untuk itu, Forum ini tentu bisa merumuskan berbagai bentuk kegiatan pelestarian dan pengembangan adat dan budaya daerah dalam berbagai bidang. Rumusan kegiatan itu tentu harus berupa bentuk kegiatan yang terukur. Rumusan itu nanti yang akan kita tindaklanjuti dengan penganggaran yang sesuai.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usut Proyek Di Dinas Pengairan Sumut

    Usut Proyek Di Dinas Pengairan Sumut

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Sejumlah proyek di Dinas Pengairan Sumatera Utara diduga bermasalah dalam proses tendernya. Ada indikasi proses tender telah dilakukan sebelum Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut disahkan oleh Gubsu H Syamsul Arifin SE Sebagaimana diketahui Gubernur Sumut H Syamsul Arifin baru saja mensahkan APBD yang digelar, Kamis pekan lalu setelah melalui pembahasan bersama para […]

  • Tambang Emas Longsor, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas

    Tambang Emas Longsor, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Setidaknya 12 orang perempuan tewas tertimpa longsor bekas tambang emas ilegal di Desa Banjar Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Kamis (28/4/2022). Selain itu, 2 orang dinyatakan selamat yang kini masih dirawat di puskesmas terdekat. Semuanya adalah ibu rumah tangga. Mereka sedang mencari emas di lokasi itu saat longosor […]

  • Yusuf-Imron Temui Hidayat Batubara

    Yusuf-Imron Temui Hidayat Batubara

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BERTEMU MANTAN BUPATI MADINA – Pasangan Calon bupati/wakil bupati Madina Yusuf Nasution-Imron Lubis menemui mantan bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara di LP Tanjung Gusta, Medan, kemarin. Kunjungan ini merupakan silaturrahim pasangan ini ke berbagai tokoh pasca pendaftaran mereka sebagai calon bupati/wakil bupati ke KPU Madina, Minggu (26/7) lalu. Sebelumnya, pasangan Yusuf Nasution-Imron Lubis […]

  • Mixing PAI dan PKn, Matching?

    Mixing PAI dan PKn, Matching?

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen Pendidikan Islam Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) meminta klarifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang sedang membahas kemungkinan penggabungan mata pelajaran PAI dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Jika upaya penggabungan PKN dan PAI menjadi satu mata pelajaran, Mahnan menegaskan, AGPAII menolak kebijakan itu karena menimbulkan persoalan besar. Dia […]

  • Nazar Sebut Anas Terlibat Belasan Proyek

    Nazar Sebut Anas Terlibat Belasan Proyek

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kubu Anas Urbaningrum memang masih belum tahu pasti makna proyek-proyek lain yang dituduhkan oleh KPK. Jika ocehan M. Nazaruddin selama ini benar, berarti setidaknya ada 20 kasus lain terkait dengan suami Athiyyah Laila itu. Saat ini, semua proyek itu sudah disampaikan kepada komisi antirasuah. Hal itu diungkapkan kuasa hukum M. Nazaruddin, Elza Syarief […]

  • Perlindungan Anak di Ruang Digital Dengan PP Tunas, Solutifkah?

    Perlindungan Anak di Ruang Digital Dengan PP Tunas, Solutifkah?

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hj. Nuryati Apsari, S.Hut, M.M Kondisi anak negeri ini sedang tidak baik-baik saja, berbagai permasalahan melanda mereka. Bak bencana yang menimpa tak ubahnya seperti bencana alam yang dahsyat seperti yang barusan menimpa saudara kita di Sumatera telah menimbulkan korban dan kerugian yang teramat besar. Bencana sosial yang menimpa anak negeri ini pun telah menyebabkan […]

expand_less