Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Presiden Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
  • print Cetak

 

Presiden Joko Widodo melarang ekspor CPO dan minyak goreng mulai 28 April mendatang. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/CNN Indonesia)

JAKARTA (Mandailing Online) – Presiden Joko Widodo melarang ekspor bahan baku minyak goreng/ crude palm oil (CPO) dan minyak goreng dalam rapat bersama menterinya.

Larangan yang mulai berlaku pada Kamis (28/4/2022) itu dimaksudkan supaya harga minyak goreng di dalam negeri murah dan pasokan kembali melimpah.

“Dalam rapat saya putuskan melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng mulai Kamis, 28 April 2022 sampai batas waktu yang ditentukan,” katanya Jumat (22/4/2022).

Keputusan Jokowi ini dinilai sebagai keputusan sapu jagat.

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dalam tulisannya di Disway.id menyatakan begitu drastis keputusan Presiden Jokowi itu yang melarang total ekspor bahan baku minyak goreng. Termasuk minyak gorengnya sendiri.

“Itu keputusan sapu jagat”, tulis Dahlan Iskan.

Berikut tulisan Dahlan Iskan di Disway.id dikutip Mandailing Online secara lengkap:

Presiden tidak bicara lagi DMO. Tidak juga PMO. Tidak juga HET. Domestic Market Obligation terbukti tidak mempan memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri.

Price Market Obligation terbukti tidak mampu mengendalikan harga. Ketentuan Harga Eceran Tertinggi diabaikan pasar.

Yang berlaku selama tiga bulan terakhir adalah harga pasar. Murni. Bahkan harga pasar internasional. Persaingan bebas.

Akhirnya diambillah keputusan sapu jagat: larang total ekspor. Tidak ada pertimbangan apa pun, kecuali “sampai ketersediaan minyak goreng di dalam negeri melimpah”.

Kata yang harus dicatat adalah: melimpah. Bukan sekadar cukup.

Ukuran melimpah tentu relatif. Maka saya menyumbangkan ukuran yang terukur: sampai harga minyak goreng kembali ke harga tiga bulan lalu. Dan begitu ekspor diperbolehkan lagi, harganya tidak kumat.

Harga minyak goreng kemasan sebelum ada gejolak, 14 ribu per liter. Biasanya yang dikemas dua liter harganya Rp 28 ribu – Rp 29 ribu. Setiap Jumat ada diskon jadi Rp 25 ribu. Untuk yang curah di pasar mulai Rp 9.500 hingga Rp 11 ribu per liter.

Saya menyebutnya keputusan sapu jagat karena dengan satu sapu ini seisi jagat perminyak gorengan teratasi.

Masih ada waktu lima hari untuk menyiapkan peraturan tertulisnya. Termasuk aturan yang bisa mengatasi trik-trik untuk menyiasatinya.

Juga sinkronisasi antara perdagangan dan industri. Ada potensi pabrik-pabrik CPO bermasalah. Juga pabrik minyak goreng. Rantai pasok mereka bisa tiba-tiba guncang.

Tentu para pengusaha tidak akan melawan keputusan presiden itu. Gejala perlawanan sempat muncul. Yakni seperti yang disuarakan pengurus asosiasi sawit. Sampai mengancam akan mundur dari program subsidi.

Nyatanya presiden justru mengeluarkan keputusan sapu jagat. Yang diucapkan sendiri lewat video resmi dari Istana Negara. Durasi video itu pun begitu pendek. Hanya satu menit. To the point. Tidak pakai basa-basi apa pun.

Pun cara Presiden Jokowi tampil di video sangat serius. Termasuk di raut wajahnya.

Sapu jagat!

Kebutuhan dalam negeri hanya 5 juta ton. Pasar ekspor 50 juta ton. Kali ini yang 50 juta ton dikorbankan untuk memenuhi yang 5 juta ton.

Maka, sebenarnya tidak harus ada keputusan sapu jagat. Lima juta ton tidak ada artinya dibanding 50 juta ton. Tapi jalan biasa sudah dicoba.

Tidak manjur.

Bahkan mengesankan seperti mencla-mencle. Wibawa pemerintah seperti jadi bahan mainan. Sampai mengusik seorang penyanyi sekelas Iwan Fals menjadikannya lagu top hits.

Sungguh. Sebenarnya tidak perlu ada sapu jagat. Kalau bisa ditata dengan baik.

Kasihan eksporter. Yang sudah telanjur menandatangani kontrak. Yang akan kena klaim dari luar negeri. Yang juga merusak jadwal kapal internasional.

Tapi Presiden memang sudah di tahap jadi bulan-bulanan. Sapu jagat ini telah menyelamatkannya.

Saya tidak bisa membayangkan betapa ruwet kesibukan di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian hari ini. Sampai lima hari ke depan.

Jangan-jangan dalam tiga hari ke depan ketersediaan minyak goreng tiba-tiba melimpah.

Lalu, larangan ekspor itu pun tidak perlu dilaksanakan di hari Kamis. Tanpa harus ada menko yang tiba-tiba bisa mencabut larangan ekspor itu. Ekspor produk sawit tahun lalu sumbang negara Rp 500 triliun.

Sumber: CNN Indonesia/Disway.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SBY Nilai Demokrat Difitnah dalam Penjualan Sahan KS

    SBY Nilai Demokrat Difitnah dalam Penjualan Sahan KS

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menganggap ada pihak tertentu yang memfitnah Partai Demokrat terkait polemik penawaran saham perdana PT Krakatau Steel. “Partai demokrat difitnah mendapat keuntungan dari Krakatau Steel,” kata Yudhoyono saat memberikan arahan dalam rapat kerja Fraksi Partai Demokrat DPR RI di salah satu hotel di Jakarta, Sabtu malam. […]

  • Tingkat Kehadiran ke TPS Minim

    Tingkat Kehadiran ke TPS Minim

    • calendar_month Rabu, 9 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di sejumlah kawasan Kabupaten Mandailing Natal tingkat kehadiran warga ke TPS menyalurkan hak pilihnya, minim. Pantauan Mandailing Online, Rabu (9/12) di beberapa TPS pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015, menunjukkan persentase tingkat kehadiran sekitar 50 hingga 60 persen. Di TPS 1 Kelurahan Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur, dari sekitar 451 total […]

  • Salut! Eks Korban Gempa Yogya Kirim Bantuan ke Korban Banjir Jakarta

    Salut! Eks Korban Gempa Yogya Kirim Bantuan ke Korban Banjir Jakarta

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bantul, (MO) – Duka yang pernah dirasakan saat bencana gempa bumi melanda pada tahun 2006, membuat warga Dusun Bregan, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul, DIY bersimpati atas bencana banjir di Jakarta. Sebagai bentuk kepedulian, mereka mengirim bantuan ke korban banjir, Senin (21/1/2013). “Kita di Bantul pernah merasakan penderitaan akibat gempa bumi. Dan saat menyaksikan tayangan […]

  • Kepala BKD Medan Membantah

    Kepala BKD Medan Membantah

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan membantah adanya “penukangan” nama-nama CPNS yang lulus dari jalur umum. “Kita membantah adanya penukangan nama-nama CPNS yang lulus. Semuanya tetap mempedomani hasil rangking yang dikeluarkan USU,” kata Kepala BKD Kota Medan Lahum ketika dihubungi wartawan, Rabu (22/12/2010). Ketika ditanya mengapa pengumuman CPNS amburadul dan diduga ditukangi, Lahum menjelaskan […]

  • Suhu Panas Menghantui Jamaah Masjid Al Muhajirin di Madina. Jamaah Diminta Menjauh Sementara

    Suhu Panas Menghantui Jamaah Masjid Al Muhajirin di Madina. Jamaah Diminta Menjauh Sementara

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online – Warga dan jemaah Masjid Al Muhajirin, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, diminta untuk sementara waktu menjauh dari area masjid. Hal ini menyusul meningkatnya suhu panas di dalam masjid yang semakin memanas. Suhu panas yang muncul tiba-tiba dari bawah lantai kramik hingga ke tiang masjid kini semakin bertambah panas dan […]

  • Ini Masukan Pemkab Madina pada Rakorwil APKASI

    Ini Masukan Pemkab Madina pada Rakorwil APKASI

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melalui Wakil Bupati Atika Azmi Utammi menyampaikan beberapa masukan pada acara rakorwil Apkasi yang dilaksanakan di Serdang Begadai, Kamis (19/5). “Sebagai pemerintahan yang mengutamakan kepentingan masyarakat, Pemkab Madina juga punya beberapa saran dan masukan yang nantinya diharapkan bisa didengar oleh pemerintah pusat,” tulis Atika pada […]

expand_less