Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Rakyat Sumbang Koin untuk Presiden

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


Setelah SBY Mengeluh Gaji Kurang

JAKARTA-
Keluhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sudah 7 tahun tak naik gaji, berkembang cepat. Dukungan, simpati, sindiran dan kritikan terhadap pernyataan yang dilontarkannya dalam pidato pada Rapim TNI dan Polri Jumat (21/1) terus mengalir.

Seperti halnya di situs microblogging Twitter, beberapa tweeps (pemilik akun twitter) memberikan komentar yang beragam. Hingga muncul lontaran ide untuk menggalang koin SBY.

Gagasan itu terkesan lucu sekaligus menyindir. Bahkan sebuah logo untuk menggagas ide koin presiden telah menyebar luas di twitter. Logo itu berbentuk persegi panjang dengan gambar sebuah tangan sedang memegang koin. Di bawahnya dilengkapi tulisan ”Koin Untuk Presiden”.

Selain itu, tepat di tengahnya tertulis kata-kata sindiran sarat makna ”Help Salary Presiden” dengan huruf agak besar. Logo berwarna paduan kombinasi kuning, hitam, dan putih.

Sepintas, logo tersebut mirip logo aksi ”Koin untuk Prita Mulyasari” yang sempat booming tahun 2010. Koin Keadilan Prita yang berjumlah ratusan juta itu merupakan hasil solidaritas masyarakat yang simpati kepada Prita. Belum diketahui pasti siapa yang mengupload logo itu pertama kali dan apa maksudnya.

Di Facebook, gerakan sejenis muncul Minggu (23/1) kemarin. Dengan nama grup ”Gerakan Rakyat Indonesia Galang Koin untuk Presiden SBY”, hingga kemarin sore anggota akun ini sudah mencapai 990 orang. Akun ini juga menulis visi dan misi: ”page ini hanya merupakan aspirasi rakyat, tidak ada maksud menghina, karena rakyat masih banyak yang gajinya di bawah presiden tercinta. Fasilitas rakyat juga masih banyak yang di bawah presiden tercinta. Jadikan kritikan rakyat untuk menjadi Indonesia yang lebih baik.”

Dalam pernyataannya, gerakan ini akan melakukan aksinya, Senin (24/1) di Bundaran Hotel Indonesia dan mengundang warga untuk bersama-sama menyumbangkan koin 100 untuk pemimpin yang sedang mengalami kesusahan.

Gerakan ini juga bekerja melalui BlacBerry Messenger dengan ikon ”Gerakan Sayang SBY”. Penerima pesan diimbau mengumpulkan koin Rp100 untuk membantu keluh kesah SBY soal gajinya yang belum naik selama tujuh tahun. ”Senin Tgl 24 Januari 2011 Tempat Bundaran Hotel Indonesia. Sebagai warga negara kita yang dipilih rakyat sedang mengalami kesusahan. Saatnya kita sebagai rakyat membantu kesulitan beliau dengan menyumbangkan koin cinta SBY Rp 100,” bunyi pesan dalam BBM.

Dituding Pengalihan Isu

Curhat Presiden SBY soal gaji presiden yang tidak pernah naik selama tujuh tahun, hanyalah akal-akalan untuk mengalihkan isu.

Presiden SBY dinilai mengalihkan isu 18 kebohongan pemerintah yang disampaikan para pemuka agama dan dugaan rekayasa atas mafia pajak Gayus Tambunan yang dilakukan oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum(PMH).
Akhirnya opini tergiring ke soal gaji presiden dan meredakan wacana kebohongan dan testimoni Gayus. SBY sendiri seolah memimpin langsung pengalihan issu tersebut. Hal yang juga aneh, SBY mengundang anggota satgas PMH ke Cikeas.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Institute Proklamasi Arief Rahman, Minggu (23/1). ”Ironis, di saat gelombang gerakan dan pernyataan seluruh elemen masyarakat mendesak dibubarkannya Satgas PMH serta diperiksanya Denny Indrayana dan Mas Ahmad Sentosa tapi SBY malah mendukung mereka,” kata Arief.
Menurut Arif, ada beberapa kejanggalan dalam pertemuan tersebut, diantaranya, mengapa klarifikasi Satgas PMH atas dugaan merekayasa kasus Gayus Tambunan disampaikan di kediaman pribadi SBY, bukan di Istana Negara. Seolah-olah kerja Satgas adalah menjalankan kepentingan pribadi SBY.

”Dengan begitu maka dugaan mengalihkan isu skandal Bank Century, rekayasa kasus Antasari Azhar oleh Satgas PMH selama ini dilakukan atas perintah Presiden?” kata Arief mempertanyakan.

Sementara peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Febri Hendri berpendapat, keluhan SBY dengan alasan apapun, sangat tidak memenuhi rasa keadilan. ”Seharusnya Presiden rela berkorban dengan meningkatkan gaji guru, polisi dan aparat penyelenggara negara lainnya yang masih rendah,” ujar Febri Hendri, kemarin.
Sebagai pemimpin, katanya, Presiden SBY mestinya memberi contoh gaji bukan satu pendorong peningkatan kinerja. ”Gaji Presiden tidak perlu dinaikkan. Itu tidak memenuhi rasa keadilan,” katanya. (yan/wid/rm/jpnn)
Sumber : Sumut Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SI RARA

    SI RARA

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    I tandai homu dope le Si Rara? Ninna, najolo ompung ni ompungnia alak naro juo dei sian Aek Nabara, ro alai sabara mamota-mota arangan dohot rura sampe tu paya-paya na ilambung ni Gunungtua. Dung tolap tu Huta Sabariba, nida alai mada sada amporik Ambaroba atia martata-tata paida-ida ulok Sa manolon Si Bodak na mata, sangkot […]

  • Dana Beasiswa Minim, IMMAN Kecewa

    Dana Beasiswa Minim, IMMAN Kecewa

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PADANGSIDEMPUAN (Mandailing Online) – Organisasi mahasiswa menyatakan kecewa menyikapi minimnya dana Beasiswa Miskin Berperatasi di RAPBD Madina TA 2020. Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN) Padangsidempuan dalam rilis pers yang dikirim kepada Mandailing Online, Rabu (18/12/2019) mendesak DPRD Madina berjuang menaikkan dana beasiswa itu di pembahasan RAPBD sebelum ditetapkan menjadi APBD. Pada Selasa kemarin, […]

  • Pembobol BRI Padangsidimpuan Ditangkap

    Pembobol BRI Padangsidimpuan Ditangkap

    • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PadangSidimpuan, (MO)-Kepolisian Resor (Polres) Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut) menangkap pelaku utama pembobol brankas Bank BRI Rp 970 juta. Turut diamankan lima tersangka lain yang menikmati uang tersebut. Keterangan yang diberikan Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Andi Syahriful Taufik kepada wartawan, Rabu (1/8) menyebutkan, penangkapan itu bermula dari pengembangan kasus sebelumnya. “Ini pengembangan penyelidikan setelah satu tersangka pelaku […]

  • Monument Jenderal Besar Abdul Haris Nasution

    Monument Jenderal Besar Abdul Haris Nasution

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Rencana Pembangunan Monument Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution (lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918 – meninggal di Jakarta, 6 September 2000 pada umur 81 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma […]

  • Komoditi Kopi Bisa Menggerakkan Ekonomi Madina

    Komoditi Kopi Bisa Menggerakkan Ekonomi Madina

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komoditas kopi dinilai bisa menggerakkan perekonomian Mandailing Natal, mengingat tanah di daerah ini sangat baik untuk tanaman kopi. Lebih dari itu, secara nasional komoditas juga termasuk satu dari beberapa komoditas yang mampu menekan defisit neraca perdagangan RI. Itu dinyatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga, Suti Masniari Nasution saat meresmikan pembangunan […]

  • Budidaya Jamur di Tapsel Menjanjikan

    Budidaya Jamur di Tapsel Menjanjikan

    • calendar_month Senin, 28 Des 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Tapsel – Usaha budidaya jamur tiram memang sangat menjanjikan. Dilihat dari finansial usaha ini layak untuk dikembangkan sebagai usaha home industri yang dapat menopang ekonomi keluarga. Sudarto (37) warga lingkungan II Kelurahan Sigalangan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini misalnya telah memulai atau merintis budidaya jamur tiram di rumahnya sendiri. Awalnya hanya coba-coba ternyata bisa. […]

expand_less