Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Ray Rangkuti: Hentikan Politisasi Sepakbola

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
  • print Cetak


JAKARTA – Prestasi timnas sepakbola Indonesia yang berhasil sampai ke final piala AFF 200 tak pelak mengundang meningkatnya animo masyarakat Indonesia.

ak luput di antaranya para politisi yang kini seolah mulai berlomba mencuri keuntungan politik dari kemenangan-kemenangan menawan tim nasional. Mulai dari klaim sepihak Presiden SBY yang menyatakan keberhasilan tim nasional adalah kongres pesepakbola yang digagas oleh beliau dilanjutkan dengan nonton bareng ke stadion Senayan hingga jamuan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Melihat gelagat tak sehat tersebut sebaiknya masyarakat Indonesia harus menyatakan secara serentak menolak politisasi timnas Indonesia.

“Selain untuk jangka pendek dan panjang akan dapat merusak kinerja timnas, juga cara-cara murahan mencari popularitas diri dan parpol harus ditolak,” ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti dalam pesan singkatnya, Sabtu(25/12/2010).

Menurut Ray, kemenangan timnas merupakan hasil kinerja rakyat Indonesia yang selalu setia dalam kondisi apapun timnas, memberi dukungan dan perhatian tulus.

Oleh karena itu sudah sejatinya kemenangan-kemenangan menawan timnas ini juga dikembalikan kepada rakyat Indonesia.

“Para politisi sejatinya belajar dari rakyat Indonesia bagaimana cara mencintai negeri ini tanpa pamrih. Berduyun-duyun dengan tangan, kaki dan keringat sendiri, rakyat Indonesia berebut tiket di Istora Senayan agar dapat memberi dukungan secara langsung kepada para pemain,” jelasnya.

Bahkan untuk tujuan itu,lanjut Ray, rakyat Indonesia menjual bahkan sesuatu yang paling penting dalam hidupnya. Datang ke Senayan lalu berhimpitan dan berdesakan sejak pagi untuk sekadar mendapatkan satu atau dua tiket sejak pagi hingga kadang malam hari.

“Merekalah pecinta sejati timnas tanpa harus merasa tampil sebagai pemberi jasa. Politisi kita alih-alih belajar dari sikap satria rakyat Indonesia itu, kini, dengan cara murahan mereka mulai berlomba memperlihatkan seolah paling berjasa dalam membangun timnas. Itu sesuatu yang mereka kerjakan tanpa keringat dan kesulitan yang dahsyat seperti yang dilakukan para pecinta sepakbola Indonesia,” jelasnya.

Lebih jauh Ray melanjutkan, ada hal ironis yang ditunjukkan oleh mereka para politisi, bahkan untuk menonton di Istora dan Bukit Jalil, Kuala Limpur pun mereka meminta fasilitas khusus.

“Kalau tidak tiket gratis setidaknya pelayanan mendapatkan tiket secara mudah tanpa keringat. Itu cara mencintai timnas secara licik, murahan dan tidak bermoral,” tandasnya.
Sumber : Tribun

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Bawa Tim, Terobos Medan Banjir

    Atika Bawa Tim, Terobos Medan Banjir

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menerobos medan banjir membutuhkan nyali kuat, apalagi bagi seorang gadis muda. Itu yang dilakukan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, Senin (20/12/2021) ketika harus bisa sesegera waktu dapat memasuki desa-desa yang diterjang banjir di Pantai Barat zona terparah hantaman banjir di Mandailing Natal (Madina). Bahkan hari Senin atau dua hari setelah banjir melanda masih […]

  • Gaji SBY naik, daerah bangkrut

    Gaji SBY naik, daerah bangkrut

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rencana menaikkan gaji presiden dipandang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap anggaran keuangan daerah. Kenaikan gaji presiden yang akan diikuti dengan kenaikan sekitar 8000 pejabat negara lainnya hingga ke daerah akan menguras anggaran daerah. “Kalau presiden naik gaji, pejabat naik juga, akan bebani APBD karena kepala daerah juga akan ikut naik,” ujar Koordinator Investigasi […]

  • Lobi dan Kerja Keras Untuk Lompatan Pembangunan Madina

    Lobi dan Kerja Keras Untuk Lompatan Pembangunan Madina

    • calendar_month Jumat, 21 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Adventorial Lobi dan Kerja Keras Bupati Madina Untuk Lompatan Pembangunan Madina   Pembangunan Kabupaten Mandailing Natal itu harus dikebut. Bahkan perlu lompatan. Agar terget-target menuju kemajuan di sektor-sektor strategis dapat diraih. Tetapi, semua itu membutuhkan kerja keras, kecerdasan, membutuhkan tim dari berbagai lini, berbagai kalangan, berbagai kekuatan. Mengebut pembangunan tak bisa jika bergantung pada APBD, […]

  • Penjualan di Pasar Baru Turun Gara-gara Lumpur

    Penjualan di Pasar Baru Turun Gara-gara Lumpur

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Infrastruktur relokasi Pasar Baru Panyabungan menjadi faktor utama penurunan jumlah pembeli. Gang pasar yang becek dan banyak titik berlumpur penyebab konsumen malas datang ke relokasi Pasar Baru Panyabungan. Itu diutarakan sejumlah pedagang kepada Mandailing Online, Selasa (13/10/2020). “Menurun. Dagangan sepi sejak hujan yang selalu turun. Orang malas datang karna pasar ini […]

  • Talenta Dari Seorang  Munir Lubis Memainkan Alat Musik Budaya Mandailing

    Talenta Dari Seorang Munir Lubis Memainkan Alat Musik Budaya Mandailing

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) : Mungkin  bagi anda  yang terbiasa melihat penampilan Gordang Sambilan, pesta adat  atau acara- acara penyambutan Pejabat dan  tamu-tamu penting yang  memakai Gordang Sambilan sebagai musik pengiring,  anda mungkin kenal dengan sosok yang satu ini. Betapa tidak, hampir di setiap acara-acara  seperti itu,  beliau tidak pernah absen mempersembahkan Tor-tor Sabe-sabe atau Gondang […]

  • Tiap malam geng motor harus diberantas

    Tiap malam geng motor harus diberantas

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Maraknya aksi geng motor atau geng kereta yang belakangan ini meresahkan masyarakat harus segera diantisipasi dan disikapi secara kolektif. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Medan telah bersikap melakukan kebijakan bersama untuk mengatasi geng kereta. Salah satu upaya yang akan dilakukan dengan penekanan terhadap peran guru di sekolah, untuk mengawasi berkembangnya kelompok-kelompok tersebut. “Setiap […]

expand_less