Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Rp 20 M untuk Perbaikan Jalan Nasional Wilayah Barat

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2015
  • print Cetak

Tapsel – Untuk Percepatan pembangunan koridor jalan nasional di wilayah barat Sumatera Utara, pemerintah pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) akan menggarkan Rp 20 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan pada APBN-P. Anggaran itu terungkap saat Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu dan pelaksana tugas (Plt) Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Tanjung, di Batangtoru, Rabu (28/01).

M Sahrul Pasaribu, mengatakan, pembangunan Jalinsum Raniate-Batumundom sudah dikerjakan tahun ini dan anggarannya di tampung dalam APBN-P. "Memang, pembangunannya sudah di depan mata, karena anggarannya sudah ditampung sebesar Rp 20 miliar," ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/1).

Dikatakan, dalam pertemuan kedua kepala daerah meminta realisasi pembangunan jalan di daerah masing-masing pada tahun ini. Bupati Tapsel misalnya meminta agar realisasi pembangunan jalan nasional Pantai Barat, dari Raniate, Kecamatan Angkola Sangkunur, menuju Batumundom (Kabupaten Madina) segera terwujud tahun ini. Selain itu, politisi asal Partai Golongan Karya itu juga meminta percepatan realisasi pembangunan Jalinsum mulai batas Tapteng-Tapsel sampai batas Kota Padangsidimpuan. Selanjutnya, Simirik-Taput, Pal XI-Paluta.

Dijelaskannya, sejak 2012-2014, Pemkab Tapsel telah berupaya menyisihkan APBD murni untuk memperlebar koridor sejumlah sejumlah jalan nasional. Anggaran itu diperuntukkan untuk pemangkasan kiri kanan bukit yang dilewati ruas Jalan nasional.

"Tujuannya untuk memudahkan beban tugas pusat nantinya dalam hal pembebasan tanah sepanjang ruas Jalan Nasional," jelas Syahrul.
Sementara Plt Bupati Tapteng Sukran Tanjung mengatakan harapan agar ruas Jalan Nasional Tapteng mulai dari batas Sibolga Tapteng hingga batas Tapteng-Tapsel dapat diwujudkan dalam tahun ini.

"Hasil pertemuan tadi, perbaikan dan pelebaran ruas Jalan nasional Tapteng diselesaiakan dalam jangka 2,5 tahun, dengan system multi years dengan anggara Rp360 miliar," ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Haris Batubara, Direktur Program dari Kementrian PU-PERA mengatakan, pengerjaan jalan nasional di kedua wilayah tersebut termasuk Kabupaten Madina menjadi agenda khusus untuk segera direalisasikan. Berbagai usaha dan program sudah dilakukan, salah satunya melakukan survey langsung ke daerah-daerah itu. Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan dana yang besar untuk pembangunan koridor jalan nasional yang ada di dua daerah tersebut.

Tim PU PERA akan membawa hasil survey mereka selama sepekan di Tabagsel ke Kementerian PU-PERA, sehingga dimasukkan ke dalam rancangan rencana startegis pembangunan sebelum dituangkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

"Hasil survey ini sangat menentukan seperti besaran anggaran, karena akan tuangkan kajian seperti bagaimana menurunkan waktu tempuh, mempercepat kecepatan. Artinya itu bisa dicapai dengan kondisi jalan yang baik dan lebar," tegasnya.

Sumber : Medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia miliki cadangan uranium 70.000 ton

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperkirakan terdapat cadangan 70 ribu ton Uranium dan 117 ribu ton Thorium yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia, yang bisa bermanfaat sebagai energi alternatif di masa depan. “Untuk Uranium potensinya dari berbagai kategori, ada yang dengan kategori terukur, tereka, teridentifikasi dan kategori hipotesis, sedangkan Thorium baru kategori […]

  • Percepatan Pembangunan Madina

    Percepatan Pembangunan Madina

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Melalui Penguatan Daya Saing Daerah Oleh: Zamharir Rangkuti* 14 tahun Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dimekarkan dari kabupaten induk, Tapanuli Selatan (Tapsel), bukanlah usia yang muda. Jika diibaratkan manusia, sudah memasuki usia remaja. Pada usia ini, sudah mulai paham bagaimana menggapai suatu cita-cita. Nah, bila ini sebuah daerah, berarti seyogianya juga mampu mewujudkan kesejahteraan daerah itu […]

  • Akulturasi Elitis Mandailing: Standar Baru Kemajuan Madina

    Akulturasi Elitis Mandailing: Standar Baru Kemajuan Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution* Sulit menemukan pemahaman yang relatif seragam dalam hal budaya lokal. Lebih-lebih dalam hal kepemimpinan yang bersifat tradisional. Apalagi untuk membaca dan memahami sebuah prosesi adat yang belum “taradat”. Perpaduan unsur adat dengan nilai budaya yang asing atau baru dengan meninggalkan nilai-nilai adat itu sendiri dapat dipahami sebagai akulturasi. Dan, karena pemangku […]

  • Dishut tak punya data kerusakan hutan

    Dishut tak punya data kerusakan hutan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBUHUAN – Tingkat kerusakan hutan (deforestasi) di Kabupaten Padanglawas tergolong tinggi akibat perambahan dan adanya dugaan penyalahgunaan HPH, sehingga mengarah pada pembalakan liar. “Ternyata Dinas Kehutanan dan Perkebunan tidak mempunyai data tentang kerusakan hutan itu,” ungkap Kepakla Dinas Hutbun Padanglawas, Sulaiman Harahap, siang ini. Dia mengatakan, pihaknya belum mempunyai data tetang deforastasi. Mereka juga belum […]

  • Dana Pilkada Madina Butuh 20 Milyar

    Dana Pilkada Madina Butuh 20 Milyar

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) menyatakan kesiapannya menampung anggaran dana Pilkada Madina yang direncanakan berlangsung bulan Desember 2015. Itu diketahui dalam rapat kordinasi antara Pemkab Madina dengan KPU Madina, Senin (23/2) membahas persiapan Pilkada Madina. Dalam rapat itu apihak KPU menghitung anggaran dana menelan sekitar 20 milyar. Berdasar revisi UU nomor […]

  • Riadi Husnan: Empat Sektor Bagi Perluasan Lapangan Kerja Baru

    Riadi Husnan: Empat Sektor Bagi Perluasan Lapangan Kerja Baru

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)-Anggota DPRD Madina dari PKS, H.Riadi Husnan menilai pemerintahan Hidayat-Dahlan belum memperlihatkan secara kongkrit terobosan bagi perluasan lapangan kerja bari di Mandailing Natal (Madina). Kepada Mandailing Online di gedung DPRD Madina, Riadi melihat setidaknya ada 4 sektor  yang memerlukan terobosan-terobosan bagi perluasan lapangan kerja baru. Terobosan-terobosan itu terkait dengan pertumbuhan ekonomi serta merangsang munculnya […]

expand_less