Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Satu Desa Rata-Rata Kelola Rp 1 Miliar

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 19 Des 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Rancangan Undang-Undang Desa akhirnya diketok menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR, Rabu (18/12). Dengan ketentuan alokasi sebesar 10 persen dari dana transfer daerah APBN, tiap desa bisa mengelola anggaran hingga Rp 1 miliar setiap tahun.

Jika besaran 10 persen itu mencapai Rp 104,6 triliun, kemudian dibagi sekitar 72 ribu desa, maka rata-rata bisa menerima 1,4 miliar pertahun.  Anggota Pansus RUU Desa Budiman Sudjatmiko mengatakan, angka tersebut tidak sama antara satu desa dengan desa lainnya.

“Besarnya alokasi disesuaikan dengan jumlah penduduk, luas wilayah, kondisi desa, kesulitan geografis dan lainnya,” kata Budiman seusai rapat paripurna di gedung DPR.

Dalam pasal 72 ayat (4) UU Desa disebutkan, alokasi dana desa dari APBN paling 10 persen dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam APBD setelah dikurangi dana alokasi khusus. Sebelumnya, menurut Budiman, desa hanya mendapatan anggaran dari APBD.

Ketua Pansus RUU Desa Ahmad Muqowam mengatakan, alokasi anggaran yang berasal dari APBN bersumber dari belanja pusat dengan mengefektifkan program yang berbasis desa secara merata dan berkeadilan. Pasal penjelasan UU Desa menyebutkan, besaran alokasi anggaran yang diperuntukkan langsung ke desa ditentukan 10 persen dari dan di luar dana transfer daerah (on top) secara bertahap.

“Bagi kabupaten/kota yang tidak memberikan alokasi dana tersebut, pemerintah dapat melakukan penundaan dan atau pemotongan sebesar alokasi dana perimbangan setelah dikurangi dana alokasi khusus yang seharusnya disalurkan ke desa,” terang Muqowam.

Dalam forum rapat paripurna, sejumlah interupsi mewarnai pengesahan RUU Desa menjadi UU. Salah satunya adalah wanti-wanti agar tidak terjadi praktik penyimpangan dengan besarnya anggaran untuk desa. “Harus ada pembinaan, penyuluhan dari kementerian dalam negeri agar tidak kades yang masuk penjara. Sudah cukup gubernur, bupati, walikota saja yang masuk penjara,” pesan anggota Fraksi PKS Nasir Djamil.

Terkait dengan hal itu, Budiman mengatakan, rancangan anggaran dan pendapatan belanja desa diajukan oleh kepala desa dan dimusyawarahkan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Nah, pemerintah juga ikut memiliki tugas untuk memberikan pendampingan dan fasilitator dalam pengelolaan anggaran itu.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan, UU Desa sudah disusun dengan mengantisipasi penyimpangan anggaran. Itu tercermin dari adanya pembentukan BPD yang akan mengawasi jalannya pemerintahan desa oleh kepala desa dan aparat desa lainnya. BPD beranggotakan sembilan orang dari berbagain unsur yang ada di desa.

“Ada sebagian yang mengkhawatirkan akan terjadinya praktik korupsi di tingkat desa. Tapi itu sudah diantisipasi dengan pembentukan BPD,” kata Priyo. Dia mengatakan, evaluasi dan koreksi juga akan dilakukan terhadap pemerintah desa, termasuk pengelolaan anggaran. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sering Dampingi Atika Penyantunan Anak Yatim, Ini Alasan Yazid Dukung SAHATA

    Sering Dampingi Atika Penyantunan Anak Yatim, Ini Alasan Yazid Dukung SAHATA

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Drs. Muhammad Yazid Nasution yang terlihat sering mendampingi calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution dalam rangka penyantunan anak yatim membeberkan alasan mendukung pasangan calon Saipulllah-Atika (SAHATA). Pensiunan PNS Kementerian Agama ini di sela-sela pengajian di Banjar Sehat, Panyabungan, Jumat (7/11/2024), menjelaskan bahwa keputusannya dan keluarganya mendukung […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 38)

    MARSIDAO-DAO (episode 38)

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Muli tingon sikola, na mangan gomos ma Si Poso i bagas. Sidung marsalin pakeanna, idokonsa tu inangna nangkan kehe paijur arambir dohot udana Si Mulhan. “Bo, andigan langa marsuo ho dohot uda Mulhan mu,” ning inangna sian gulungan i pantar tonga i. “Tuari, Umak. Iontang uda au paijur arambir […]

  • DPRD Tak Diberitahu 2 Anggota Dewan Diperiksa KPK

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemeriksaan terhadap dua anggota DPRD Madina, Ali Mutiara Rangkuti dan Ahmad Husein, tanpa pemberitahuan terhadap lembaga DPRD Madina. Sehingga pimpinan DPRD Madina tidak tahu terkait pemeriksaan kepada dua anggota dewan itu. Sekretaris DPRD Madina Sahnan Batubara kepada wartawan, kemarin mengatakan, pihaknya tidak mengetahui berapa jumlah anggota DPRD Madina yang diperiksa KPK […]

  • Antinarkoba kurikulum di 5 PT Sumut

    Antinarkoba kurikulum di 5 PT Sumut

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Materi tentang pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menjadi kurikulum pendidikan di lima perguruan tinggi (PT) baik negeri dan swasta di Sumatera Utara. Direktur Pusat Informasi Masyarakat Antinarkoba Sumut, Zulkarnain Nasutinon di Medan, mengatakan, kelima perguruan tinggi itu adalah USU, IAIN Sumatera Utara, Universitas Santo Thomas, Universitas Tjut Nyak Dien, dan Universitas […]

  • Urus 3 Berkas Kesehatan di RSUD Panyabungan, Pelamar PPPK Keluarkan Uang Rp.480.000

    Urus 3 Berkas Kesehatan di RSUD Panyabungan, Pelamar PPPK Keluarkan Uang Rp.480.000

    • calendar_month Selasa, 2 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – RSUD Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sejak pagi tadi selasa 2/1/2024 didatangi pelamar Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (  PPPK ) yang dinyatakan lulus untuk mengurus 3 (Tiga) berkas persyaratan administrasi. Sejak puluk 7.00 wib pantauan Mandailing Online, mereka telah mendatangi RSUD untuk mendapatkan nomor antrian. Ada 1000 orang lebih pelamar PPPK […]

expand_less