Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Satu Desa Rata-Rata Kelola Rp 1 Miliar

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 19 Des 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Rancangan Undang-Undang Desa akhirnya diketok menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR, Rabu (18/12). Dengan ketentuan alokasi sebesar 10 persen dari dana transfer daerah APBN, tiap desa bisa mengelola anggaran hingga Rp 1 miliar setiap tahun.

Jika besaran 10 persen itu mencapai Rp 104,6 triliun, kemudian dibagi sekitar 72 ribu desa, maka rata-rata bisa menerima 1,4 miliar pertahun.  Anggota Pansus RUU Desa Budiman Sudjatmiko mengatakan, angka tersebut tidak sama antara satu desa dengan desa lainnya.

“Besarnya alokasi disesuaikan dengan jumlah penduduk, luas wilayah, kondisi desa, kesulitan geografis dan lainnya,” kata Budiman seusai rapat paripurna di gedung DPR.

Dalam pasal 72 ayat (4) UU Desa disebutkan, alokasi dana desa dari APBN paling 10 persen dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam APBD setelah dikurangi dana alokasi khusus. Sebelumnya, menurut Budiman, desa hanya mendapatan anggaran dari APBD.

Ketua Pansus RUU Desa Ahmad Muqowam mengatakan, alokasi anggaran yang berasal dari APBN bersumber dari belanja pusat dengan mengefektifkan program yang berbasis desa secara merata dan berkeadilan. Pasal penjelasan UU Desa menyebutkan, besaran alokasi anggaran yang diperuntukkan langsung ke desa ditentukan 10 persen dari dan di luar dana transfer daerah (on top) secara bertahap.

“Bagi kabupaten/kota yang tidak memberikan alokasi dana tersebut, pemerintah dapat melakukan penundaan dan atau pemotongan sebesar alokasi dana perimbangan setelah dikurangi dana alokasi khusus yang seharusnya disalurkan ke desa,” terang Muqowam.

Dalam forum rapat paripurna, sejumlah interupsi mewarnai pengesahan RUU Desa menjadi UU. Salah satunya adalah wanti-wanti agar tidak terjadi praktik penyimpangan dengan besarnya anggaran untuk desa. “Harus ada pembinaan, penyuluhan dari kementerian dalam negeri agar tidak kades yang masuk penjara. Sudah cukup gubernur, bupati, walikota saja yang masuk penjara,” pesan anggota Fraksi PKS Nasir Djamil.

Terkait dengan hal itu, Budiman mengatakan, rancangan anggaran dan pendapatan belanja desa diajukan oleh kepala desa dan dimusyawarahkan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Nah, pemerintah juga ikut memiliki tugas untuk memberikan pendampingan dan fasilitator dalam pengelolaan anggaran itu.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan, UU Desa sudah disusun dengan mengantisipasi penyimpangan anggaran. Itu tercermin dari adanya pembentukan BPD yang akan mengawasi jalannya pemerintahan desa oleh kepala desa dan aparat desa lainnya. BPD beranggotakan sembilan orang dari berbagain unsur yang ada di desa.

“Ada sebagian yang mengkhawatirkan akan terjadinya praktik korupsi di tingkat desa. Tapi itu sudah diantisipasi dengan pembentukan BPD,” kata Priyo. Dia mengatakan, evaluasi dan koreksi juga akan dilakukan terhadap pemerintah desa, termasuk pengelolaan anggaran. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempat di Razia, Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kawasan TNBG Madina Kembali Beroperasi

    Sempat di Razia, Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kawasan TNBG Madina Kembali Beroperasi

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Sungai aek nabontar di kawasan taman nasional batang gadis ( TNBG ), Desa Batahan Kotanopan menjadi salah satu lokasi aktifitas tambang emas ilegal di Wilayah hukum Polsek Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Lokasi itu pun sempat dirazia petugas dari TNBG. Meski aktifitas penambangan dengan menggunakan alat berat sempat […]

  • Mutasi Pejabat Pemkab Madina Dinilai Berbau Politis

    Mutasi Pejabat Pemkab Madina Dinilai Berbau Politis

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Mutasi pejabat struktural di lingkungan Pemkab Mandailing Natal (Madina) oleh Bupati Madina Aspan Sopian Batubara yang telah berlangsung beberapa kali menimbulkan persepsi negatif dan kontroversial di tengah masyarakat Madina. Reaksi keras datang dari beberapa elemen mahasiswa dan pemuda Madina menyikapi mutasi ini. “Kita mengecam pelaksanaan Mutasi ini karena menurut penilaian kita mutasi yang telah […]

  • Harga Pangan Meroket di Awal Ramadhan, Dimana Peran Negara?

    Harga Pangan Meroket di Awal Ramadhan, Dimana Peran Negara?

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nuraty, S.Pd Anggota Komunitas Madina Menulis Meroketnya harga pangan bukan sesuatu yang tabu di tengah-tengah masyarakat. Karena kejadian ini setiap tahunnya berulang terjadi menjelang dan di tengah bulan Ramadhan. Hal ini terjadi dikarenakan permintaan terhadap barang tersebut cukup tinggi di pasar, jadi seolah-olah hal yang dimaklumi apabila terjadi kenaikan harga. Deputi Kajian dan Advokasi […]

  • DPC Ima Madina Unimed Galang Dana Untuk Palestina

    DPC Ima Madina Unimed Galang Dana Untuk Palestina

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para kader DPC Ima Madina Unimed berhasil mengumpul dana sebanyak Rp.4.411.000 dalam kegiatan penggalangan dana untuk Palestina di pasar Panyabungan, Mandailing Natal, Minggu (13/07/2014) lalu. Koordinator Kegiatan, Maradil Hasbuan menyatakan penggalangan dana itu dilakukan dengan menampung partisipasi masyarakat, pedagang pasar dan pengendara yang melintas di kawasan pasar baru dan pasar lama […]

  • Hindari Lakalantas Dibutuhkan Traffic Light

    Hindari Lakalantas Dibutuhkan Traffic Light

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Karena, jalur sepanjang jalan lintas Lingkar Timur di Panyabungan, Madina ramai lalu-lintas, tiap persimpangan membutuhkan traffic light. Ketiadaan traffic light ini bisa mengancam keselamatan pengguna jalan. Amatan METRO, Minggu (29/1), traffic light hanya ada di pintu masuk jalan Lintas Timur (Bila dari arah Tapsel, red) tepatnya di Desa Gunungtua Panggorengan tapi jarang hidup alias […]

  • Pejabat Pemkab Tak Satu yang Hadir, Rapat DPRD Madina Gagal

    Pejabat Pemkab Tak Satu yang Hadir, Rapat DPRD Madina Gagal

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Anggaran DPRD Madina gagal bersidang, Rabu (9/30), gara-gara tak satu pun pejabat pemkab yang hadir. Akibatnya, rapat beragenda singkronisasi dengan pihak eksekutif yang berlangsung di ruang badan Anggaran (Banggar) DPRD Mandailing Natal (Madina), yang dimulai sejak pukul 9.00 WIB itu ditutup oleh pimpinan rapat, Drs.H.Suhandi Lubis, pukul 11.30 WIB. […]

expand_less