Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Sebut Batak Mandailing, Presiden Jokowi Diprotes Warga Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Mar 2019
  • print Cetak

Sejumlah pemuda Mandailing membentangkan spanduk di lapangan Monas, Jakarta, Selasa (20/3/2019) memprotes Presiden Jokowi soal pernyataan Batak Mandailing

 

JAKARTA (Mandailing Online) : Warga Mandailing di Jakarta memprotes Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) terkait pernyataan Batak Mandailing.

Aksi protes berlangsung di lapangan Monas, Jakarta, Selasa (20/3/2019) dengan menggelar spanduk panjang bertulis : “Tuan Presiden, Mandailing Bukan Batak”.

Protes itu dilakukan menyusul adaya pernyataan Presiden RI Joko Widodo melalui akun resmi facebook– nya yang menyebutkan “Batak Mandailing”. Diposting pada Minggu (17/3-2019), pukul 09.17, usai melakukan kunjungan kerja di beberapa tempat di Sumut.

“Kami ingin menegaskan kepada dunia berdasarkan sejarah Mandailing adalah suku yang mandiri dan tidak ada sangkut-pautnya dengan batak. Kami protes keras pernyataan presiden melalui halaman facebook-nya. Tidak pernah ada istilah “Batak Mandailing”, yang benar adalah Mandailing,  tanpa embel-embel suku apa pun,”  ujar Khoirur Rijal Nasution, koordinator aksi yang dikutip Beritahuta.com.

Mewakili teman-temannya, putra Hutabargot, Madina,  yang juga alumni Universitas Bung Karno Jakarta ini,  meminta presiden hati-hati dalam pengelolaan akun resmi pemerintah. Apalagi menyangkut keberadaan suku-suku yang ada di Sumut dengan label batak.

Sebab hal ini berpotensi menyulut keresahan dan amarah publik dan terkesan tidak menghargai  eksistensi kemajemukan suku-suku yang ada di Sumut. “Ini bagian dari awal aksi kami sampai Pak Presiden mengoreksi  postingannya,” katanya.

Foto beberapa anak muda yang sedang membentang spanduk panjang bertuliskan, “Tuan Presiden, Mandailing Bukan Batak,”  itu sekarang sedang ramai dibicarakan di media sosial yang dihuni kalangan orang Mandailing.

Berbagai komentar pengguna WhatsApp, FB dan lainnya muncul. Mereka umumnya menyatakan kecewa atas pernyataan Jokowi.

“Semoga kejadian ini meningkatkan rasa kekerabatan dan kekompakan kita orang Mandailing dimana pun berada,” kata Arsyad Lubis melalui grup WhatsApp Mandailing Godang.

Screenshot_akun fb Presiden Joko Widodo

Berikut postingan Jokowi melalui fb tersebut,  “Saya dan ibu negara menghadiri pagelaran budaya lintas etnis Provinsi Sumatera Utara di Stadion Teladan, Kota Medan, Sabtu kemarin. Kami mengenakan pakaian adat Melayu.

Sumatera Utara ini miniaturnya Indonesia. Di dalamnya ada berbagai suku, dari Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Toba, Melayu, Nias, hingga etnis India dan Tionghoa. Agamanya pun berbeda-beda: Islam, Katolik, Hindu,Budha, dan Konghucu.

Meski begitu majemuk, dalam sejarahnya tak ada perpecahan mau pun pertikaian di Sumatra karena perbedaan itu,

Horas, majuah-juah. Juah-juah. Ya ahowu.”

Selain redaksional di atas, Jokowi juga menyertakan sebuah foto sedang di atas panggung mengenakan pakaian adat melayu sembari menyalami sejumlah massa.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh Beritahuta.com, aksi protes ini akan meluas jika presiden tidak cepat mengoreksi pernyataannya.

Sejumlah masyarakat Mandailing di sejumlah daerah sedang menggalang dana untuk membuat spanduk protes. Bahkan, perantau Mandailing yang di luar negeri juga tidak mau ketinggalan.

Sumber : Beritahuta.com

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 90% Pelajar Indonesia Minati IPA

    90% Pelajar Indonesia Minati IPA

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA  – Implementasi Kurikulum 2013 terus dievaluasi. Diantaranya adalah sistem peminatan untuk siswa SMA. Kepala Unit Implementasi Kurikulum (UIK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tjipto Sumadi menerima laporan, 90 persen siswa SMA meminati jurusan IPA. Seperti diketahui dalam pelaksanaan kurikulum baru itu, penjurusan di jenjang SMA dilaksanakan mulai dari kelas satu. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, […]

  • Bawaslu Madina Turunkan APK Calbup yang Salahi Aturan

    Bawaslu Madina Turunkan APK Calbup yang Salahi Aturan

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bawalu Madina melakukan razia APK para calon bupati, di Panyabungan, Sabtu (17/10/2020). Setidaknya empat alat peraga kampanye (APK) jenis baliho dan spanduk ditirunkan tim Bawslu di sepanjang jalan protokol Panyabungan dari titik Jembatan Batang Gadis hingga Titi Kuning. Penurunan APK itu karena lokasinya  menyalahi aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Razia tersebut […]

  • Pokok Pikiran Penguatan Kebudayaan Madina

    Pokok Pikiran Penguatan Kebudayaan Madina

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabarnya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mulai menyusun kerangka pedoman pembangunan kebudayaan. Kerangka itu selaras dengan Kabupaten Mandailing Natal yang dikenal sebagai “Bumi Gordang Sambilan”, kabupaten yang bersemboyan Negeri Beradat Taat Beribadat menuju masyarakat Madina Yang Madani sebagai motto. Dan pedoman ini juga menyahuti Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang […]

  • Ari Rayo 1980

    Ari Rayo 1980

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan kecil: Askolani Nasution Rabu, 13 Agustus 1980 Subuh terdengar nyaring takbir di mesjid. Bertalu-talu dengan suara bedug. Anak-anak berebut memukulinya dengan dua stik rotan yang sudah disiapkan. “Allohu Akbar Walillahilhamdi….” Tanpa dibangunkan, aku langsung duduk. Tentu saja, sejak semalaman tak nyenyak tidur karena menunggu hari raya. Tikar pandan sudah digelar. Karung-karung berisi beras juga […]

  • Narasi Deradikalisme Isu Basi Digoreng Kembali

    Narasi Deradikalisme Isu Basi Digoreng Kembali

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nuraty S.Pd Ibu rumah tangga, tinggal di Madina   Di tengah panasnya polemik soal pemindahan ibu kota negara (IKN), publik kembali disuguhi narasi soal radikalisme dan terorisme di dunia pesantren, kampus, masjid dan lain sebagainya. Narasi perang melawan radikalisme, terorisme masih terus bergulir dari tahun ke tahun sepertinya tidak pernah selesai. Isu ini terus-menerus […]

  • Tiap tahun ratusan polisi dipecat

    Tiap tahun ratusan polisi dipecat

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANDUNG, (MO) – Sepanjang tahun 2012, seratusan anggota Polri dipecat dari keanggotaan karena melanggar kode etik kepolisian. Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna menjelaskan, setiap tahunnya, 300-500 anggota Polri di Indonesia dipecat dengan tidak hormat. “Untuk tahun ini atau saat ini sudah seratusan lebih yang dipecat,” jelas Nanan saat ditemui di Hotel Royal Panghegar, hari […]

expand_less