Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Siswa SMKN 1 Sipirok MOGOK BELAJAR

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
  • print Cetak


SIPIROK-
Kepala SMKN 1 Sipirok Bandahara Spd mengaku siap mundur jika tidak berhasil membenahi kinerja di sekolah yang dipimpinnya. Namun, tetap saja ratusan siswa berunjuk rasa kemarin, bahkan mereka mogok belajar.
Pantauan METRO Senin (16/5) sekitar pukul 07.30 WIB, ratusan siswa dengan pakaian putih abu-abu berbaris memanjang di pinggir jalan depan pintu gerbang sekolah yang terletak di Desa Padang Bujur.
Ratusan siswa menggelar aksi serupa pada Sabtu (14/5) lalu. Hanya saja kali ini, siswa terlihat lebih santai tanpa poster dan pengeras suara. Mereka sekadar berbincang-bincang satu sama lain. Akibat aksi tersebut, upacara bendera dan proses belajar mengajar tidak digelar sama sekali kemarin.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Ketua Komite Sekolah H Painan Siregar dan beberapa anggotanya hadir di sekolah. Selain itu, turut hadir belasan personel kepolisian dan anggota koramil untuk menjaga aksi siswa agar tetap berjalan aman.
Dari informasi yang dihimpun METRO dari beberapa siswa dan komite sekolah, para siswa hanya ingin menunggu kepala sekolah saja datang ke sekolah dan memberikan tepuk tangan dan sorakan. “Kami hanya ingin menunggu kasek,” ucap beberapa siswa.
Sekitar pukul 11.00 WIB, akhirnya secara berangsur-angsur para siswa meninggalkan barisan dan meninggalkan sekolah usai memberikan tepuk tangan setelah kasek datang.
“Mereka berangsur-angsur meninggalkan sekolah dan pulang setelah kepala sekolah datang bersama perwakilan dinas sekaligus membawa hasil UN. Situasinya aman,” kata Ketua Komite H Painan Siregar.
Sementara itu, Bandahara SPd kepada METRO, mengaku heran dengan aksi yang masih digelar siswa. Pasalnya, telah ada kesepakatan sebelumnya. “Saya heran dengan tindakan mereka. Pertanyaan mereka telah saya jawab semua, tapi mengapa mereka tetap menggelar aksi? Tapi saya salut dengan mereka. Saya yakin ke depan sekolah ini akan lebih mudah diterapkan berbagai disiplin dan saya siap menjalankan itu,” katanya.
Kabid Dikmenti Disdik Tapsel Drs Sultoni menambahkan, sesuai kesepakatan bersama dan sesuai instruksi Kadisdik Tapsel akan ditunggu paling lama 2 bulan ke depan pembenahanan yang dilakukan Kasek.
“Sesuai instruksi kadis dan berdasarkan kesepakatan bersama semalam, kalau memang kepala sekolah tak sanggup membenahi kinerja seuai dengan tupoksinya maka akan kita ambil tindakan tegas, tapi kiranya siswa harus memahami ini,” katanya.
Sekira pukul pukul 14.30 WIB, Kasek dan Kabid Dikmenti H Sultoni meninggalkan sekolah dengan mengendarai mobil toyota dengan pengawalan polisi.(ran)
Sumber |: |Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirut Utama PT Bank Sumut Gus Irawan: KPUM SS Harus Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat

    Dirut Utama PT Bank Sumut Gus Irawan: KPUM SS Harus Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Direktur Utama Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu mengatakan Kredit Peduli Usaha Makro Sumut Sejahtera (KPUM-SS) yang sudah berjalan ditengah masyarakat harus dapat meningkatkan taraf ekonomi rakayat sehingga kesejahtraan hidup dapat meningkat sesuai dengan cita-cita dan harapan bersama rakyat Indonesia. Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu Rabu (17/11). Di Sopo […]

  • BBM Masih Langka di Madina

    BBM Masih Langka di Madina

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Memasuki hari ketiga bulan suci Ramadhan 1432 H, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih tetap terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (03/08/2011). Hal tersebut bisa dilihat dari panjangnya antrean masyarakat Kota Panyabungan di SPBU yang tersedia BBM. Kelangkaan minyak bersubsidi di sejumlah SPBU di Panyabungan tetap menjadi pertanyaan masyarakat. Pasalnya bila dilihat dari […]

  • Pegawai BP 3 K Jarang Hadir

    Pegawai BP 3 K Jarang Hadir

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Para pegawai pada Kantor Balai Penyuluhan Pertanian dan Perikanan dan Kehutanan (BP 3 K) Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal di Kelurahan Gunung Baringin jarang hadir, membuat masyarakat yang mempunyai urusan pada kantor ini merasa kecewa karena kantor ini sering kosong pegawai. (hol)

  • Pedagang Dadakan Raub Untung Di Acara Karnaval HUT Ke 78 RI di Madina

    Pedagang Dadakan Raub Untung Di Acara Karnaval HUT Ke 78 RI di Madina

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Pedagang di Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ikut meraub berkah di acara kemeriahan dalam menyambut HUT ke 78 RI. Ditaman kota panyabungan, puluhan pedagang dadakan meraub untung diacara karnaval budaya yang diadakan dalam rangkaian memeriahkan HUT ke 78 RI di Madina. Bergam macam makanan ringan disajikan untuk […]

  • Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW, Pemkab Madina Harus Lirik

    Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW, Pemkab Madina Harus Lirik

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        SIABU (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis di titik Lumpatan Babiat memiliki potensi penghasil listrik puluhan Mega Watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Volume arus air di sungai ini sangat besar karena adanya pertemuan dua suangi besar yang menyatu,yakni Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola. Berdasar data Mandailing Online, […]

  • Limbah PT.TBS di Patiluban Diduga Bermasalah

    Limbah PT.TBS di Patiluban Diduga Bermasalah

    • calendar_month Sabtu, 15 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Pembuangan limbah pabrik kelapa sawit milik PT. TBS (Tri Bahtera Srikandi) di  Patiluban, Natal, diduga sembarangan dan membahayakan lingkungan. Itu penialian dari Koordinator investigasi masalah sosial  LSM-KOMUNITAS PEMERHATI LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA (LSM-KPLHI), Salman Rais Daulay,S.sos yang melakukan investigasi ( 12/04) di lapangan. LSM itu menemukan limbah yang sudah membeku di […]

expand_less