Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

SOTR Berujung Tawuran Remaja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Riani, S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Selama Bulan Ramadhan, kegiatan Sahur On The Road (SOTR) kian trend dikalangan remaja. Namun SOTR ini berpotensi menimbulkan kerumunan yang dapat meningkatkan penyebaran Covid-19. Dan parahnya, belum lama ini SOTR berujung tawuran antar remaja.

Ibadah Bulan Suci Ramadan 1442 H ternoda akibat ulah sejumlah pemuda usai makan sahur terlibat aksi tawuran di Jalan Mandala By Pass, Medan, dan kasusnya viral di media sosial. Dalam rekaman video yang diperoleh Waspada Online, Rabu (14/4), terlihat para pemuda saling serang di badan jalan menggunakan petasan. Akibat aksi tawuran antar pemuda itu membuat warga sekitar resah dan merasa terganggu menjalankan ibadah puasa. Menanggapi aksi tawuran pemuda itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengungkapkan Polda Sumut akan menindak tegas segala bentuk aksi tawuran yang meresahkan masyarakat.

Tawuran antar remaja yang terjadi menandakan pemahaman agama dan kemampuan pengendalian diri generasi sangat kurang. Suasana Ramadhan yang seharusnya menjadi saat syahdu mendekatkan diri kepada Allah Swt, hanya bagai angan di tengah sistem sekuler saat ini yang justru banyak menyuguhkan budaya yang jauh dari nilai-nilai agama.

Remaja muslim seharusnya menjadi garda terdepan dalam fastabiqul khoirot amal sholeh. Tidak adanya pembinaan berbasis aqidah yang diterima oleh generasi umat Islam hari ini melahirkan masalah sosial yang berlapis-lapis, tidak peduli dimana saja tempat mereka hidup. Ditambah dengan institusi keluarga muslim hari ini yang sudah tercemari dengan paham-paham kapitalisme-sekuler-liberal. Inilah titik awal hancurnya sebuah peradaban, yang ditanggungjawabi oleh negara sebagai pengurus rakyatnya.

Negara tidak boleh abai terhadap permasalahan remaja. Remaja dibiarkan mendapatkan tontonan merusak yang bisa dengan mudah diakses dengan internet. Remaja dibiarkan memilih gaya hidup bebas tanpa aturan. Pacaran menjadi gaya hidup remaja saat ini. SOTR, game mania, dsb. Merekapun terlibat tawuran hanya karene hal sepele. Namun, permasalahan remaja ini tidaklah menarik perhatian pemimpin negeri ini. Mereka lebih sibuk dengan urusan politiknya merebut dan mempertahankan kursi kekuasaan.

Keluarga kini tidak lagi menjadi tempat nyaman bagi remaja untuk berkembang dengan segala potensi dan keunikannya. Orangtua tidak lagi bisa menemani dan mengawasi anak-anaknya dalam proses tumbuh kembang mereka, karena disibukkan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan ibu pun harus ikut bekerja agar asap dapur terus mengepul dan terkadang terpaksa menitipkan anak-anak mereka agar bisa bekerja. Karena pemenuhan kebutuhan hidup yang mahal, dan negara seharusnya lebih memperhatikan pemenuhan kebutuhan rakyatnya.

Masyarakat tidak lagi peduli dengan remaja. Tergambar jelas saat mereka duduk di cafe atau warung. Mereka sibuk dengan HP androidnya yang terhubung dengan wifi. Mereka tidak perduli saat remaja di sekitarnya melakukan penyimpangan dan kenakalan. Masyarakat lebih suka melihat berita viral daripada memperhatikan fakta permasalahan remaja yang ada disekitarnya. Begitupun pendidikan. Sekolah tidak lagi tempat yang nyaman untuk belajar dan mengembangkan diri. Mereka hanya dibekali ilmu pengetahuan dan teknologi namun kering dengan nilai-nilai agama.

Di dalam sistem Islam, suasana kehidupan memiliki pola teratur dalam ketundukan terhadap syariat. Masing-masing lini kehidupan baik keluarga, pendidikan di sekolah, lingkungan muamalah hingga lingkungan pemerintahan dibangun berdasrkan landasan aqidah yang sama sehingga bersinergi  dalam membentuk peradaban gemilang. Wallahu’alam bish shawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Langkat Tersangka Penilep Kelebihan Pajak PNS Rp1 Miliar

    Sekda Langkat Tersangka Penilep Kelebihan Pajak PNS Rp1 Miliar

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT-Penanganan kasus dugaan korupsi di bumi ’Langkat Berseri’ terus dikuak. Setelah mantan Bupati Langkat dua periode Syamsul Arifin ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi dana APBD Langkat TA 2000-2007 senilai Rp102, 7 miliar, kali ini giliran Sekdakab Langkat Surya Djahisa (SD) yang hukum. SD berstatus tersandung kasus dugaan korupsi dana kelebihan pajak […]

  • Demo Anggota Rimbo Tuo Dinilai Anarkis. PT TBS: Kami Rugi Besar

    Demo Anggota Rimbo Tuo Dinilai Anarkis. PT TBS: Kami Rugi Besar

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Dilatari permasalahan lahan antara  Koperasi Rimbo Tuo Kelurahan Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan PT Tri Bahtera Srikandi (TBS), anggota koperasi dan warga Tapus mengadakan aksi  ke PT TBS, Selasa (30/7/2024) yang berujung anarkis. Dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan Koperasi Rimbo Tuo bernomor 028/KRT-KLTP/VII/2024 ke Polres Madina, […]

  • Pengakuan Ismed Harahap, Keluarga Honorer yang Mengaku Ditiduri Anggota DPRD

    Pengakuan Ismed Harahap, Keluarga Honorer yang Mengaku Ditiduri Anggota DPRD

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Widuri Diimingi Lulus CPNS MADINA; Pihak keluarga Widuri (nama samaran) membantah jika mereka ada melakukan pemerasan terhadap Djakfar S Nasution, anggota DPRD Madina. Sebaliknya, keluarga korban mengungkapkan, Djakfar pernah menjanjikan kepada Widuri akan diluluskan CPNS asalkan tidak memberitahukan kejadian asusila tersebut kepada orang lain. Hal itu dikatakan sepupu Widuri, Ismed Harahap (30), warga Sihepeng, Kecamatan […]

  • Gordang Sambilan dan Sopo Godang, Sebuah Kontekstualitas Kekinian

    Gordang Sambilan dan Sopo Godang, Sebuah Kontekstualitas Kekinian

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: ASKOLANI NASUTION Budayawan Mandailing Arsitektur Mandailing, baik Bagas Godang, Sopo Godang, Gordang Sambilan, dan lain-lain, harus disikapi dari dua dimensi, yakni dimensi adat dan dimensi budaya. Dua-duanya terletak pada tataran yang berbeda, seperti dua sisi mata uang logam. Dari segi dimensi adat, Bagas Gordang Sambilan dan Sopo Godang merupakan bagian dari istana tradisional raja-raja […]

  • Visi Misi Yusuf Nasution – Imron Lubis

    Visi Misi Yusuf Nasution – Imron Lubis

    • calendar_month Sabtu, 28 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    VISI Visi dan Misi ini dibuat sebagai pedoman dalam penetapan arah kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah serta pelayananan kepada masyarakat selama lima tahun kedepan. Adapun visi pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal Tahun 2016 – 2021         Drs. M. Yusuf Nasution, M.Si dan H. Imron Lubis, S.Pd, M.M adalah : “ TERWUJUDNYA […]

  • Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

    Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Bagian 3 dari 4 Tulisan) Oleh: Ludfan Nasution, S.Sos Ivan Iskandar Batubara memeragakan tortor Mandailing ketika tampil sebagai Nara Sumber pada acara “Pertunjukan & Diskusi” Gondang Boru Mandailing, buah kerjasama Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II di Medan, Juni 2024. Dalam penghayatannya, sekalipun tidak sempat memberi perintah langsung, […]

expand_less