Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Tak Ada Air, Pasien RSUD Mengeluh

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan di Jalan FL Tobing, Kecamatan Psp Utara, nyaris mengalami krisis air. Akibatnya, pasien dan pengunjung pun mengeluh atas ketiadaan air di beberapa kamar mandi dalam ruangan perawatan di sana.

Kepada wartawan, Rabu (16/10), salah seorang pasien yang dirawat di ruang utama RS tersebut, S Rangkuti (30) mengatakan, semenjak ia dirawat inap selama dua hari di sana, ia merasa sangat kesulitan dalam memperoleh air di ruangan. Bahkan saat hendak buang air kecil saja, air yang berada dalam kamar mandi di ruangan tersebut sudah tidak ada sedikitpun. Parahnya, kran juga tidak mengeluarkan air.

“Sudah dua hari saya dirawat di sini, tapi airnya tidak ada. Bagaimana kami pasien mau buang air, mandi, dan lainnya. Padahal kami di sini bayar, tidak pakai Jamkesmas,” ujar Rangkuti.

Hal senada juga yang disampaikan F Hasibuan (32), salah seorang pengunjung rumah sakit yang datang khusus untuk menjenguk saudaranya yang sedang dirawat di sana. Menurutnya, ia kerap kesulitan saat hendak mempergunakan kamar mandi yang dilihatnya dalam kondisi memprihatinkan. Hal itu karena tidak tersedianya air di sana.

“Saya sedang melihat saudara saya yang sakit di sini. Memang parah sekali rumah sakit ini. Masa air saja tidak ada, bagaimanalah para pasien dan pengunjung yang ada. Jadi sulit kalau mau buang air dan yang lainnya,” ketusnya.

Fatimah (45) warga Kota Psp yang juga sedang menjenguk saudaranya yang sedang sakit di Ruan Tulip juga menyatakan hal yang sama. “Padahal saat itu saya mau salat, karena tidak ada air, terpaksa saya menyuruh salah seorang anggota keluarga saya untuk membeli air mineral,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Psp, Khoiruddin Nasution, yang membidangi masalah kesehatan menyebutkan, pada paripurna rancangan perubahaan APBD Kota Psp beberapa hari yang lalu, ia sudah mempermasalahkan hal tersebut.

“Kami mendesak wali kota agar jangan diam saja untuk mengurus rumah sakit. Karena selama ini rumah sakit itu kerap kekurangan air,” ujar ketua Fraksi Demokrat tersebut.

Sementara Direktur RSUD dr Aminuddin yang hendak dikonfirmasi belum berhasil ditemui. Saat disambangi ke kantornya yang berada persis di depan RSUD, ia juga sedang tidak berada di tempat. Bahkan nomor telepon seluler Aminuddin terdengar tidak aktif ketika dihubungi.

“Oh, Pak Dirut sedang tidak di kantor, tadi barusan saja pergi. Besok saja datang lagi,” tukas seorang wanita yang berada di bagian umum ruangan kantor tersebut.

Sedangkan Kepala Pemasaran dan Hubungan Pelanggan PDAM Tirtanadi Sulitno Laia kepada wartawan menuturkan mengungkapkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan termasuk pelanggan mereka. Namun, dikatakannya, sampai saat ini pihak RSUD tidak pernah mengeluh terhadap pelayanan mereka, bahkan belum ada pengaduan terkait ketiadaan air.
“Memang RSUD itu pelanggan kita, tapi sampai saat ini belum ada kita menerima keluhan dari mereka,” ujar Sulitno. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Awalnya Dubes Paraguay Tertarik Islam

    Begini Awalnya Dubes Paraguay Tertarik Islam

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Hidayah adalah rahasia Allah, tidak ada yang bisa menghalang-halanginya. Setidaknya itulah yang diyakini setiap umat Islam. Hidayah inilah yang dirasakan Duta Besar Republik Paraguay untuk lima negara ASEAN, Cecar Estebon Grillion setelah resmi menjadi muallaf ketika mengucapkan dua kalimat syahadat usai Sholat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/9). Ia mengungkapkan, Islam itu […]

  • Mengapa Barus Menjadi Titik Nol Masuknya Islam ke Indonesia? (bagian 1)

    Mengapa Barus Menjadi Titik Nol Masuknya Islam ke Indonesia? (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 22 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

    Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menghentikan semua aktivitas tambang tradisional di Kecamatan Huta Bargot. Kebijakan ini untuk menghindari jatuhnya korban lain pascakematian empat penambang, Rabu 20 April 2011 sore. ”Kami sudah mengeluarkan surat edaran agar warga yang bekerja sebagai penambang menghentikan aktivitasnya karena pemerintah tidak mau ada korban berikutnya,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) […]

  • Mafia dibalik rusuh KJRI Jeddah

    Mafia dibalik rusuh KJRI Jeddah

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat menduga pembakaran Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah didalangi mafia Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal. “Para mafia TKI ilegal ini ingin agar program pemutihan TKI yang melanggar batas izin tinggal di Arab Saudi gagal,” katanya dalam dialog publik pada Jambore Buruh Migran […]

  • Bupati Madina: Kami Yang Harus Datangi Ulama

    Bupati Madina: Kami Yang Harus Datangi Ulama

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) –  Bupati Mandailing Natal, H. Muhammaf Jafar Sukhairi Nasution menyatakan bahwa selaku bupati dia yang harus mendatangi ulama. Itu dinyatakannya di hadapan para ulama dan guru-guru agama saat melaksanakan safari Jum’at di masjid Istiqomah, Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargot, Jumat (24/9/2021). “Kami yang harus mendatangi setiap ulama di kampung ini, bukan kami […]

  • Pemkab Madina Bentuk Tim Pemulihan Kerusakan Lingkungan

    Pemkab Madina Bentuk Tim Pemulihan Kerusakan Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membentuk Tim Pemulihan Lingkungan Hidup guna mengatasi kerusakan lingkungan hidup yang selama ini terjadi di kabupaten ini. Tim yang melibatkan semua stakeholder ini bertugas memulihkan lingkungan dan memberi sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Tim tersebut dibentuk dalam rapat yang digelar di Kantor Bupati […]

expand_less