Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Terpeleset di Parit, Hanyut ke Sungai Sangkumpal Bonang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
  • print Cetak


Selamat, Putrinya Tewas
SIDIMPUAN-
Seorang ibu, Linda br Siregar (35), warga Lingkungan I, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, beserta putrinya Sari Anggina Napitupulu (2,5), terpeleset di parit aliran Sungai Sangkumpal Bonang, Minggu (27/2) malam. Aliran air parit yang deras mengakibatkan keduanya terseret arus. Si ibu berhasil selamat setelah ditolong warga, namun putrinya ditemukan tewas, Senin (28/2).
Informasi dihimpun METRO dari Animar br Piliang (56), warga sekitar di kediaman Linda menuturkan, saat kejadian naas itu, Minggu (27/2) sekira pukul 19.00 WIB, Linda dan Sari hendak pulang ke rumah mereka (Sari dan Linda tinggal di rumah orangtua Linda, red) setelah berkunjung ke rumah saudaranya di jajaran rumah toko (ruko) di Jalan Serma Lion, Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Utara, Kota Psp.
Rumah saudara Linda berada di belakang ruko yang dikontrakkan dengan posisi pintu rumah berada di depan pinggiran parit aliran Sungai Sangkumpal Bonang yang jaraknya hanya sekitar 50 centimeter. Sungai Sangkumpal Bonang sendiri muaranya menuju Sungai Batang Ayumi. Parit aliran sungai tersebut lebarnya sekitar tujuh meter dengan bebatuan di dasarnya. Kedalamannya saat itu mencapai satu meter karena hujan deras, sementara jika cuaca tidak hujan, kedalaman parit sekitar 40 centimeter.
Pada saat itu, cerita Animar, Linda dan Sari hendak pulang ke rumah nenek Sari. Linda menggendong anak keenam dari enam bersaudaranya itu di sebelah kiri ketika keluar dari rumah. Naas. Baru beberapa langkah keluar rumah, karena licin, Linda terpeleset. Sari pun terlepas dari gendongan ibunya. Ibu dan anak ini kemudian jatuh ke dalam parit.
Malam itu, hujan cukup deras. Sehingga membuat aliran air di parit tersebut membesar dan sangat deras. Linda dan Sari terseret aliran sungai dan hanyut.
Saat hanyut di Sungai Sangkumpal Bonang, Linda sempat berteriak minta tolong. Teriakan ibu dari enam anak ini ternyata didengar oleh warga sekitar dan langsung berlarian ke arah Linda. Warga pun berenang di sungai dan berhasil menyelematkan Linda sekitar 200 meter dari lokasi pertama terjatuh.
Sedangkan Sari, karena masih kecil dan air sungai juga deras ditambah saat itu hujan sedang turun, tidak berhasil ditemukan. Beberapa warga kemudian menghubungi pihak Polres Psp. Setelah mengamankan dan menenangkan Linda, warga Siborang bersama personel Polres yang dating ke lokasi, melakukan pencarian malam itu juga dengan menyusuri Sungai Sangkumpal Bonang, dan muaranya Sungai Batang Ayumi.
Namun, pencarian yang dilakukan warga dan petugas belum membuahkan hasil. Karena hujan dan malam semakin larut, pencarian dilakukan keesokan paginya, Senin (28/2).
Keluarga ayah Sari, Hasman Napitupulu (orang tua Sari sudah bercerai sekitar 3 tahun) yang mengetahui Sari telah hanyut di sungai, juga ikut melakukan pencarian bersama warga Lingkungan I, warga Desa Salambue, Kecamatan Psp Tenggara, dengan menyusuri alirang Sungai Batang Ayumi.
Warga Salambue dan Sihitang yang melakukan pencarian akhirnya menemukan jasad Sari sekitar 10 meter di bawah jembatan Sihitang, Kecamatan Psp Tenggara, atau sekitar dua kilometer dari lokasi terpeleset.
“Mayatnya ditemukan dibawah jembatan Sihitang,” kata Boru Piliang.
Posisi mayat Sari saat ditemukan tersangkut di bebatuan pinggiran Sungai Batang Ayumi. Sungai Batang Ayumi sendiri lebarnya sekitar 20 meter dan jika pada musim kemarau dangkal dan nampak bebatuan besar. Namun jika musim hujan, selain alirannya deras dan dalam, juga bisa membahayakan bagi warga.
Selanjutnya jasad Sari dibawa ke rumah ayahnya di Desa Salambue, Kecamatan Psp Tenggara Kota Psp untuk dimakamkan. Namun, permintaan dari pihak ayah Sari ditolak oleh pihak ibunya. Setelah mediasi yang dilakukan Kapolres Psp AKBP Andi S Taufik, maka jenazah Sari akhirnya dibawa dan dimakamkan di TPU Lingkungan I, Kelurahan Wek II atau di sekitar tempat tinggal ibu korban.
Kapolres Psp AKBP Andi S Taufik kepada wartawan, Senin (28/2) mengatakan, tidak ada unsur pidana dalam kejadian ini. Diutarakan Andi, pihaknya melakukan pencarian pada saat korban hanyut dan membantu seluruh proses hingga Sari dimakamkan.
Pantauan METRO, di rumah Hasman Napitupulu, ratusan warga memadati rumah itu untuk melihat jenazah Sari ketika hendak dibawa ke Lingkungan I, Kelurahan Wek II untuk keperluan pemakaman usai sholat Ashar.
Linda: Paulak Anakki…
Keributan sempat terjadi saat akan dilaksanakannya pemindahan jenazah Sari antara keluarga Linda dan Hasman Napitupulu. Di mana kedua keluarga memperebutkan pemakaman jenazah Sari. Bahkan, sempat terjadi aksi saling dorong antar kedua keluarga di ruang tengah kediaman Hasman di Desa Salambue, Kecamatan Psp Tenggara, tempat jenazah Sari disemayamkan. Namun, hal itu bisa cepat dilerai oleh personel Polres Psp yang langsung dipimpin Kapolres AKBP Andi S Taufik.
Setelah dilerai, akhirnya dilakukan musyawarah antara kedua belah pihak yang dimediasi Kapolres dan tokoh masyarakat Salambue. Kemudian akhirnya disepakati jenazah Sari dimakamkan di Lingkungan I, Kelurahan Wek II atau di sekitar kediaman ibu korban. Jenazah Sari pun dibawa menggunakan ambulans dengan pengawalan polisi.
Sementara itu Linda saat datang ke rumah Hasman Napitupulu untuk melihat jenazah putrinya, terlihat histeris dan terpaksa dipapah oleh keluarganya. Saat melihat jenazah putrinya, Linda pun berteriak. “Paulak Anakki… (Kembalikan anakku),” teriah Linda.
Dalam keadaan histeris, Linda menuturkan dirinya sudah diceraikan Hasman Napitupulu sejak Sari usia tiga bulan di kandungannya.
“Mulai do umur 3 bulan di kandungan, na haccit ma ulala pambaen mu (Mulainya umur 3 bulan di kandungan si Sari, yang sakitlah kurasa perlakuanmu),” katanya histeris.
Sementara nenek Sari, Halimah (60) atau ibunya Linda kepada METRO, Senin (28/2) mengatakan, putrinya merupakan istri kedua Hasman Napitupulu. Dan dari perkawinan itu keduanya dikarunia enam orang anak, yakni 4 laki-laki dan 2 perempuan. Di mana 2 anak perempuan sudah meninggal termasuk Sari karena hanyut.
Karena tidak ada kecocokan, sebut Halimah, putrinya dan Hasman bercerai ketika usia kandungan Sari tiga bulan. Kemudian sepengetahuannya, Hasman sudah menikah lagi.
Ketika ditanya setelah perceraian, kelima cucunya ikut siapa, Halimah mengatakan, empat anak laki-laki ikut Hasman. Sedangkan Sari yang paling kecil ikut putrinya Linda, dan tinggal bersamanya di Lingkungan I, Kelurahan Wek II.
Sementara itu Hasman terlihat hanya pasrah dan menerima jenazah putrinya dibawa dan dimakamkan di tempat tinggal mantan istrinya. Bersama dengan keluarganya, Hasman ikut mengiringi jenazah putrinya dibawa hingga dikuburkan. (phn/dans)
Sumber : Metro tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bapel Jembatan Selat Sunda Masih Tahap Desain

    Bapel Jembatan Selat Sunda Masih Tahap Desain

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Pemerintah masih mendesain badan pelaksana jembatan Selat Sunda yang menurut Peraturan Presiden (Perpres) No 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda harus terbentuk pada 2012. Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin kemarin, mengatakan, desain badan tersebut tidak bisa sembarangan karena masalah yang dihadapi lebih kompleks. “Badan […]

  • Aksi Tari Ular, Ketua DPRD Madina Harusnya Arif dan Bijaksana

    Aksi Tari Ular, Ketua DPRD Madina Harusnya Arif dan Bijaksana

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persoalan tari ular di restauran Dapoer Nenek, Panyabungan yang menghebohkan Kabupaten Madina dalam dua hari ini terus memunculkan stigma baru. Sudah banyak yang mengklarifikasi dan memohon maaf. Tetapi beberapa oknum memplintir persoalan tari ular tersebut sebagai kelalaian Pemkab Madina. “Perlu diketahui bersama, Saudara Ketua DPRD Madina yang hadir di acara tersebut […]

  • Desember 2011, Tambang Emas BT. Toru Berproduksi

    Desember 2011, Tambang Emas BT. Toru Berproduksi

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Direncanakan akhir tahun 2011 atau tepatnya bulan Desember, tambang emas di Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan mulai berproduksi. Demikian Permitting & Government Relation Manager G-Rosurces Martabe, Linda Siahaan kepada Analisa disela-sela kunjungan Bupati H. Syahrul M Pasaribu bersama sejumlah anggota komisi D DPRD SU di tambang mas Bt Toru Kecamatan Batang Toru […]

  • Kadisnaker Madina: UMK 2022 Sudah Diajukan ke Gubernur

    Kadisnaker Madina: UMK 2022 Sudah Diajukan ke Gubernur

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mandailing Natal, Kapsan Usman Nasution menyatakan bahwa daerah ini telah mengajukan UMK kepada Gubsu. Itu dikatakannya menjawab Mandailing Online via WhatsApp, Jum’at (3/12/2021). “Sudah kita usulkan ke gubernur, bang. Kita tunggu saja resminya setelah di tandatangani gubernur,” kata Kapsan dalam jawabanya. Tidak ada keterangan lebih lanjut […]

  • Seni Etnik Mandailing Juara I di Culture Fest of North Sumatra 2024

    Seni Etnik Mandailing Juara I di Culture Fest of North Sumatra 2024

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kolaborasi Gordang Sambilan, Gondang dan Tor-tor Mandailing meraih juara I di Culture Fest of North Sumatra 2024. Culture Fest of North Sumatra 2024 diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara tanggal 6 hingga 7 Mei 2024 di halaman UPT Musium Negeri Sumut, Medan. Grup yang menyabet juara I […]

  • Dinas Kelautan & Kependudukan Disorot

    Dinas Kelautan & Kependudukan Disorot

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pasca pengesahan 14 perda yang sebagian mengatur tentang susunan organisasi tata laksana pemerintahan, Pj Bupati Madina Aspan Sofian Batubara dimungkinkan melakukan mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Madina sebelum pengajuan RAPBD 2011. Mutasi ini merupakan lanjutan reformasi birokrasi yang digulirkan Pj Bupati Madina Aspan Sofian Batubara. Bupati diharapkan tetap berpegang teguh pada penilaian terhadap sisi […]

expand_less