Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Wildan Lubis: Pemda Madina Harus Tata Kelola Infrastruktur Sesuai Dengan Geografis Pasca Bencana

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
  • print Cetak

Wildan Lubis,Anggota DPRD Madina

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wildan Lubis S. H., Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal Dapil 3 (tiga) sampaikan perhatiannya terkait kondisi Madina beberapa hari terakhir yang dilanda cuaca ekstrem hingga memicu terjadinya banjir, serta longsor di sejumlah Kecamatan. Wildan menggagas adanya mitigasi bencana dan perbaikan infrastruktur untuk cegah resiko lebih besar.

Ia Turut berduka untuk masyarakat yang terkena dampak musibah bencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari belakangan. “Kita berharapa semoga cepat pulih untuk semuanya dan mengajak kita bersama sama untuk saling gotong royong membantu saudara saudara kita yang terkena dampak langsung,” Ungkap Wildan anggota Fraksi NasDem Pada Mandailing Online melalui pesan Whatsapp. Jum’at, (28/11/2025).

Tak hanya itu, Wildan menyoroti tata kelola infrastruktur yang disesuaikan dengan kondisi geografis daerah tertentu, apalagi Kata Wildan Mandailing Natal secara geografis yang tak seragam. Menurut Wildan, Mandailing Natal terbagi beberapa zona, ada pantai, perbukitan, daratan, lereng curam dan lain.

Ia contohkan diwilayah sekitaran sungai pentingnya bendungan, irigasi, sistem drainase, pompa air untuk memitigasi atau mengurangi dampak bencana secara sistematik. Hemat saya pemerintah harus lebih memperhatikan kondisi jalan yang berada sepanjang aliran sungai dengan meperbaiki irigasi yang baik supaya jalan tidak selalu amblas ketika terjadi banjir akibat jurah hujan yang tinggi.

“Wilayah Madina ini kan macam macam, jadi ancaman bencana itu berbeda beda dan bisa terjadi kapan saja. Misal daerah perbukitan dan pantai itu masing masing harus ada infrastruktur yang spesifik. Dan ini bukan sekedar infrastruktur saja, melainkan investaasi keselamatan masyarakat dan mitigasi bencana yang tersistematis,” Tambah Wildan.

Ditegaskan Anggota Fraksi Nasdem tersebut. Harapannya hal yang Ia disampaikan bisa dilihat secara komprehensif. Dan, perbaikan infrastruktur dilakukan zona yang tepat berdasarkan geografis dan resiko.

“Mudah mudahan nanti ini bisa jadi pandangan dan dilakukan pendekatan secara komprehensif. Juga didukung instansi instansi terkait beserta partisipasi warga,” Tandas Wildan.( fikri )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mualaf AS Menanti Ramadhan Untuk Berinteraksi

    Mualaf AS Menanti Ramadhan Untuk Berinteraksi

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      CLEVELAND (Mandailing Online) – Sejak mengucapkan syahadat lebih dari lima tahun lalu, Paul K. DeMelto (40 tahun) baru merasakan menjadi seorang Muslim sejati ketika Ramadhan tiba. “Satu hal yang saya harapkan ketika memilih Islam sebagai keyakinan supaya dapat berinteraksi dalam sebuah komunitas,” urai DeMelto pada the Huffington Post yang dilansir Kamis (18/6). Seperti kebanyakan […]

  • Dita Risky Saputri Hasibuan, dari Madina untuk DPRD Sumut

    Dita Risky Saputri Hasibuan, dari Madina untuk DPRD Sumut

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak banyak figur perempuan Mandailing Natal (Madina) yang memutuskan mencalonkan diri untuk DPRD Sumut pada setiap even Pemilu. Bahkan hingga Pemilu 2019 ini terlihat tetap minim. Bisa jadi, ini gambaran minimnya kaum perempuan Madina yang berkecimpung di dunia politik masa kini. Ada memang bermunculan figur-figur perempuan di daftar calon legislatif DPRD Kabupaten maupun DPRD Provinsi, […]

  • Pemkab Labura Sesuaikan SE Menpan-RB

    Pemkab Labura Sesuaikan SE Menpan-RB

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Aek Kanopan  – Terkait surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang larangan bagi PNS untuk melakukan rapat di hotel, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Pemkab Labura) mengaku akan menyesuaikan terhadap kebijakan yang ada. Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Labura, Irwan Faisal SE melalui sekretarisnya Agusman Sinaga kepada MedanBisnis, Selasa (2/12), […]

  • Satu Desa Rata-Rata Kelola Rp 1 Miliar

    Satu Desa Rata-Rata Kelola Rp 1 Miliar

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    JAKARTA – Rancangan Undang-Undang Desa akhirnya diketok menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR, Rabu (18/12). Dengan ketentuan alokasi sebesar 10 persen dari dana transfer daerah APBN, tiap desa bisa mengelola anggaran hingga Rp 1 miliar setiap tahun. Jika besaran 10 persen itu mencapai Rp 104,6 triliun, kemudian dibagi sekitar 72 ribu desa, maka rata-rata bisa […]

  • Proyek Tak Selesai Tahun 2013 Didominasi Proyek Jalan

    Proyek Tak Selesai Tahun 2013 Didominasi Proyek Jalan

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika di kampung anda di kawasan Mandailing Natal (Madina) ada proyek yang tidak selesai dikerjakan pada Desember 2013 lalu, jangan terkejut. Itu karena kontraktornya tak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal waktu. Proyek-proyek yang tidak siap itu sudah diputuskontrak oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina. “Diputus kontrak karena pihak kontraktor tidak […]

  • Syariah Islam Butuh Diterapkan, Bukan Direkontekstualisasi

    Syariah Islam Butuh Diterapkan, Bukan Direkontekstualisasi

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan pada pembukaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) yang ke-20 di Surakarta, Senin (25/10/2021). Dalam sambutan itu, dia antara lain menyampaikan pentingnya melakukan rekontekstualisasi sejumlah konsep fikih dalam rangka merespon tantangan zaman. Dia menambahkan bahwa ketidakstabilan sosial dan politik, perang saudara dan terorisme disebabkan oleh tindakan kelompok-kelompok […]

expand_less