Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

4 Perampok Bersenpi Dibekuk

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
  • print Cetak

TAPSEL-Jajaran Polres Tapsel menangkap empat perampok spesialis mobil sales dengan senjata api revolver rakitan, Senin (23/1).
Kapolres Tapsel AKBP Subandriya melalui Kasat Reskrim AKP Lukmin Siregar didampingi Kaurbin Ops Reskrim Iptu Sugiri kepada wartawan, Senin (23/1) mengatakan, awalnya polisi menangkap dua tersangka di Desa Huraba, Kecamatan Batang Angkola, Tapsel, dini hari sekira pukul 05.00 WIB. Kemudian dalam pengembangan, siang itu sekira pukul 15.00 WIB, dua tersangka lainnya berhasil ditangkap saat melarikan diri di persawahan milik warga di Tangsi Manunggang, Kecamatan Psp Tenggara. Sementara tersangka lainnya melarikan diri masuk ke hutan-hutan dan perkebunan dan diduga mengarah ke Sibulele, Kecamatan Batang Angkola.
Diceritakan Kasatreskrim, awalnya tujuh pelaku sudah mengintai mobil boks korban dengan nomor polisi (nopol) BM 9413 AI. Di dalam mobil ada Marusul Pulungan, Irwansyah Lubis dan Darwin Siagian yang merupakan merupakan sales UD A Lubis di Sayurmatinggi, Tapsel, Minggu (22/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Pelaku mengintai korban mulai dari Desa Hurase menggunakan mobil Terrios bernopol BM 1823 QG.
Di tengah jalan, tepatnya mendapatkan Desa Hurase yang merupakan kebun karet milik warga, mobil para tersangka yang sudah menunggu sebelumnya berhenti di tengah jalan dan menghalangi mobil boks. Kemudian salah seorang tersangka mendatangi sopir Irwansyah Lubis dan meminjam dongkrak, namun sopir yang curiga tidak turun dan membukakan pintunya mengatakan tidak ada
Selanjutnya tersangka menodongkan senjata revolver rakitan kepada sopir. Karena takut, sopir spontan menggas mobilnya dan melewati mobil para tersangka. Namun para tersangka mengejar dari belakang dan sempat terjadi tabrakan bagian samping kanan sopir sehingga menyebabkan Terios penyok bagian kanan.
Ketika tiba di tengah Desa Hurase, Marusul Pulungan, Irwansyah Lubis dan Darwin Siagian turun dan meminta pertolongan warga. Melihat mobil boks berhenti di perkampungan, para tersangka tidak berani berhenti dan menambah kecepatannya melaju ke arah Desa Tolang, Kecamatan Sayurmatinggi.
Namun rupanya warga Desa Hurase dan Marusul Pulungan sudah menelepon warga lainnya di Desa Tolang agar menghentikan mobil Terios warna putih tersebut, karena hendak merampok mobil boks.
Warga Tolang yang sudah mendapatkan kabar itu, kemudian membuat blokade dengan memasang kawat, papan dan balok, dua unit sepedamotor, paku di tengah jalan. Namun para tersangka tetap menerobos blokade sehingga menyebabkan mobil bagian depan penyok, kaca depan pecah dan ban bagian kiri pecah. Tapi para tersangka tetap mengendari mobilnya menuju arah Pintu Padang, Kecamatan Batang Angkola. (phn.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayo Mudik, Kawan!

    Ayo Mudik, Kawan!

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    ARTIKEL (Mandailing Online) – Lebih kurang tiga tahun sudah kita “Berperang” dengan virus Corona. Perang sengit yang banyak memakan korban dan selama berlangsung banyak dampak yang ditimbulkannya. Bukan hanya krisis kesehatan semata, tapi juga upaya pencegahan yang dinilai banyak orang bertabrakan dengan kaidah spritual dan keyakinan beragama yang dimiliki. Perang terhadap virus ini tidak hanya […]

  • Sebut Batak Mandailing, Presiden Jokowi Diprotes Warga Mandailing

    Sebut Batak Mandailing, Presiden Jokowi Diprotes Warga Mandailing

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) : Warga Mandailing di Jakarta memprotes Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) terkait pernyataan Batak Mandailing. Aksi protes berlangsung di lapangan Monas, Jakarta, Selasa (20/3/2019) dengan menggelar spanduk panjang bertulis : “Tuan Presiden, Mandailing Bukan Batak”. Protes itu dilakukan menyusul adaya pernyataan Presiden RI Joko Widodo melalui akun resmi facebook– nya yang […]

  • Nama 12 Wafat Sudah Diketahui

    Nama 12 Wafat Sudah Diketahui

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Nama-nama 12 orang perempuan yang tewas tertimpa longsor bekas tambang emas ilegal telah teridentifikasi. Persistiwa itu terjadi di Desa Banjar Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Kamis (28/4/2022) sekira pukul 16.00 WIB. Selain 12 wafat, terdapat 2 orang dinyatakan selamat yang kini masih dirawat di puskesmas terdekat. Berikut daftar […]

  • HARI INI ADA YANG MATI

    HARI INI ADA YANG MATI

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Humas DPRD Mandailing Natal Sebut saja namanya “Juang”, lelaki lajang 25-an tahun yang minggu lalu mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Menggantung diri di pintu kamar orang untuk sebuah kematian yang dipilih. Sebutlah ini takdir, suratan, karena rezeki, jodoh dan ajal adalah takdir Tuhan. Tetapi alangkah kejamnya takdir yang disuratkan kepada “Juang” karena […]

  • SEKULARISME-RADIKAL HANYA MENGHASILKAN “NEW ABNORMAL”

    SEKULARISME-RADIKAL HANYA MENGHASILKAN “NEW ABNORMAL”

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salah satu isu konstroversial yang banyak menyita perhatian publik akhir-akhir ini adalah RUU-HIP (Haluan Ideologi Pancasila). Kelompok sekular-radikal dicurigai berada di balik usulan RUU-HIP ini. Mereka inilah—bukan HTI—yang terbukti ingin ‘mengubah’ Pancasila meski dengan sekadar ‘memeras’ Pancasila menjadi Trisila, bahkan Ekasila. Apalagi mereka tidak mau mencantumkan dalam RUU-HIP itu konsiderans TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang […]

  • Merasa Hak-hak Dikangkangi, Karyawan PT.RMM Unjukrasa

    Merasa Hak-hak Dikangkangi, Karyawan PT.RMM Unjukrasa

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Ratusan karyawan dan karyawati melakukan unjukrasa ke kantor distrik PT.RMM (Rimba Mujur Mahkota) Kebun Sikarakara, Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina), Selasa (14/04). Pengunjukrasa mengaku, sudah sekian lama hak-hak para karyawan dan karyawati yang telah dikangkangi oleh pihak perusahaan sebagaimana diatur pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Mereka menuntut […]

expand_less