Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Kopassus Buru Teroris di Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
  • print Cetak

Pengejaran teroris yang disinyalir masih berada di Sumatera Utara, khususnya di Medan, terus dilakukan. Jika semula hanya dilakukan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teroris (AT), kini Mabes TNI akan menurunkan tim terbaiknya, Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Tim dari Kopassus akan ditempatkan di sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan saling berkoordinasi dengan Densus 88 serta Polda Sumut. Kopassus dilibatkan untuk mengendus keberadaan pelaku kejahatan yang telah menjadi musuh bersama tersebut.

Informasi yang dihimpun BATAKPOS di Medan, Minggu (26/9) menyebutkan, pasukan Kopassus ini direncanakan tiba di Bandara Polonia Medan dalam waktu dekat. Sementara mengenai jumlah yang akan diturunkan untuk memberantas teroris, belum diketahui.

Menurut sumber yang ikut pengejaran teroris di Medan, sekarang ini

petugas yang dilibatkan tergabung dari TNI dan Polri. Seluruh tim dibagi tugas dan ditempatkan di lain daerah. Namun, satu sama lainnya saling berkoordinasi guna mengetahui perkembangan dan persoalan yang terjadi. Dalam pengejaran ini, seluruh anggota dilengkapi senjata dan alat komunikasi.

Sementara itu, Ketua Tim Penanganan Terpadu Pemberantasan Teroris Polda Sumut yang juga Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Syafrudin mengatakan, pihaknya telah melakukan perburuan teroris hingga ke wilayah pesisir Pantai Timur. Seluruh jalur untuk ke luar dari Sumut telah disisir.

“Dari georafis lokasi penggerebekan, semuanya berada di daerah yang dekat dengan laut. Untuk itu, Polda tidak hanya menyisir lokasi di kawasan pemukiman padat penduduk, juga ke daerah pesisir pantai dan perairan wilayah Sumatera Utara,” kata Syafrudin di Medan, Sabtu (25/9) sembari menambahkan, diduga kuat para teroris masih bersembunyi di kawasan pesisir pantai timur Sumatera.

Penyisiran dilakukan hingga ke perairan Sumut, meliputi pesisir pantai Kabupaten Deli Serdang, Belawan hingga ke perairan Kabupaten Asahan. Khusus penyisiran ke kawasan perairan, Polda Sumut telah berkoordinasi dengan Lantamal I Belawan.

Informasi yang diperoleh pada Minggu (26/9) menyebutkan, seorang pengangon lembu menemukan satu kotak amunisi jenis laras panjang di Dusun Dualima Desa Pematang Johor Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, tepatnya di sekitar perkebunan sawit milik PTPN II, Sabtu (25/9). Amunisi tersebut ditemukan setelah pada Jumat (24/9) sekitar pukul 06.30, pengangon lembu yang tidak diketahui namanya itu melihat tiga orang mengenakan cadar dan celana hitam sambil menenteng senjata api laras panjang.

Pandangan menakutkan itu membuat si pengangon hewan ternak tersebut melarikan diri ketakutan. Beruntung, pengangon langsung menginformasikan yang dilihatnya itu kepada petugas penjaga perkebunan tersebut. Selanjutnya, secara bersama-sama mereka mendatangi tempat yang ditunjuk pengangon. Namun, pencarian tersebut gagal karena ketiga pria bersenjata itu sudah keburu pergi. Satu kotak amunisi itu ditemukan setelah pencarian kembali dilakukan bersama kepala dusun setempat, Arief, esoknya.

Namun, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Baharudin Djafar mengaku belum mengetahui informasi tentang penemuan amunisi yang diduga disembunyikan tiga orang tak dikenal tersebut sehingga belum dapat disimpulkan, apakah jenis amunisi tersebut memiliki kesamaan dengan yang digunakan pelaku penyerangan Mapolsek Hamparan Perak atau tidak.tom/ded/zul
Sumber : Batak Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi jangan pelihara preman

    Polisi jangan pelihara preman

    • calendar_month Senin, 2 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Proses hukum kepolisian yang lamban dalam penyelesaian kasus premanisme dan kekerasan yang dilakukan sekelompok orang memberi kesan akan ketakberdayaan polisi di hadapan mereka. Terkait hal itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menduga, ada oknum kepolisian yang sengaja memelihara preman. “Jangan pelihara preman yang malah membuat mereka mendapatkan angin,” ucap […]

  • Dua Terpidana Bali Nine Bakal Didor, Ibu Menteri Surat-suratan

    Dua Terpidana Bali Nine Bakal Didor, Ibu Menteri Surat-suratan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Australia protes terhadap rencana eksekusi dua terpidana mati kasus narkoba kelompok Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi pun sibuk berkomunikasi dengan pemerintah asal dua terpidana itu untuk memberikan penjelasan. Retno mengatakan, pemerintah konsisten untuk berkomunikasi dengan pemerintah Australia. Misalnya, dirinya yang menjalin kontak dengan Menteri […]

  • Tokoh Besar dan Berjasa Akan Ditabalkan di HUT Madina

    Tokoh Besar dan Berjasa Akan Ditabalkan di HUT Madina

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di momen HUT Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, tahun ini, nama para tokoh besar Madina serta para tokoh yang berjasa akan diabadikan. Pengabadian nama figur figur itu rencananya ditabalkan pada nama jalan atau nama bandara atau nama gedung. Itu diungkap Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution di Panyabungan, Senin (20/2/2022). […]

  • Pancasila, Antara Ideologi atau Falsafah Negara

    Pancasila, Antara Ideologi atau Falsafah Negara

    • calendar_month Sabtu, 3 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      “HARI PANCASILA” Oleh: Yusril Ihza Mahendra (Ahli Hukum Tata Negara) Sebagian orang menyebut tanggal 1 Juni adalah Hari Lahirnya Pancasila, yang sekarang sebagian orang menyebutnya dengan istilah Hari Pancasila. Pancasila adalah landasan falsafah negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya alinea ke 4. Saya lebih suka menyebut Pancasila sebagai “landasan falsafah negara” bukan […]

  • Harga Karet Terus Terpuruk, Petani Karet Beralih ke Kopi

    Harga Karet Terus Terpuruk, Petani Karet Beralih ke Kopi

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet alam yang terus terpuruk, menyebabkan petani karet sudah banyak beralih usaha ke tanaman kopi. Demikian dikatakan Ali Musa Manto Lubis, salah seorang petani Kopi di Mandailing Natal (Madina), menjawab Mandailing Online, Senin, (1/8) di Panyabungan. Manto mengungkapkan, berdasar catatan yang dibukukannya, terdapat sekitar 45 % petani karet mulai menyeriusi tanaman […]

  • Tunggu Sikap Presiden, Sumut Pecah jadi 4 Provinsi

    Tunggu Sikap Presiden, Sumut Pecah jadi 4 Provinsi

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum melakukan penyisiran terhadap berkas persyaratan usulan pembentukan Provinsi Tapanuli, Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng), dan Provinsi Kepulauan Nias. Kementerian yang dipimpin Gamawan Fauzi itu masih menunggu petunjuk dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait 65 RUU pembentukan daerah baru yang disodorkan DPR, yang tiga diantaranya pembentukan provinsi baru yang […]

expand_less