Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Jembatan Rantopuran Madina Rawan Kecelakaan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 28 Agt 2012
  • print Cetak

Minggu Kemarin Satu Keluarga Terjatuh

jembatan bantu rantopuran 280812PANYABUNGAN (MO) – Sejak jembatan bantu beroperasi di sisi timur jembatan Rantopuran yang ambruk dioperasikan, kecelakaan acap terjadi, terutama bagi pengendera sepeda motor.

Berdasar data dan informasi yang berhasil dihimpun dari warga setempat, jembatan yang dipergunakan pertengahan bulan Maret itu sudah menelan beberapa korban, terutama yang jatuh akibat kurang hati-hati dalam mengendera sepeda motornya. Bahkan berkembang dimasyarakat bahwa sudah dua orang pengendera sepeda motor korban meninggal dunia.

Jembatan bantu ini beroperasi pada Maret lalu paska ambruknya jembatan Rantupuran akhir Pebruari lalu. Jembatan bantu ini merupakan jembatan sementara sebelum pembangunan pengganti jembatan Rantopuran selesai berdiri. Sejauh ini belum diketahui kapan dimulai pembangunan pengganti dimulai kerjakan.

Kecelakaan terkahir terjadi pada Minggu sore, (26/8) dialami satu keluarga penduduk Sayur Matinggi Kecamatan Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan. Nama korban Abdul Wahid (50) bersama istri Murti (45) dan dua orang anaknya atas nama Alwi (6) dan Adek (3). Mereka terjatuh di jembatan tersebut sepulang dari berlebaran dari rumah keluarganya yang ada di Panyabungan.

Akibat kecelakaan itu, Murti mengalami patah tulang lengan sebalah kanan, Alwi menglami luka robek dikepala sementara Adek hanya luka gores dikepala dan Abdul Wahid tidak mengalami luka.

Saksi mata dilokasi mengungkapkan, sepeda motor yang dikendarai satu keluarga ini terjatuh pada saat melewati jembatan. Ditengarai akibat rel kayu yang ada ditengah jembatan tidak rata menyebabkan sepeda motor yang dikenderai Wahid terjatuh.

“Pada waktu kejadian itu kita lihat istrinya sudah berada kenderaan tertimpa,” ujar Nasution, warga yang ikut menyelematkan keluarga Wahid.

Di hari nahas itu, Nasution bersama temannya Zamharir Rangkuti sempat bertanya kepada Wahid kenapa sampai terjatuh. Wahid mengungkapkan bahwa ketika dia melewati jembatan, ternyata permukaan jembatan yang terbuat dari papan kayu tersebut tidak rata sehingga dia terjatuh.

“Bagaiamanlah, saya masih kurang paham dengan kondisi jembatan, dan ketika pas ditengah jembatan ada papan yang tidak rata makanya sepada motor yang saya kenderai oleng tidak bisa dikendalikan sehingga saya bersama keluarga terjatuh,” ujar nasution menirukan ungkapan Wahid.(mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Ajaran Baru, Harga Kebutuhan Sekolah di Madina Naik

    Jelang Ajaran Baru, Harga Kebutuhan Sekolah di Madina Naik

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) -Jelang tahun ajaran baru, sejumlah kebutuhan Sekolah Anak mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga terjadi pada kebutuhan sekolah jenis seragam dan buku. Baju seragam anak untuk Sekolah Dasar yang biasa Rp. 130 ribu kini tembus di angka Rp. 140 ribu. Kata Asna (44) Salah seorang pedagang di Pusat Pasar Baru Madina. Jum’at […]

  • Tukang : Bangunan Taman Kota Panyabungan Ada Yang Sengaja Merusak

    Tukang : Bangunan Taman Kota Panyabungan Ada Yang Sengaja Merusak

    • calendar_month Kamis, 13 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) bangunan taman median jalan sepanjang pusat kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) belum selesai di kerjakan sudah rusak, rusaknya bangunan dari pengakuan tukang bukan karena tidak baik nya pemasangan tetapi dugaan sengaja di rusak orang tak di kenal. ” tiap hari pasti ada yang rusak, kami pekerja juga heran, […]

  • Film biola Namabugang Berkarakter Mandailing

    Film biola Namabugang Berkarakter Mandailing

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 10Komentar

    Sebuah film yang berkarakter Mandailing “Biola Namabugang” terinspirasi dari banyaknya sumber hayati di Kabupaten Mandailing Natal. Askolani Nasution Sutradara Film ini mengharapkan Pemda Mandailing Natal dapat membuat terobosan-terobosan serta menggali potensi keragamana hayati yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.(MO)

  • Bayi Mata Satu Lahir di Madina

    Bayi Mata Satu Lahir di Madina

    • calendar_month Kamis, 13 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bayi memiliki mata satu lahir di RSU Panyabungan, Mandailing Natal, Kamis (13/9/2018). Infomasi yang dihimpun di RSU Panyabungan, bayi ini merupakan anak ke-5 dari pasangan Yulianti dan Rianto berasal dari pulau Jawa berdomisili di Kayujati, Panyabungan. Menurut keterangan sejumlah warga Kayujati, Rianto berprofesi pekerja tambang emas di kawasan perbukian Hutabargot […]

  • Apresiasi Film Indonesia 2013, Angin Segar Perfilman Indonesia

    Apresiasi Film Indonesia 2013, Angin Segar Perfilman Indonesia

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Untuk kedua kalinya, Kemendikbud RI menggelar Apresiasi Film Indonesia (AFI). Muncul dengan 18 kategori berbeda, ajang tahunan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi kemajuan perfilman di Indonesia. AFI merupakan sebuah ajang pemberian penghargaan kepada karya film beserta seluruh unsur-unsurnya yang mengacu pada muatan nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter […]

  • Monument Jenderal Besar Abdul Haris Nasution

    Monument Jenderal Besar Abdul Haris Nasution

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Rencana Pembangunan Monument Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution (lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918 – meninggal di Jakarta, 6 September 2000 pada umur 81 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma […]

expand_less