Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Perantau Asal Panyabungan Keluhkan Galundung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 31 Agt 2012
  • print Cetak

gelondong batu emas 310812Panyabungan (MO) – Sejumlah perantau asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) khususnya Panyabungan mengeluhkan kondisi lingkungan pemukiman masyarakat yang sudah banyak dimasuki gelondongan batu emas atau Galundung sebutan lazim di Mandailing.

Sebab galundung yang diketahui menggunakan mercury atau bahan beracun bakal membahayakan kesehatan masyarakat, dan perantau juga menyesalkan sikap pemerintah dan juga instansi terkait karena hingga saat ini belum berhasil menertibkannya.

“Kalau sudah tahu ada zat beracun koq sampai sekarang tidak ditertibkan, itukan berbahaya bagi kesehatan warga” sebut Safar Nasution warga Panyabungan yang merantau di Jakarta dan dikenal sebagai aktivis pemerhati lingkungan kepada wartawan, Minggu (27/8).

Diceritakan Safar, sudah ada beberapa daerah yang pernah merasaka damfak dari penyalahgunaan merury atau zat beracun itu, dan apabila dilihat dari penelitian kesehatan zat beracun dari mercury itu sangat berbahaya bagi kesehatan manusia meski kata Safar damfaknya tidak dirasakan secara spontanitas, namun apabila sudah masuk ke tubuh manusia itu sendiri maka kesehatannya akan terganggu.

”Biasanya damfaknya akan terlihat setelah beberapa tahun kemudian, bisa saja manusia yang mengonsumsi itu tidak akan berguna lagi yang paling dikhawatirkan adalah ibu hamil, bisa saja bayinya akan mengalami cacat dan sebagainya, artinya Galundung itu maunya jauh dari pemukiman masyarakat, karena limbah yang dibuang itu apabila bercampur ke air sungai yang dipakai warga disinilah yang kita takutkan” ucapnya.

Diakuianya dari cerita yang dia dengar, sudah ada sejumlah warga Panyabungan kaya dengan melakukan penambangan emas di sekitar Sihayo dan Sambung atau daerah izin perusahaan PT Sorikmas Mining, namun kata Safar terlepas dari pakai izin atau tidak memiliki izin penambangan tradisional yang sudah nyata merusak lingkungan dan mengancam keselamatan nyawa warga itu tidak seharusnya dibiarkan Pemerintah.

”Memang benar di satu sisi sebagian warga kita memperoleh kehidupan dari menambang emas seperti itu bahkan saya dengar sudah banyak yang kaya, tetapi caranya itu yang kita takutkan, damfaknya tidak sekarang kita rasakan lho. Semestinya pemerintah bijaksana dengan membuat suatu peraturan atau apapun namanya yang bisa menyelamatkan lingkungan kita khususnya menyelematkan nyawa keluarga kita, kalau bisa Galundung itu agar ditertibkan dan jauh dari pemukiman masyarakat” tambahnya.

Seperti diketahui, galundung emas bukan hanya menjamur di desa-desa dekat lokasi tambang saja, tetapi ratusan bahkan ribuan Galundung terlihat sudah menjamur di tengah-tengah pemukiman masyarakat dan tak jarang pemilik Galundung yang membiarkan limbahnya ke sungai yang digunakan masyarakat untuk MCK dan seperti di kecamatan Nagajuang banyak limbah Galundung yang terbuang ke pematang sawah warga dan saat ini petani juga ikut resah. (idw)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (3)

    Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (3)

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    URGENSI PELAKSANAAN KONGRES KEBUDAYAAN MANDAILING Dengan pemahaman yang baik terhadap pokok-pokok pikiran yang diuraikan di atas, serta didorong pula oleh semangat dan harapan besar untuk dapat mengangkat harkat dan martabat kita orang Mandailing secara bersama-sama sebagaimana petuah leluhur kita: sahata saoloan boti salumpat saindege, sehingga akhirnya diyakini dapat mendorong dan memotivasi kita semua, khusunya Tim […]

  • Siswa Berkeliaran di Luar Sekolah

    Siswa Berkeliaran di Luar Sekolah

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak menentunya pelaksanaan Proses Belajar mengajar pada SMA 1 Panyabungan Timur membuat sejumlah siswa memilih berkeliaran diluar arena sekolah.(MO)

  • Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution : Desa Terisolir Di Madina Harus Bangkit

    Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution : Desa Terisolir Di Madina Harus Bangkit

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAKANTAN (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution berharap agar desa terisoli khususnya Desa Silogun dapat secepatnya bangkit supaya dapat merasakan arti kemerdekaan. Dia meminta agar dinas Pekerjaan Umum Madina segera membuat usulan pekerjaan Infrastruktur Jalan sekitar 500 meter untuk rabat beton dibeberapa titik yang sulit dilalui kenderaan dan sekaligus membuat pasangan paret sehingga […]

  • Jalan ke Aek Nabara Jenis Tanah dan Berbahaya

    Jalan ke Aek Nabara Jenis Tanah dan Berbahaya

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Kondisi jalan menuju Desa Aek Nabara Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih berjenis jalan tanah dan sempit hanya mampu dilewati kenderaan roda dan berbahaya jika tak hati-hati melewatinya. Desa ini sudah terlalu lama dalam penantian panjang mengharapkan infrastruktur yang memadai layaknya sebuah desa yang berada di wilayah negara […]

  • Antisipasi Karhutla, Bupati Madina Surati BNPB Indonesia

    Antisipasi Karhutla, Bupati Madina Surati BNPB Indonesia

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina telah menyurati BNPB Indonesia tentang kebutuhan peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan. Peralatan pemadam itu sangat urgen mengingat wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan hutannya sangat luas. Surat Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution tanggal 7 Pebruari 2020 lalu sudah dilayangkan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Surat itu […]

  • Peneliti YRKI: Ada Yang Salah Dalam Tata Kelola Desa

    Peneliti YRKI: Ada Yang Salah Dalam Tata Kelola Desa

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PADANGSIDIMPUAN (Mandailing Online) -Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) kembali menyoroti perkembangan Desa setelah 5 tahun berlangsungnya pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Peneliti YRKI, Agus Anwar Sipahutar, SH.I, MH menyebutkan bahwa salah satu pertimbangan dikeluarkannya UU Desa tersebut adalah untuk memberdayakan agar menjadikan Desa itu menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis, […]

expand_less