Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Kemelut DPRD, Kepentingan Daerah Dan Harapan Kepada Bupati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Okt 2012
  • print Cetak

Kemelut di DPRD Madina bisa dikatakan sudah membahayakan daerah. Sebab, kemelut tersebut sudah pada stadium menghambat agenda-agenda persidangan dewan, agenda yang sangat penting bagi kelanjutan perjalanan Kabupaten Madina.
Beberapa kali Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina gagal bersidang akibat dua kutup kekuatan kelompok di gedung dewan saling menyerang, saling mengganjal. Selesai maslah Bamus, muncul lagi persoalan kegagalan paripurna LKPJ 2011, beruntung dapat dibuka pada kamis lalu setelah mencukupi quorum.
Lalu, apakah paripurna LKPJ ini akan berakhir sukses? Jika iya, masih banyak agenda yang wajib dilakukan meliputi pembahasan PAPBD 2012, RAPBD 2013, KUA-PPS, paripurna reses. Belum lagi persoalan laporan Pansus Palmaris yang belum diketahui kapan diparipurnakan.

Ingat, waktu hanya tiga bulan sebelum 31 Desember 2012, itu artinya DPRD harus menggenjot agenda PAPBD 2012, KUA-PPS, RAPBD 2013 sebelum tahun baru. Jika DPRD gagal, maka Madina akan menghadapi kesulitan di 2013. Meski APBD 2013 akan memakai pagu APBD 2012, masalah tetap akan banyak yang timbul.
Asistensi pagu-pagu APBD 2013 akan semakin sulit dan membutuhkan energi ekstra, belum lagi banyaknya kemungkinan sorotan dan hambatan dari berbagai komponen terkait akan banyaknya persoalan yang timbul akibat tersendat-sendatnya perjalanan penganggaran. Dus, Madina akan mendapat rapor merah dan kemunduran dalam tataran penilaian dari sisi sinergitas dan kemandegan pemerintahan dan politik.

Kita tidak pada posisi memvonis siapa kutup yang benar dan yang salah di DPRD Madina. Kita hanya melihat bahwa kemelut itu jangan sampai merugikan daerah, menghambat kepentingan rakyat. Perbedaan adalah wajar dalam dinamika politik, tapi jika sudah menjadi kemelut yang berkepanjangan akan sangat merugikan Madina.
Meski kemelut tersebut lebih banyak disebabkan faktor eksternal, namun pada satu sisi, polemik tersebut bisa dinilai sebagai kelemahan Ketua DPRD Madina Imran Khaytami yang tidak mampu merangkul dan mengkondusifkan lembaga legislatif. Sebab, polemik berawal dari munculnya mosi tidak percaya kepada ketua DPRD Madina.
Faktor eksternal bisa diamati dari tataran munculnya ketidakpuasan sebagian anggota DPRD terutama PKS, PPP, Hanura terhadap kinerja eksekutif dan mencoba menyusun kekuatan dalam upaya meningkatkan posisi tawar bagi perubahan arah pemerintahan kepada yang lebih baik.

Pada sisi lain, kemelut DPRD bisa membahayakan bupati, sebab terganggunya kelancaran penganggaran dan legislasi akan merunyamkan perjalanan pemerintahan. Imbas-imbas yang diakibatkan kemelut DPRD akan membuat repot pemerintahan yang pada akhirnya menurunkan kinerja eksekutif dan bermuara pada melorotnya citra kepemimpinan bupati.
Oleh karena itu, bupati dimungkinkan melakukan mediasi dalam upaya menghentikan polemik DPRD. Sebagai unsur Muspida, bupati sah-sah saja memediatori pihak-pihak yang bertikai di DPRD untuk mencari titik temu dan kesepahaman dalam bingkai kedaerahan. Bupati tentunya diharapkan bisa merangkul semua kutb di DPRD Madina, menjauhkan pola-pola politik belah bambu.

Kita yakin, mediasi yang dilakukan bupati memiliki harapan berhasil sukses. Kunci itu ada di tangan bupati jika dilihat dari konstlasi yang ada, baik dari sisi internal maupun eksternal DPRD. Selain itu, harapan kepada ketua DPRD untuk menyelesaikan polemik internal DPRD ini juga dinilai sudah tak memungkinkan lagi karena ketua DPRD merupakan salah satu unsur polemik itu sendiri.

Dan bupati juga sebenarnya berada dalam posisi berkepentingan terhadap kekondusifan DPRD, karena selain untuk kelancaran pemerintahan daerah, polemik berkepanjangn di DPRD juga bisa saja “situasi” yang bisa menghancurkan Hidayat Batubara selaku bupati. Karena bisa saja salah satu partai yang saat ini dekat dengan Hidayat lah yang menyusun skenario rangkaian polemik itu untuk kepentingan jangaka panjang patainya.

Dalam hal ini, bupati diharapkan untuk lebih hati-hati menyikapi polemik DPRD. Terlalu dekat dengan salah satu kutub bertikai seraya menjauhkan diri dari kutub lain di DPRD (politik belah bambu) akan sangat berbahaya.
PKS, PPP,PKB itu adalah partai pengusung Hidayat-Dahlan. Terlalu dekat dengan Golkar sah-sah saja, menjadi ketua Demokrat sah-sah saja. Yang penting, bupati harus bisa merangkul semuanya.(dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulung Gadung Naiduda Goreng dari Mandailing Malaysia (bagian 2 – selesai)

    Bulung Gadung Naiduda Goreng dari Mandailing Malaysia (bagian 2 – selesai)

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dahlan Batubara   Bicara cita rasa dan aroma, bulung gadung naiduda goreng ini ternyata sangat berbeda dengan bulung gadung naiduda gulai. Ada semacam rasa orisinil dari kaldu daun ubi di dalam bulung gadung naiduda goreng tersebut. Saya bukan ahli kuliner, tetapi saya bisa merasakan zat-zat ekstraktif yang terdapat di dalam bulung gadung naiduda […]

  • Perjuangan Panjang Rakyat Batahan, Entahlah

    Perjuangan Panjang Rakyat Batahan, Entahlah

    • calendar_month Senin, 10 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Sudah lama masyarakat Batahan menuntut pengembalian tanah yang diserobot oleh PT. Palmaris, sudah lama masyarakat Batahan berjuang, sudah lama masyarakat merasa dizolimi, sudah lama masyarakat Batahan menuntut keadilan, ternyata sudah lama pula pemerintah daerah lemah tak bertindak, bahkan sejak pemerintahan bupati Amru Daulay. Hingga pemerintahan daerah dipimpin Pl. Bupati Aspan Sopyan Batubara […]

  • Harga Kantalan Terus Turun

    Harga Kantalan Terus Turun

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet (kantalan-bahasan Mandailing) di tingkat petani terus mengalami peturunan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Darwis (43) petani karet di Panyabungan kepada wartawan, Kamis (18/7) mengatakan, penjualan pada Kamis pagi sekitar 7.000 hingga 7.500 rupiah per kilo gram. Pekan sebelumnya masih menembus angka 7.500 hingga 8.000 rupiah per kilo gram. “Kita […]

  • penerimaan CPNS Psp dan Palas Belum Merespon

    penerimaan CPNS Psp dan Palas Belum Merespon

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dalam penerimaan berkas administrasi pelamaran CPNS tahun 2010 di lima wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), baru Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang akan bekerja sama dengan kantor pos. Sedangkan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Padang Lawas Utara masih menunggu konfirmasi dari Pemda tersebut. Sementara Kota Padangsidimpuan (Psp) dan Kabupaten Padang Lawas (Palas) belum ada merespon. “Dari hasil […]

  • Aneh, Lurah Longat Tidak Pegang RAB dan Keterangan Berubah-ubah

    Aneh, Lurah Longat Tidak Pegang RAB dan Keterangan Berubah-ubah

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Keanehan terus bermunculan pada penganggaran Dana Kelurahan Longat tahun 2021. Terbaru adanya pengakuan Lurah Longat Mukhlis Nasution yang tidak memegang RAB Dana Kelurahan. Padahal sesuai dengan Permendagri Nomor 130 tahun 2018 pasal 12 ayat 1 menyebutkan “Kepala daerah menetapkan lurah selaku Kuasa Pengguna Anggaran untuk melaksanakan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana […]

  • DPRD Sumut : SKPD Jangan Taunya Minta Tambahan Anggaran Saja

    DPRD Sumut : SKPD Jangan Taunya Minta Tambahan Anggaran Saja

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Aduhot Simamora, meminta para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemerintahan Daerah Provinsi Sumut jangan hanya meminta penambahan anggaran di Perubahan APBD 2011. Lebih dari itu, penyerapan anggaran memasuki semester II tahun ini, harus diprioritaskan. “Jangan hanya minta penambahan anggaran saja taunya SKPD. Tetapi yang jauh lebih […]

expand_less