Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Tympanum Garap Film “Lilu”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Okt 2012
  • print Cetak

Film Lilu 211012
SIABU (Mandailing Online) – Kemajuan sinematografi di Mandailing Natal, Sumatera Utara terus berkibar. Ini tak terlepas dari para sineas Mandailing yang kian banyak melahirkan karya-karya meramaikan kancah perfilman di tanah air.

Setelah meraih rangkaian sukses memproduksi films berbasis Mandailing “Biola Na Mabugang”, “Biola Na Mabugang II- Tias Ni Bugang”, lalu “Tias Part II”, Tympanum Novem Films kembali menggarap film baru berjudul “Lilu”.

Berbeda dengan film-film terdahulu, “Lilu” ini bergenre anak-anak. “Kita ingin sebuah tontonan bagi anak-anak yang selain berdimensi kearifan lokal, juga bermuatan pendidikan, pencerahan budaya, dan menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan,” kata sutradara Askolani Nasution, Minggu (21/10).

Sinopsis “Lilu” tentang tokoh Sangkot, Laung, Gundur, Bibun, Munir, Melati, dan Bunga sebagai teman sepermainan. Ketika mandi-mandi di sungai, mereka tertarik melihat sebilah bambu yang hanyut di sungai, yang ternyata berisi peta harta karun.

Peta itu ternyata jatuh dari kawanan pencari harta karun. Sangkot dan kawan-kawan lalu mengikuti jejak peta itu dan terperangkap dalam petualangan hutan yang seru. Bersamaan dengan itu, sekelompok pencari harta karun menemukan tokoh Melati. Melati lalu disekap untuk memancing kawan-kawannya mengembalikan peta tersebut. Tapi begitu tahu tempat penyekapan Melati, Sangkot segera merancang pembebasannya dengan cerdik.

Film ini, selain mendeskripsikan petualangan hutan dengan berbagai tantangannya, juga menonjolkan berbagai kecerdikan survival di hutan dengan mengandalkan teori-teori pelajaran IPA di sekolah dasar.
Misalnya, menghidupkan api tanpa pemantik, merebus tanpa wadah, listrik DC berbahan ubi kayu, teori-teori pegas, tumbukan, pertumbuhan lumut, gaya berat, kalor, dan lain-lain. Dengan begitu IPA bukan hanya sekedar rumus dan konsep, tetapi bisa menjadi aktual dalam kehidupan sekitar manusia.

Tentang pemilihan tema anak-anak, menurut Askolani, karena sampai hari ini belum ada film tentang dunia anak-anak berkarakter Mandailing. Memang ada film nasional berdimensi anak-anak, Petualangan Sherina misalnya, Ambilkan Bulan, dan lain-lain. Tapi itu juga sudah lama sekali. Apalagi film-film tersebut juga bukan berkarakter Mandailing.

Televisi memang banyak memuat film kartun untuk anak-anak, tetapi materi ceritanya amat membuat miris karena sama sekali tidak menumbuhkan kearifan lokal, lanjutnya. Lebih parahnya lagi, banyak film-film tersebut yang berbau menyesatkan karena menampilkan tokoh-tokoh binatang yang dalam konteks Mandailing sangat tidak nyaman dilihat. Dan itu yang tiap hari ditonton anak-anak kita.

Apalagi, menurut penelitian, rata-rata anak menghabiskan delapan jam setiap harinya di depan televisi. “Ini tidak bisa dibiarkan, karena itu Tympanum menawarkan pilihan yang lebih arif,” kata Askolani di sela-sela pengambilan gambar hari Minggu (21/10) lalu.

Diperankan oleh enam orang anak-anak: Nanda, Reza, Nanda, Rifky, Gundur, dan Nona yang mampu memperlihatkan adegan-adegan yang ekspresif. Seperti biasa, Tim Tympanum berbagi tugas. Cerita/Sutradara: Askolani; Kamera/Editor: Ahmad Syukri; Artistik/Cinematografi: Ali Fikri; Casting/Fotografi: Erwin Tampas, dan Lighting/Properti: Fadhli Husein.

Pengambilan gambar sepenuhnya dilakukan di sekitar Kecamatan Bukit Malintang dan Kecamatan Siabu. Tentang pemilihan lokasi ini, Askolani mengatakan, “Setting yang kita butuhkan hutan dengan berbagai kekayaan floranya. Karena itu, kita tak perlu lokasi yang jauh. Apalagi para pemainnya anak sekolah, kita mengambil gambar setelah pulang sekolah.”
Harus diakui, tahun ini memang mendadak ada daya tarik yang luas terhadap budaya Mandailing, suatu hal yang nyaris tidak ditemukan selama beberapa dasawarsa terakhir. Dulu tak ada produser yang mau produk yang berbahasa Mandailing.

Sekarang malah sebaliknya, semua berlomba mengatasnamakan Mandailing, sekalipun isinya sama sekali tak menggambarkan karakteristik Mandailing. Ini sepatutnya menjadi hal yang patut disikapi secara bijak. Kalau momen ini tak dimanfaatkan, ke depan karakteristik Mandailing ini akan lenyap, kata Askolani. Lihat saja lagu-lagu Mandailing, pilihan kata dan gambar yang disuguhkan amat tidak menggambarkan Mandailing lagi. Seharusnya kita miris melihat ini.(lik)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Tantang Pengusaha UMKM

    Atika Tantang Pengusaha UMKM

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menantang kalangan pengrajin/UMKM memproduksi besek. “Sebagai bentuk dukungan kepada pelaku UMKM di Mandailing Natal, saya menantang siapa saja dari masyarakat Madina yang mampu membuat besek seperti dalam foto ini,” kata Atika. Pembaca silahkan melihat foto-foto yang disertakan di dalam berita ini. Tantangan itu disampaikan […]

  • Pemkab Madina Tampung 280 CPNS

    Pemkab Madina Tampung 280 CPNS

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) membuka pelamaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2010 sebanyak 280 orang. Formasi yang di perlukan Kabupaten Mandailing Natal antara lain Guru SD sebanyak 39. Guru yang di butuhkan antaralain Guru Kelas Pendidikan D II SPGD sebanyak 25 orang, Pendidikan S1 […]

  • LIRA Sumut Terima Pengaduan Ketimpangan Penanganan Dugaan Korupsi Dana PS Sidempuan

    LIRA Sumut Terima Pengaduan Ketimpangan Penanganan Dugaan Korupsi Dana PS Sidempuan

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumut menerima pengaduan telah terjadi ketimpangan dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana pengelolaan Persatuan Sepakbola (PS) Sidempuan sebesar Rp3,2 milyar. Pengaduan tersebut disampaikan istri tersangka berinisial HAN, Hj Henny Herlina SE belum lama ini dalam kunjungan silaturahmi ke Graha LIRA Sumut Jalan Bukit Barisan II Medan. […]

  • Bantu Korban Aceh, Kementerian PU Sebar 8 Mobil Tangki Air

    Bantu Korban Aceh, Kementerian PU Sebar 8 Mobil Tangki Air

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ikut berpartisipasi dalam tanggap darurat gempa Aceh pada 2 Juli 2013. Mereka menyebar 8 mobil tangki air. 8 Mobil tangki air (MTA) disebar hingga Senin (8/7) lalu. Sebanyak 46 hidran umum telah disebar oleh Kementerian PU di dua kabupaten yaitu, Aceh Tengah dan Bener Meriah. Selain itu, PU juga […]

  • Acara Penyerahan SK 196 CPNS Pemkab Tapsel

    Acara Penyerahan SK 196 CPNS Pemkab Tapsel

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jadilah Aparatur Berbakti SIDIMPUAN- Sebanyak 196 CPNS Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) formasi 2010 menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Jumat (6/5). Bupati menyampaikan, sebagai aparatur penyelenggara negara, CPNS penerima SK jangan menjadi PNS untuk mencari status ataupun gagah-gagahan, tapi jadilah aparatur yang berbakti untuk memberhasilkan pembangunan nasional. Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu menyampaikan harapan masyarakat […]

  • Poliandri Buah Kapitalisme

    Poliandri Buah Kapitalisme

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Sri Handayani Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengaku terkejut dan prihatin mendengar pernyatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo yang mengungkapkan adanya fenomena pelanggaran baru oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu perempuan yang memiliki suami lebih dari satu orang atau poliandri. Ia meminta agar Kementerian PAN-RB menindak tegas jika […]

expand_less