Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Konflik Internal DPRD Madina Sebaiknya Tempuh Jalur Hukum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
  • print Cetak

Gerakan Kelompok 18 DPRD Madina diharapkan tidak terperangkap pada bentuk gerakan provokatif yang dikhawatirkan dapat mengganggu perjalanan agenda-agenda pembangunan daerah. Kita menghimbau agar Kelompok 18 bisa merubah pola gerakan ke arah yang lebih bijaksana agar tidak menggangu agenda pembangunan daerah.

Di sisi lain, Ketua DPRD Madina selaku pimpinan tertinggi diharap juga untuk lebih sinergis mendorong tercapainya “gencatan senjata” di internal lembaga legislatif itu. Sebab, jika terus berlarut, Rakyat Madina juga yang terkena imbas. Misalnya, Pansus Palmaris belum tuntas akibat konflik yang berlarut.

Meski rangkaian pernyataan yang digulirkan Kelompok 18 mengacu pada Permendagri hingga Tata Tertib DPRD, toh semua itu tetap tergolong pada bentuk penafsiran dan pemahaman terhadap peraturan perundangan-undangan.

Dan, beda pendapat sah-sah saja dalam bingkai demokrasi. Tetapi, beda pendapat yang mengarah pada terganggunya roda pembangunan dan kepentingan rakyat, jelas sangat berbahaya.

Sikap tidak mau mengikuti agenda-agenda pembahasan oleh Kelompok 18 hingga mencuatkan sinyalemen bahwa sidang-sidang pembahasan di DPRD cacat hukum tentu akan berpengaruh terhadap pihak eksekutif secara psikologis yang bisa berdampak pada menurunnya sinergis eksekutif.

Kita tidak memihak siapun dalam konflik internal DPRD Madina. Siapa yang benar atau siapa yang keliru, tak ada urusan kita. Yang diperlukan rakyat saat ini adalah bagaimana agenda pembahasan di DPRD berjalan normal agar seluruh produk yang dihasilkan mampu mensinergiskan roda pembangunan daerah dan pihak eksekutif dapat bekerja dengan lancar.

Kita juga tak tertarik dengan argumen-argumen yang menyelubungi konflik internal DPRD Madina. Kita justru meminta legislatif meredakan konflik, jika ada pihak yang dinilai melanggar aturan hukum maka silahkan membawanya ke jalur hukum, biar hukum yang memutuskan.

“Perang” argumen yang berimplikasi tergganggunya jadwal-jadwal agenda DPRD Madina justru akan memperburuk situasi. Dibawa saja ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Ingat, lembaga legislatif itu bukan milik pribadi atau kelompok, melainkan milik rakyat yang dijalankan berdasar aturan-aturan yang ditetapkan.

Pernyataan Wakil Ketua DPRD Madina Safaruddin Ansyari Nasution terasa sangat tepat, yakni Kelompok 18 seyogiyanya melakukan upaya hukum yang konstitusional, bukan malah mencuatkan persepsi, karena hukum harus mempunyai kepastian.

Gerakan yang digulirkan Kelompok 18 pun kelihatan sudah menjurus pada nuansa provokasi, dimana para eksekutif dan bupati dalam lingkaran ditekan agar tidak mengikuti agenda-agenda pembahasan di DPRD. Pola provokatif ini jelas akan membuat pihak eksekutif resah yang bermuara pada terganggunya agenda pembangunan daerah dan kepentingan rakyat banyak.

Dan rakyat sudah bertindak dengan melakukan penyegelan sejumlah ruang fraksi dan ruangan wakil ketua DPRD Madina. Tindakan rakyat ini sebagai keprihatinan atas apa yang terjadi di lembaga legislatif.

Dan, surat Sekda Provinsi Sumut, Nurdin Lubis Nomor 170/1051329 tertanggal Oktober 2012 dengan dengan jelas meminta pimpinan dan anggota DPRD Madina agar mengedepankan pelaksanaan tugas dan kewajibannya sesuai peraturan perundang-undangan.

Surat Sekda Provinsi Sumut ini juga menekankan bahwa perubahan/perpindahan anggota fraksi dan implikasinya telah difasilitasi dengan surat Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri Nomor 172/2248 tertanggal 11 April 2012 prihal penjelasan terhadap surat DPRD Madina.

Sekarang, tergantung Kelompok 18 lah bagaimana menyikapi surat Sekda Provinsi Sumut tersebut. Dan Ketua DPRD Madina juga diharapkan dapat mengkondusifkan lembaga legislatif itu agar tidak berlarut-larut.

Namun, yang pasti, hanya satu yang kita minta, seluruh anggota dan pimpinan DPRD Madina seyogiyanya merendahkan volume konflik agar tidak mengganggu agenda pembangunan daerah demi kemajuan Kabupaten Mandailing Natal. Sonimada. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Pelamar CPNS Antre Ambil Nomor Ujian

    Ribuan Pelamar CPNS Antre Ambil Nomor Ujian

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA (mandailing Online) – Sebanyak 14.802 pelamar CPNS di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Senin (21/10) mulai mengambil kartu ujian di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Paluta. Pengambilan nomor akan berlangsung mulai 21 hingga 25 Oktober. Di hari pertama ini ribuan pelamar memadati kantor BKD sehingga panitia terpaksa meminta bantuan Dishub, Satpol PP dan juga […]

  • Atap Rumah Kompos Raib

    Atap Rumah Kompos Raib

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keberadaan Mesin Tak Jelas SIPIROK- Kurangnya perawatan, perhatian serta bertanggung jawab pemerintah daerah melalui instansinya terlihat dari keberadaan bangunan rumah kompos yang dibangun di Pasar Sipirok, Kabupaten Tapsel sudah tidak berfungsi lagi. Ketika METRO mengunjunginya Senin (19/9), kondisi gedung yang merupakan bantuan Danamon Peduli dengan ukuran sekitar 20X6 meter tersebut tidak memiliki atap lagi. Bukan […]

  • Bela Palestina Tak Cukup Dengan Retorika

    Bela Palestina Tak Cukup Dengan Retorika

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Novida Sari, S.Kom Ketua Majelis Taklim Islam Kaffah Madina Pidato Presiden Prabowo dalam Forum KTT Developing Eight (D-8) dinilai bagus tapi terkesan menggurui dan abai atas apa yang dilakukan oleh negara-negara tersebut, demikian menurut Pengamat Timur Tengah, Smith Alhadar. Menurutnya, Prabowo tidak mendapatkan cukup informasi tentang perkembangan di Gaza. Meskipun Indonesia sendiri begitu vokal […]

  • Alumni Musthofawiyah Dukung Musthafa Bakri Calon Bupati Madina

    Alumni Musthofawiyah Dukung Musthafa Bakri Calon Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Alumni Pesantren Mustofhawiyah Purba Baru mendukung penuh Mudir Almukarrom, H Musthafa Bakri Nasution sebagai Calon Bupati Mandailing Natal. Itu dikatakan, Ketua Himpunan Alumni Musthofawiyah (HAM) Madina, Muhammad Ali Nasution kepada wartawan di Panyabungan, Kamis (1/8/2019) Dikatakannya menjalang perhelatan Pilkada Madina 2020 yang akan masuk tahapan September 2019, bahwa dalam memilih pemimpin […]

  • SDN 100760 Terancam Roboh

    SDN 100760 Terancam Roboh

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tiang Lapuk, Plafon Bolong, Atap Bocor Sektor pendidikan adalah salahsatu prioritas pembangunan nasional. Sayangnya, sarana pendidikan seperti, bangunan SDN 100760 Kecamatan Arse, Tapsel terancam roboh. Pasalnya, selain atap tiga ruangan bocor, plafon banyak yang bolong bahkan tiang penyangga atap lapuk. Jika bangunan sekolah ini tidak segera diperbaiki pemerintah, dikhawatirkan atap dan plafon sekolah itu akan […]

  • Polsek dan Camat Muara Sipongi Amankan Situasi

    Polsek dan Camat Muara Sipongi Amankan Situasi

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Paska pembakaran 1 unit rumah, buntut pembunuhan di Muara Sipongi, Polsek dan camat mengamankan situasi agar tak ada kerusuhan lanjutan. Pihak kepolisian dan Muspika Muara Sipongi langsung mengumpulkan para tokoh masyarakat dan perwakilan dari pihak korban di Kapolsek Muara Sipongi, Rabu (3/2). “Iya, kita baru selesai rapat mencarikan jalan solusi […]

expand_less