Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Sumut Tinggi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia masih tinggi, termasuk di Sumatera Utara (Sumut). Berdasarkan data Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang dikumpulkan dari 34 lembaga di Sumut,selama tahun 2011 saja,ada 344 dari 8.277 kasus kekerasan terhadap perempuan yang merupakan kekerasan seksual.

“Kasus kekerasan dalam rumah tangga ada 7.120 kasus,komunitas 1.123 kasus,dan kasus oleh negara 1 kasus. Sedangkan 344 kasus kekerasan seksual terdiri dari pencabulan 312 kasus, perkosaan 20 kasus, persetubuhan 1 kasus, dan tindakan seksual lainnya 1 kasus,” papar Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah kepada wartawan saat temu pers di Medan,Senin 26 November 2012.

Yuniyanti menyebutkan, di Indonesia sendiri selama 10 tahun hingga 2010, tercatat ada 295.836 total kasus kekerasan terhadap perempuan. Dari jumlah itu,sebanyak 91.311 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. “Sumatera Utara merupakan daerah 10 besar yang kasus kekerasan terhadap perempuannya tertinggi,” ucapnya.

Yuniyantimenyebutkan,ada 14 bentuk kekerasan seksual yang ditemukan oleh Komnas Perempuan yakni perkosaan, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, penyiksaan seksual, perbudakan seksual, dan intimidasiatauseranganbernuansa seksual termasuk ancaman atau percobaan perkosaan.Kemudian prostitusi paksa, pemaksaan kehamilan,pemaksaan aborsi, pemaksaan perkawinan, dan perdagangan perempuan untuk tujuan seksual.

“Kontrol seksual seperti pemaksaan busana dan kriminalisasi perempuan lewat aturan diskriminatif beralasan moralitas dan agama, penghukuman tidak manusiawi bernuansa seksual, dan praktik tradisi bernuansa seksual yang membahayakan atau mendiskriminasi perempuan juga merupakan bentuk kekerasan seksual,”paparnya.

Menurut Yuniyanti, permasalahan kekerasan terhadap perempuan terutama kekerasan seksual akan terus terjadi. Karena itu, harus ada payung hukum sebagai bentuk perlindungan bagi perempuan yang menjadi korban. Selama ini, aturan yang ada tidak memadai. Bahkan dalam pengaduan korban ke polisi, polisi masih sering menyebutkan organ-organ perempuan.

“Misalnya,polisi sering bertanya kepada korban yakin nggak barangnya masuk.Nah,mendengar pertanyaan itu, perempuan itu langsung pingsan,”paparnya. Sementara Direktur Aliansi Sumut Bersatu Veryanto Sitohang menambahkan, kekerasan terhadap perempuan terutama kekerasan seksual, memang masih cukup memprihatinkan.

Sejak Januari hingga Agustus 2012 saja, berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai media lokal di Sumut, ada 232 kasus kekerasan yang dialami perempuan. Dari jumlah itu,kekerasan seksual menjadi yang terbanyak yakni 131 kasus, disusul kasus penganiayaan 63 kasus, 26 kasus pembunuhan, 10 trafficking, dan 2 kasus perampokan.

Menurut dia, tidak ada lagi ruang yang aman bagi perempuan baik di luar rumah maupun di dalam rumah,khususnya kekerasan seksual. Parahnya, pelaku sering kali tidak hanya orang asing, melainkan orang terdekat seperti paman,kakek, saudara laki-laki, bahkan ayah kandung atau ayah tiri.(sindo)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Bally Rantopuran Harus Kaji Ulang

    Jembatan Bally Rantopuran Harus Kaji Ulang

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Truk Fuso Banyak Bertonase Diatas 18 Ton PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kalangan supir mulai mengeluhkan jembatan sementara Rantopuran di Jalur Lintas Sumatera titik Desa Gunung Tua, Panyabungan, Mandailing Natal yang sudah teramat rawan karena lantainya sering patah. Para pengguna jalan merasa terancam keselamatannya melewati jembatan jenis bally tersebut jika pemerintah tidak cepat mengkaji kembali kebijakan […]

  • Kantor Camat Siabu Disatroni Maling

    Kantor Camat Siabu Disatroni Maling

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Panyabungan MO-Kantor camat Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) disatroni Maling, Jum’at (10/2). Kejadian berlangsung dini hari sekira pukul 02.00 Wib.   Berdasar data yang berhasil dihimpun Mandailing Online, barang-barang yang berhasil digondol maling tersebut berupa 3 unit komputer berisi data lengkap e-KTP, 3 unit kamera digital, 1 unit laptop. Sekretaris Kecamatan Siabu, Gadombang Diapari Hasibuan […]

  • Kontektualitas PKI di Mandailing

    Kontektualitas PKI di Mandailing

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Askolani Nasution Budayawan Di Tugu Perintis Kotanopan, ada tulisan tentang Pemberontakan Rakyat tahun 30-an. Tak banyak yang tahu kalau pemberontakan yang meluas di nyaris semua wilayah Hindia Belanda itu berkaitan dengan Pemberontakan Silungkang malam tahun baru 1927 di Sumatera Barat. Lalu menjalar ke berbagai wilayah, termasuk ke kawasan Mandailing. Ada tiga kelompok perjuangan penting […]

  • MTQ Hafidz Qur’an Bakal Berlangsung 6 Desember di Madina

    MTQ Hafidz Qur’an Bakal Berlangsung 6 Desember di Madina

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) golongan Hafidz Qur’an tingkat kabupaten bakal berlangsung lagi di Mandailing Natal (Madina). Pihak Pemkab Madina telah menetapkan target waktunya, yakni 4 hari dimulai tanggal 6 Desember 2021 di masjid agung Nur Ala Nur, Panyabungan. Kapala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Madina, Mulia Gading, SE kepada Mandailing Online di ruang […]

  • Harga Bahan Pokok Melonjak

    Harga Bahan Pokok Melonjak

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pasca Natal dan menjelang Tahun Baru 2011, sebagian harga bahan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Mandailing Natal, melonjak. Antara lain cabai yang saat sekarang ini harganya mencapai Rp 40-50 ribu perkilogramnya. Pantauan wartawan di Pasar Baru Panyabungan, Selasa (28/12/2010), salah seorang pedagang bernama Ucok Nasution (35) menjual cabai merah Rp 50 ribu per […]

  • Harga Cabai Merah di Tanjungbalai dan Panyabungan Naik

    Harga Cabai Merah di Tanjungbalai dan Panyabungan Naik

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Harga cabai merah dalam beberapa hari terakhir ini yang diperdagangkan di Kota Tanjungbalai dan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami kenaikan. Di Tanjungbalai misalnya, harga cabai merah lokal kini seharga Rp12.000 per kg dari sebelumnya Rp10.000 per kg, sementara cabai merah keriting diperdagangkan seharga Rp18.000 per kg dari sebelumnya Rp14.000 per kg. Sedangkan di Kota […]

expand_less