Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Seputar Bocah SD Ngaku Nyaris Diculik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
  • print Cetak


Kapolres: Tak Ada Penculikan

TAPSEL- Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Subandriya SH MH mengatakan, tidak ada kasus penculikan di wilayah hukumnya. Ini dutarakan Subandriya terkait adanya pengakuan Wilda Rizkia Sinambela (10), warga Desa Roncitan Natambang, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapsel yang mengaku nyaris menjadi korban penculikan.

“Tidak ada penculikan, dan bantu menginformasikan kepada masyarakat tidak ada kasus penculikan di wilayah Polres Tapsel,” kata Kapolres singkat, kemarin (22/11).

Akan Selidiki Kebenaran

Info Penculikan

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Waiman ketika dikonfirmasi METRO, Senin (22/11), mengaku akan menyelidiki terlebih dahulu kebenarannya.

“Kita selidiki dulu kebenaran infomasi tersebut,” ujar Waiman.

Diutarakan Waiman, pihaknya juga mengajak semua masyarakat agar berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Peran aktif masyarakat dibutuhkan dalam menjaga Kamtibmas. Kita juga mengimbau masyarakat agar bisa cepat menyampaikan informasi jika ada suatu kejadian atau yang mencurigakan ke pihak kepolisian,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wilda Rizkia Sinambela mengaku nyaris menjadi korban penculikan, Kamis (18/11) sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu bocah perempuan ini dihampiri seorang wanita dan dinaikkan secara paksa ke dalam mobil. Beruntung, anak pasangan Hasittongan Sinambela (50) dan Roslina Pohan (48) warga Roncitan Natambang ini terus meronta dan berteriak hingga pelaku melepaskannya.

Kepada METRO, Wilda Rizkia didampingi kedua orangtuanya, saat ditemui di ladang mereka di Saba Pakkal Dolok, kemarin (21/11) menuturkan, saat kejadian itu, Wilda hendak pergi salat ke masjid. Namun sebelum waktu salat tiba, dirinya teringat masih ada tugas yang diberikan guru dari sekolah dan membutuhkan penghapus.

Anak keenam dari enam bersaudara ini pun bermaksud hendak membeli penghapus di kedai (lopo) yang berada di pinggir jalan provinsi Sipirok-SDH (rumah korban sekitar 150 meter masuk ke dalam dari pinggir jalan, red). Namun, setibanya di lopo, ternyata tutup. Beberapa saat kemudian, mobil Kijang bewarna hitam menghampirinya.

Seorang wanita berambut sebahu turun dari mobil dan langsung menariknya masuk ke dalam mobil sembari menutup mulutnya sehingga korban tidak bisa menjerit. Di dalam mobil itu berisi dua orang. Yakni seorang wanita dan sopir mobil. Setelah korban masuk ke mobil, sopir mobil langsung tancap gas.

Saat dalam perjalanan, Wilda terus meronta. Begitu tangan wanita yang membekap mulutnya terlepas, korban langsung menjerit minta tolong. “Saya terus menunjangi pelaku yang menyumbat mulutku. Rambut wanita itu sebahu, aku tak mengenalnya. Tapi kalau jumpa, saya pasti kenal dia,” ujar Wilda.

Diceritakannya, saat mobil melintas di tanjakan jalan rusak Aek Torop Simpang Ujung Padang atau sekitar satu kilometer dari lopo tempatnya hendak membeli penghapus tersebut, teriakan Wilda semakin keras.

“Saat di jalan rusak depan bengkel si Agus (Aek Torop Desa Naggar Jati, red) saya terus menjerit. Lalu, saya langsung dikeluarkannya, dan saya langsung berlari menuju persawahan,” ungkapnya.

Setelah itu, korban menemui warga sekitar dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Wilda pun meminta tolong untuk diantarkan ke rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB.

Ibu Wilda, Roslina Pohan kepada METRO mengatakan, putrinya masih trauma setelah percobaan penculikan tersebut dialaminya.

“Inilah bekasnya masih ada ito. Jumat (19/11) lalu dia sangat trauma, dan tak mau bicara. Tapi esoknya (Sabtu, red) baru dijelaskannya semua. Kalau famili kita silih berganti datang menjenguk dan ingin tahu kejadiannya,” katanya sembari memperlihatkan bekas sumbatan terhadap mulut korban yang dilakukan pelaku kala itu. (neo)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hidup Sulit Akibat Harga Karet Murah, Anak-Anak Ikut Mendulang Emas

    Hidup Sulit Akibat Harga Karet Murah, Anak-Anak Ikut Mendulang Emas

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kesulitan hidup ditengah rendahnya harga karet, menyebabkan akan-anak harus ikut mengais rezeki menutupi kebutuhan sehari-hari keluarga. Ini di Desa Tombang Bustak, Kotanopan, Mandailing Natal Madina). Kalangan anak-anak, remaja, wanita dan para kepala keluarga, berbaur di antara bongkahan batu dan pasir untuk mencari biji emas di Sungai Batang Gadis. Selama ini penduduk […]

  • Pengadaan Buku Baru, Kepala Sekolah Perlu Diawasi

    Pengadaan Buku Baru, Kepala Sekolah Perlu Diawasi

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIANTAR – Pengamat pendidikan Armaya Siregar berpendapat bahwa hal yang paling rawan dalam perubahan kurikulum ini adalah perihal pengadaan buku. "Yang kita lihat paling rawan itu soal buku. Kita sepakat memang dengan apa yang dinyatakan menteri bahwa kita belum siap dengan Kurikulum 2013. Cuma antisipasinya untuk semester depan ini kurang. Buku Kurikulum 2006 ini sudah […]

  • Dua Pengedar Narkoba Diringkus Polsek Batahan Ada 34,5 Gram Sabu Jadi Barang Bukti

    Dua Pengedar Narkoba Diringkus Polsek Batahan Ada 34,5 Gram Sabu Jadi Barang Bukti

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA( Mandailing Online ):  – Jajaran Personel Polsek Batahan, Polres Mandailing Natal (Madina) berhasil mengamankan dua orang pengedar narkoba golongan I jenis sabu-sabu, Selasa lalu (29/10/2024). 34,57 Gram sabu disita. Sesuai Rilis Pers Humasy Polres Madina, Kedua pengedar itu adalah FP (34) dan MN (29). Mereka tercatat sebagai penduduk Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan. Kapolsek […]

  • PDI Perjuangan Madina-Tapsel dan Ayah Toni Darius Ucapkan Terimaksih Kepada Poldasu

    PDI Perjuangan Madina-Tapsel dan Ayah Toni Darius Ucapkan Terimaksih Kepada Poldasu

    • calendar_month Kamis, 20 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – PDI Perjuangan Tapsel dan Madina mengucapkan terimakasih kepada kapolda Sumut yang telah berhasil mengungkap kasus pembajakan akun facebook Toni Darius Sitorus. “Dengan tertangkapnya pembajak akun facebook Toni Darius Sitorus, maka semua sudah jelas dan terang benderang. Oleh karenanya kita dari PDI Perjuangan Madina mengucapkan terimakasih kepada Pak Kapolda Sumut,” kata Ketua […]

  • LARAS Sumut Bakal Gelar Seminar

    LARAS Sumut Bakal Gelar Seminar

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait Bahaya Narkoba MADINA-METRO; Laskar Anak Bangsa (Laras) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar seminar tentang pencegahan dan pemberantasan narkoba, di Mandailing Natal (Madina), pada 22-27 Oktober mendatang, di Pondok Pesantren (Pontren) Subulussalam, Kotanopan. Ketua LARAS Sumut, M Suhery Lubis SF Fil, didampingi Sekretaris, Nopri Diansyah saat kunjungannya ke Panyabungan, mengatakan, sasaran seminar tersebut adalah […]

  • Kenaikan Harga BBM Diumumkan Pukul 22.00 WIB di Kantor Hatta Rajasa

    Kenaikan Harga BBM Diumumkan Pukul 22.00 WIB di Kantor Hatta Rajasa

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengumuman kenaikan harga BBM subsidi akan dilakukan pukul 22.00 WIB malam ini di kantor Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta. “Pengumuman kenaikan harga BBM dilakukan hari ini di kantor Menko Perekonomian pukul 22.00 WIB,” demikian informasi dari pihak Kemenko Perekonomian Jumat (21/6/2013). Rencananya akan datang semua menteri-menteri bidang ekonomi, dan juga […]

expand_less