Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

6 Penduduk Tewas Dibantai Harimau Sejak Tahun 2006

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar data yang dikumpul Sumatra Rainforest Institute (SRI), terror dan pembunuhan oleh harimau terhadap manusia di Desa Ranto Panjang Kecamatan Muara Batang Gadis sudah berlangsung sejak tahun 2006.

Hingga Maret 2013 jumlah manusia tewas dikalangan penduduk mencapai sekitar 5 orang. Dan bertambah satu orang lagi di Juni 2013.

Pada tahun 2006 korban tewas bernama Anto. Dia diterkam harimau hingga tewas tercabik-cabik ketika sedang mandi sore di sungai.

Pada tahun 2007 korban tewas bernama Min yang saat itu sedang mengambil madu sekitar kebun hutan. Pada tanggal 19 Juni 2009 korban tewas bernama Iming, juga warga Ranto Panjang diterkam ketika sedang bekerja di kebun.

Tak sampai sebulan setelah Min, harimau kembali membantai penduduk desa Ranto Panjang pada tanggal 6 Juli 2009, korban yang tewas bernama Jali.

“Pada tanggal 11 Maret 2013, konflik antara Harimau Sumatra dengan manusia terjadi lagi. Korban tewas bernama Karman Lubis, juga penduduk Desa Ranto Panjang,” ungkap Direktur Eksekutif Sumatera Rainforest Institute (SRI) Rasyid Assaf Dongoran, kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Sementara itu, tokoh pemuda Muara Batang Gadis, Teguh W Hasahatan Nasution merilis data baru, Rabu (3/7/2013) korban tewas terbaru oleh harimau bernama Torkis Lubis (30), penyadap karet di Desa Rantau Panjang, diterkam harimau pada 22 Juni 2013.

Berdasarkan informasi dan kunjungan lapangan langsung oleh tim SRI, lembaga ini menyimpulkan bahwa harimau tersebut masih berkeliaran dan meresahkan masyarakat hingga kini.

Dalam menelusuri kasus terror harimau tersebut, tim SRI yang berjumlah 6 orang telah mengunjungi beberapa desa, seperti Sikapas, Singkuang, Ranto Panjang, Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II di Kecamatan Muara Batang Gadis.

Hasil investigasi yang dilakukan tim SRI dan wawancara dengan pihak masyarakat menghasilkan fakta sementara soal ukuran harimau yang meneror ini. Badan Harimau Sumatra itu berukuran panjang 2,5 hingga 3 meter dengan jenis kelamin jantan dewasa, berusia sekitar 25 tahun.

Peliput/Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Juguk Tondo Boto Uwaki Manungkol Isang

    Juguk Tondo Boto Uwaki Manungkol Isang

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hatiha dimarayak potang niari juguk tondo mada uwaki manungkol isang di karosi otang di barando nibagas ni ibana, pupu cukcek songon sorani kareta api namardalan, manombo mopeng-openg ulunia adop ginjang, madung adongdo dipikirannia nasungkot sanga namabiartupe uwaki itarik ramping-ramping suping inda binoto, arsak situtuma nida manurut panjaharonai. Arana dompak onmasona simbur kecek nihalak satontang namarjabatan […]

  • Kepulangan Habib Rizieq dan Kesadaran Umat 

    Kepulangan Habib Rizieq dan Kesadaran Umat 

    • calendar_month Jumat, 20 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing Ibu Rumahtangga/tinggal di Barus   Selasa, 10 November 2020 Habib Rizieq Shibab pulang ke Indonesia. Dan kepulangannya disambut oleh jutaan umat islam di seluruh Indonesia baik yang menyambut langsung ke bandara Soekarno-Hatta maupun yang mendo’akan dari kejauhan sebab terpisah jarak yang jauh. Atas kedatangan Habib Rizieq ini banyak pro dan kontra […]

  • Tak Berkategori

    KPK masih periksa 5 orang yang ditangkap di Kejati Sumut

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (Mandailing Online) – Tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga Rabu (15/5) pagi, masih memeriksa 5 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan di Medan kemarin. Selain mereka, KPK juga masih memeriksa sejumlah saksi di sana. Pemeriksaan dilakukan di tiga ruangan di lantai 1 dan 2 Gedung Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Medan. Sumber […]

  • Kisah di Balik Tugu Perintis Kotanopan

    Kisah di Balik Tugu Perintis Kotanopan

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Askolani Nasution Budayawan   Suatu hari di tahun 80-an, H. Mahals, nama pertama di prasasti Tugu Perintis Kemerdekaan Kotanopan, datang ke rumah kami yang berdinding “gogat”. Ia menanyakan arsip-arsip almarhum ayah ketika masih bersama beliau dipenjara Belanda di Sukamiskin dan Digul. Bertemu beberapa catatan. Ia menyebut beberapa tokoh (di prasasti itu) masih […]

  • Gagal Tender 2 Rumah Sakit di Madina, DPRD Harus Panggil Pejabat Terlibat

    Gagal Tender 2 Rumah Sakit di Madina, DPRD Harus Panggil Pejabat Terlibat

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nasib lanjutan pembangunan RSU Madina di bukit Panatapan berakhir black list 2 tahun gara-gara pemkab Madina gagal menuntaskan tender. Akibatnya dana 14 milyar Rupiah ditarik pemerintah pusat tahun 2019 lalu. Padahal dana itu untuk pembangunan gedung radiologi dan gedung laboratorium. Ironisnya, Pemkab Madina tak juga bertaubat. Gagal tender juga terjadi pada […]

  • Potensi Pemuda Rantau yang Diabaikan Pemda Madina

    Potensi Pemuda Rantau yang Diabaikan Pemda Madina

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nanda Sri Wahyuni Pulungan Anak muda adalah aset negara. Kita percaya bahwa anak muda masih mempunyai banyak energi, ide-ide segar dan mau belajar. Mereka berani mengambil resiko dan tidak ragu mencoba hal-hal baru. Sudah saatnya, Mandailing Natal membuka mata, pikiran dan hati seluas-luasnya bahwa selamanya bumi Gordang Sambilan tidak akan pernah berkembang jika […]

expand_less