Selasa, 26 Mei 2026
light_mode

Itak Poul-poul Tradisi “Pamijur Danak”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
  • print Cetak

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Warga Mandailing memproduksi itak poul-poul biasanya ketika hajatan “pamijur danak” (harfiahnya menurunkan bayi-suatu tradisi di Mandailing membawa bayi pertama kali keluar rumah).

Sang bayi belum boleh digendong ke luar rumah sebelum usia seminggu. Acara “pamijur danak” dipestakan dengan memproduksi itak poul-poul oleh para gadis dan dibagikan kepada tetangga keluarga si bayi. Itak poul-poul itu juga sebagian disematkan di tali ayunan bayi sebelum digendong ke luar rumah.

Kelezatan itak poul-poul ini dulunya tidak saja diproduksi untuk hajatan “paijur danak”, tetapi juga menyebabkan banyak orang Mandailing memproduksinya untuk dijual.

“Makanan itak poul-poul belakangan ini memang mulai hilang, sangat jarang orang membuatnya sekarang, apalagi menjualnya,” ungkap salah seorang warga Kotanopan, Duski Lubis, Jum’at (16/8/2013).

“Saya masih teringat dulu sekitar tahun 70 hingga 80-an, asal datang tamu ke rumah, makanan yang disediakan adalah itak poul-poul. Bukan itu saja, kalau dulu makanan ini juga digunakan saat pesta perkawinan. Oleh-oleh yang dibawa keluarga penganten laki-laki biasanya itak poul-poul dan kalau daerah lain masih bisa dijumpai itu ketika anak lahir dalam keluarga biasanya dibuatlah itak pooul-poul,” jelasnya.

Namun, menurutnya, sekarang hal itu tidak dijumpai lagi, padahal cara membuatnya tidak begitu susah. Masalahnya mungkin orang sekarang tidak mau repot-repot membuatnya. Akhirnya, jenis makanan ini seperti hilang begitu saja.

“Bukan itu saja, saya yakin generasi belakangan ini banyak yang sudah tidak pandai membuat itak poul-poul,” ujarnya.

Jika dilihat dari namannya, itak poul-poul terdiri dari dua kata, itak (tepung beras), sedangkan poul-poul (dikepal-kepal). Jadi itak poul-poul adalah makanan yang terbuat dari tepung beras dan campuran lainnya yang kemudian cara pembuatannya dikepal-kepal sehingga menimbulkan bekas jari tangan di kue tersebut.

Peliput : Lokot Husda Lubis
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terbakar? Dibakar?

    Terbakar? Dibakar?

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dahlan Iskan Para wartawan di Karo akan menyalakan lilin bersama. Lokasinya: di reruntuhan rumah rekan mereka di Kabanjahe. Nama rekan wartawan itu: Rico Sempurna Pasaribu. Usia sekitar 45 tahun. Sempurna tewas terbakar di rumahnya bersama istri, anak, dan cucunya. Para wartawan sudah mendesak agar aparat keamanan mengungkap sejelas-jelasnya: itu kebakaran atau dibakar. Kecurigaan sengaja dibakar sangat […]

  • Target Razia Kosong, Wabup Atika: Tidak Ada Kebocoran Informasi

    Target Razia Kosong, Wabup Atika: Tidak Ada Kebocoran Informasi

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga tempat yang menjadi target razia Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) pada Jumat (28/1) ditemukan dalam keadaan kosong. Kosongnya ketiga tempat itu, kata Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, bukan karena adanya kebocoran informasi razia. “Dalam kegiatan ini tidak ada istilah tidak membuahkan hasil. Kita, kan, sudah nasehati pemilik tempat. […]

  • Pelaku Tambang Emas Ilegal Mulai Masuk Hutan TNBG Madina

    Pelaku Tambang Emas Ilegal Mulai Masuk Hutan TNBG Madina

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): para pelaku tambang emas ilegal nampaknya tidak lagi pandang lokasi yang akan di garap. Kali ini informasi yang diperoleh lokasi yang digarap para pelaku tambang emas ilegal masuk wilayah Taman Nasional Batang Gadis ( TNBG ) tepatnya di wilayah adat Rura Aek Mais dan desa Pastap julu Kecamatan Tambangan Kabupaten Madina. […]

  • Sulit Diberantas, PETI di Madina Diduga Libatkan Oknum APH Sebagai Penampung

    Sulit Diberantas, PETI di Madina Diduga Libatkan Oknum APH Sebagai Penampung

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online– Pemberantasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Mandailing Natal disebut menghadapi tantangan karena dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH) sebagai penampung hasil tambang. Dugaan itu disampaikan seorang warga yang mengaku sebagai pemilik lubang emas di kawasan Naga Juang. “Ada memang oknum polisi yang back up lubang di Hutabargot dan Naga Juang. Bahkan […]

  • Dana Kemanusiaan Disalahgunakan Untuk Kepentingan Paslon Pilkada Madina

    Dana Kemanusiaan Disalahgunakan Untuk Kepentingan Paslon Pilkada Madina

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Indikasi pemanfaatan Dana Desa untuk memenangkan salah satu paslon bupati di Pilkada Mandailing Naral kian menguak. Beberapa penerima Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD) memberikan kesaksian adanya penekanan untuk memilih salah satu pasangan calon (Paslon) bupati saat menerima BLT DD. Penekanan ini masif dan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten […]

  • Pilkada “Restoratif”: Raih “Emas”, Buang Cemas! (Bagian 1)

    Pilkada “Restoratif”: Raih “Emas”, Buang Cemas! (Bagian 1)

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: M Ludfan Nasution Sejarah. Banyak yang lari dari asal kelahirannya. Ada yang menghapusnya. Bahkan, ada juga yang berlagak seperti orang yang lahir dari rumpun bambu dan dengan arogansi itulah dia menantang dunia dan menentang Tuhannya. Pilkada merupakan satu momentum untuk hidup sumringah. Banyak variabel di sana. Namun, yang paling berpengaruh adalah munculnya sejenis sikap […]

expand_less