Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Awalnya Mengajak Muslim untuk Murtad, Misionaris Ini Justru Terpikat Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
  • print Cetak

“Selama bertahun-tahun, saya berusaha membujuk muslimin di negara saya untuk murtad. Namun saya justru mendapat mimpi yang membujuk saya untuk memeluk Islam,” ujar Musa Bangura, seorang misionaris asal Sierra Leone Afrika, mengawali kisahnya.

Bukan menjalankan tugas sebagai misionaris, Bangura justru tertarik dengan Islam. Bukan menyudutkan agama Islam agar muslimin tertarik untuk murtad, Bangura justru mendapati hatinya tertarik pada risalah Rasulullah.

Kisah Bangura bermula sekitar dua puluh tahun yang lalu saat mendapati mimpi yang mengajaknya pada Islam. Mimpi itu pun bukan sekali, melainan tiga kali di malam yang berurutan. Ia pun kemudian merasa terpanggil dengan mimpi “aneh” itu. Bangura mulai mempelajari Islam.

Sebagai misionaris, tentu Bangura tahu betul apa itu Islam dan siapa itu muslim. Namun pengetahuan yang ia tahu itu hanyalah dari sudut pandang agamanya. Dengan panggilan mimpi itu, ia pun kemudin mempelajari Islam dengan benar dan secara kaffah. Hasilnya, banyak pengetahuan dan logika baru yang ia peroleh.

Ketauhidan Allah menggerakkan hatinya. Ia kemudian bertanya-tanya akan paham anak tuhan yang selama ini ia yakini. Keyakinan pada agama sebelumnya pun mulai luntur. Ia kemudian mendatangi pendeta untuk berdiskusi. Pergulatan hati akan dua paham berbeda membuat benaknya dipenuhi pertanyaan.

“Saya mengungkapkan kontradiksi dalam agama saya kepada pendeta, dan kami pun berdiskusi,” ujarnya kepada kantor berita Anadolu, dikutip onislam.

Kontradiksinya mulai terlihat terang. Bukan menemukan kembali keyakinan pada agamanya, namun menemukan agama baru seperti dalam mimpinya; Islam. Setelah banyak melakukan diskusi, ia pun kemudian mendapat keyakinan bahwa Islam lah agama yang haq. “Saya membuktikan (saat diskusi dengan pendeta) bahwa Islam adalah agama yang benar,” tuturnya.

Bangura pun kemudian melantunkan syahadat, saat itu tahun 1993. Saat ini ia menjadi ulama yang melakukan safari dakwah di kawasan Afrika, terutama di negaranya, Sieraa Leone. Ia banyak menjadi perantara jalan hidayah masyarakat disana.

Begitu semangatnya Bangura dalam dakwah Islam, ia pun kemudian mendirikan sebuah organisasi bernama Why Islam In Action (WIIA) pada tahun 1995. Organisasi non-pemerintah ini sebetulnya bergerak di bidang kemanusiaan. Bangura mengajak para musimin untuk peduli pada kemiskinan di kampungnya, Sierra Leone. Namun Bangura yang telah menjadi da’i kemudian mendapat banyak apresiasi positif dari masyarakat setempat. WIA pun menjadi sumber informasi terpercaya mengenai Islam.

Organisasi besutan Bangura ini pun makin berkembang. Sebuah organisasi di Turki bersedia menjadi sponsor dan memberikan dana yang dibutuhkan WIA. Kesuksesan pun diraih WIA ketika membantu lebih dari 8 ribu masyarakat dalam memeluk agama Islam.

Saat ini Sierra Loenne pun dihuni mayoritas muslimin. Dari total 6 juta warga Sierra Lonne, 4 juta merupakan muslimin. “Saya menjadi seorang yang membantu mereka melihat kebenaran dan merasakan hidayah Islam,” tuturnya.


Ditinggal Keluarga

Saat memeluk Islam, para mualaf selalu dihadapi rintangan dan tantangan sebagai ujian keimanan mereka. Bagi Bangura, di tinggal keluarga merupakan ujian yang sangat berat. Setelah bersyahadat, ia di tinggal seluruh anggota keluarga termasuk istrinya. Ia berhasil mendakwahkan banyak orang, namun tidak keluarganya. Ia bahkan berusaha mendakwahkan Islam pada teman-teman misionaris lain. Namun hidayah hanya Allah yang mampu memberi.

Tak berlarut dalam kesedihan, Bangura bangkit dan berusaha mengabdikan diri pada agama. Dari keterpurukan hati itulah Bangura membentuk WIA yang disana ia mendapat keluarga baru yang jumlahnya jauh lebih besar. Ia membantu dalam kemanusaiaan, sekaligus berdakwah, sekaligus membentuk keluarga besar yang baru.(republika.co.id)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Tapsel Order 8.000 Pakaian Daerah dari Kampoeng Kaos Madina

    HUT Tapsel Order 8.000 Pakaian Daerah dari Kampoeng Kaos Madina

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Kampoeng Kaos Madina (KKM) yang berpusat di Panyabungan, Mandailing Natal terus menggenjot tingkat kepercayaan pasar terhadap produk-produknya, sehingga permintaan terhadap pakaian tradisional yang diproduksi KKM kian meningkat. Kepercayaan pasar itu bukan saja di kawasan Mandailing Natal, tetapi juga telah dipercaya daerah lain di Sumatera Utara. Pada HUT Kabupaten Tapanuli […]

  • ICW Nilai KJP Hanya Program Pencitraan Jokowi

    ICW Nilai KJP Hanya Program Pencitraan Jokowi

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi dinilai terlalu memaksakan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk pencitraan. Akibat sistem yang tidak siap, pengelolaan KJP menjadi tidak berjalan maksimal. Riset Indonesia Corruption Watch (ICW) melansir adanya temuan sejumlah masalah dalam program KJP. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Agus Pambagio meyakini 90 persen data […]

  • Berdalih Reklamasi, Pelaku Tambang Emas Ilegal  di Kotanopan Kembali Beroperasi

    Berdalih Reklamasi, Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Kembali Beroperasi

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan( Mandailing Online ): tak takut memang, oknum P dan G pelaku tambang emas ilegal di wilayah hukum Polsek Kotanopan,Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) kembali beroperasi. Mereka kembali menggunakan alat berat jenis excavator untuk melakukan pengerukan material tanah yang mngandung amas. Lokasi operasi aktifitas tambang ini di belakang masjid Al Muhtadin Desa Jambur Tarutung. […]

  • Kawasan BNI Panyabungan Inda Banjir Be, Ulang Sugari Tumpat Be

    Kawasan BNI Panyabungan Inda Banjir Be, Ulang Sugari Tumpat Be

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menelusur Hasil Pengendalian Banjir Panyabungan (bagian 2)   Seperti halnya kawasan Pasar Lama, Panyabungan, di sepanjang jalan raya titik Sipolu-polu, Panyabungan, pengendalian banjir juga relatif sukses. Terbukti beberapa pekan terakhir banjir tak terjadi lagi kala hujan deras melanda. Selama ini, banjir menjadi langganan Jl.Willem Iskander dari titik Madina Market hingga simpang Jl. Bermula. Sejumlah pengunjung […]

  • Kantor Camat Siabu Disatroni Maling

    Kantor Camat Siabu Disatroni Maling

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Panyabungan MO-Kantor camat Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) disatroni Maling, Jum’at (10/2). Kejadian berlangsung dini hari sekira pukul 02.00 Wib.   Berdasar data yang berhasil dihimpun Mandailing Online, barang-barang yang berhasil digondol maling tersebut berupa 3 unit komputer berisi data lengkap e-KTP, 3 unit kamera digital, 1 unit laptop. Sekretaris Kecamatan Siabu, Gadombang Diapari Hasibuan […]

  • Kasus Seleksi KPID: Somasi Kedua untuk Ketua Komisi A DPRD Sumut

    Kasus Seleksi KPID: Somasi Kedua untuk Ketua Komisi A DPRD Sumut

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Mengenai kasus seleksi calon anggota KPID Sumut yang menuai kontroversi, delapan calon komisioner KPID Sumut periode 2021-2024 kembali mengajukan somasi untuk Ketua Komisi A DPRD melalui Kuasa Hukum Ranto Sibarani, SH. Ketua Komisi A Hendro Susanto diminta memberikan klarifikasi tentang mekanisme rapat pleno dengan memutuskan tujuh nama dalam rapat yang berlangsung […]

expand_less